Yogyakarta, Kesultanan / Jawa Tengah

꧋ꦤꦒꦫꦶꦏꦱꦸꦭ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦔꦪꦺꦴꦓꦾꦑꦂꦡꦲꦢꦶꦟꦶꦁꦫꦡ꧀
.

Kesultanan Yogyakarta atau Nagari Kasultanan Ngayogyakarta dibentuk 1755 dan berdiri sampai sekarang. Terletak di Jawa tengah.

The Sultanate of Yogyakarta was founded in 1755 and still exists. Located on central Jawa.

Klik foto untuk besar !

Daerah Istimewa Yogyakarta - Special region of Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta – Special region of Yogyakarta

Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah


* Foto kesultanan / Sultanate Yogyakarta: link
*
Foto Keraton (Istana) Yogyakarta: link
*
Video Jumenengan (installation) Sultan Hamengku Buwono X, 1989: link
*
Foto Imogiri, Makam Sultan Jawa tengah sampai sekarang: link
*
Foto Kota Gede, Makam raja Kerajaan Islam Mataram: link

* Foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link


1 Tentang Sultan / About the Sultan
2 Sejarah / History
3 Perjanjian Giyanti (1755)
4 Daftar Sultan / List of Sultans
5 Tata pemerintahan kesultanan
6 Sejarah keraton-keraton / history of the palaces
7 Keraton Yogyakarta
8 Taman Sari / Waterpalace
9 Kota Gede: Makam raja Kerajaan Islam Mataram / Burial complex of the Kingdom of Mataram
10 Imogiri: Makam Sultan Jawa tengah sampai sekarang / Burial complex of Jawa Sultans untill today
11 Sumber


1) Tentang Sultan / About the Sultan

Present Sultan (2014):  Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Penobatan Hamengkubuwono X sebagai raja dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 1989.

Sultan Hamengkubuwono X was installed on 7  march 1989.


2) Sejarah / History

I Garis sejarah kerajaan di Jawa / Line of history of kingdoms on Java: link

II Sejarah Kasultanan Ngayogyakarta / History of the Sultanate

Dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) antara Pangeran Mangkubumi dan VOC di bawah Gubernur-Jenderal Jacob Mossel, maka kerajaan Mataram dibagi dua. Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai Sultan dengan gelar Sultan Hamengkubuwono dan beruasa atas setengah daerah Kerajaan Mataram. Sementara itu Sunan Paku Buwono III tetap berkuasa atas setengah daerah lainnya dengan nama baru Kasunanan Surakarta dan daerah pesisir tetap dikuasai VOC.

Sultan Hamengkubuwono I kemudian segera membuat ibukota kerajaan beserta istananya yang baru dengan membuka daerah baru (jawa: babat alas) di Hutan Paberingan yang terletak antara aliran Sungai Winongo dan Sungai Code. Ibukota berikut istananya tersebut tersebut dinamakan Ngayogyakarta Hadiningrat dan landscape utama berhasil diselesaikan pada tanggal 7 okt. 1756.

Sumber Wiki: link
————————

After Sultan Agung, the Sultanate of Mataram was declining due to power struggle within the sultanate. To make things worse, VOC (Dutch East India Company) exploited the power struggle to increase its control. At the peak of the conflict, the Mataram Sultanate was split in two, based on the Treaty of Giyanti of February 13, 1755: Yogyakarta Sultanate and Surakarta Sunanate.
Sultan Hamengkubuwono I made the capital of the new kingdom and new palaces in Hutan Paberingan, located between rivers Winongo and Code. The capital and the palace were called Ngayogyakarta, completed on 7 oct. 1756.

– History in english: link

Jawa, 1700

Peta Jawa, 1757

Peta Jawa, 1830


3) Perjanjiaan Giyanti (1755)

Perjanjian Giyanti adalah kesepakatan antara VOC, pihak Mataram (diwakili oleh Sunan Pakubuwana III), dan kelompok Pangeran Mangkubumi. Kelompok Pangeran Sambernyawa tidak dilibatkan dalam perjanjian ini.

Perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 13 Februari 1755 ini secara de facto dan de jure menandai berakhirnya Kerajaan Mataram yang sepenuhnya independen. Nama Giyanti diambil dari lokasi penandatanganan perjanjian ini, yaitu di Desa Giyanti (ejaan Belanda, sekarang tempat itu berlokasi di Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo), di tenggara kota Karanganyar, Jawa Tengah.

Berdasarkan perjanjian ini, wilayah Mataram dibagi dua: wilayah di sebelah timur Kali Opak (melintasi daerah Prambanan sekarang) dikuasai oleh pewaris tahta Mataram (yaitu Sunan Pakubuwana III) dan tetap berkedudukan di Surakarta, sementara wilayah di sebelah barat (daerah Mataram yang asli) diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi sekaligus ia diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di Yogyakarta. Di dalamnya juga terdapat klausul, bahwa pihak VOC dapat menentukan siapa yang menguasai kedua wilayah itu jika diperlukan.

