KangaE, kerajaan / P. Flores – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan KangaE (sekarang kecamatan) terletak di pulau Flores. Kab. Sikka, prov. Nusa Tenggara Timur. Sudah ada abad ke-10.

The kingdom of KangaE was locatad on the island of Flores, District Sikka, prov. Nusa Tenggara Timur. 10th Century.
For english, click here

Lokasi pulau Flores

————————

Kerajaan-kerajaan di Flores abad ke-17/18, incl. KangaE


Foto kerajaan-kerajaan di P. Flores

* Foto raja-raja yang ada sekarang di Flores: link
* Foto raja-raja yang dulu ada di Flores: link

* Foto pulau Flores dulu: link
* Foto situs kuno di pulau Flores: link
* Foto wilayah Manggarai: link


KERAJAAN KANGAE

Tentang raja

Raja (2009): Moang Josef Blasius Bapa Mekeng.

Moang Josef Blasius Bapa Mekeng

Blasius - KangaE


Sejarah kerajaan KangaE

Kangae adalah sebuah kerajaan tradisional, yang didirikan oleh Moa Bemu Aja, seorang keturunan RaE Raja asal dari Banggala-Siam Umalaju (Bangladesh) seputar tahun 900, wilayahnya mencakup wilayah Hook Hewer Kringa, Werang, Doreng, Waigete, Wolokoli, Hewokloang, Ili, Wetakara, Nele, Koting dan Nita, atau disebut Nulan Ular Tana Loran. Kerajaan KangaE mencatat 38 Raja Adat dan seorang Raja Koloni Belanda yakni Ratu Nai Juje (1902-1925).

Pada tahun 1600-an Portugis mendirikan kerajaan Sikka di Natar Sikka dan kerajaan Nita di wilayah Hoak Hewe Nita. Dengan demikian sejak tahun 1600-an Nuhan Ular Tana Loran telah terbagi atas 3 wilayah kerajaan yakni kerajaan tradisional KangaE Aradae, dan 2 kerajaan koloni Portugis yakni kerajaan Sikka dan kerajaan Nita.

Pada tahun 1859 Portugis dan Belanda mengakhiri persengketaan mereka atas tanah jajahan di wilayah Hindia Timur, melalui kesepakatan Lisabon. Portugis menyerahkan Hindia Timur kepada Belanda kecuali Tomor-Timur. Dengan itu Belanda mulai berusaha masuk ke Hindia Timur termasuk Sunda Kecil ( Nusa Tenggara). Namun Belanda masih menghadapi perlawanan dari raja-raja setempat. Kerajaan Sikka dan Nita sebagai koloni Portugis, baru secara resmi diserahkan kepada Belanda pada 11 September 1885. Raja Andreas Jati da Silva dilantik menjadi Raja Sikka.
Dan raja Juang Ngaris da Silva dilantik menjadi Raja Nita. Wilayah kerajaan Sikka yang meliputi Natar Sikka kini bertambah luas dengan masuknya Hoak Hewer Kotin dan Nele ke kerajaan Sikka. Dengan ini ibu kota kerajaan Sikka dipindahkan dari Natar Sikka ke Nuba Nanga Alok Wolokoli, yang kemudian menjadi Kota Maumere.

Raja kerajaan Larantuka, kerajaan Sikka, kerajaan Nita, kerajaan Kangae, kerajaan Wolowaru

Raja kerajaan Larantuka, kerajaan Sikka, kerajaan Nita, kerajaan Kangae, kerajaan Wolowaru

Kerajaan KangaE dengan 8 wilayah Hoak Hewernya menolak kedatangan penjajah Belanda ke Nuhan Ular Tana Loran. Karena itu dengan bantuan Raja Andreas Jati da Silva, Belanda mengerahkan pasukan Marsese-nya untuk menyerang kerajaan KangaE dan daerah takluknya yaitu Kringa, Werang, Waigete, Doreng, Wolokoli, Hewokkloang, Ili, dan Wetakara.

Seputar tahun 1893 Pemerintah Koloni Belanda memerintahkan Raja Andreas Jati da Silva untuk menyerang wilayah Hoak Hewer Kringa.

Sejak 8 Desember 1902 kerajaan KangaE secara resmi takhluk kepada penjajah Belanda dengan ditandatangani kontrak Korte Verklaring oleh Ratu Nai Juje. Rupanya penandatanganan kontrak Korte Verklaring itu berkaitan dengan kesepakatan perbatasan wilayah Onderafdeling, yang berdampak terhadap batas-batas wilayah kerajaan.

Seputar tahun 1925 Raja Nai Juje dari kerajaan KangaE dan Raja Don Yuan da Silva dari kerajaan Nita, sudah memasuki usia yang lanjut. Belanda ingin melakukan penghematan biaya, maka diambillah langkah kebijakkan, untuk melebur 3 kerajaan Sikka, Nita, dan KangaE menjadi satu kerajaan saja. Ratu Nai Juje dipensiunkan setelah memerintah kerajaan KangaE selama 23 tahun (1902-1925). Raja Don Yuan da Silva dipensiunkan setelah memerintah kerajaan Nita selama 16 tahun (1909-1925). Kini hanya ada satu kerajaan di wilayah Onderafdeling Maumere, dengan Rajanya Don Yosephus Thomas Ximenes da Silva, yang dilantik pada 14 Nopember 1925.

Raja KangaE. Sumber: http://dedeaton.blogspot.co.id/


Kerajaan KangaE jatuh ke tangan belanda, 1893, 1925

Kerajaan KangaE dengan 8 wilayah Hoak Hewernya menolak kedatangan penjajah Belanda ke Nuhan Ular Tana Loran. Karena itu dengan bantuan Raja Andreas Jati da Silva, Belanda mengerahkan pasukan MARSESE-nya untuk menyerang kerajaan KangaE dan daerah takluknya yaitu Kringa, Werang, Waigete, Doreng, Wolokoli, Hewokkloang, Ili, dan Wetakara.
Penyerangan terhadap Kerajaan KangaE terjadi tahun 1893, 1898, 1902, 1925.


Keluarga Blasius Bapa bangun situs kerajaan Kangae, 25 oktober 2020

Sumber: https://kumparan.com/florespedia/

Situs kerajaan Kangae akhirnya akan segera dibangun dengan ditandai dilakukan ritus adat peletakan batu pertama atau dalam bahasa daerah setempat disebut dengan Plehok Watu Udek Wa’a pada Minggu (25/10/2020) bertempat di bekas Istana Raja Kangae di Kampung Kangae, Desa Meken Detung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Pelaksanaan ritus adat peletakan batu pertama pembangunan situs Kerajaan Kangae tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting  yang juga anggota keluarga Bapa.

Joseph Blasius Bapa, sesepuh kerajaan Kangae sedang memegang tongkat kebesaran kerajaan. Foto: Albert Aquinaldo

Kerajaan KangaE - Joseph Blasius Bapa, sesepuh Kerajaan Kangae sedang memegang tongkat kebesaran kerajaan. Foto :  Albert Aquinaldo

Dikatakan, setelah membangun sebuah Kapel 10 tahun lalu di wilayah tersebut, Blasius Bapa meminta Melkias Markus Mekeng, sebagai penerus untuk membangun  sebuah monumen Istana Moan Keu, Raja Kangae ke XXXVIII sebelum Raja Nai.

“Di tempat yang kita duduk inilah Istana Raja Nai. Saya sudah besar waktu itu, dan masih melihat Raja Keu yang diberi nama Paulus Keu Bapa. Jadi ditempat inilah Moan Keu dengan rumah tagannya (Red : Rumah Panggung) dengan kudanya di bawah, kalau dia mau mandi di Pantai Waipare, dia  naik kuda ke bawah lalu di kembali kesini, saya masih melihat,” kenang Blasius Bapa.

Pada kesempatan itu pula, Blasius Bapa menyampaikan keinginannya untuk membangun Situs Istana Raja Nai di Waipare, Kecamatan Kangae.

Pembangunan situs kerajaan Kangae tersebut, kata Blasius Bapa bukan merupakan kepentingan pribadi tetapi guna menunjang pariwisata Kabupaten Sikka.

“Mengapa kita tidak kemas untuk orang yang datang ke Hotel Capa di bawah naik kesini dan diterangkan bahwa di gunung ini ada raja besar yang diperintah oleh 39 raja dan usia kerajaan ini sejak diawali oleh Bemuaja yang makamnya ada diatas itu sejak 900 tahun lalu. Pada tahun 25, kerajaan Kangae ini dihapus oleh Belanda dan digabungkan jadi satu dengan Sikka dan Nita maka jadilah Kerajaan Sikka,” jelas Blasius Bapa.

Joseph Blasius Bapa Mekeng saat melakukan ritual adat peletakan batu pertama pembangunan situs kerajaan Kangae. Foto: Albert Aquinaldo

Joseph Blasius Bapa Mekeng saat melakukan ritual adat peletakan batu pertama pembangunan situs kerajaan Kangae.


Makam Raja Nai

Raja Nai memerintah kerajaan Kangae selama 21 tahun (9 Desember 1902-1923). Setelah itu tak ada lagi Raja yang menggantikan beliau. Kerajaan itu hilang begitu saja sebagaimana ia berawal.

Sumber: http://dedeaton.blogspot.co.id/2015/06/kerajaan-kangae-aradae-yang-masyhur_11.html


DAFTAR KERAJAAN-KERAJAAN DI P. FLORES DAN SEJARAH P. FLORES

Untuk daftar kerajaan-kerajaan di P. Flores dan sejaah P. Flores, klik di sini

Kerajaan-kerajaan di P. Flores, 1920 M

Flores - NTT, 1920 M


Peta kuno pulau Flores

Klik di sini untuk peta kuno pulau Flores, 1493, 1653, abad ke-17, 1725, 1756, 1700-an.

Flores, tahun 1653


Sumber kerajaan KangaE

Sejarah kerajaan KangaE:  http://maumere-aventianchristiano.blogspot.co.id
Kerajaan KangaE jatuh ke tangan belanda: https://langir.desa.id/berita/
– Tentang kerajaan KangaE:  http://dedeaton.blogspot.co.id/

Sumber sejarah pulau Flores

– Sejarah P. Flores: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Flores
– Sejarah P. Flores: https://www.tourfloreskomodo.com/
– Sejarah P. Flores: http://sastra-indonesia.com/
– Sejarah Flores memeluk Katolik: https://m.tempo.co/read/
– Sejarah P. Flores: http://pulau-flores.blogspot.com/


Regalia kerajaan KangaE. – Sumber: https://indahnyaflores.blogspot.co.id/2015/05/regalia-kerajaan-kangae.html

Regalia kerajaan KangaE

—————————
Kiri: Raja dari Riung; Kanan: raja dari Keo; kiri dari raja Keo: raja dari KangaE, left the raja of Riung. Sumber foto: donald tick, FB

—————————–
Sisa-sisa tangga istana kerajaan Kangae

Sisa-sisa tangga kerajaan Kangae

——————————–
Reruntuhan Bangunan Kerajaan Kangae di pesisir pantai Waipare, pasca di bom tentara sekutu. Sumber, dokumen pribadi. Sumber: http://dedeaton.blogspot.com/2015/06/kerajaan-kangae-aradae-yang-masyhur_11.html


Kerajaan-kerajaan di P. Flores, 1315 M

Flores - NTT, 1300 M

1 Comment

One thought on “KangaE, kerajaan / P. Flores – prov. Nusa Tenggara Timur

  1. yohana

    Npa ko mukax sy tdk tau ap bnr ini keturunan langsung moyang raja nai??? Ko tdk pernh lht?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: