Malaka, kesultanan / Malaysia – semenanjung Malaka

Kesultanan Malaka (1405–1511) terletak di Malaysia, semenanjung Malaka.
Meskipun letaknya bukan di wilayah Indonesia (tetapi di Malaysia), tetapi kerajaan ini sangat penting artinya bagi perkembangan Islam di Indonesia karena pada dasarnya masyarakat Malaysia dengan masyarakat Sumatera mempunyai banyak persamaan sejarah dan kebudayaan, sehingga dia dimasukkan ke dalam bagian sejarah kerajaan Islam di Indonesia.

Lokasi Semenanjung Malaka, Malaysia


Sejarah kesultanan Malaka, 1405–1511

Umum

Meskipun letaknya bukan di wilayah Indonesia (di Malaysia), tetapi kerajaan ini sangat penting artinya bagi perkembangan Islam di Indonesia karena pada dasarnya masyarakat Malaysia dengan masyarakat Sumatera mempunyai banyak persamaan sejarah dan kebudayaan, sehingga dia dimasukkan ke dalam bagian sejarah kerajaan Islam di Indonesia.

Kesultanan Melaka pada abad ke-15, berdasarkan keterangan “Atlas Sejarah Indonesia dan Dunia”, PT Pembina Peraga Jakarta 1996

Berkas:Malacca Sultanate id.svg

Kehidupan politik kesultanan Malaka

Paramisora bergelar Sultan Iskandar Syah. Setelah beliau mangkat pada tahun 14 14, ia digantikan oleh putranya yang bernama Muhammad Iskandar Syah atau Megat Iskandar Syah (1414 – 1424). Ia mnejalin hubungan dengan Cina dan Samudra Pasai.

Hubungan dengan Samudra Pasai semakin Erat sebab Sultan Muhammad Iskandar Syah menikah dengan putri kerajaan tersebut. Setelah pemerintahan Muhammad Iskandar Syah berakhir, pemerintahan dilanjutkan oleh raja Kasim yang bergelar Sultan Mudhafar Syah (1424 – 1458)
Raja Kasim berhasil menguasai Pahang dan Indragiri. Kedudukan Malaka semakin kuat dan strategis sehingga berhasil menggeser kedudukan Samudra Pasai.

Parameswara

Pengganti Sultan Mudhafar Syah adalah putranya yang bernama Sultan Mansyur Syah (1458 – 1477). Pada masa pemerintahannya Kerajaan Malaka mencapai zaman kejayaan. Ia berhasil menguasai Semenanjung Malaka, Sumatera Tengah, Indragiri, Rokan dan Kepulauan Riau. Pada saat itu angkatan laut Kerajaan Malaka sangat kuat di bawah pimpinan Laksamana Hang Tuah sehingga Malaka tampil sebagai kerajaan maritim yang sangat tangguh saat itu.

Kerajaan Malaka mengembangkan pemerintahan yang cukup teratur dengan sultan sebagai penguasa tertinggi atau duli (yang dipertuan). Di bawah sultan ada patih yang disebut Paduka Raja (Sri Nara Diraja) yang membawahi pejabat-pejabat, seperti bendahara, laksamana, tumenggung atau bupati, dan syahbandar.

Setelah pemerintahan Sultan Masyur Syah berakhir, pemerintah digantikan oleh Sultan Alauddin Syah (1477 – 1488). Setelah itu dipegang oleh Sultan Mahmud Syah (1488 – 1511). Kerajaan Malaka pada masa kekuasaan Sultan Mahmud Syah ternyata mengalami kemunduran dan kebesaran Kerajaan Malaka semakin lama semakin surut.

Replika istana Kesultanan Malaka, dibangun kembali berdasarkan informasi dari Sulalatus Salatin

Berkas:Malacca Sultanate Palace.JPG


Daftar raja kesultanan Malaka

Periode Nama Raja Catatan dan peristiwa penting
1405-1414 Pai-li-mi-sul-la*
Parameswara
Raja Iskandar Syah**
Paramicura****
Berkunjung ke Nanjing dan minta pengakuan Kaisar Tiongkok
1414-1424 Mu-kan-sa-yu-ti-er-sha*
Megat Iskandar Syah
Raja Kecil Besar**
Raja Besar Muda***
Chaquem Daraxa****
Berkunjung ke Nanjing dan mengabarkan kematian bapaknya
1424-1444 Hsi-li-ma-ha-la-che*
Sri Maharaja
Sultan Muhammad Syah**
Raja Tengah***
1444-1445 Hsi-li-pa-mi-hsi-wa-er-tiu-pa-sha*
Sri Parameswara Dewa Syah
Sultan Abu Syahid**
Sultan Muhammad Syah***
1446-1459 Su-lu-t’an-wu-ta-fo-na-sha*
Sultan Mudzaffar Syah**
Sultan Modafaixa****
1459-1477 Sultan Mansur Syah**
1477-1488 Sultan Alauddin Riayat Syah**
1488-1511 Sultan Mahmud Syah**

Catatan:
* Berdasarkan kronik Tiongkok masa Dinasti Ming.
** Berdasarkan Sulalatus Salatin versi Raffles.

*** Berdasarkan Sulalatus Salatin versi William Shellabear.
**** Berdasarkan Suma Oriental Tomé Pires.


Istana kesultanan Malaka

Istana Kesultanan Melaka (replika Istana Kesultanan Melayu Melaka) terletak di kaki Bukit St. Paul. Replika Istana ini dibina semula berdasarkan catatan Sejarah Melayu yang menggambarkan keunikan seni bina Istana Melayu di zaman Sultan Mansur Shah yang memerintah dari tahun 1456 hingga 1477.
Replika istana ini dibina pada tahun 1984 dan dijadikan sebagai Muzium Budaya apabila dirasmikan oleh Perdana Menteri Malaysia pada 17 Julai 1986. Keseluruhan bangunan ini diperbuat daripada kayu keras manakala atapnya daripada kepingan kayu belian. *Pembinaannya bercirikan seni pertukangan Rumah Melayu Melaka yang mana sendi bangunan diperkuat dengan pasak sahaja.
– Sumber: https://ms.wikipedia.org/wiki/Istana_Kesultanan_Melaka


Sumber

– Sejarah kesultanan Malaka: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Melaka
– Sejarah kesultanan Malaka: https://www.gurupendidikan.co.id/kerajaan-malaka/
– Sejarah kesultanan Malaka: https://www.facebook.com/KejayaanSriwijaya/photos/kesultanan-malaka-salah-satu-warisan-kejayaan-kerajaan-sriwijayasejarah-kesultan/295495543859147/
– Sejarah kesultanan Malaka: https://www.facebook.com/KejayaanSriwijaya/photos/a.276184195790282/295495543859147/?type=1&theater
– Sejarah kesultanan Malaka: https://sijai.com/kerajaan-islam-di-indonesia/
– Berdiri dan Jatuhnya Kesultanan Malaka:
http://permatafm.com/home/berdiri-dan-jatuhnya-kesultanan-malaka/