Keka, kerajaan / P. Rote – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Keka, ibukota Sotihu. Pulau Rote. Kab. Rote Ndao, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Keka, capital Sotihu. Island of Rote. District of Rote Ndao.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Lokasi pulau Rote

Lokasi Pulau Rote

Lokasi Pulau Rote


* Foto foto kerajaan / kingdoms pulau Rote: link


Tentang Raja / About the king (2010)

Ratu Antonietta Malek, ratu Keka, Rote, sejak 1966, sama putera Prince Jeremias Malek.


Sejarah / History kerajaan Keka

Untuk info tambahan tentang kerajaan-kerajaan di pulau Rote: Donald Tick: https://www.facebook.com/Manek-of-Rote-Ndao-832442366958194/

Kerajaan Keka adalah satu kerajaan dari 19 kerajaan di Pulau Rote.
Keka melepaskan diri dari Termanu tahun 1772.
Rote adalah sebuah pulau yang dahulu dikenal dengan sebutan “Lolo Neo Do Tenu Hatu” sebagian lagi menyebutnya dengan nama “Nes Do Male” atau “Lino Do Nes” yang berarti pulau yang sunyi dan tidak berpenghuni. Nama atau sebutan Rote berawal dari kedatangan pedagang-pedagang Portugis dan kegiatan misionaris di Indonesia sejak tahun 1512 hingga 1605.

Peta kerajaan-kerajaan di pulau Rote


19 Kerjaan di Rote / 19 Kingdoms on Rote

Sistem pemerintahan tradisional di Rotedimulai pada zaman kolonial belanda.
Dengan kata lain, sistem pemerintahan di pulau terselatan NKRI ini berawal pada masa penjajahan. Terdapat 2 versi.

Versi pertama: sistem pemerintahan yang teratur mulai berlaku sejak tahun 1513 saat pemerintahan kolonial belanda membentuk 4 kerajaan besar di pulau Rote, yaitu:
* Kerajaan Korbafo,
* Kerajaan Bilba,
* Kerajaan Termanu,
* Kerajaan Dengka.

Versi kedua: pada tahun 1772 wilayah Keka dan Talae memberontak daan memisahkan diri dari Kerajaan Termanu, yang kemudian berdampak pada terbentuknya nusak-nusak lainnya, yaitu:

1. Baa: berada di kepulauan Rote, Barat Daya Pulau Timor, dibentuk tahun 1691.
2. Bilba.
3. Bokai: Didirikan 1756.
4. Dehla: berada di kepulauan Rote, Barat daya Pulau Timor. Dehla melepaskan diri dari Oenale dan didirikan pada tahun 1800-an.
5. Dengka: kerajaan terbesar dari 19 kerajaan yang berada di Pulau Rote.
6. Diu: kadang berada di bawah kekuasaan Korbafo, didirikan pada 1691.
7. Keka: berada di kepulauan Rote, barat daya dari Timor. Keka melepaskan diri dari Termanu tahun 1772.
8. Korbafo: berada di kepulauan Rote, barat daya dari Timor.
9. Landu: kerajaan yang paling tua dari 19 kerajaan kelompok pulau Rote, terletak di barat-day Timor.
10. Lelain: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Sebelum Lelain menjadi kerajaan terpisah sendiri tahun 1690, Lelain melepaskan diri dari Bokai.
11. Lelenuk: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Kerajaan melepaskan diri dari Termanu dan dibentuk tahun 1772
12. Loleh: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Dikuasai oleh Termanu tahun 1730.
13. Ndao: berada di pulau Rote, Barat-daya dari Timor.
14. OEnale: berada di Kepulauan Rote , barat daya Timor.
15. OEpao: berada di Kepulauan Rote, barat daya Timor. Didirikan tahun 1691.
16. Ringgouw: berada di Kepulauan Rote, barat daya Pulau Timor, didirikan pada 1691.
17. TalaE: berada di Kepulauan Rote, barat daya Timor.
18. Termanu: berada di kepulauan Rote, barat daya Timor.
19. Thie: berada di kepulauan Rote, barat daya Timor. Dari 1730 sampai 1756, Manek dari Thie pergi bersama Maneks dari OEpao, Loleh, Baa dan Lelain ke Jawa untuk mempelajari lebih lanjut agama  kristen.

– Sumber / Source:  http://leksilion-rote.blogspot.co.id/2011/09/nusak-di-pulau-rote-leksi-ingguoe.html


Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Rote

Sebelum 1500: Pendaratan penduduk awal secara bergelombang dan terpisah-pisah,
hingga terbentuk sistem kemaysarakatan seperti Leo dan Nusak, terjadi
kontestasi perebutan daerah-daerah subur dan padang penggembalaan,
misalnya legenda Sabalo dan Sabadai dari Nusak Bokai

1522: Sisa awak kapal Magelhan singgah di Pulau Rote, Pulau Rote pertama
kali ditulis dengan nama Rote.

1621:  Misi dominikan pertama di Pulau Rote dan Pulau Sabu
1653:  Nusak Landu, Nusak Oepao, Nusak Ringgou dan Nusak Bilba
bersumpah setia kepada Ter Horst seorang pejabat kompeni di Kupang
1654:  Ekspedisi Ter Horst ke Pulau Rote untuk memperkuat sekutu Belanda
tadi (Nusak Landu, Nusak Oepao, Nusak Ringgou dan Nusak Bilba)
1656:  Belanda mulai mencatat tentang keberadaan Nusak. Arnol de Flaming
mengatakan bahwa kejadian-kejadian di Rote terpecah dua antar yang
mendukung Portugis dan yang mendukung Belanda. Dengka, Baa,
Loleh dan Bau Dale memihak Portugis
1656-1658:  Dengka, Loleh, Baa dan Bau Dale diduduki paksa oleh Belanda
1658:  Dengka, Loleh, Baa dan Bau Dale menyerang Nusak tetangga untuk
membayar denda kepada kompeni
1660:  Dengka Loleh, Baa, dan Bau Dale kembali diserang oleh Belanda
1661:  Loleh diserang oleh Belanda, 500 orang Lole mati
1662:  Perjanjian Paravicini, Nusak Dengka, Termanu, Korbaffo, dan Nusak
Bilba diakui keberadaannya oleh Belanda
1676:  Belanda menyerang Nusak Dengka dan Loleh
1679: Belanda pertama kali mengirimkan orang Rote untuk belajar bahasa
Melayu
1690-1691:   Pergolakan wilayah-wilayah tertentu untuk meminta pemerintahan
[Journal of NTT Studies] Vol 1 No 1: 72 sendiri

1755:  Sekolah pertama di Pulau Rote berdiri sendiri
1756:  Pengakuan eksistensi Nusak Diu dan Bokai. Juga pertama kali dibuat
sekolah dengan sistem Rote.
1760:  Nusak Landu, Ringgou, Oesapo, Baa, Lelain (Ossipokah), Thie, Loleh dan Oenale diakui oleh Belanda
1772:  Lelenuk memisahkan diri dari Bokai & Talae memisahkan diri dari Keka

Akhir Abad 18 Pengakuan terhadap Nusak Diu
1818-1819: Rakyat Hoi Ledo dibuang ke Babau (Kupang) karena ingin memisahkan diri dari Termanu
1874: Manek Thie, FoE Mbura, dibunuh di wilayah Nusak Termanu.
Dikarenakan persaingan Nusak Termanu untuk memperoleh pengaruh terhadap Belanda. Raja Termanu kemudian diberhentikan dari jabatannya kemudian digantikan oleh adiknya.
1879: Pulau Rote dijadikan satu Onder Afdeling