Foto di bawah: Naskah Perjanjian Giyanti 1755


4) Daftar Sultan / List of Sultans

Click to enlarge

Click to enlarge

– Sumber / Source:  Wiki


5) Tata pemerintahan kesultanan: klik


6) Sejarah keraton keraton bekas kerajaan Mataram

* Kraton lama di Karta dibangun Sultan Agung (ayah dari Amangkurat I) antara tahun 1614 dan 1622 dan terbuat dari kayu.
Foto peninggalan keraton Karta: link
.
*
Kraton Plered adalah kraton yang dibangun raja Amangkurat I dari Mataram. Amangkurat pindah dari kraton lama di Karta, yang dibangun Sultan Agung (ayah dari Amangkurat I) antara tahun 1614 dan 1622 dan terbuat dari kayu. Plered dibangun dengan bata. Pekerjaan pembangunan di Plered dikatakan tidak berhenti sampai tahun 1666. Letaknya di Pleret, Bantul, di sebelah timur laut Karta.
Kraton Plered ditinggalkan tahun 1680 oleh putera Amangkurat I, Amangkurat II, yang pindah ke Kartasura.
Foto peninggalan keraton Plered: link

* Keraton Kartasura dibangun oleh Sunan Amangkurat II atau Sunan Amangkurat Amral (1677-1703) dengan suatu pertimbangan bahwa Keraton Mataram Pleret sudah pernah diduduki musuh (Trunajaya).
Foto peninggalan keraton Kartasura: link

Enam puluh enam tahun sebelum peristiwa perpindahan tersebut, Keraton Kartasura secara resmi pertama kali didiami oleh Sunan Amangkurat II (1677-1702), walau pembangunannya masih belum sempurna. Tepatnya pada tanggal 11 September 1680. Raja Mataram yang semula bernama Pangeran Adipati Anom itu merupakan raja pertama yang menempati Kartasura, keraton dan ibukota baru Kerajaan Mataram pengganti Keraton yang lama di Plered, Yogyakarta.

1745, Keraton Kartasura resmi berpindah ke Keraton Surakarta, sekitar 10 kilo meter arah timur dari keraton lama.

* Keraton Surakarta
Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.
Foto keraton Surakarta: link
.
* Perjanjian Giyanti, 1755: Perjanjian Giyanti. Wilayah Mataram dibagi dua: wilayah di sebelah timur Kali Opak dikuasai oleh pewaris tahta Mataram (yaitu Sunan Pakubuwana III) dan tetap berkedudukan di Surakarta, sementara wilayah di sebelah diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi sekaligus ia diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di Yogyakarta.
.
* Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.
Foto keraton Yogyakarta: link


7) Keraton / Palace Yogyakarta

Nama: Keraton Ngayogyakerto Hadiningrat

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati.

Sumber: Wiki

The palace of the sultanate of Yogyakarta was established in 1755.

Source: Wiki

Foto Keraton Yogyakarta: klik di sini


8) Taman Sari / Waterpalace – ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦫꦶꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦡ

Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Sari_Yogyakarta

Foto foto Taman Sari: klik di sini


9) Kota Gede:

Pasarean Mataram adalah sebuah komplek pemakaman Kesultanan Mataram yang terletak di Yogyakarta. Di komplek pemakaman ini dimakamkan pendiri desa Mataram Ki Ageng Pamanahan, anaknya Sultan pertama Mataram Panembahan Senapati dan sultan Mataram kedua Panembahan Hanyakrawati. Komplek pemakaman ini bersebelahan dengan Masjid Besar Mataram.

Foto foto Pasarean Mataram:  klik di sini

Pemakaman Kota Gede

Pemakaman Kota Gede


10) Imogiri

Permakaman Imogiri, Pasarean Imogiri, atau Pajimatan Girirejo Imogiri merupakan kompleks permakaman yang berlokasi di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. Permakaman ini dianggap suci dan kramat karena yang dimakamkan disini merupakan raja-raja dan keluarga raja dari Kesultanan Mataram.
Makam Imogiri dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan dari Panembahan Senopati Raja Mataram I.

Foto foto pemakaman Imogiri: klik di sini

Pemakaman Imogiri

Pemakaman Imogiri


11) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Yogyakarta di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Ngayogyakarta_Hadiningrat
Sejarah kesultanan Yogyakarta:  http://www.kerajaannusantara.com/id/yogyakarta-hadiningrat/sejarah-umum/
– Sejarah kesultanan Yogyakarta: http://www.sejarahnusantara.com/daerah-istimewa/sejarah-kesultanan-ngayogyakarta-hadiningrat-tahun-1755-1950-dan-pembentukan-daerah-otonomi-khusus-yogyakarta-tahun-1950-10043.htm
Daftar Sultan Yogyakarta di Wiki: link
– Silsilah lengkap sultan Yogyakarta: http://www.beritaunik.net/unik-aneh/silsilah-lengkap-raja-raja-ngayogyakarta-hadiningrat.html

Tentang keraton Yogyakarta di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Ngayogyakarta_Hadiningrat
– Tentang keraton Yogyakarta:
https://gudeg.net/direktori/61/kraton-yogyakarta.html
.
Perjanjian Giyanti, 1755: link

– Pelantikan Sultan Y-tube: link

English

– History Sultanate on Wiki: link
About the Palace: link
List of Sultans: link
Treaty of Giyanti, 1755: link

– Installation Sultan Y-tube: link


* Foto kesultanan / Sultanate Yogyakarta: link
*
Foto Keraton (Istana) Yogyakarta: link

Sri Sultan Hamengkubuwono X

Sri Sultan Hamengkubuwono X

z flag

Lokasi penandatanganan Perjanjian Giyanti, 1755


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: