Keka, kerajaan / P. Rote – Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Keka, ibukota Sotihu. Pulau Rote. Kab. Rote Ndao, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Keka, capital Sotihu. Island of Rote. District of Rote Ndao.

Klik foto untuk besar !

Lokasi pulau Rote

Lokasi Pulau Rote

Lokasi Pulau Rote


* Foto foto kerajaan / kingdoms pulau Rote: link


Tentang Raja / About the king (2010)

Ratu Antonietta Malek, ratu Keka, Rote, sejak 1966, sama putera Prince Jeremias Malek.
Ratu Antonietta Malek, queen of Rote, since 1966, together ith son Prince Jeremias Malek.


Sejarah / History kerajaan Keka

Kerajaan Keka adalah satu kerajaan dari 19 kerajaan di Pulau Rote.
Keka melepaskan diri dari Termanu tahun 1772.
Rote adalah sebuah pulau yang dahulu dikenal dengan sebutan “Lolo Neo Do Tenu Hatu” sebagian lagi menyebutnya dengan nama “Nes Do Male” atau “Lino Do Nes” yang berarti pulau yang sunyi dan tidak berpenghuni. Nama atau sebutan Rote berawal dari kedatangan pedagang-pedagang Portugis dan kegiatan misionaris di Indonesia sejak tahun 1512 hingga 1605.

Peta kerajaan-kerajaan di pulau Rote

—————————

Keka kingdom was one of the 19 kingdoms on the island of Rote.
Rote is an island formerly known as Lolo Neo Do Tenu Hatu“, others call it by the name of Nes Do Maleor Lino Do Neswhich means island deserted and uninhabited. Rote name or designation originated from the arrival of Portuguese traders and missionaries activities in Indonesia since 1512 until 1605.


19 Kerjaan di Rote / 19 Kingdoms on Rote

Sistem pemerintahan tradisional di Rotedimulai pada zaman kolonial belanda.
Dengan kata lain, sistem pemerintahan di pulau terselatan NKRI ini berawal pada masa penjajahan. Terdapat 2 versi.

Versi pertama: sistem pemerintahan yang teratur mulai berlaku sejak tahun 1513 saat pemerintahan kolonial belanda membentuk 4 kerajaan besar di pulau Rote, yaitu:
* Kerajaan Korbafo,
* Kerajaan Bilba,
* Kerajaan Termanu,
* Kerajaan Dengka.

Versi kedua: pada tahun 1772 wilayah Keka dan Talae memberontak daan memisahkan diri dari Kerajaan Termanu, yang kemudian berdampak pada terbentuknya nusak-nusak lainnya, yaitu:

1. Baa: berada di kepulauan Rote, Barat Daya Pulau Timor, dibentuk tahun 1691.
2. Bilba.
3. Bokai: Didirikan 1756.
4. Dehla: berada di kepulauan Rote, Barat daya Pulau Timor. Dehla melepaskan diri dari Oenale dan didirikan pada tahun 1800-an.
5. Dengka: kerajaan terbesar dari 19 kerajaan yang berada di Pulau Rote.
6. Diu: kadang berada di bawah kekuasaan Korbafo, didirikan pada 1691.
7. Keka: berada di kepulauan Rote, barat daya dari Timor. Keka melepaskan diri dari Termanu tahun 1772.
8. Korbafo: berada di kepulauan Rote, barat daya dari Timor.
9. Landu: kerajaan yang paling tua dari 19 kerajaan kelompok pulau Rote, terletak di barat-day Timor.
10. Lelain: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Sebelum Lelain menjadi kerajaan terpisah sendiri tahun 1690, Lelain melepaskan diri dari Bokai.
11. Lelenuk: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Kerajaan melepaskan diri dari Termanu dan dibentuk tahun 1772
12. Loleh: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Dikuasai oleh Termanu tahun 1730.
13. Ndao: berada di pulau Rote, Barat-daya dari Timor.
14. OEnale: berada di Kepulauan Rote , barat daya Timor.
15. OEpao: berada di Kepulauan Rote, barat daya Timor. Didirikan tahun 1691.
16. Ringgouw: berada di Kepulauan Rote, barat daya Pulau Timor, didirikan pada 1691.
17. TalaE: berada di Kepulauan Rote, barat daya Timor.
18. Termanu: berada di kepulauan Rote, barat daya Timor.
19. Thie: berada di kepulauan Rote, barat daya Timor. Dari 1730 sampai 1756, Manek dari Thie pergi bersama Maneks dari OEpao, Loleh, Baa dan Lelain ke Jawa untuk mempelajari lebih lanjut agama  kristen.
.
Penamaan nusak oleh para peneliti: De Clercq tahun 1878 menyebut Nusak ti, Nusak lole, Nusak ba’a, Nusak termano, Nusak talae, Nusak korbafo, Nusak Rênggo, Nusak oepau, Nusak diu, Nusak lelenuk, Nusak bokai, Nusak dela, Nusak oenale, Nusak lelain, Nusak dengka, Pulau bibi (kambing) termasuk landu, Pulau ayana dan nusandau termasuk dengka, Pulau nuse termasuk oenale, Pulau do’o termasuk ndao, Pulau ndana, nusalai, landu, samao, tebuin, dan nusamanuk termasuk Thie.