1908: Penetapan batas Thia dan Dengka di Danau Tua
1909: Penyatuan beberapa Nusak
1911: Sengketa Thie dan Dengka dengan persoalan Danau Tua kembali mencuat. Beberapa Manek di buang ke luar pulau Rote karena menentang kebijakan Belanda pada 1909
1925:  Pencabutan batas Nusak antara Nusak Thie dan Nusak Dengka oleh Manek Thie, ia dibuang ke Alor.
1928:  Rote dibentuk menjadi sebuah selbestuur
1935:  Gejolak di Bo’a (Nusak Delha) menentang penagihan pajak oleh Belanda
1945:  Sengketa antara Thie dan Dengka dengan persoalan batas Nusak
1950:  Pembentukan Dewan Pemerintah Daerah Sementara Swapraja Rote Ndao


Peta kuno

klik peta untuk besar

Kepulauan Sunda Kecil, tahun 1683

Lokasi Rote, tahun 1748


Sumber / Source

– Sejarah timbulnya kerajaan di Rote:  http://sajjacob.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-timbulnya-kerajaan-di-pulau.html
– 19 kerajaan di Rote:  http://leksilion-rote.blogspot.co.id/2011/09/nusak-di-pulau-rote-leksi-ingguoe.html
– Nama nusak (kerajaan) di Rote: http://malole80.blogspot.co.id/2015/10/nama-nama-nusak-kerajaan-di-rote.html
Sejarah kepulauan Rote di Wiki: link
Asal usul Rote: http://yeridami.blogspot.co.id/p/asal-usul-rote.html
– Tentang suku Rote: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2014/11/sejarah-suku-rote-nusa-tenggara-timur.html
– Bagaimana orang Rote mengakali belanda dalam pemerintahan: http://satutimor.com/bagaimana-orang-rote-mengakali-belanda-dalam-pemerintahan.php


* Foto foto kerajaan / kingdoms pulau Rote: link

Ratu Antonetta Malelak; ratu terakhir kerajaan Keka, P.Rote. Pakai statesword alm suami tahun 2000. – Sumber: Donald Tick: https://www.facebook.com/Manek-of-Rote-Ndao-832442366958194/

The queen of Keka in 2000 before her residence in renovation. Left a granddaughter. Her residence was made with local culture handicraft doors with flowers, etc on it. Sumber: Donald Tick: https://www.facebook.com/Manek-of-Rote-Ndao-832442366958194/

The queen of Keka with a servant receiving a 50 years old picture of her late husband and showing an old makeup table her dynasty had received more than 10 – Sumber: Donald Tick: https://www.facebook.com/Manek-of-Rote-Ndao-832442366958194/

Manek-Radja Thobias Malelak of Keka. 1927-1962, died 1974, Foto 1954.  Sumber Donald Tick: https://www.facebook.com/Manek-of-Rote-Ndao-832442366958194/

Pertemuan para manek Rote tahun 1930-an. Dari kiri ke kanan: Thobias Malelak dari Keka (ketiga dari kiri, meninggal 1966), Christian Paul Manubulu dari Korbafo (keempat, 1926-1989), DL Detaq dari Baa (kelima, meninggal 1938), tidak diketahui (keenam), Yusuf William Johannis dari Landu (ketujuh, 1916-1961). Matheos Yusuf William Johannis ini adalah keturuan dari raja-raja Landu yang terlibat pertikaian di tahun 1756 yang berakhir dengan pembantaian oleh VOC. [sumber: dipersembahkan oelh Middelkoop kepada KITLV]. Sumber: http://satutimor.com/landu-affair-1756-mengapa-nusak-landu-jarang-penduduknya.php

Pertemuan para manek Rote tahun 1930-an. Dari kiri ke kanan: Thobias Malelak dari Keka (ketiga dari kiri, meninggal 1966), Christian Paul Manubulu dari Korbafo (keempat, 1926-1989), DL Detaq dari Baa (kelima, meninggal 1938), tidak diketahui (keenam), Yusuf William Johannis dari Landu (ketujuh, 1916-1961). Matheos Yusuf William Johannis ini adalah keturuan dari raja-raja Landu yang terlibat pertikaian di tahun 1756 yang berakhir dengan pembantaian oleh VOC. [sumber: dipersembahkan oelh Middelkoop kepada KITLV].
Sumber: http://satutimor.com/landu-affair-1756-mengapa-nusak-landu-jarang-penduduknya.php


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s