Maiwa, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Enrekang

Kerajaan Maiwa terletak di Sulawesi, Kab. Enrekang, prov. Sulawesi Selatan. Kerajaan Maiwa masuk Federasi Massenrempulu.
Raja bergelar Arung.

The kingdom of Maiwa is located on Sulawesi, in the District of Enrekang.
The title of the king is Arung.
For english, click here

Lokasi kabupaten Enrekang


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Arung (Raja) sekarang (2019)

December 2012 Arung baru kerajaan Maiwa dilantik: Andi Amang. Beliau putera Arung Maiwa yang terakhir.
Tidak ada foto dan info tentang Arung Andi Amang.

Arung Maiwa bersama J Mouvroow istri Controlieur Belanda di Rappang tahun 1930. Sumber: Sejarah Sulawesi, FB

Foto Arung maiwa bersama J Mouvroow istri Controlieur Belanda di Rappang tahun 1930. Sejarah Sulawesi


Sejarah kerajaan Maiwa

Untuk sejarah lengkap kerajaan Maiwa, klik di sini

Maiwa merupakan suatu kerajaan kecil yang diperintah oleh seorang Raja (Arung) sebelum tergabung dalam Konfederasi Massenrempulu Kerajaan ini sudah berkembang terutama dalam bidang keagamaan dimana pada masa kepemimpinan Pua’ta Lundu (1602-1625) merupakan pertama kali masuknya agama islam.
Masuknya islam dalam Kerajaan ini berhubungan erat dengan masuknya islam di Sidenreng dimana disebutkan dalam Lontara Gowa Tallo bahwa wilayah Sidenreng Rappang masuk islam pada tahun 1609 sementara salah seorang putra raja Maiwa yakni Janggo ridi kembali dari Gowa membawa ajaran agama islam pada tahun 1608. Janggo ridi adalah orang pertama menerima islam, karena setelah beliau kemudian ada utusan Raja untuk mempelajari islam seperti I pua’ dan Matindoi di Langgara’na.


Daftar Raja (Arung)

Raja pertama maiwa adalah Puangta Takke Buku dan makamnya ada di desa Tapong, kec.Maiwa, kab.Enrekang.
Penerusnya adalah Ibattilang, kemudian nama Ibattilang dijadikan sebuah nama dusun di desa Tapong, yang dimana tempat raja Maiwa pertama itu dimakamkan, tempat pemakaman Puangta Takke Buku itu bernama kabburu lobo'(lobo) berarti seperti hidup.

Foto Arung Maiwa bersama J Mouvroow istri Controlieur Belanda di Rappang tahun 1930. Sumber: sejarah sulawesi, FB

Foto Arung maiwa bersama J Mouvroow istri Controlieur Belanda di Rappang tahun 1930. sejarah sulawesi,,

* c.1864 – 1890                             La Calo
* 1890 – 1905 (1st time)                La Pakanteng Muhammad Ali
* 1905 – 16 Jul 1907                      La Sapewali
* 17 Jul 1907 – 1909 (2nd time)     La Palanteng Muhammad Ali
* Jan 1909 – 17 Mar 1910              La Poli Andi Suwa -Regent
* 1910 – 1913                                 La Coke
* 24 Feb 1913 – 3 Dec 1913          Regency Council
* 3 Dec 1913 – 18 Aug 1918          La Sini
* 1918 – 1920                                 La Naki
* 1920 – 30 Oct 1925                     La Cori
* 1925 – 1926                                 La Oga
* 1926                                             La Ori     Regent
* 1927 – 1950                                 La Sassu (regent to 1928)
* 1950 – 20 Dec 2012:                    Interrengum

* 20 Dec 2012 –                              Andi Amang
– Sumber Source: link

NB:
Info dari Andi Anugerah: Untuk prosesi pelantikan saya tidak ada info pernah dilakukan prosesi pelantikan secara adat. Kebetulan andi Amang adalah adik dari Almr. Bapak saya, Andi Amiruddin Hodeng.

———————–

Sumber silsilah di bawah: Komunitas Buntu Batu

1002747_638096679551772_2064968630_n

2

3————————————-

Silsilah Arung Maiwa dan hubungannya dengan kerajaan Rappang  

Oleh: Ivan Taniputera, 05 Mei 2012. Saya baru saja mendapatkan silsilah para arung Maiwa yang dikaitkan dengan silsilah Rappang dan Benteng.
– Sumber; http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.co.id/2012/05/silsilah-arung-maiwa-dan-hubungannya.html

– Menurut silsilah tersebut I Banni atau Arung Rappang XIII memiliki putera bernama La Temmasenge, yang merupakan Arumpone XIV. Beliau menikah dengan Besse Sapiah dan berputera La Kasi Punggawa Ri Bone.
– La Kasi menikah dengan We Tenri Paonang dan berputera La Pabittei, Arung Rappang XV.
– La Pabittei menikah dengan I Tenri Ajeng Petta Majumbae dan berputeri I Mattawa, Arung Rappang XVI dan I Tompo.
– I Tompo menikah dengan La Bambeng, Arung Benteng.
– I Mattana menikah dengan La Makkulawu Arung Gilireng. Berputara La Massalewe.
– La Massalewe menikah dengan I Besse, saudara perempuan Arung Kulo, berputeri I Malantang.
– I Malantang menikah dengan Lambogo Pangulu Lompoe Rappang dan berputeri:
1. I Padda menikah dengan La Pakkonteng, Arung Maiwa.
2. Arung e Ambona Lapanggang
3. I Kote.

La Pakkonteng dan I Padda berputera:
1. Puanta Sini, yang merupakan Arung Maiwa.
2. Puanta Kareng Tua (La Pammsangi).
3. Puanta I Bonga Arung Baringing.
Puanta Karaeng Tua berputera La Cori, Arung Maiwa.
Punta I Bonga Arung Baringing menikah dengan La Baru, anak La Passamula di Batu-Batu, dan berputera La Sessu, Arung Maiwa.
La Cori berputera La Hodeng yang merupakan Arung Maiwa terakhir. Dengan demikian, berdasarkan silsilah di atas, dapat disimpulkan bahwa dinasti penguasa Maiwa erat hubungannya dengan Rappang.


Sejarah kerajaan-kerajaan di Enrekang / federasi “Pitue Massenrempulu”

Sejak abad ke-14 M, daerah ini disebut Massenrempulu yang artinya meminggir gunung atau menyusur gunung, sedangkan sebutan Enrekang dari Endeg yang artinya Naik Dari atau Panjat dan dari sinilah asal mulanya sebutan Endekan. Pada mulanya Kabupaten Enrekang merupakan suatu kerajaan besar bernama Malepong Bulan. Kerajaan ini kemudian bersifat Manurung (terdiri dari kerajaan-kerajaan yang lebih kecil) dengan sebuah federasi yang menggabungkan 7 kawasan/kerajaan yang lebih dikenal dengan federasi “Pitue Massenrempulu”, yaitu:

  1. Kerajaan Endekan yang dipimpin oleh Arung/Puang Endekan
  2. Kerajaan Kassa yang dipimpin oleh Arung Kassa’
  3. Kerajaan Batulappa  yang dipimpin oleh Arung Batulappa’
  4. Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri) yang merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’
  5. Kerajaan Maiwa yang dipimpin oleh Arung Maiwa
  6. Kerajaan Letta’ yang dipimpin oleh Arung Letta’
  7. Kerajaan Baringin (Baringeng) yang dipimpin oleh Arung Baringin

Pitu (7) Massenrempulu’ ini terjadi kira-kira dalam abad ke-14 M. Tetapi sekitar pada abad ke-17, Pitu (7) Massenrempulu’ berubah nama menjadi Lima Massenrempulu’ karena kerajaan Baringin dan kerajaan Letta’ tidak bergabung lagi ke dalam federasi Massenrempulu’.

Akibat dari politik Devide et Impera, pemerintah Belanda lalu memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Pemerintah Kerajaan Belanda (Korte Verklaring), dimana kerajaan Kassa dan kerajaan Batu Lappa’ dimasukkan ke Sawitto. Ini terjadi sekitar 1905 sehingga untuk tetap pada keadaan Lima Massenrempulu’ tersebut, maka kerajaan-kerajaan yang ada didalamnya yang dipecah.

Beberapa bentuk pemerintahan di wilayah Massenrempulu’ pada masa itu.
Kerajaan-kerajaan di Massenrempulu’ pada zaman penjajahan Belanda secara administrasi Belanda berubah menjadi Landshcap. Tiap Landschap dipimpin oleh seorang Arung (Zelftbesteur) dan dibantu oleh Sulewatang dan Pabbicara /Arung Lili, tetapi kebijaksanaan tetap ditangan Belanda sebagai Kontroleur. Federasi Lima Massenrempulu’ kemudian menjadi: Buntu Batu, Malua, Alla'(Tallu Batu Papan/Duri), Enrekang (Endekan) dan Maiwa.
Pada tahun 1912 sampai dengan 1941 berubah lagi menjadi Onder Afdeling Enrekang yang dikepalai oleh seorang Kontroleur (Tuan Petoro).


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Maiwa: http://wrotehistory.blogspot.co.id/2014/05/kerajaan-maiwa.html
Silsilah Arung Maiwa dan hubungannya dengan kerajaan Rappang: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.co.id/2012/05/silsilah-arung-maiwa-dan-hubungannya.html
Daftar raja Maiwa:  http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html

Massenrempulu

Sejarah Kabupaten Enrekang (Massenrempulu):  https://massenrengpulu.wordpress.com/pertama/sejarah-kab-enrekang/
Sejarah Enrekang di Wiki: Wiki
– Sejarah Massenrempulu: http://matabugis.blogspot.co.id/2016/05/sejarah-kerajaan-massenrempulu.html
– Suku Massenrempulu: https://www.kompasiana.com/taufikhasyim/mengenal-suku-massenrempulu-di-kabupaten-enrekang_552b8e306ea83426158b4570
– Sejarah asal mula Enrekang: http://indryqhy.blogspot.co.id/2013/10/tamanurung-dari-bambapuang.html


Peta Sulawesi Selatan tahun 1909


 

16 Comments

16 thoughts on “Maiwa, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Enrekang

  1. Arsyidsyah

    Yang sering ziarah ke makam nenek janggo Rudi siapa???

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Tidak ada info tentang janggo Rudy. Sumber kita internet; dan info tentang kerajaan Maiwa di indernet cuma sedikit. Terima kasih, Paul, penerbit website

  2. Rusdih

    Setahu saya andi pakonteng adalah antara arung maiwa terakhir tetapi info di sini menyebut beliau arung terawal…patta sini pula adalah arung ke-4 …mengapa tiba2 menjadi arung pertama..

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Sumber kami untuk raja raja Maiwa adalah: http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
      Apakah daftar raja ini betul atau tidak, kami tidak tahu. Kurang ada info di internet. Kalau anda punya info betul, mohon kirim, biar info di website jelas.
      Penerbit website, Paul

  3. Bagi yang ingin lebih tahu tentang La Sini, mungkin kita bisa berbagi cerita.

    • Sultans in Indonesia

      Maaf, kami tidak punya info tentang La Sini sama sekali. Kalau anda punya, mohon kirim untuk publikasikan.
      Paul, penerbit website

  4. Cuga

    Tabe.. setau saya, raja terakhir kerajaan Maiwa itu La Hodeng (Andi Hodeng) n setelahnya itu masuk masa kekosongan/belum ada penerus yang di upacarakan adat

  5. Dy

    Lakarua ri maiwa moyang saya…tapi saya tiada info lengkap tentangnya…anak cucunya banyak di tawau, sabah

    • Lakarua ri maiwa

      Saya juga cucu dari Lakarua ri maiwa, dan saya juga tidak ada info silsilahnya, akan tetapi saya sekelurga sering berkunjung ke makamnya yg terletak di lita-lita, sebelah utara kecamatan kulo.

      • Sultans in Indonesia

        Terima kasih atas mail anda. Nanti kalau ada info tambahan, mohon kirim.
        Dengan hormat; Paul, penerbit website

  6. On site Sempugi a prince of Maia published some history recently. Succes.

  7. Tabe Silessureng..Aku skrg mencari bahan tulisan tentang “Lakarua ri Maiwa”.
    atau tentang “Matoa Maiwa 1 s/d 13” atau apapun tentang sejarah Maiwa Enrekang.Tolong dibantu yach siapa tau ada yg punya info atau foto berkenaan hal diatas.Trim`s atas bantuan & perhatianx.

    • ady

      La karua ri maiwa moyang saya… Saya tiada info tentangnya tapi anak cucunya banyak di tawau, sabah

      • Sultans in Indonesia

        Terima kasih atad mail anda.Kalau ada info tambahan, mohon kirim, biar halaman Maiiwa lebih jelas !
        Dengan hormat, Paul, penerbit website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: