Jailolo, kesultanan / P. Halmahera – Prov. Maluku Utara

Kesultanan Jailolo diketahui sejak abad ke-16. Terletak di pulau Halmahera, Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara.

The Sultanate of Jailolo is already know in the 16 century. Located on the island of Halmahera.
For english,  click here

Klik foto untuk besar !

Lokasi Jailolo

Prov. Maluku Utara

Prov. Maluku Utara


* Foto kesultanan / sultanate Jailolo: link
* Foto pemakaman Sultan Jailolo, Sultan Abdullah Hariyanto Sjah, 24 oktober 2017, link

* Foto foto negeri dan kerajaan di Maluku: link


1 Tentang Sultan / About the Sultan
2 Sejarah / History
3 Daftar Sultan / List of Sultans
4 Istana / Palace
5 Sumber / Source
6 Foto


1) Tentang Sultan / About the Sultan

For english,  click here

Ada 2 sultan saingan.

1) Sejak 9 november 2017: Sultan Ahmad Hi. Abdullah Sjah
Ahmad Hi. Abdullah Sjah dinobatkan menjadi Sultan Jailolo, mengantikan ayahnya Almarhum Sultan Abdullah Hariyanto Sjah, yang wafat 23 oktober 2017.


2) Sejak 2015: Sultan Haji Muhammad Shiddiq Kaicil  Shah.
27 nov. 2015: Dinasti Kesultanan Ternate mendukung pilihan dewantradisional Jailolo dan kemudian sultan baru Jailolo dilantik: Sultan HajiMuhammad Shiddiq Kantjil Shahyang ini menerima lebih banyakdukungan oleh pemerintah lokal dan dinasti-dinasti.
– website: https://kesultananjailolo.wordpress.com/


2) Sejarah / History kesultanan Jailolo

For english,  click here

Ada 5 kesultanan di Maluku Utara : Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo dan Loloda.
Kesultanan Jailolo secara utuh dari raja pertamanya “Kolano Daradjati”. Daftar sisilah raja-raja Jailolo tersebut terdiri dari tiga bagian. Lembaran besar adalah uraian daftar sisilah yang sekemanya diuraikan seperti “pohon terbalik” yang seluruh tulisan nama-namanya beraksara Arab, satu lembar lagi adalah salinan ulang yang juga dalam aksara Arab namun lebih diperinci dan diperjelas dengan melingkari tiap-tiap nama yang tertera karena lembaran aslinya sudah hampir lapuk, sedangkan satu lagi lembar kecil bertuliskan huruf arab dan yang berlafadz-kan bahasa Tidore adalah Surat Keterangan yang manjelaskan tentang daftar sisilah tersebut.
– Sumber: link

Terjemahan di bawah dari bah. inggris pakai Google !
– Sumber:
http://kerajaan-indonesia.blogspot.co.id/2010/12/sultan-of-jailolo-north-moluccans.html?m=1

Ca. 1550 Jailolo berada di bawah Ternate. Salah satu sumber mengatakan, bahwa keturunan terakhir dari raja-raja Jailolo (yang kemudian disebut seorang raja) meninggal di pengasingan di Ternate pada tahun 1715.
Tapi anggota langsung, atau garis Doa mengklaim, bahwa dengan fakta itu hak atas takhta Jailolo belum berakhir. Dari 1715 hak atas gelar raja masuk ke garis samping. Dari situlah penguasa kesultanan Jailolo yang dipulihkan turun: Raja Muhammad Arif Bila, yang membantu ca. 1800 Sultan Nuku yang memberontak dari Tidore, seorang pahlawan nasional Indonesia dan kemudian mengikutinya 2 putranya, yang hanya bisa memerintah di atas segmen orang-orang Jailolo, yang diizinkan untuk menempatkan kembali diri mereka di bagian utara Ceram dan setelah sultan terakhir jailolo yang ada digulingkan kembali ke Jailolo di Halmahera total.
Sultan terakhir disingkirkan 1832 (Sultan Muhammad Asgar, meninggal 1839), karena dia tidak benar-benar bekerja sama dengan mengakhiri pembajakan di daerah tersebut. Seorang keturunan dari garis itu, Dano Baba Hasan, berpura-pura sultan 1875-76 dan keturunannya, Dano Jaeuddin; juga berpura-pura pada tahun 1914.
Seorang keturunan Dano Baba Hasan ditemukan di Sumatra oleh Sultan Mudafar II Syah. Dia punya rencana untuk membuat sistem 4 raja / Maloku Kie Raha, yang lagi berfungsi memberi stabilitas kembali ke daerah tersebut.
Jadi pada bulan januari 2002 Sultan Abdullah Syah dipasang oleh sultan Ternate sebagai sultan, namun sebenarnya fungsi terpenting Ternate selama Jailolo belum pernah berakhir saat itu.
Jadi sebenarnya ini lebih merupakan kerjasama antara sistem sultan 2.
Itu berfungsi sangat baik untuk waktu yang lama, tapi tahun ini sultan Jailolo memiliki pilihan yang berbeda untuk seorang bupati di sebuah distrik lokal dan itu tidak terlalu disenangi oleh sultan dan sultan Ternate, yang merasa dikhianati.
Setelah sultan Jailolo digulingkan, fungsinya untuk sementara diambil oleh seorang pejabat bernama Ilham Dano Tokan.
Tidak ada perkembangan nyata lebih lanjut yang diperhatikan dalam masalah ini.

klik peta-peta untuk besar

Peta Halmahera (Gilolo) tahun 1740


3) Daftar Sultan / List of Sultans

Garis sejarah / Line of history

* 1380: Ruler of Jailolo becomes Jikoma Kolano, swapping styles with the ruler of Ternate.
* 1557 – 1796: State under Ternate sovereignty.
* 1803 – ….: State under Ternate sovereignty.
* 1832: Abolished.
* 1875 – 1876: Brief restoration, terminated by the Dutch.
* 2002: Royalty restored.

Penguasa / Rulers  Jikoma Kolano)

* 1605 – 1613: Doa
* 1613 – 1656: Saiuddin
* 1656 – 1684: Alam
* 1684 – 17.. ….: (unknown)

Sultan (Jikoma Kolano)
* 1784 – 1805: Muhammad Arif Bila
* 1805 – 1808: Vacant
* 1808 – 1832: Muhammad Asgar
* 1832: Saifuddin Jehad Muhammad Hajuddin Syah

* 1875 – 1876: Danu Hasan
* 1876 – 2002: Interregnum
* Jan 2002 –  ….: Suba Jou Malamo-Lamo Hj Abdullah Syah

– Sumber / Source: link


4) Istana / Palace

Tentang pembangunan Keraton Kesultanan Jailolo adalah upaya refitalisasi yang di upayakan oleh Sultan Ternate Alm. Mudaffar Sjah melalui usulan anggaran Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan pada tahun 2012 di dukung oleh Rekomendasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara sehingga program refitalisasi itu dapat berjalan dengan lancar. Kendati pembangunan keraton seperti pada gambar di atas bukan pada tempat dimana bekas reruntuhan keraton lama pernah berdiri, hal ini itu terjadi karna saat dana yang di kucurkan oleh kementerian harus dilaksanakan pada tahun anggaran itu juga maka harus dilaksanakan pada lahan yang di hibahkan oleh GMIH Halmahera Barat.
Pada masa itu Wakil Sultan Ternate yang di tempatkan pada kesultanan jailolo yaitu saudara Abdulah Jarjanto di tahun 2003 telah nonaktifkan oleh kesultanan ternate pada tahun 2010 berdasarkan pertimabangan Tau Raha (pelaksana yudikatif klasik) yang tertuang dalam surat keputusan Kolano Kesultanan Ternate nomor : 177/SKEP-MKR/XI/2010 sekaligus mengangkat Jogugu H.Muhamad Samad sebagai Jogugu (perdana menteri) dan Ilham Dano Toka sebagai Kapita Lao (panglima) sebagai pelaksana Tugas Sultan Ternate untuk dapat mengembangkan dan melestarikan adat istiadat di keaultanan jailolo. Akan tetapi ketika pekerjaan keraton sudah hampir rampung pada tahapan 80% pengerjaannya tiba tiba beberapa orang yang bersama sdr. Abdulah menyerobot masuk untuk mendiami keraton itu pada tahun 2013 maka sontak membuat geram sultan ternate sehingga kesultanan ternate melayangkan surat pengaduan atas tindakan penyerobotan kepada pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian Resort Halmahera Barat dengan nomor : 293/MKR-KT/XI/2013 tanggal 10/12/2013 akan tetapi surat itu tidak di kawal oleh pelaksana tugas yang telah di tunjuk oleh sultan ternate sehingga pihak keamanan tidak dapat menghalau si penyerobat itu.
– Sumber: https://kesultananjailolo.wordpress.com/

* Foto istana Jailolo: link


5) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Jailolo:  http://northmelanesian.blogspot.co.id/2012/04/sejarah-kerajaan-jailolo.html
Sejarah kesultanan Jailolo:  http://aergurutu.blogspot.co.id/2014/03/the-hidden-history-of-jailolo.html
– Tentang kesultanan Jailolo: https://kesultananjailolo.wordpress.com/
Daftar sultan Jailolo:  http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
– Menelusuri jejak jejak sejarah kesultanan Jailolo: http://aergurutu.blogspot.co.id/2014/03/the-hidden-history-of-jailolo.html
– Masyarakat Halmahera dan kesultanan Jailolo: http://goa-naga.blogspot.co.id/2008/12/masyarakat-halmahera-dan-kesultanan.html

– Sultan Jailolo dilengserkan darri singgasana (2010): link
– Sultan masuk keraton baru (dec. 2013): link
Sultan gelar prosesi adat (dec. 2013): link


* Foto kesultanan / sultanate Jailolo: link

Jailolo Bay


klik peta untuk besar

Halmahera (Gilolo) tahun 1640

Halmahera (Gilolo) 1707

Halmahera (Gilolo) 1740


 

Advertisements
5 Comments

5 thoughts on “Jailolo, kesultanan / P. Halmahera – Prov. Maluku Utara

  1. agus

    gan peninggalan nya ada nggak????

    • Sultans in Indonesia

      bisa menjeleskan pertanyaan anda ?
      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

  2. ICHAL

    sultan jailolo itu bukan bpk.sidik
    tetapi suba jou malalmo lamo
    sri Sultan bpk.Hi. ABDULLAH SYAH

  3. Taher Dukomalamo

    Harap di koreksi nama dari Sultan Jailolo yang baru adalah :
    Al-Hajj Muhammad Siddiq Kaicil.
    Bukan “KANTJIL”

    • Sultans in Indonesia

      YM,

      Terima kasih atas mail anda.

      Kami sudah koreksi nama Sultan Jailolo.
      Terima kasih atas kirim koreksi.

      Penerbit website, Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: