Sampanahan, kepangeranan / Kal. Selatan – Kab. Kotabaru

Swaparaja Sampanahan adalah suatu wilayah pemerintahan swapraja di bawah Hindia Belanda : 1841 – 1905.
Terletak di Kalimantan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (wilayah kerajaan Tanah Bumbu).

Semi-independent Kingdom of Sampahanan: 1841 – 1905. Located in South Kalimantan.

Klik foto untuk besar !

Kerajaan Tanah Bumbu

Kerajaan Tanah Bumbu

Kabupaten Tanah Bumbu

Kabupaten Tanah Bumbu

Provinsi Kalimantan Selatan

Provinsi Kalimantan Selatan


* Foto foto kerajaan2, situs kuno dan suku di Kalimantan:  link


Sejarah / History kerajaan Sampanahan

Swapraja Sampanahan (atau Simpanahan) adalah suatu wilayah pemerintahan swapraja di bawah Hindia Belanda sejak tahun 1841 yang dikepalai seorang bumiputera bagian dari Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dalam pemerintahan kolonial Hindia Belanda di bawah kekuasaan Asisten Residen GH Dahmen yang berkedudukan di Samarinda. Pemerintah swapraja daerah tersebut dikuasakan kepada seorang kepala bumiputera adalah Pangeran Mangku Bumi (Gusti Ali). Wilayah Sampanahan sebelumnya adalah divisi dari Kerajaan Tanah Bumbu dan sempat pula diduduki Kesultanan Pasir. Wilayah swapraja Sampanahan meliputi Daerah Aliran Sungai Sampanahan, Kota Baru, Kalimantan Selatan. Sekarang wilayah kerajaan ini menjadi sebuah kecamatan di Kabupaten Kotabaru yaitu kecamatan Sampanahan.

Kerajaan-kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Banjar.

Dalam Kesultanan Bandarmasih sebenarnya juga terdapat kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar diwilyahah kekusaan Kesultanan Bandar, seperti diwilyah Tanah Bumbu dan Pulau Laut. Namun kedudukan Kerajaan-kerjaan tersebut secara politik berdaulat dalam wilayah kekusaan Kesultanan Bandar. Hanya karena pelayan pemerintahan tidak terjangkau oleh pelayanan Kesultanan maka ada beberapa kerjaan-kerajaan kecil tersebut diberikan wewenang untuk mengatur pemerintahan sendiri dalam kelompok komunitasnya, kemudian juga ada yang dengan sengaja berdiri karena adanya latar belakang perebutan kekusaan dari Kesultanan Banjar sendiri.
Adapun kerajaan-kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Bandarmasih yang ada di Wilyah Tanah Bumbu dan Pulau Laut adalah:

1. Kerajaan Pagatan,
2. Kerajaan Kusan,
3. Kerajaan Cengal Manunggal dan Bangkalaan,
4. Kerajaan Cantung dan Sampanahan,
5. Kerajaan Sebamban,
6. Kerajaan Batulicin,
7. Kerajaan Pasir,
8. Kerajaan Kotabaru.
Adapun kerajaan-kerajaan tersebut diatas yang pernah berdiri diwilayah Tanah Bumbu dan Pulau Laut mempunyai pertalian yang erat dalam menjalin hubungan. Dalam kesempatan ini yang dapat diuraikan hanya Kerajaan Pagatan, Kerajaan Kusan dan Pulau Laut karena mempunyai latar belakang dan saling keterkaitan dalam sejarahnya. Sementara yang lainnya belum dapat diuraikan dengan baik mengingat minimnya informasi dan data yang diperlukan dalam penulisan.

– Sumber: http://faisalbatennie.blogspot.com/2010/07/kerajaan-di-tanah-bumbu.html
——————

Sampanahan (or Simpanahan) was a semi-independent principality, under the Dutch East Indies since 1841, headed by a bumiputera, and was part of “Afdeeling Pasir en Tanah Bumbu”, Dutch East Indies colonial administration, under the rule of assistant Resident GH Dahmen based in Samarinda. Regional autonomous government was delegated to a chief was , Prince Mangku Bumi (Gusti Ali). Before Sampanahan was part of the Kingdom of Tanah Bumbu.

Small kingdoms under the Sultanate of Banjar.

Under the Sultanate of Banjar there were several small kingdoms in the region of Tanah Bumbu and Pulau Laut. They were semi-independent. Because government services were not covered by the Sultanate, these kingdoms kingdoms were given authority to rule within their region.
Small kingdoms under the rule of the Sultanate Bandar in Tanah Bumbu and Pulau Laut are:

1. The kingdom of Pagatan,
2. The Kingdom of Kusan,
3. The Kingdoms of Cengal Manunggal and Bangkalaan,
4. The Kingdoms of Cantung and Sampanahan,
5. The Kingdom of Sebamban,
6. The kingdom of Batulicin,
7. The Kingdom of Pasir,
8. The Kingdom of Kotabaru.


Daftar Raja / List of Kings

1) Sebagai divisi dari Kerajaan Tanah Bumbu.

* 1780 – 1800: Pangeran Prabu/Sultan Sepuh bin Pangeran Dipati/Daeng Malewa sebagai Raja Bangkalaan (meliputi Bangkalaan, Sampanahan, Manunggul dan Cengal).
* 1800 — 1820: Pangeran Nata (Ratu Agung) bin Pangeran Prabu, sebagai Raja Bangkalaan, Sampanahan dan Manunggul. Pada saat itu Cengal dimiliki oleh Pangeran Seria sebagai sub-raja.
*  1800 – ?: Pangeran Seria bin Pangeran Prabu (1800-?), semula sebagai Raja Cengal, kemudian menjadi raja utama Tanah Bumbu (Raja Cengal, Bangkalaan, Sampanahan, Manunggul) menggantikan Pangeran Nata.
* 18?? – 1825: Raja Gusti Besar binti Pangeran Prabu (18xx-1825) sebagai Raja Bangkalaan, Sampanahan, Manunggul, Cengal, Cantung, Batulicin. Negeri Cantung dan Batulicin diwarisinya dari bibinya Ratu Intan (ratu Cantung dan Batulicin).
* Kepala Cengal, Manunggul, Sampanahan yang diangkat oleh Sultan Pasir.
* 1825 – 1841: Raja Aji Jawi/Aji Jawa (1825-1841). Raja Aji Jawi putera dari Raja Gusti Besar.

2) Periode negara Sampanahan.

* 1840 – 186?: Pangeran Mangku (Gusti Ali Akbar) sebagai Raja Sampanahan (1840-186x). Tahun 1840 mula-mulanya Gusti Ali hanya sebagai sub-Raja dibawah keponakannya, Raja Aji Jawi.
Pangeran Mangku Prabu Jaya (Gusti Hina).

– Sumber / Source: Wiki


Peta Kalimantan kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


Sumber / Source

Kerajaan Sampanahan di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Sampanahan
Sejarah Kerajaan Sampanahan: http://www.bimbie.com/sejarah-sampanahan.htm
– Sejarah kerajaan Sampanahan: http://lintasbacaplus.blogspot.co.id/2011/11/kerajaan-sampanahan.html

– Kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Banjar: link

————————————-

– Kerajaan Tanah Bumbu: link
Kerajaan Cantung: link
Kerajaan Kusan: link
Kerajaan Pagatan: link
Kerajaan Bangkalaan: link
– Kerajaan Sebamban: link


Foto

Pangeran Praboe Nata bin Pgn Peraboe Djaja kasuma. Last ruling raja of Sampanahan/Tanah Bumbu. Sumber foto: Aidaf Kesuma, FB

Sampanahan

Makam raja-raja Sampanahan

Pangeran Prabu Nata Sampanahan - Sumber foto: hendri nindyanto, FB

Pangeran Prabu Nata Sampanahan – Sumber foto: hendri nindyanto, FB


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: