Atinggola, kerajaan / Sulawesi – Prov. Gorontalo

Kerajaan Atinggola adalah kerajaan Suku Atinggola. Terletak di Sulawesi, Kabupaten Gorontalo Utara, prov. Gorontalo.
Kerajaan Atinggola berdiri tahun 1557.

The Kingdom of Atinggola was a kingdom of the Atinggola People. Located in Kabupaten North Gorontalo.
For the kingdom of Atinggola. click here

Lokasi Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Sejarah kerajaan Atinggola

Sebelum masa penjajahan keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut hukum adat ketatanegaraan Gorontalo. Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut “Pohala’a”. Menurut Haga (1931) daerah Gorontalo ada lima pohala’a:
* Pohala’a Gorontalo,
* Pohala’a Limboto,
* Pohala’a Suwawa,
* Pohala’aAtinggola,
* Pohala’a Atinggola.

Kerajaan Atinggola berdiri tahun 1557.
Asal-usul orang Atinggola, dari cerita mulut ke mulut masyarakat Atinggola, dikatakan berasal dari daerah Ternate-Maluku. Hal lain yang mendukung cerita ini, dilihat dari marga (nama keluarga) “Patilima”, lebih dekat dengan marga orang Ternate atau Maluku. Pada masa lalu pada masa pendudukan Kolonial Belanda di Ternate, suku Atinggola menghindar dari pasukan Kolonial Belanda, mereka meninggalkan Ternate, menaiki perahu-perahu kecil dan mendarat di ke pulau Lembeh. Tidak merasa cocok di tempat ini, mereka pun melanjutkan perjalanan dan mendarat di pesisir pantai pulau Sulawesi, dan menuju ke arah desa Inobonto.

Dalam perjalanan mereka melewati Tuntung, Dalapuli, Buko dan Tontulouw yang terletak di Sulawesi Utara. Mereka berhenti di Muara Sungai Andagile (Andagire), yang konon sungai ini berhulu di gunung Tilong Kabila. Menurut mitos, di muara sungai ini pernah berdiri sebuah kerajaan Ota Jin, yang dikuasai oleh para Jin, sampai saat ini tempat ini didkenal dengan nama Kota Jin (sebuah batu besar mirip bentuk bangunan istana). Sebelum kehadiran orang Atinggola di daerah ini, telah ada sekelompok penduduk asli yang telah bermukim di wilayah ini, mereka adalah keturunan Minahasa bermarga Mahengke. Di tempat ini mereka hidup berdampingan dengan orang-orang Minahasa ini.

Makam Jubalo Blongkod adalah bukti peninggalan sejarah Kerajaan Atinggola yang ada di Desa Monggupo. Dalam bahasa setempat lokasi makam Jubalo juga disebut buido diti (bukit kecil). Pada 1975 masyarakat Atinggola menamakannya Gunung Keramat. (Foto: Rahmat Ali/banthayoid).
Menurut sejarah, Jubalo Blongkod merupakan seorang bangsawan dari Kerajaan Atinggola. Jubalo Blongkod adalah seorang putri dari Raja Gobel Blongkod, ia pernah memimpin kerajaan Atinggola.


Daftar raja Atinggola

  • Linugu (1500-1530)
  • Kalumata (1530-1550)
  • Pasila (1550-1570)
  • Dugia (koregen 1550-1570)
  • Mollaunt (1570-1580)
  • Gulomkon (1580-1620)
  • Timbangon (1620-1650)
  • Mokodite (1650-1670)
  • Langi (1670-1700)
  • Barend Dua’ulu (1700-1720)
  • Ansaliueta (1720-1747)
  • Adrian Patalima (1747-1768)
  • Dirk Kolongkodu (regent 1768-1774)
  • Biato
  • Nako (1800-1810; abdicated)
  • Gubul (1810-1820)
  • Kakatua (1820-1830)
  • Bolongkodu Humagi (1830-1840)
  • Iskandar Pamalo (1840-1841)
  • Bolongkodu Iskandar Mao Pangka (1841-1856)
  • Ba Ito (1856-1866).

Sumber: http://zull.my.id/index.php/2016/12/04/daftar-nama-nama-raja-gorontalo/

Raja Blongkod dipercaya pernah memerintah Pohalaa atau Kerajaan Atinggola dan Bintauna. (Foto:Rahmat Ali/banthayoid)


Persengketaan wilayah Imana oleh kerajaan Atinggola dan Kerajaan Kaidipang

Sumber: Buku Limo Lo Pahalaa, Sejarah Kerajaan Gorontalo
Oleh: Harto Juwono

Sekitar tahun 1856 terjadi persengketaan wilayah IMANA oleh kerajaan Atinggola dan Kerajaan Kaidipang. Untuk menghindari terjadinya peperangan nanti, Raja Bolango Humanggilu dan Kapiten Laut Limboto Rahmola mengajak perundingan tentang masalah ini secara kekeluargaan. Namun pihak dari Kerajaan Atinggola dan Kerajaan Kaidipang sama-sama mengklaim kepemilikan wilayah Imana, maka persoalan sengketa wilayah ini diserahkan kepada Asisten Residen Gorontalo mengingat bahwa Atinggola masuk wilayah Afdeling Gorontalo dan Kaidipang masuk wilayah Afdeling Bolaang Mongondow. Berkenaan dengan masalah sengketa wilayah IMANA yang diperebutkan kedua kerajaan ini, Asisten Residen Gorontalo pergi menghadap Residen Manado.

Pada bulan Agustus 1858 Residen Manado berangkat ke Atinggola untuk membicarakan masalah ini dengan penguasa setempat, terutama mereka yang terlibat dalam perkara ini. Dari hasil perundingan ini, diputuskan bahwa:
1) Sungai Andegile dijadikan sebagai pembatas kedua daerah yaitu Atinggola dan Kaidipang, namun imana tetap menjadi hak Kaidipang.
2) Daerah perbatasan harus dipasang tanda pembatas untuk mencegah orang Atinggola masuk ke wilayah Imana.
3) Atas keterlibatan Kerajaan Limboto pada perundingan tersebut, daerah Gentuma diserahkan pada Kerajaan Limboto.

Hasil keputusan ini membuat pihak bangsawan di Kerajaan Atinggola merasa tidak puas, mereka menyalahkan Raja Ba-ito yang ikut dalam perundingan gagal mempertahankan wilayah IMANA menjadi wilayah kerajaan Atinggola. Puncak dari ketiakpuasan ini, para bangsawan menuntut Ba-ito segera turun tahta sebagai raja Atinggola. Sebagai penggantinya, Mopangga menjadi Raja Atinggola.

Peta Kaidipang dan Atinggola tahun 1898


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

Sejarah kerajaan Atinggola:  http://arekindo.blogspot.co.id/2014/04/kerajaan-atinggola.html
– Makam raja Blongkod, raja Atinggola: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbgorontalo/2015/01/15/makam-raja-blongkod-gorontalo/
Suku Atinggola: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/10/suku-atinggola-gorontalo.html
———————–
– Sejarah wilayah Gorontalo: http://ditjenpdt.kemendesa.go.id/potensi/province/9-provinsi-gorontalo
– Sejarah wilayah Gorontalo: http://gorontalokab.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-kabupaten-gorontalo.html
– Sejarah Gorontalo: https://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo#Sejarah


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: