Biboki, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Biboki. Terletak di pulau Timor, Kabupaten Timor Tengah Utara, prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Biboki was located on the island of  Timor, Kabupaten Timor Tengah Utara, prov. Nusa Tenggara Timur.
For english, click here

Kabupaten Timor Tengah Utara

———————-
Lokasi pulau Timor


* Foto kerajaan Biboki: di bawah

* Foto raja-raja sekarang di Timor: link
* Foto raja-raja dulu di Timor: link

* Foto situs kuno pulau Timor: link
* Foto suku Timor: link


Tentang raja kerajaan Biboki (2019)

10 oktober 2019
Kaisar Biboki Yohanes Tnesi Iba Usboko meninggal pada Kamis, sekitar pukul 22.50 Wita, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu. Almarhum meninggal diusianya ke 91.
– Sumber: victorynews.id/

Raja kerajaan Biboki, Kaisar Nesi Iba Usboko, wafat 10 oktober 2019


Sejarah kerajaan Biboki

Kerajaan Biboki dipimpin oleh seorang raja (Usif Kokoh) dengan sebutan kaiser dari klan Usboko. Kerajaan Biboki berpusat di Tamkesi. Kaiser diyakini sebagai anak Neno Anan Funan Anan, yakni anak dewa matahari dan anak dewi bulan. Hal ini bermakna Kaiser Biboki  memiliki kuasa untuk mengatur segala sesuatu yang baik dan luhur. Kaiser dibantu oleh raja-raja kecil yang memimpin amaf, yakni Paisanaunu dan Belsikone. Amaf merupakan suku besar yang berperan sebagi lembaga legislatif secara adat yang menghimpun aspirasi masyarakat Tamkesi dan mempermudah koordinasi.

Masyarakat Tamkesi yang merupakan Klan Usboko dari Suku Dawan atau dalam istilah setempat disebut Atoin Meto. Etnis Atoin Meto ini tinggal menyebar di wilayah Pulau Timor bagian Barat. Pada awalnya masyarakat ini adalah nomaden, berpindah-pindah dari sekitar pantai Oepuah dan akhirnya menetap di daerah Gunung Kembar Tapenpah dan Oepuah.
Oepuah merupakan simbol kesuburan dan kesejahteraan, sedangkan Tapenpah merupakan simbol kekuasaan dan kekuatan. Di kampung ini, timbangan keramat besi tnais menemukan titik imbangnya dan dianggap pusat bumi oleh masyarakat setempat. Karena itulah, lokasi ini dinamakan Tamkesi. Dalam bahasa Dawan, Tamkesi berarti sudah terikat kuat pada porosnya dan kokoh tidak tergoyahkan. Oleh karena itu, Tamkesi dijadikan pusat kerajaan Biboki.

Besi Tnais adalah benda keramat kerajaan Biboki berbentuk timbangan. Lokasi Tamkesi dipercaya menjadi pusat bumi sehingga dijadikan pusat kerajaan Biboki yang dipimpin oleh seorang raja yang disebut Usif Kokoh/Kaiser. Selain itu, lokasi Tamkesi dianggap sempurna karena lengkap dengan unsur alam seperti batu, air, kayu, tanah karena dianggap memiliki kesakralan.

Meeting with the kesel of Beboki. Timor. 2014

 


Istana kerajaan Biboki, Sonaf Tamkesi

Sonaf Tamkesi adalah Istana Kaisar kerajaan Biboki sejak 1865, sebuah perkampungan megalitik yang dianggap sakral dan keramat bagi masyarakat Biboki dan sekitarnya. Dibangun diatas bebatuan cadas dan dikelilingi benteng batu serta dua buah bukit batu kembar yang sangat terjal (Bukit Oepuah dan Bukit Tapenpah) yang merupakan simbol laki-laki dan perempuan).

Tamkesi berada di antara 2 gunung batu. Ada Gunung Oepuah dan Tapenpah. Keduanya menjadi simbol kekuatan kosmis. Dimanifestasikan dalam berbagai pola hubungan barat-timur.
Pada sisi timur, Gunung Tapenpah mewakili unsur lelaki. Pemegang kekuasaan eksekutif kerajaan. Selain harus mempertahankan wilayahnya, mereka juga bertugas mengorganisir para neno.
Pada sisi barat, menjadi representasi unsur wanita. Di sana ada mata air Oe Puah. Korelasi barat-timur tersebut lalu membentuk pah nitu (tanah air) sebagai tempat asal. Menariknya, di sini ada sonaf induk berupa Neno Biboki (Surga Biboki). Bangunan paling sakral dan jadi sumber kekuatan penguasa.

Kompleks Istana Tamkesi di bangun dari bawah bukit secara berunduk terdiri dari tujuh tingkatan dan ditata berdasarkan klasifikasi tertentu. Diatas bukit Oepuah terdapat Ustetu. Mesbah batu pengadilan dan eksekusi berbentuk mirip jantung sebagai sebagai tempat persembahan bagi Tuhan.


Daftar raja

…. – ….: Usi Taum Kenad [penguasa pertama]
…. – ….: Nesi Bokko I
…. – ….: Tabesi Bokko

c.1840 – c.1860: Nesi Tahoni
c.1860 – 1900: Nesi Bokko II
1900 – 1904: Tabesi Usi Ana Pah
1905 – 1915: Nesi Tahut Paha Kornel
1915 – 1940: Kau Mauk
1942 – 1962: Leonardus Taek Kau

– Sumber:  https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rulers_of_Timor#Kings_of_Biboki.5B22.5D

Raja Johanis Tnesi Us Boko


Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Timor

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Catatan sejarah paling awal tentang pulau Timor adalah Nagarakretagama abad ke-14, Canto 14, yang mengidentifikasi Timur sebagai pulau di dalam wilayah Majapahit. Timor dimasukkan ke dalam jaringan perdagangan Jawa, Cina, dan India kuno pada abad ke-14 sebagai pengekspor cendana aromatik, budak, madu dan lilin, dan diselesaikan oleh Portugis, pada akhir abad ke-16, dan Belanda, yang berbasis di Kupang, pada pertengahan abad ke-17.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah.  Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.

Kaisar Nesi Iba Usboko, 2018

Zaman kebangkitan nasional (1900-1942)

Pada masa sesudah tahun 1900, kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah berubah status menjadi status menjadi Swapraja. Swapraja-swapraja tersebut, 10 berada di Pulau Timor (Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio mafo, Biboki, Insana). Swapraja-swapraja tersebut terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang wilayahnya lebih kecil. Wilayah-wilayah kecil itu disebut Kafetoran-kafetoran.

Zaman pemerintahan Hindia Belanda

Wilayah Nusa Tenggara Timur pada waktu itu merupakan wilayah hukum dari keresidenan Timor dan daerah takluknya. Keresidenan Timor dan daerah bagian barat (Timor Indonesia pada waktu itu, Flores, Sumba, Sumbawa serta pulau-pulau kecil sekitarnya seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor).

Keresidenan Timor dan daerah takluknya berpusat di Kupang, yang memiliki wilayah terdiri dari tiga afdeling (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa), 15 onderafdeeling dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor dan pulau-pulau terdiri dari 6 onderafdeeling dengan ibukotanya di Kupang. Afdeeling Flores terdiri dari 5 onder afdeeling dengan ibukotanya di Ende. Yang ketiga adalah Afdeeling Sumbawa dan Sumba dengan ibukota di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa dan Sumba ini tediri dari 4 oder afdeeling.

Keresidenan Timor dan daerah takluknya dipimpin oleh seorang residen, sedangkan afdeeling di pimpin oleh seorang asisten residen. Asisten residen ini membawahi Kontrolir atau Controleur dan Gezaghebber sebagai pemimpin Onder afdeeling. Asisten residen, kontrolir dan gezaghebber adalah pamong praja Kolonial Belanda. Para kepala onder afdeling yakni kontrolir dibantu oleh pamong praja bumi putra ber pangkat Bestuurs assistant. (Ch. Kana, 1969,hal . 49-51).

Zaman kemerdekaan (1945-1975).

Setelah Jepang menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) di Kupang memutuskan untuk menyerahkan pemerintahan atas Kota Kupang kepada tiga orang yakni Dr.A.Gakeler sebagai walikota, Tom Pello dan I.H.Doko. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena pasukan NICA segera mengambil alih pemerintahan sipil di NTT, dimana susunan pemerintahan dan pejabat-pejabatnya sebagian besar adalah pejabat Belanda sebelum perang dunia II.
Dengan demikian NTT menjadi daerah kekuasaan Belanda lagi, sistem pemerintahan sebelum masa perang ditegakkan kembali. Pada tahun 1945 kaum pergerakan secara sembunyi-sembunyi telah mengetahui perjuangan Republik Indonesia melalui radio. Oleh karena itu kaum pegerakan menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor yang berdiri sejak tahun 1937 dan kemudian berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjuangan politik terus berlanjut, sampai pada tahun 1950 dimulai pase baru dengan dihapusnya dewan raja-raja. Pada bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT mengangkat Y.S. Amalo menjadi Kepala Daerah Timor dan kepulauannya menggantikan H.A.Koroh yang wafat pada tanggal 30 Maret 1951. Pada waktu itu daerah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam wilayah Propinsi Sunda Kecil.

Mohamad Hatta berkunjung ke Kupang untuk meminta dukungan bagi kemerdekaan Indonesia dari raja-raja Timor dan kepulauannya, tampak dalam foto: Raja Mollo – Raja Amanuban – Raja Miomaffo – Raja Biboki – Raja Amanatun – Raja Sabu dan – Raja Rote.


Kerajaan-kerajaan di Timor 1900

 


Sumber / Source

– Sejarah lengkap kerajaan Biboki: http://repository.unwira.ac.id/2146/4/BAB%20III.pdf
– Kerajaan Biboki / Tamkesi: https://arsitekturhijau.com/expedition/ekspedisi-tamkesi/
– Istana Tamkesi: http://kerajaanbiboki.blogspot.com/

Daftar Raja: https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rulers_of_Timor#Kings_of_Biboki.5B22.5D


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: