Gianyar, kerajaan / Bali – kab. Gianyar

Kerajaan Gianyar, 1771-1950. Terletak di prov. Bali, Kab. Gianyar.

The kingdom of Gianyar: 1771-1950. Located in the district of Gianyar, province of Bali.
For english, click here

Lokasi kab. Gianyar

————-
Lokasi pulau Bali


* Foto Kerajaan / kingdom Gianyar: link
* Foto komplek bangunan Puri Agung Gianyar: link

* Foto foto Bali dulu: link
* Foto foto situs kuno di Bali: link
* Foto foto puputan Denpasar, 1906: link
* Foto foto puputan Klungkung, 1908: link


Tentang Raja / About the king

Present Cokorda (King) 2019: Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati 2012


Sejarah / History kerajaan Gianyar, 1771-1950

Lebih dari seperempat abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1770, kurang lebih 2 Km disebelah selatan Desa Bengkel (kemudian menjadi Desa Beng ) di bangunlah sebuah Puri baru dan disebut Grya Anyar ( rumah baru ). Berdirinya keratin Griya Anyar atau yang kemudian menjadi Puri Agung Gianyar, yang diresmikan dengan upacara pada taggal 19 April 1771, menandakan telah lahirnya sebuah kerajaan baru, yang diperintah oleh ida Anake Agung I Dewa Manggis Api atau I Dewa Manggis Shakti. Setelah dinobatkan menjadi raja, Bliau bergelar I Dewa manggis IV, sebagai raja Kerajaan Gianyar I (pertama). Puri Agung Gianyar sebagai keraton istana raja selanjutnya menjadi pusat ibu-kota kerajaan.

Sejak berdirinya Puri Agung Gianyar 19 April 1771 sekaligus Pusat Pemerintah Kerajaan Gianyar adalah tonggak sejarah. Sejak itu dan selama periode sesudahnya Kerajaan Gianyar yang berdaulat, ikut mengisi lembaran sejarah kerajaan-kerajaan di Bali yang terdiri atas sembilan kerajaan di Klungkung, Karangasem, Buleleng, Mengwi, Bangli, Payangan, Badung, Tabanan dan Gianyar. Namun sampai akhir abat ke-19, setelah runtuhnya Payangan dan Mengwi di satu pihak dan munculnya Jembrana dilain pihak maka Negara): Klungkung, Karangasem, Bangli dan Gianyar.

– Sumber berdirinya kerajaan Gianyar: http://gustu107.blogspot.co.id/2013/12/babad-gianyar.html


Tata pemerintahan kerajaan  Gianyar:  klik di sini


Puri kerajaan Gianyar: Puri Agung Gianyar

Sejarah dua seperempat abad lebih, tempatnya 236 tahun yang lalu, 19 April 1771, ketika Gianyar dipilih menjadi nama sebuah keraton (Puri Agung) oleh Ida Dewa Manggis Sakti maka sebuah kerajaan yang berdaulat dan otonom telah lahir serta ikut pentas dalam percaturan kekuasaan kerajaan-kerajaan di Bali. Sesungguhnya berfungsinya sebuah keraton, yaitu Puri Agung Gianyar yang telah ditentukan oleh syarat sekala niskala yang jatuh pada tanggal 19 April 1771 adalah tonggak sejarah yang telah dibangun oleh raja (Ida Anak Agung) Gianyar I, Ida Dewata Manggis Sakti.
* Tentang Puri di Bali: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/kerajaan-bangli/puri-istana-di-bali/
* Foto Puri Agung Gianyar: link

 Puri Agung Gianyar


Daftar raja / list of kings

* Dewa Manggis I Kuning (kepala desa Pahang)
* Dewa Manggis II Pahang (kepala desa Pahang), anak Dewa Manggis Kuning
* Dewa Manggis III Bengkel (kepala desa Bengkel), anak Dewa Manggis Pahang
* 1771-1788: Dewa Manggis IV Jorog (Raja Gianyar), anak Dewa Manggis Bengkel
* 1788-1820: Dewa Manggis V di Madya, anak Dewa Manggis Jorog
* 1820-1847: Dewa Manggis VI di Rangki, anak Dewa Manggis di Madya
* 1847-1884: Dewa Manggis VII di Satria (wafat 1891), anak Dewa Manggis di Rangki

Raja Gianyar dengan istrinya pada foto yang diambil tahun 1910.

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan gianyar

Di bawah kekuasaan Klungkung 1884-1891

* 1891-1896: Dewa Pahang, anak Dewa Manggis di Satria
* 1896-1912: Dewa Manggis VIII (Dewa Gede Raka s.d. 1908), saudara Dewa Pahang
* 1913-1943: Ide Anak Agung Ngurah Agung (gelar Dewa Manggis diganti dengan gelar Anak Agung, 1913-1943), anak Dewa Manggis VIII
* 1943-1946: Ide Anak Agung Gede Agung (wafat 1999), anak AA Ngurah Agung
* 1946-1950: Ide Anak Agung Gede Oka, saudara IAA Gede Agung

Gianyar bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 1950.
Gianyar joined the Republic of Indonesia in 1950.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Bali#Raja-raja_Gianyar

Raja Gianyar 1903

Kerajaan Gianyar, Bali - Radja Gianyar. 1903 | kerajaan Gian… | Flickr


Puri di Bali

Puri di pulau Bali adalah nama sebutan untuk tempat tinggal bangsawan Bali, khususnya mereka yang masih merupakan keluarga dekat dari raja-raja Bali. Berdasarkan sistem pembagian triwangsa atau kasta, maka puri ditempati oleh bangsawan berwangsa ksatria.

Puri-puri di Bali dipimpin oleh seorang keturunan raja, yang umumnya dipilih oleh lembaga kekerabatan puri. Pemimpin puri yang umumnya sekaligus pemimpin lembaga kekerabatan puri, biasanya disebut sebagai Penglingsir atau Pemucuk. Para keturunan raja tersebut dapat dikenali melalui gelar yang ada pada nama mereka, misalnya Ida I Dewa Agung, I Gusti Ngurah Agung, Cokorda, Anak Agung Ngurah, Ratu Agung, Ratu Bagus dan lain-lain untuk pria; serta Ida I Dewa Agung Istri, Dewa Ayu, Cokorda Istri, Anak Agung Istri, dan lain-lain untuk wanita.

Puri Agung Gianyar

Kerajaan Gianyar, Bali - Puri Agung Gianyar | Kerajaan Giany… | Flickr

Daerah atau wilayah kekuasaan puri-puri di Bali zaman dahulu, tidak berbeda jauh dengan wilayah administratif pemerintahan kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Setelah Kerajaan Gelgel mulai terpecah pada pertengahan abad ke-18, terdapat beberapa kerajaan, yaitu Badung (termasuk Denpasar), Mengwi, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng, Bangli dan Jembrana. Persaingan antardinasti dan antaranggota dinasti pada akhirnya menyebabkan Belanda dapat menguasai Bali dengan tuntas pada awal abad ke-20.

Setelah masa kolonial Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan Indonesia, kekuasaan puri berubah menjadi lebih bersifat simbolis. Peranan berbagai puri di Bali umumnya masih tinggi sebagai panutan terhadap berbagai pelaksanaan aktivitas adat dan ritual Agama Hindu Dharma oleh masyarakat banyak.


Sejarah singkat kerajaan-kerajaan di Bali

Kerajaan Bali merupakan istilah untuk serangkaian kerajaan Hindu-Budha yang pernah memerintah di Bali, di Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia. Adapun kerajaan-kerajaan tersebut terbagi dalam beberapa masa sesuai dinasti yang memerintah saat itu. Dengan sejarah kerajaan asli Bali yang terbentang dari awal abad ke-10 hingga awal abad ke-20, kerajaan Bali menunjukkan budaya istana Bali yang canggih di mana unsur-unsur roh dan penghormatan leluhur dikombinasikan dengan pengaruh Hindu, yang diadopsi dari India melalui perantara Jawa kuno, berkembang, memperkaya, dan membentuk budaya Bali.

Kerajaan di Bali, sekitar tahun 1900.

Karena kedekatan dan hubungan budaya yang erat dengan pulau Jawa yang berdekatan selama periode Hindu-Budha Indonesia, sejarah Kerajaan Bali sering terjalin dan sangat dipengaruhi oleh kerajaan di Jawa, dari kerajaan Medang pada abad ke-9 sampai ke kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga 15. Budaya, bahasa, seni, dan arsitektur di pulau Bali dipengaruhi oleh Jawa. Pengaruh dan kehadiran orang Jawa semakin kuat dengan jatuhnya kerajaan Majapahit pada akhir abad ke-15.
Setelah kekaisaran jatuh di bawah Kesultanan Muslim Demak, sejumlah abdi dalem Hindu, bangsawan, pendeta, dan pengrajin, menemukan tempat perlindungan di pulau Bali. Akibatnya, Bali menjadi apa yang digambarkan oleh sejarawan Ramesh Chandra Majumdar sebagai benteng terakhir budaya dan peradaban Indo-Jawa.
Kerajaan Bali pada abad-abad berikutnya memperluas pengaruhnya ke pulau-pulau tetangga. Kerajaan Gelgel Bali misalnya memperluas pengaruh mereka ke wilayah Blambangan di ujung timur Jawa, pulau tetangga Lombok, hingga bagian barat pulau Sumbawa, sementara Karangasem mendirikan kekuasaan mereka di Lombok Barat pada periode selanjutnya.

Sejak pertengahan abad ke-19, negara kolonial Hindia Belanda mulai terlibat di Bali, ketika mereka meluncurkan kampanye mereka melawan kerajaan kecil Bali satu per satu. Pada awal abad ke-20, Belanda telah menaklukkan Bali karena kerajaan-kerajaan kecil ini jatuh di bawah kendali mereka, baik dengan kekerasan atau dengan pertempuran, diikuti dengan ritual massal bunuh diri, atau menyerah dengan damai kepada Belanda. Dengan kata lain, meskipun beberapa penerus kerajaan Bali masih hidup, peristiwa-peristiwa ini mengakhiri masa kerajaan independen asli Bali, karena pemerintah daerah berubah menjadi pemerintahan kolonial Belanda, dan kemudian pemerintah Bali di dalam Republik Indonesia.


Peta kuno Bali

Klik di sini untuk peta kuno Bali1618, 1683, 1700-an, 1750, 1800-an, 1856, abad ke-19.

 Bali abad ke-16 ?


Sumber kerajaan Gianyar

– Sejarah kerajaan dan kabupaten Gianyar: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Gianyar
Sejarah kerajaan Gianyar: http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.co.id/2010/01/blog-post.html
– Sejarah pemerintahan di Kab. Gianyar: http://www.dprd-gianyarkab.go.id/index.php/homepage/sejarah-pemerintahan
Daftar Raja Gianyar di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Bali#Raja-raja_Gianyar
—————————

Intervensi Belanda di Bali, 1846, 1848, 1849, 1906, 1908

– 1846: Perang Bali I: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-i-1846/
– 1848: Perang Bali II: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-ii-1848/
– 1849: Perang Bali III: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-iii-1849/
– 1906: Intervensi belanda di Bali / Puputan 1906: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-bali-1906/
– 1908: Intervensi Belanda di Bali / Puputan 1908: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-klungkung-1908/


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s