Sanrabone, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Takalar

Kerajaan Sanrabone adalah kerajaan kecil Suku Bugis; terletak di Sulawesi, Kab. Takalar, prov. Sulawesi Selatan.

The kingdom of Sanrabone is a kingdom of the Bugis People; located on Sulawesi, in the district of Takalar. South Sulawesi.
For english, click here

Lokasi kabupaten Takalar


* Foto foto kerajaan Sanrabone: di bawah

* Foto foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto foto raja2 di Sulawesi dulu: link
* Foto foto situs kuno di Sulawesi: link


Raja sekarang

Karaeng Haji Ali Mallongbasi. Dilantik 25-7-2008.

Sumber:  http://kerajaan-indonesia.blogspot.co.id/2008/11/karaeng-haji-ali-mallongbasi-of.html


Sejarah / History kerajaan Sanrabone

Kerajaan Sanrabone dulu di bawah kekuasaan Gowa, tentu saja kemudian membuat sedikit lebih mandiri oleh Belanda. Dinasti ini cukup banyak menikah dengan dinasti Gowa, sehingga beberapa raja-raja Sanrabone juga adalah Sultan Gowa.

Karaeng Sanrabone yang sekarang dilantik tidak lama setelah foto ini diambil. Dia memiliki sabuk berwarna khusus dengan blok di sekitar pinggangnya. Itu berarti di Bugis / Makasar dunia royal, bahwa ia adalah Raja.

Sumber:  http://www.indonesiatravelingguide.com/sulawesi-dynasties/sanrabone-karaeng-haji-ali-mallongbasi/

Peta Sulawesi Selatan (incl. Takalar) tahun 1909


Daftar Urutan Kronologi Raja-raja yang pernah memerintah di Sanrobone (Karaeng Sanrobone)

1) Pancabilluka, seorang laki-laki yang berasal dari kayangan yang turun ke bumi, yang kemudian memerintah Sanrobone.
2) Tunijalloka Ri Parangna.
3) 1565: Karaeng Massawaya, gugur bersama Raja Gowa ke-11 Tunibatta, pada waktu kedua raja ini menyerang Bone.
4) Tunibosara.
5) Tumenanga Ri Paralakenna
6) I Panusurang DG. Manassa Tuenanga Ri Campagana, saudara ipar dari Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin.
7) Karaenga I Pucu.
8) Sanra Karaeng Banyuara “I Tanije’Ne”, ayah-mertua dari Raja Gowa ke-16 Sultan Hasanuddin.
9) 1667 -1709: I Mappadulung DG. Mattimung Karaeng Campagaya – Sultan Abdul Jalil, yang kemudian menjadi Raja Gowa ke-19.
10) 1709 -1710: Raja-Putri Yatatojeng Karaeng Bontomajannang, adik dari Raja Sanrobone ke-9.
11) 1710 – 1725 Pakanna Karaeng Pangkajene, putra dari suami istri Raja Bima Mbelu dan karaeng Bontoje’ne.
12) Tumenanga Ri Masigina, Putra dari raja Sanrobone ke-11.
13) Tumenanga Ri Sanrabone, Putra dari raja Sanrobone ke-12.
14) Tumenanga Ri Parasanganna, Putra dari raja Sanrobone ke-13.
15) Tumenanga Ri Lagaruda, mangkat tahun 1838. Mempermaisurikan karaeng Lempangang tidak beranak. Dari istri lain yang bernama SAJIA melahirkan 2 (dua) orang putri, I Memang karaeng Bulu-bulu dan karaeng Boddia.
16) La Patau, putra dari suami-istri Karaeng Karuwisi dan Addatuang Sidenreng. Ayahanda La Patau yakni Karaeng Karuwisi bersaudara dengan raja Sanrobone ke-15.
17) Raja-Putri I Memang Karaeng Bulu-Bulu

Sesudah Raja-Putri Sanrobone ke-17 ini, Raja-raja sanrobone tidak lagi bergelar SOMBA, tapi sebagai Karaeng Sanrobone.

18)  I Bantang DG. Ngilau
19) I Gunturu Datu Lolo
20) 1838 – 1860 I Pamusurang DG. Pabeta
21) 1860 – 1867   I Baso DG. Patombong Karaeng Campagaya, menjelang Perang Gowa Tahun 1905 ditarik ke Gowa oleh Raja Gowa ke-33 Sultan Husain, untuk memegang pasukan melawan Belanda dibawah paji perang(=bate bundu) “Garudaya”.

*1867 – 2008: Interregnum
* 25 Jul 2008: Andi Ali Malongbasang

Setelah perang Gowa berakhir, pemerintah kolonial Belanda, berusaha untuk merehabiliter Sanrobone, dengan mengajak salah satu Karaeng Kaballokang untuk diangkat menjadi Pemimpin yang baru, tapi ajakan ini ditolak. Tindakan selanjutnya, berdasarkan Staatblad 1916 No.352 memecah negeri ini menjadi 11 (sebelas) distrik yang dikoordiner oleh seorang pamongpraja Belanda yang bergelar Controleur/Gezaghebber yang berkedudukan di Takalar. Masing-masing distrik dipimpin oleh seorang Karaeng atau seorang Gallarang dan diberi pangkat Regent, masing-masing:
1. Sanrabone (karaeng) yang mula-mula diangkat adalah bekas pembantu-tetap Karaeng Sanrobone ke-20, yaitu: Yusuf Dg. Maropu, kemudian Baso Dg. Manyengka menyusul I Mallombasi Dg. Kilo.
2. Laikang (karaeng)
3. Lakatong (gallarang)
4. Bangkala (karaeng)
5. Lengkese (gallarang)
6. Topejawa (karaeng)
7. Takalara (karaeng)
8. Pappa (karaeng)
9. Galesong (karaeng)
10. Bontonompo (karaeng)
11. Polongbangkeng (karaeng).


Benteng Sanrobone

Benteng Sanrabone dibangun pada tahun 1515-1520.
Luas Benteng Sanrobone 25.54 Ha dengan ukuran sisi barat sepanjang 573 m, sisi selatan 529 m, sisi timur 748 m dan sisi utara 332 m. Benteng ini terbuat dari batu bata dan berbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km dan mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Foto 19 Pebruari 2012.
Nampak di ujung benteng, sebuah pohon besar yang disebut “Lagaruda”
Lokasi : Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.
– Sumber: nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/ii.html

Benteng Sanrobone, dibangun pada tahun 1515-1520. Luas Benteng Sanrobone 25.54 Ha dengan ukuran sisi barat sepanjang 573 m, sisi selatan 529 m, sisi timur 748 m dan sisi utara 332 m. Benteng ini terbuat dari batu bata dan berbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km dan mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Foto 19 Pebruari 2012. Nampak di ujung benteng, sebuah pohon besar yang disebut


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

Kurang info ada di internet tentang Sanrabone.

– Daftar Raja Sanrabone: http://gowa-negeri1001cerita.blogspot.com/2014/04/raja-raja-sanrobone.html
Sejarah Sanrabone: http://www.indonesiatravelingguide.com/sulawesi-dynasties/sanrabone-karaeng-haji-ali-mallongbasi/

– Info Raja (2008): link


Foto foto kerajaan Sanrabone

Kiri: Karaeng Sanrabone, Tengah: Karaeng Laikang. Foto 2017

———————————
Ke-2 dari kiri: Karaeng Sanrabone ke-38: Karaeng Andi Ali Malongbasang, dilantik 25-7-2008

Picture 2nd from l the on 25-7-2008 installed 38th raja, or Karaeng of Sanrabone - Karaeng Andi Ali Malongbasang.

—————————————
Maulid di Sanrabone. Deklarasi yang ditandatangani oleh empat raja kerajaan di Kabupaten Takalar. 2015

Berdiri paling kiri: Raja Sanrabone. Sumber: www.kompasiana.com/masennang-masagena/maulid-di-kerajaan-…

Maulid di Sanrabone. Deklarasi yang ditandatangani oleh empat raja kerajaan di Kabupaten Takalar. Sumber: www.kompasiana.com/masennang-masagena/maulid-di-kerajaan-... Kerajaan Sanrabone: sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/raja-of-san...

————————————-
Makam Raja Sanrobone Pertama, Dampang Panca Belong. Lokasi : Sanrobone, Takalar.Dampang Panca Belong membangun Benteng Sanrobone pada tahun 1515 – 1520.

Makam Raja Sanrobone Pertama, Dampang Panca Belong. Lokasi : Sanrobone, Takalar, Indonesia. Dampang Panca Belong membangun Benteng Sanrobone pada tahun 1515 - 1520.

—————————————
Benteng Sanrobone, dibangun pada tahun 1515-1520.

Luas Benteng Sanrobone 25.54 Ha dengan ukuran sisi barat sepanjang 573 m, sisi selatan 529 m, sisi timur 748 m dan sisi utara 332 m. Benteng ini terbuat dari batu bata dan berbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km dan mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Foto 19 Pebruari 2012.
Nampak di ujung benteng, sebuah pohon besar yang disebut “Lagaruda”
Lokasi : Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Sumber: nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/ii.html

Benteng Sanrobone, dibangun pada tahun 1515-1520. Luas Benteng Sanrobone 25.54 Ha dengan ukuran sisi barat sepanjang 573 m, sisi selatan 529 m, sisi timur 748 m dan sisi utara 332 m. Benteng ini terbuat dari batu bata dan berbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km dan mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Foto 19 Pebruari 2012. Nampak di ujung benteng, sebuah pohon besar yang disebut

Benteng Sanrobone, dibangun pada tahun 1515-1520. Luas Benteng Sanrobone 25.54 Ha dengan ukuran sisi barat sepanjang 573 m, sisi selatan 529 m, sisi timur 748 m dan sisi utara 332 m. Benteng ini terbuat dari batu bata dan berbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km dan mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Foto 19 Pebruari 2012. Nampak di ujung benteng, sebuah pohon besar yang disebut

————————————
Makam raja-raja Sanrobone dalam bentuk kubah yang disebut “Kobbang”, berdampingan dengan Masjid Raya Baitul Muqqadis salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan. Foto 24 Juli 2011

Lokasi: Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Sumber foto: Sejarah Sulawesi, FB

Makam raja-raja Sanrobone dalam bentuk kubah yang disebut

————————————-
Pintu masuk Makam raja-raja Sanrobone

Pintu masuk Makam raja-raja Sanrobone


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s