– Sumber / Source:  http://leksilion-rote.blogspot.co.id/2011/09/nusak-di-pulau-rote-leksi-ingguoe.html


Peta kuno

Kepulauan Sunda Kecil, tahun 1683

Lokasi Rote, tahun 1748


Sumber / Source

– Sejarah timbulnya kerajaan di Rote:  http://sajjacob.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-timbulnya-kerajaan-di-pulau.html
– 19 kerajaan di Rote:  http://leksilion-rote.blogspot.co.id/2011/09/nusak-di-pulau-rote-leksi-ingguoe.html
– Nama nusak (kerajaan) di Rote: http://malole80.blogspot.co.id/2015/10/nama-nama-nusak-kerajaan-di-rote.html
Sejarah kepulauan Rote di Wiki: link
Asal usul Rote: http://yeridami.blogspot.co.id/p/asal-usul-rote.html
– Tentang suku Rote: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2014/11/sejarah-suku-rote-nusa-tenggara-timur.html
– Bagaimana orang Rote mengakali belanda dalam pemerintahan: http://satutimor.com/bagaimana-orang-rote-mengakali-belanda-dalam-pemerintahan.php

English

– History on Wiki: link
19 kingdoms on Rote: link


* Foto foto kerajaan / kingdoms pulau Rote: link

Keka, Roti - MR. Eliasar Malelak dari Keka. He is the official chief of the Manek dynasty of Keka.

Keka, Roti – MR. Eliasar Malelak dari Keka. He is the official chief of the Manek dynasty of Keka.

Prince of Keka, Rote.  Chairel Malelak, cucunya Raja Keka, Manek Thobias Malelak. Sumber: Chairel Malelak, FB

Pertemuan para manek Rote tahun 1930-an. Dari kiri ke kanan: Thobias Malelak dari Keka (ketiga dari kiri, meninggal 1966), Christian Paul Manubulu dari Korbafo (keempat, 1926-1989), DL Detaq dari Baa (kelima, meninggal 1938), tidak diketahui (keenam), Yusuf William Johannis dari Landu (ketujuh, 1916-1961). Matheos Yusuf William Johannis ini adalah keturuan dari raja-raja Landu yang terlibat pertikaian di tahun 1756 yang berakhir dengan pembantaian oleh VOC. [sumber: dipersembahkan oelh Middelkoop kepada KITLV]. Sumber: http://satutimor.com/landu-affair-1756-mengapa-nusak-landu-jarang-penduduknya.php

Pertemuan para manek Rote tahun 1930-an. Dari kiri ke kanan: Thobias Malelak dari Keka (ketiga dari kiri, meninggal 1966), Christian Paul Manubulu dari Korbafo (keempat, 1926-1989), DL Detaq dari Baa (kelima, meninggal 1938), tidak diketahui (keenam), Yusuf William Johannis dari Landu (ketujuh, 1916-1961). Matheos Yusuf William Johannis ini adalah keturuan dari raja-raja Landu yang terlibat pertikaian di tahun 1756 yang berakhir dengan pembantaian oleh VOC. [sumber: dipersembahkan oelh Middelkoop kepada KITLV].
Sumber: http://satutimor.com/landu-affair-1756-mengapa-nusak-landu-jarang-penduduknya.php


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: