Lore, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Poso

Kerajaan Lore terletak di Sulawesi, Kabupaten Poso, prov. Sulawesi Tengah.

The kingdom of Lore was located on Sulawesi, Kabupaten Poso, prov. Sulawesi Tengah.
For english, click here

Lokasi kabupaten Poso


* Foto kerajaan Lore: link

* Foto foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto foto raja2 di Sulawesi dulu: link
* Foto foto situs kuno di Sulawesi: link


Tentang Raja sekarang

2017: Magau (Raja) Don Radius Gerald Kabo.


Sejarah kerajaan Lore

Penulis: Pramaartha Pode, FB

Sebelum berdirinya Kerajaan Lore dipercayai telah ada lebih dulu Kerajaan Raba. Raba diartikan sebagai tanah yang turun ke bawah atau dengan kata lain wilayah yang membentuk suatu lembah yang ada di wilayah Pekurehua.
Yang ada dalam ingatan rakyat,pusat Kerajaan Laba berada di Lamba. Raja pertama dari Kerajaan Laba bernama Raba dan istrinya adalah Waba. Kerajaan Laba lalu berganti nama menjadi Kerajaan Pekurehua lalu dikenal lagi menjadi Kerajaan Lore.
Pasca Raja Laba yang berkedudukan di Lamba, tidak diketahui bagaimana struktur Kerajaan masyarakat Lore saat itu.
Yang ada dalam ingatan masyarakat pada akhir abad XIX (1800 – 1900), terdapat beberapa bangsawan berpengaruh dan tersebar di beberapa desa, seperti Ngkai Abu (Umana Aso) di desa Habingka, Ngkai “Sumpi” di Watutau dan Ngkai Rabeta (Umana Tosende).
Kisah mengenai Raja Lore, dimulai ketika putra Ngkai Abu bernama Pantula menikah dengan putri Ngkai Rabeta bernama Poindo yang lalu melahirkan 5 (lima) orang anak, yakni:

* Pertama, Tado atau biasa disebut Umana Lolo, ditawan Belanda dan dibawa ke Menado.
* Kedua, Inana Ngela (Perempuan)
* Ketiga, Inana Do’u (perempuan)
* Keempat, Polite (Perempuan)
* Kelima, Makada (laki-laki), gugur dalam Perang Peore Juli 1907.

Ketika Umana Lolo ditawan Belanda dan belum diketahui keberadaannya hingga hari ini, dan ketika Makada, putra terakhir meninggal dalam perang Peore maka tinggal terdapat 3 (tiga) anak Perempuan, salah satunya adalah Polite
Polite kemudian dikenal merupakan Ibu dari Ngkai S. Kabo yang kemudian diangkat Belanda sebagai Raja Lore.

Dibalik kisah ini sesungguhnya kisah mengenai Napu sangat menarik untuk ditelusuri karena disamping tokoh yang berpengaruh Ngkai Abu, juga terapat sosok Oema i Soli yang dikenal Belanda dengan sangat baik.
Sehingga pada saat itu kalau kita liat setidaknya ada dua kekuatan besar di Napu yakni klan Ngkai Abu dan klan Oema i Soli.
Sejarah mencatat sebenarnya antara kedua klan ini sempat dipersatukan melalui perkawinan antara Nene Polite dan Ngkai Mbale yang adalah adik kandung dari Oema i Soli dan melahirkan seorang putri bernama Pemoso (Inana Magi).

Catatan:
Kalau dilihat dari silsilah maka Ngkai Abu berada dua lapis diatas Oema i Soli. Belum diketahui siapa kakek dari Oema I Soli yang kalau dilihat dari kronologisnya hidup sejaman dengan dengan Ngkai Abu.

Peta bagian Sulawesi Tengah (incl. Poso) tahun 1909


Kerajaan kerajaan di wilayah Poso

Pada mulanya penduduk yang mendiami daerah Poso berada di bawah kekuasaan Pemerintah Raja-Raja yang terdiri dari:
* kerajaan Poso,
* kerajaan Napu,
* kerajaan Mori,
* kerajaan Tojo,
* kerajaan Una Una dan
* kerajaan Bungku
Kerajaan kerajaan ini satu sama lain tidak ada hubungannya.

Keenam wilayah kerajaan tersebut di atas pengaruh tiga kerajaan, yakni:
* Kerajaan Luwu,
* Kerajaan Sigi,
* Kesultanan Ternate.

Sejak tahun 1880 Pemerintah Hindia Belanda di Sulawesi Bagian Utara mulai menguasai Sulawesi Tengah dan secara berangsur-angsur berusaha untuk melepaskan pengaruh Raja Luwu dan Raja Sigi di daerah Poso.
Dari tahun 1880-an pemerintah Hindia Belanda mulai mengatur pemerintahan di Poso. Belanda berusaha meminimalkan pengaruh kerajaan-kerajaan lokal yang ada waktu itu yaitu kerajaan Poso, Napu, Mori, Tojo, Una Una, dan kerajaan Bungku.
Pada 1919 seluruh wilayah Sulawesi Tengah yang waktu itu masih tergabung dalam Keresidenan Manado dibagi menjadi dua wilayah Barat dan Timur yang disebut Afdeeling, yaitu: Afdeeling Donggala dengan ibu kotanya Donggala dan Afdeeling Poso dengan ibu kotanya kota Poso.

Di wilayah Poso ada beberapa kerajaan kerajaan kecil, yaitu:
* kerajaan Napu,
* kerajaan Bada,
* kerajaan Besoa,
* kerajaan Bancea,
* kerajaan Bakekau,
* kerajaan Leboni,
* kerajaan Watutau,
* kerajaan Ondae,
* kerajaan Pebato,
* kerajaan Lage,
* kerajaan Lore,
* kerajaan Pamona,
* kerajaan Lamusa.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

Tentang Suku Lore: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2014/12/sejarah-suku-lore-di-sulawesi.html
– Tentang kerajaan Lore: https://axelanggarajamal.wordpress.com/2011/04/01/contoh-sinopsis-cerita-rakyat/#more-20
– Sejarah Kab. Poso: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Poso


Magau (Raja) Don Radius Gerald Kabo of Lore. — Sumber: don kabo, FB

Magau-Raja Don Radius Gerald Kabo of Lore. -- Sumber: don kabo, FB

 


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s