Pokko, katomakaan (kerajaan) / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Polewali Mandar

Katomakaan (kerajaan) Pokko terletak di Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, prov. Sulawesi Barat.

Lokasi Kec. Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, prov. Sulawesi Barat.


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KATOMAKAAN POKKO

Pelantikan tomakaka ke V

Amiruddin Peka Bada dilantik menjadi Tomakaka Pokko ke V bersama ke Enam perangkat adat lainnya di lingkungan Kabulingan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.


Tentang pelantikan tomakaka Pokko ke V

Proses pelantikan dilakukan dengan pembakaran dupa selanjutnya pemasangan songko (Mappasongkoi). kemudian penyerahan pusaka Kalewang kepada Tomakaka Pokko ke V.
Setelah Tomakaka di lantik, ke 6 perangkat adat lainnya di kukuhkan Tomakaka Pokko Amiruddin Peka Bada.
Keenam perangkat adat tersebut, yaitu:
1) Bali Ada: Teke Massa Luppa
2) Bali Pakka: Hamdan Basuki
3) Pabbicara Adat: Ibrahim AR
4) Tomagassing: Supratman Asis
5) Passobbo/Sando: Salewangi Sunusi
6) Kali: Abd. Majid Hakim

Setelah proses pelantikan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan Tomakaka Pokko ke V beserta keenam perangkat adat lainnya, para saksi dan diketahui Camat dan Lurah Anreapi.

Andi  Muh, Ilyas Palontjongi Pabbicara Bulang Anak Pattola mengatakan, pengangkatan Tomakaka Pokko berdasarkan pada garis keturunan.
“Pemilihan tomakaka pokko berdasarkan garis itu sendiri, dari garis jalur laki-laki”. Tuturnya. Sebagai pemerhati budaya masyarakat adat Sulawesi Barat, ia juga berharap, Tomakaka Pokko yang baru dilantik dapat menghidupkan kembali hukum adat yang berlaku di tengah masyarakat Pokko.

Dalam rangkaian acara tersebut di hadiri Maqdika Mirring Alim Intoyo, ketua adat desa batetangnga H. Hasan dalle,  sesepu keluarga besar pemangku adat Palili Lasaeni selaku sekretaris Arruang Tapango. Camat Anreapi, lurah Anreapi, beberapa kepala desa, masyarakat setempat dan beberapa tamu undangan.

“Inshaallah harapan kita karna kita ini mitra artinya kita ini satu adat semua, harapannya kepada Tomakaka Pokko ini lebih ke kemasyarakatan bagaimana bisa mengayomi masyarakat untuk kepentimgam umum, dengan adanya pengukuhan Tomakaka Pokko ini in shaa allah akan lebih baik lagi” Alim Intoyo Maqdika Mirring.

Pelantikan perangkat adat Tomakaka, juga akan dilakukan di wilayah adat Kunyi pada Desember akhir tahun 2020 mendatang.

– Sumber: https://pattae.com/amiruddin-dilantik-sebagai-tomakaka-pokko-ke-v-dan-6-perangkat-adat-lainnya/


Tentang gelar Tomakaka

Daftar katomakaan: klik sini

Tomakaka adalah pemimpin adat suatu kelompok entitas sosial di tanah Mandar lama yang konon sudah ada sejak zaman prasejarah. Namun, beberapa daerah masih mempertahankan kelembagaan adat Tomakaka hingga saat ini.

Tomakaka yang menjadi pemimpin tradisional, menjadi simbol pemersatu yang dipatuhi oleh masyarakatnya. Walaupun Tomakaka adalah elit lokal yang berasal dari keturunan pemimpin tradisional sebelumnya, tetapi pengangkatannya dilakukan secara demokratis oleh masyarakat. Jabatan sebagai Tomakaka adalah jabatan tertinggi dalam komunitas sehingga kepadanyalah masyarakat mengharap atau memperoleh perlindungan, rasa aman dan keadilan dalam menjalani hidup keseharian. Karenanya, ada beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan dalam pengangkatan Tomakaka, yaitu:
(1) Tomakaka harus berasal dari turunan Tomakaka atau kajajian,
(2) Tomakaka harus mempunyai kamatuaan,
(3) Tomakaka harus memiliki kekayaan atau kasugiran,
(4) Tomakaka memiliki kebijakan dan kepintaran atau kakainawaan,
(5) Tomakaka memiliki keberanian atau kabaranian,
(6) Tomakaka serta memiliki rumpun keluarga yang besar (ma’rapun).

Peran Tomakaka adalah pengayom yang brekewajiban memberi perlindungan kepada warganya. Ia wajib menegakkan keadilan sosial dan memberi rasa aman serta menjamin situasi dan kondisi masyarakat tetap harmonis. Untuk menjalankan pemerintahan tradisional tersebut, Tomakaka dibantu oleh aparatnya yaitu: Tomatua, Bungalalan, Tomateri, Tomewara, Pa’takin, dan Ana Tomakaka yang masing-masing memiliki funsi dan peranan yang harus dipertanggungjawabkan.

Pelantikan Tomakaka dilakukan oleh panitia adat yang dalam masyarakat Pattae disebut Ana’ Pattola Wali. Dihadiri Imang (Tokoh Agama), Kapala (Pemimpin Kampung) dan masyarakat adat. Barulah kemudian dilakukan pelantikan dengan mengucapkan ikrar/sumpah.


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: