Banawa (Donggala), kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Donggala

Kerajaan Banawa (Donggala) (1485-1959) terletak di Sulawesi, kabupaten Donggala, prov. Sulawesi Tengah.
Kerajaan ini adalah kerajaan Suku Kaili.
Kerajaan Pudjananti, yang diperkirakan eksis pada abad ke-11 hingga abad ke-15, beralih rupa menjadi Kerajaan Banawa.

The Kingdom of Banawa
is located on Sulawesi, in Kabupaten Donggala, central Sulawesi.
This kingdom was founded in the 2nd half of the 15th century.

For english, click here

Lokasi Banawa di kabupaten Donggala


* Foto kerajaan Banawa: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


1) Tentang Raja

Raja bergelar: Magau.
7 okt. 2014: Dari Banawa Emperor Family Community (FB): Raja Banawa terakhir, Laparenrengi Lamarauna, Raja Banawa ke 13, Beliau sudah wafat.

Raja terakhir Banawa: Laruhana Lamarauna. Raja ke-XII. 1937 – 1947.


2) Sejarah kerajaan Banawa, 1485-1959

Sejarah lengkap kerajaan Banawa: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/raja-of-banawa/sejarah-lengkap-kerajaan-banawa/

Sebelum ditaklukkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1904 wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Pemerintah raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri yaitu:
1. Kerajaan Palu
2. Kerajaan Sigi Dolo
3. Kerajaan Kulawi
4. Kerajaan Biromaru
5. Kerajaan Banawa
6. Kerajaan Tawaili
7. Kerajaan Moutong
8. Kerajaan Parigi

Kerajaan Banawa didirikan oleh Sawerigading (abad ke-7) dengan puteranya bernama La Galigo.
Pendahulu kerajaan Banawa adalah suatu perabadan monarki milik Suku Kaili yang bernama Kerajaan Pudjananti atau yang sering juga disebut sebagai kerajaan Banawa Lama. Pudjananti, yang sejak abad ke-14 beralih rupa menjadi kerajaan Banawa.

Kerajaan Pudjananti diperkirakan masih eksis pada abad ke-11 hingga abad ke-15, sezaman dengan kerajaan Singasari yang dilanjutkan oleh Majapahit. Diperkirakan, Kerajaan Pudjananti mengalami masa kejayaan antara kurun tahun 1220 sampai 1485. Kerajaan Pudjananti menjadi salah satu dari tiga kerajaan tua yang terdapat di Sulawesi Tengah, yaitu Kerajaan Banggai (Benggawi) dan Sigi.

Pada zaman pemerintahan Raja Banawa VII La Sa Banawa (1800 – 1845) dan Raja Banawa IX La Marauna (1903 – 1926), kerajaan Banawa yang merupakan kerajaan lokal memiliki luas wilayah sekitar 460.000 Ha.
Sejak pemerintahan Raja Banawa VIII La Makagili (1889 – 1903), kerajaan Banawa yang berpusat di Pudjananti tepat pada tanggal 23 Juli 1893 dipindahkan ke Donggala. Sejak itu, Donggala menjadi ibukota kerajaan Banawa sampai pada akhir pemerintahan Raja Banawa XII Andi Parenrengi atau La Parenrengi. Sejalan dengan dihapusnya daerah-daerah Swapraja di seluruh Indonesia, sekarang Banawa hanyalah sebuah kecamatan dari ibukota Kabupaten Donggala.
Setelah Indonesia merdeka, Raja La Ruhana kembali dapat pemerintah dengan leluasa hingga mangkat di tahun 1947. Pengganti beliau adalah Raja La Parenrengi Lamarauna, yang menjadi raja terakhir kerajaan Banawa. Hal ini dikarenakan Banawa dijadikan Kabupaten di Sulawesi Tengah pada 12 Agustus 1952.

Sumber:  http://iinainarlawide.blogspot.co.id/2010/08/sejarah-singkat-kerajaan-banawa.html

Raja Banawa IX. Bernama La Marauna (bergelar “Mpue Totua”), 1903-1926


3) Daftar Magau (Raja)

1) Raja Banawa I. I Badantasa
Anak ke tujuh (Putri Bungsu) dari perkawinan Puteri Peambuni dengan Petta Manurung. Menikah dengan La Mapangandro (Putera dari La Galigo) dan memiliki dua orang puteri yaitu : I Tasa Banawa (menjadi Raja Banawa II) dan Genonggati (diangkat menjadi Magau Kayunggahui)

2. 1552 – 1557: Raja Banawa II, Tasa Banawa
Mengembangkan kekuasaan kerajaan ke daerah sekitarnya dan membentuk dewan Hadat Pittunggota. Menikah dengan Magau Lando Dolo dan mempunyai dua orang puteri yaitu : Puteri Kotambulava yang lahir bersama seekor ular diberi nama Siri Banawa yang kemudian dihanyutkan ke Uwe Makuni. Kotambulava kemudian menjadi Madika Banawa menikah dengan Sawalambara mempunyai anak bernama Intoraya (menjadi Raja Banawa III). Sementara itu, puteri kedua I Tasa Banawa bernama Puteri Taranggita yang diangkat menjadi Madika Malolo Banawa dan menikah dengan Madika Matua Bale.

3. 1650 – 1698: Raja Banawa III, Intoraya
Cucu dari Raja Banawa II. Merupakan raja yang pertama memeluk agama Islam di Kerajaan Banawa yaitu pada tahun 1652. Menikah dengan La Masanreseng, Arung dari Cendana Mandar dan mempunyai empat orang anak yaitu : La Bugia (diangkat menjadi Raja Banawa IV), La Lotako, Puteri Nanggiwa dan Puteri Nanggiana.

4. 1698 – 1758: Raja Banawa IV, La Bugia
Laki-laki pertama yang memerintah Kerajaan Banawa. Menikah dengan sepupu sekalinya Kotambulava yang dikaruniai dua orang anak yaitu : Puteri Isa Bida (Raja Banawa V) dan La Sauju. La Sauju kemudian menikah dengan To Nagaya Madika Tavaili yang menurunkan keturunan sampai pada generasi Lamakampali.

5. 1758 – 1800: Raja Banawa V, Isa Bida
Raja wanita yang pemberani dan sakti. Menikah dengan Madika Matua Banawa dan memperoleh empat orang anak yaitu : La Bunia, Kalaya, Lauju dan Puteri Sandudogie (diangkat menjadi Raja Banawa VI)

6. 1800 – 1845: Raja Banawa VI, Puteri Sandudogie
Raja wanita terakhir yang memegang tampuk pimpinan. Menikah dengan Magau Lando Dolo dan memperoleh seorang putera bernama La Sa Banawa (diangkat menjadi Raja Banawa VII)

7. 1845 – 1889: Raja Banawa VII, La Sa Banawa (bergelar “Mpue Mputi”)
Menikah dengan I Palusia dan dikaruniai dua orang putera yaitu : I Tolare menikah dengan Hanani Kabonga mempunyai anak bernama La Gaga (menjadi Raja Banawa X) dan La Marauna (diangkat mnejadi Raja Banawa IX)

8. 1889 – 1903: Raja Banawa VIII, La Makagili
Terkenal sebagai yang paling berani dan gigih melawan pemerintah Belanda. Keturunan-keturunan raja La Makagili pada umumnya masih banyak menetap di Pantoloan.

9. 1903 – 1926: Raja Banawa IX, La Marauna (bergelar “Mpue Totua”).
Diangkat menjadi Magau Tavaili pada tahun 1900 – 1905. Raja pemberani dan bijaksana yang disegani oleh Pemerintah Belanda.

10. 1926 – 1932: Raja Banawa X, La Gaga
Putera dari I Tolare (kakak Raja La Marauna) dilantik oleh Dewan Hadat Pitunggota.

11. 1932 – 1947: Raja Banawa XI, La Ruhana
Putera keempat dari raja La Marauna.

12. 1947 – 1959: Raja Banawa XII, La Parenrengi.
Putera bungsu Raja La Marauna menikah dengan Hajja Sania Tombolotutu. La Parenrengi adalah Ketua PNI Pertama di Sulawesi Tengah sekaligus menjadi raja terakhir pada mas Kerajaan Banawa, ia meninggal di Palu pada tahun 1986.

– Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2735776909783255&set=gm.2855857914430188&type=3&theater
– Sumber / Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banawa

Raja Banawa, Lamarauna beserta dewan pitunggotanya.


4) Sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Donggala

Untuk sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Donggala, klik di sini

Peta Tawaili, Parigi, Palu, Banawa, tahun 1916

Tawaili, Parigi, Palu, Banawa. 1916


5) Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


6) Sumber / Source

– Sejarah lengkap kerajaan Banawa: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/raja-of-banawa/sejarah-lengkap-kerajaan-banawa/
Kerajaan Banawa di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banawa
Sejarah kerajaan Banawa (Donggala): http://www.bimbie.com/sejarah-kerajaan-banawa.htm
– Kerajaan maritim bernama Banawa: http://pudjananti.blogspot.co.id/2012/03/kerajaan-maritim-bernama-banawa-oleh.html
Daftar raja Banawa:  http://iinainarlawide.blogspot.co.id/2010/08/sejarah-singkat-kerajaan-banawa.html

– Suku Kaili: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kaili-kerajaan2-di-tanah-kaili/

Sejarah kerajaan-kerajaan Donggala: link
—————
Facebook

Banawa Emperor Family Community


Peta wilayah Kerajaan di Lembah Palu, pada lampiran besluit No.21, tahun 1908.

Bardasarkan Peta yang terlampir pada arsip Missive van asisten resident van midden celebes, 22 November 1907 , melalui besluit no. 4216 tertanggal 10 Maret 1908, Hindia Belanda menetapkan batas tiap Kerajaan di Lembah Palu.
Tampak secara kasar, beberapa kerajaan memiliki wilayah yang terpisah-pisah, tengok saja Kerajaan Banawa dan Kerajaan Tawaeli, justru Kerajaan Palu, memiliki Wilayah yang satu, dan jauh mengambil pegunungan barat Lembah Palu, sedangkan wilayah Pegunungan Timur dikuasai Kerajaan Tawaeli.


2 Comments

2 thoughts on “Banawa (Donggala), kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Donggala

  1. Pingback: Daftar Nama Raja-Raja Donggala Sulawesi Tengah – www.donggala.info

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas kirim infonya. Paul, penerbit website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: