Tompotika, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Banggai

Kerajaan Tompotika terletak di kab. Banggai, prov. Sulawesi Tengah.
Kerajaan Tompotika berdiri abad ke-16.
Sebelum kerajaan Banggai berdiri, sudah ada kerajaan-kerajaan yang menempati wilayah kerajaan Banggai yaitu kerajaan Tompotika dan kerajaan Motindok.


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


KERAJAAN TOMPOTIKA

Sejarah kerajaan Tompotika

Sebelum kerajaan Banggai berdiri, sudah ada kerajaan-kerajaan yang menempati wilayah kerajaan Banggai yaitu kerajaan Tompotika dan kerajaan Motindok.

Pada tahun sekitar 1417 persekutuan Loinang Timur sudah terbentuk dan membentuk sebuah kerajaan dengan nama Tompotika, raja pertama bernama La Logani, kedua adiknya perempuan ratu Mapaang, wilayah kerajaan ini meliputi pegunungan yang meraka namakan Tompotika ” (Tumpu potinggi mianu kita = Tuhan meninggikan derajat manusia).

Keturunan raja La Logani disebut Miannu Balayan, yang tersebar dari Pegunungan Tompotika, gunung pinuntunuan, gunung kau totolu, atau oleh penulis barat di kenal dengan suku La Inang Barat. Sedangkan anak-anak La Logani, Mangamben, Lakauta, menulusuri Pegunungan Tompotika mengembangkan kerajaan Tompotika dan sampailah di desa Bulakan dan Lingketeng, serta Tambunan, Boloa, Pakohan, Kintom, Mendono, Tangkain, Lontio. Anaknya Sula, Maiyaya dan Moitom mengembangkan wilayah kekuasaan ke Balantak, Lamala, Masama dan Bualemo, sedangkan adiknya Mapaang yang menikah di Lolantang mendapat anak Mangamben, menjadi pemimpim di Keleke, Mangkin Piala, Luwok, dengan gelar mianu tutui (yang benar, yang nyata).

Kemudian kerajaan Tompotika dihancurkan oleh Adi Cokro Mumbu doi Jawa yang ikut bersama pasukan Tobelo dan Sultan Ternate Baab Bullah (1570) untuk menghancurkan kerajaan Tompotika, raja Tompotika Mianu Tutui Lalogani gugur dalam pertempuran tersebut, dan rakyatnya di giring ke Tilamuta, Gorontalo, dan setelah itu berdirilah kerajaan Banggai yang berada di Pulau Banggai, yang pada  tahun 2020 sekarang berada di Kabupaten Banggai Laut, Propinsi Sulawesi Tengah.

Sultan Ternate Babb Ullah (1570-1585) dan Adi Cokro kemudian menguasai kerajaan Tompotika.
Maka terbentuklah kerajaan Banggai tahun 1575.

————————–

Pada tahun sekitar 1417 persekutuan Loinang Timur sudah terbentuk dan membentuk sebuah kerajaan dengan nama Tompotika, raja pertama bernama La Logani, kedua adiknya perempuan ratu Mapaang, wilayah kerajaan ini meliputi pegunungan yang meraka namakan Tompotika ” (Tumpu potinggi mianu kita = Tuhan meninggikan derajat manusia). Keturunan raja La Logani disebut Miannu Balayan, yang tersebar dari Pegunungan Tompotika, gunung pinuntunuan, gunung kau totolu, atau oleh penulis barat di kenal dengan suku La Inang Barat. Sedangkan anak-anak La Logani, Mangamben, Lakauta, menulusuri Pegunungan Tompotika mengembangkan kerajaan Tompotika dan sampailah di desa Bulakan dan Lingketeng, serta Tambunan, Boloa, Pakohan, Kintom, Mendono, Tangkain, Lontio. Anaknya Sula, Maiyaya dan Moitom mengembangkan wilayah kekuasaan ke Balantak, Lamala, Masama dan Bualemo, sedangkan adiknya Mapaang yang menikah di Lolantang mendapat anak Mangamben, menjadi pemimpim di Keleke, Mangkin Piala, Luwok, dengan gelar mianu tutui (yang benar, yang nyata).

– Daftar dan sejarah kerajaan2 kecil daerah Banggai: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/banggai-kerajaan2-kecil-daerah-banggai/


Sumber

https://indonesiasejarahbangsa.wordpress.com/2020/01/26/kerajaan-kerajaan-sebelum-kerajaan-banggai/
https://docplayer.info/56947204-Bab-iii-kerajaan-banggai-sebelum-kedatangan-kolonial-belanda.html


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: