Gasib (Siak I), Kerajaan / Sumatera – Riau, Kab. Siak

Kerajaan Gasib: abad ke-17.  Kerajaan Gasib adalah Kerajaan Siak I, yang berada di Sungai Gasib di Hulu Sungai Siak, wilayah Kab. Siak, prov. Riau.

The kingdom of Gasib: 17th century. Was the kingdom of Siak I, Sumatera. Province of Riau.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Siak

Kabupaten Siak

Provinsi Riau (hijau)

Provinsi Riau (hijau)


* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Sejarah / History kerajaan Gasib

Kerajaan Gasib adalah Kerajaan Siak I yang berada di Sungai Gasib di Hulu Sungai Siak. Kerajaan Gasib merupakan Pecahan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Muara Takus. Raja Terakhir dari Kerajaan Gasib ini telah beraga Islam yaitu Sultan Hasan.

Sebelum berdirinya Kerajaan Siak II pada tahun 1723 oleh Sultan Abdul Jalil Rachmad Syah yang di Pertuan Raja Kecil yang pusat pemerintahannya di Kota Buantan, kawasan Siak sampai batas Minangkabau dan pantai Timur Pulau Sumatera dibawah kekuasaan Kerajaan Johor sebagai penerus imperium Melaka.

Kerajaan Gasib merupakan Kerajaan Siak I yang berkedudukan di Sungai Gasib di Hulu Sungai Siak. Kerajaan ini adalah pecahan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Muara Takus. Raja yang terakhir dari Kerajaan Gasib ini yang telah beragama islam adalah Sultan Hasan yang ditabalkan menjadi Raja oleh Sultan Johor. Kerajaan Siak I berakhir kekuasaannya pada tahun 1622 M.
Selama 100 tahun negeri ini tidak mempunyai raja, untuk mengawasi negeri ini ditunjuk seorang Syahbandar yang berkedudukan di Sabak Auf dikuala sungai siak dengan tugas memungut cukai hasil hutan, timah dan hasil laut di kawasan Kerajaan Johor.

——————
The Kingdom of Siak II was established in 1723 by Sultan Abdul Jalil Shah Rachmad. Before the region of Siak was under the power of the kingdom of Johor as a successor of the empire Melaka.

The kingdom of Gasib was located at Sungai Gasib di Hulu Sungai Siak. This kingdom was split from the kingdom of Srivijaya, which was centered  at Muara Takus. The last king of the Kingdom Gasib, who already was moslem, was Sultan Hasan, whose becoming king, was delayed by the Sultan of Johor. Siak I ended in 1622 AD.
For 100 years this country had no king, and to oversee the country there was appointed Syahbandar, from Sabak Auf, to guard the forest products, and sea products in the region of the Kingdom of Johor.

Peta kerajaan-kerajaan di Riau abad ke-19 (incl. Siak)

klik peta untuk besar


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Gasib, Siak I:  http://krishadiawan.blogspot.co.id/2009/08/sejarah-dan-budaya-asli-pekanbaru-part_08.html
Sejarah kerajaan Gasib:  http://www.cicajoli.com/2013/10/sejarah-singkat-kerajaan-siak_14.html
– Sejarah singkat kerajaan Siak I (Gasib): http://www.cicajoli.com/2013/10/sejarah-singkat-kerajaan-siak_14.html
– Kesultanan Siak Sri Indrapura: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/sultan-van-siak-sri-indrapura/


Foto foto

Mahkota Puteri Kaca Mayang - Kerajaan Gasib

Mahkota Puteri Kaca Mayang – Kerajaan Gasib. Sumber: link

Makam Putri Kaca Mayang berada di Desa Gasib Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Putri kaca mayang merupakan Putri yang cantik dan merupakan Putri dari Raja Gasib. Keberadaan Putri kaca Mayang dianggap sebagai sosok yang misterius bagi warga Gasib, menurut warga Gasib dulunya di sekitar Makam utri kaca Mayang ditemukan benteng dan juga bekas puing-puing kerajaan, namun kini semuanya telah sirna dan hilang, karena minimnya pengetahuan masyarakat sekitar mengenai Sejarah dan Cagar Budaya.

Makam Putri Kaca Mayang berada di Desa Gasib Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Putri kaca mayang merupakan Putri yang cantik dan merupakan Putri dari Raja Gasib. Keberadaan Putri kaca Mayang dianggap sebagai sosok yang misterius bagi warga Gasib, menurut warga Gasib dulunya di sekitar Makam utri kaca Mayang ditemukan benteng dan juga bekas puing-puing kerajaan, namun kini semuanya telah sirna dan hilang, karena minimnya pengetahuan masyarakat sekitar mengenai Sejarah dan Cagar Budaya.    Sumber: riaudaily

Makam Putri Kaca Mayang

Makam Putri Kaca Mayang


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: