Caringinkurung, kerajaan / Prov. Jawa Barat – wil. Bogor

Kerajaan Caringinkurung 400 SM – 200 M.
Kerajaan ini adalah sebuah Kerajaan terkuno di Nusantara. Menurut Babad Misteri Kabut Caringin Kurung tulisan Faridhal Attros Al Kidhy Asy’ari, bahwa kerajaan ini merupakan kerajaan paling tua di Pulau Jawa Bahkan di Nusantara. Kerajaan Caringin Kurung didirikan sekitar abad ke 4 SM/ sekitar 500-400 SM, dan runtuh sekitar abad ke-2 M (Berdiri sekitar 600 tahun). Kerajaan ini berpusat di Puncak Manik Gunung Handalus, yang sekarang disebut Gunung Salak, Bogor. Menurut ahli sejarawan kekuasaan kerajaan ini meliputi sebagian besar daerah Asean sekarang.

Lokasi Bogor, Jawa


* Foto situs kuno di Jawa: link
* Foto Jawa dulu: link


Info dibawah di ambil dari: http://sundalawas.blogspot.com/2015/06/kerajaan-caringin-kurung-400-sm-200-m.html?m=0

Tentang Kerajaan Caringinkurung

Raja yang pertama berkuasa di Caringin Kurung adalah Raja Caringin Kurung I. Dibawah pemerintahannya mulai terjadi asimilasi budaya dan perkawinan penduduk Yaksa dengan kaum pendatang. Kerajaan Caringin Kurung berkembang pesat karena rakyatnya makmur sejahtera dengan wilayah yang subur. Dan wilayahnya bukan saja mencakup Pulau Jawa, namun mencakup seluruh wilayah ASEAN sekarang ini.

Kerajaan yang berdiri sekitar 400 SM ini berlangsung hingga tahun 200 SM dengan diperintah oleh 13 raja. Yaitu Maharaja Caringin Kurung I-Maharaja Caringin Kurung XIII. Kerajaan ini menganut agama Animisme (mungkin pula beragama Sunda Wiwitan) dan berbahasa Karan yang nantinya bercampur dengan bahasa Sansakerta dan huruf yang di pakai adalah huruf Darung yang nantinya melebur menjadi bahasa Palawa. Kerajaan ini juga menurunkan raja-raja terkenal seperti Maharaja Purnawarman (Raja Tarumanagara ke-3) yang merupakan keturunan Raja Caringin Kurung XIII dan Maharaja Mulawarman (Raja Kutai ke-3) yang merupakan ketutunan Raja Caringin Kurung IV.

Keruntuhan Kerajaan Caringin Kurung tidak begitu jelas, yang pasti kerajaan ini runtuh pada sekitar abad ke-2 M yang pada waktu bersamaan dengan munculnya Kerajaan Salakanagara. Peninggalan mengenai Kerajaan Caringin Kurung adalah situs Cibalay atau yang lebih dikenal dengan situs Salaka Domas Tenjolaya. Kajian ini merujuk pada usia dan lokasi situs yang bersamaan.


Situs Cibalay atau situs Salaka Domas Tenjolaya

Lokasi: Situs Megalitikum Cibalay atau yang lebih dikenal sebagai Situs Salaka Domas Tenjolaya, Kampung Cibalay Desa Tapos 1, Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Situs ini sendiri ditemukan sejak tahun 1989 lalu dan sampai saat ini belum ada penelitian yang optimal terkait keberadaan situs yang kemungkinan masih berhubungan dengan Situs Gunung Padang di Cianjur.
Akibatnya, dari sekitar luas kawasan yang diperkirakan mencapai tiga hingga lima hektare ini baru sekitar 1/2 hektare yang bisa digali dan terpelihara. “Diperkirakan masih banyak peninggalan zaman Megalitikum di sini yang belum tergali karena masih terkubur,” ucap Zakaria.

Khusus untuk Situs Cibalay ini, dikatakan Zakaria cukup terawat karena berada di kawasan hutan lindung. Potensi yang besar ini, lanjut dia seharusnya bisa menjadi kawasan wisata budaya dan bukan hanya menjadi tumpukan batu semata.


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234