Tulang Bawang, kerajaan / Sumatera – Prov. Lampung, kab. Tulang Bawang

Kerajaan Tulang Bawang, berdiri abad 4-6, adalah kerajaan di Sumatera, Kab. Tulang Bawang, prov. Lampung.
Sayangnya tidak banyak peninggalan sejarah mengenai kerajaan Tulang Bawang.

The kingdom of Tulang Bawang (century 4-6) was a kingdom, located in Sumatera, District Tulang Bawang, Prov. Lampung.
For english, click here

Kabupaten Tulang Bawang


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KERAJAAN TULANG BAWANG

Tentang raja sekarang (2019)

Raja sekarang: Abdurrachman Sarbini dinobatkan tahun 2012 sebagai Raja Tulang Bawang.
– Sumber: http://ulunlampung.blogspot.nl/2012/12/abdurrachman-sarbini-raja-tulangbawang.html

Penobatan Abdurrachman Sarbini sebagai Raja Tulang Bawang (2012)

Sumber: http://ulunlampung.blogspot.com/2012/12/abdurrachman-sarbini-raja-tulangbawang.html

Abdurrachman Sarbini, kemarin, dinobatkan sebagai ketua umum Megou Pak Tulangbawang, sekaligus sebagai Raja Tulangbawang.
Menurut ketua panitia dan tokoh adat Megou Pak, Bandarsyah, dari hasil rapat Marga Buibulan, Marga Tanggamoaan, Marga Buiaji, dan Marga Suwayumpu, disepakati menobatkan Abdurrachman Sarbini sebagai ketua umum Megou Pak sekaligus sebagai Raja Tulangbawang.

Bandarsyah mengatakan kekuasaan ketua umum Megou Pak mencakup Kabupaten Tulangbawang, Mesuji, dan Tulangbawang Barat. “Kami berharap di pundak beliau Megou Pak akan lebih maju dan berkembang,” ujar dia.

Kepada Lampung Post, Abdurrachman Sarbini mengatakan kesiapannya memajukan organisasi Megou Pak Tulangbawang, dengan terlebih dahulu membenahi kepengurusan.
Dia akan membesarkan Megou Pak dengan harapan semua pihak bisa terayomi. “Megou Pak akan terus berjuang mempertahankan hak-haknya, seperti soal sengketa tanah sudah merupakan harga mati untuk diperjuangakan sampai titik darah terakhir,” ujar dia.

Mance, panggiran akrab Abdurrachman Sarbini, menambahkan setelah serah terima jabatan sebagai Bupati Tulangbawang, ia akan melaksanakan amanah yang diberikan empat marga. Tidak kalah penting mengurus cucu serta mengurusi PAN Lampung sampai ke desa-desa.
“Saya akan pandai-pandai membagi waktu, kapan bersama adat Megou Pak dan kapan saya bersama partai, dan kapan kumpul keluarga dan cucu-cucu,” kata Mance.


Sejarah kerajaan Tulang Bawang, abad 4-6

Sumber: https://lampung.suara.com/read/2021/08/01/132205/sejarah-kerajaan-tulang-bawang-kerjaan-tertua-di-lampung?page=all

Kerajaan Tulang Bawang adalah kerajaan tertua di Provinsi Lampung.  Sayangnya tidak banyak peninggalan sejarah mengenai kerajaan Tulang Bawang.
Keberadaan kerajaan Tulang Bawang diketahui dari seorang musafir China bernama I Tsing.
Dilansir dari Buku “‘Sejarah Daerah Lampung’ terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Provinsi Lampung tahun 1997/1998, I Tsing pernah mengunjungi Indonesia abad ke-7.

Ada catatan atau anal dari I Tsing yang menyebut nama To-lang-po-hwang.
To-lang po-hwang sebenarnya adalah kata Tulang Bawang, yang terletak di daerah yang dialiri Sungai Tulang Bawang.
Menurut Buku ‘Sejarah Daerah Lampung’ sampai sekarang tidak diketahui dimana letak sebenarnya kerajaan Tulang Bawang.

Ada dua tempat yang diperkirakan sebagai pusat kerajaan Tulang Bawang. ‘
Yaitu di sekitar Pedada di dekat Muara Way Tulang Bawang atau di sekitar Pagardewa, Lampung Barat.
Para ahli atau peneliti sama sekali tidak menemukan peninggalan berupa istana kerajaan Tulang Bawang.
Diduga ini karena saat itu bahan bangunan dibuat dari kayu beratap ijuk yang tidak dapat bertahan lama. Berapa lama kerajaan Tulang Bawang menguasai Lampung juga tidak diketahui pasti.
Hanya saja dari sumber China diketahui bahwa kerajaan Tulang Bawang berada pada abad ke-7.
Dikutip dari Website resmi Pemkab Tulang Bawang,  catatan Cina kuno menyebutkan pada pertengahan abad ke-4 seorang peziarah Agama Budha yang bernama Fa-Hien, pernah singgah di sebuah kerajaan yang makmur dan berjaya, To-Lang P’o-Hwang (Tulang Bawang) di pedalaman Chrqse (pulau emas Sumatera).
Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan pusat kerajaan Tulang Bawang, namun ahli sejarah Dr. J. W. Naarding memperkirakan pusat kerajaan ini terletak di hulu Way Tulang Bawang (antara Menggala dan Pagardewa) kurang lebih dalam radius 20 km dari pusat kota Menggala.

Raja pertama kerajaan Tulang Bawang

Menurut tuturan rakyat, sebagaimana dikutip dalam http://filososial.blogspot.com/,  Kerajaan Tulang Bawang berdiri sekitar abad ke 4 masehi atau tahun 623 masehi.
Raja pertamanya bernama Mulonou Jadi. Diperkirakan, Mulonou berasal dari daratan China.
Dari namanya, Mulonou Jadi berarti Asal Jadi. Mulonou= Asal/Mulanya dan Jadi= Jadi.
Raja Mulonou di kemudian hari dikenal dengan nama Mulonou Aji dan Mulonou Haji.
Setelah memerintah kerajaan, berturut-turut Raja Mulonou Jadi digantikan oleh putra mahkota bernama Rakehan Sakti, Ratu Pesagi, Poyang Naga Berisang, Cacat Guci, Cacat Bucit, Minak Sebala Kuwang.

Pada abad ke 9 masehi kerajaan ini di pimpin Runjung atau yang lebih di kenal dengan Minak Tabu Gayaw.
Runjung (Minak Tabu Gayaw) memiliki 3 putra mahkota, masing-masing bernama Tuan Rio Mangku Bumi, Tuan Rio Tengah dan Tuan Rio Sanak.
Tuan Rio Mangku Bumi pewaris tahta kerajaan di Pedukuhan Pagardewa, dengan hulubalang Cekay di Langek dan Tebesu Rawang.
Sedangkan Tuan Rio Tengah mempertahankan wilayah Rantaou Tijang (Menggala) dan Tuan Rio Sanak mempertahankan wilayah daerah Panaragan dengan panglimanya Gemol (Minak Indah).
Dalam tuturan itu dikatakan juga, untuk mengawasi daerah perbatasan, seperti Mesuji, Teladas, Gedung Meneng, Gunung Tapa, Kota Karang Mersou, Gedung Aji, Bakung dan Menggala, masing-masing tempat tersebut di jaga oleh para panglimanya guna mengamankan wilayah dari serangan musuh, baik dari luar maupun dalam negeri sendiri.


Daftar raja Tulang Bawang

* Mulonou (pendiri, berasal dari Cina), 623 M
* Rio Mangku Bumi Kamantaka Bumiloka
* Minak Pati Pejurit
* Minak Tabu Gayaw

Salah satu catatan yang ditemukan di Cirebon diketahui bahwa keseluruhan raja Kerajaan Tulang Bawang adalah 12 orang.


Tinggalan sejarah di Tulang Bawang

Untuk tinggalan sejarah Tulang Bawang, klik di sini.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Tulang Bawang di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Tulang Bawang: https://www.kompasiana.com/andi26420/5c01847b43322f3c1d29c543/asal-usul-kerajaan-tulang-bawang
– Sejarah kerajaan Tulang Bawang: http://wiyonggoputih.blogspot.com/2015/05/sejarah-kerajaan-tulang-bawang.html
– Tinggalan sejarah Tulang Bawang: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/kerajaan-tulang-bawang/tinggalan-sejarah-di-tulang-bawang/
Abdurrachman Sarbini dinobatkan sebagai Raja Tulang Bawang, 2012: http://ulunlampung.blogspot.nl/2012/12/abdurrachman-sarbini-raja-tulangbawang.html


Foto

Abdurrachman Sarbini, bupati dari Tulang Bawang 2004-2012, dinobatkan 6-12-2012 sebagai raja Tulang Bawang. Sumber: D. Tick (FB).

I just read,that Abdurrachman Sarbini,bupati of Tulang Bawang 2004-2012,was installed 6-12-2012 as raja of Tulang Bawang-Lampung area-S Sumnatra.Maybe my good old contact Mr Ika Festivana can find out more about this.

——————————-
Abdurrachman Sarbini, Raja Tulang Bawang

Abdurrachman Sarbini, Raja baru Tulang Bawang ?

1 kerajaan-kutai-tulang-bawang-kota-kapur-17-638


2 Comments

2 thoughts on “Tulang Bawang, kerajaan / Sumatera – Prov. Lampung, kab. Tulang Bawang

  1. Some said election not done according to traditions.

  2. Before they told me,that Tulang Bawang was the only area,which could be seen as a principlaity like in Europe we see it.But later people explained me,that there are more areas,which can be seen as principalities.But Tulang Baang is maybe the best known.Before Drs. Haji A. Nurdin Muhayat was with the title Sutan Sempurna Jaya the chief of this dynasty.I am amzed to read the name above.Thank you.I shall try to find it out. Donald Tick

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: