Malaka, kesultanan / Malaysia – semenanjung Malaka

کسلطانن ملايو ملاک

.
Kesultanan Malaka (1405–1511)
terletak di Malaysia, semenanjung Malaka.
Meskipun letaknya bukan di wilayah Indonesia, tetapi di Malaysia, kerajaan ini sangat penting artinya bagi perkembangan Islam di Indonesia.
Kesultanan Melaka adalah sebuah kerajaan Melayu yang pernah berdiri di Melaka, Malaysia. Kerajaan ini didirikan oleh Parameswara, kemudian mencapai puncak kejayaan pada abad ke-15 dengan menguasai jalur pelayaran Selat Melaka, sebelum ditaklukan oleh Portugal tahun 1511. Kejatuhan Malaka ini menjadi pintu masuknya kolonialisasi Eropa di kawasan Nusantara.

Lokasi Semenanjung Malaka, Malaysia


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KESULTANAN MALAKA

Sejarah kesultanan Malaka, 1405–1511

Umum

Meskipun letaknya bukan di wilayah Indonesia, tetapi di Malaysia, kerajaan ini sangat penting artinya bagi perkembangan Islam di Indonesia karena pada dasarnya masyarakat Malaysia dengan masyarakat Sumatera mempunyai banyak persamaan sejarah dan kebudayaan, sehingga dia dimasukkan ke dalam bagian sejarah kerajaan Islam di Indonesia.
Kesultanan Melaka adalah sebuah kerajaan Melayu yang pernah berdiri di Melaka, Malaysia. Kerajaan ini didirikan oleh Parameswara, kemudian mencapai puncak kejayaan pada abad ke-15 dengan menguasai jalur pelayaran Selat Melaka, sebelum ditaklukan oleh Portugal tahun 1511. Kejatuhan Malaka ini menjadi pintu masuknya kolonialisasi Eropa di kawasan Nusantara.

Kehidupan politik kesultanan Malaka

Paramisora bergelar Sultan Iskandar Syah. Setelah beliau mangkat pada tahun 1414, ia digantikan oleh putranya yang bernama Muhammad Iskandar Syah atau Megat Iskandar Syah (1414 – 1424). Ia menejalin hubungan dengan Cina dan Samudra Pasai.

Hubungan dengan Samudra Pasai semakin erat sebab Sultan Muhammad Iskandar Syah menikah dengan putri kerajaan tersebut. Setelah pemerintahan Muhammad Iskandar Syah berakhir, pemerintahan dilanjutkan oleh raja Kasim yang bergelar Sultan Mudhafar Syah (1424 – 1458).
Raja Kasim berhasil menguasai Pahang dan Indragiri. Kedudukan Malaka semakin kuat dan strategis sehingga berhasil menggeser kedudukan Samudra Pasai.

Parameswara

Pengganti Sultan Mudhafar Syah adalah putranya yang bernama Sultan Mansyur Syah (1458 – 1477). Pada masa pemerintahannya kerajaan Malaka mencapai zaman kejayaan. Ia berhasil menguasai Semenanjung Malaka, Sumatera Tengah, Indragiri, Rokan dan Kepulauan Riau. Pada saat itu angkatan laut kerajaan Malaka sangat kuat di bawah pimpinan Laksamana Hang Tuah sehingga Malaka tampil sebagai kerajaan maritim yang sangat tangguh saat itu.

Kerajaan Malaka mengembangkan pemerintahan yang cukup teratur dengan sultan sebagai penguasa tertinggi atau duli (yang dipertuan). Di bawah sultan ada patih yang disebut Paduka Raja (Sri Nara Diraja) yang membawahi pejabat-pejabat, seperti bendahara, laksamana, tumenggung atau bupati, dan syahbandar.

Setelah pemerintahan Sultan Masyur Syah berakhir, pemerintah digantikan oleh Sultan Alauddin Syah (1477 – 1488). Setelah itu dipegang oleh Sultan Mahmud Syah (1488 – 1511). Kerajaan Malaka pada masa kekuasaan Sultan Mahmud Syah ternyata mengalami kemunduran dan kebesaran Kerajaan Malaka semakin lama semakin surut.


Daftar raja kesultanan Malaka

1405-1414: Parameswara
1414-1424: Megat Iskandar Syah
1424-1444: Sultan Muhammad Syah
1444-1445: Sri Parameswara Dewa Syah
1446-1459: Sultan Mudzaffar Syah
1459-1477: Sultan Mansur Syah
1477-1488: Sultan Alauddin Riayat Syah
1488-1511: Sultan Mahmud Syah

Istana kesultanan Malaka

Istana Kesultanan Melaka (replika Istana Kesultanan Melayu Melaka) terletak di kaki Bukit St. Paul. Replika Istana ini dibina semula berdasarkan catatan Sejarah Melayu yang menggambarkan keunikan seni bina Istana Melayu di zaman Sultan Mansur Shah yang memerintah dari tahun 1456 hingga 1477.
Replika istana ini dibina pada tahun 1984 dan dijadikan sebagai Muzium Budaya apabila dirasmikan oleh Perdana Menteri Malaysia pada 17 Julai 1986. Keseluruhan bangunan ini diperbuat daripada kayu keras manakala atapnya daripada kepingan kayu belian. *Pembinaannya bercirikan seni pertukangan Rumah Melayu Melaka yang mana sendi bangunan diperkuat dengan pasak sahaja.
– Sumber: https://ms.wikipedia.org/wiki/Istana_Kesultanan_Melaka

Replika istana Kesultanan Malaka, dibangun kembali berdasarkan informasi dari Sulalatus Salatin


Sumber

– Sejarah kesultanan Malaka: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Melaka
– Sejarah kesultanan Malaka: https://www.gurupendidikan.co.id/kerajaan-malaka/
– Sejarah kesultanan Malaka: https://www.facebook.com/KejayaanSriwijaya/photos/kesultanan-malaka-salah-satu-warisan-kejayaan-kerajaan-sriwijayasejarah-kesultan/295495543859147/
– Sejarah kesultanan Malaka: https://www.facebook.com/KejayaanSriwijaya/photos/a.276184195790282/295495543859147/?type=1&theater
– Sejarah kesultanan Malaka: https://sijai.com/kerajaan-islam-di-indonesia/
– Berdiri dan Jatuhnya Kesultanan Malaka:
http://permatafm.com/home/berdiri-dan-jatuhnya-kesultanan-malaka/


Kesultanan Melaka pada abad ke-15, berdasarkan keterangan “Atlas Sejarah Indonesia dan Dunia”, PT Pembina Peraga Jakarta 1996


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: