Loloda, kesultanan / P. Halmahera – Prov. Maluku Utara

Kesultanan Loloda. Terletak di P. Halmahera, Kab. Halmahera Barat, prov. Maluku Utara.

The Sultanate of Loloda is located on the island of Halmahera.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Lokasi Loloda

Prov. Maluku Utara

Prov. Maluku Utara

Peta satelite Lolodahttp://mapcarta.com/15620474


* Foto kesultanan / Sultanate Loloda: link

* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


1) Tentang raja / About the King

For english, click here

* 1999-2004: Pada tahun 1999 Jogugu Bayan Bin Syamsuddin dilantik. Dia meninggal pada tahun 2004.
* 30 oktober 2008: Ia digantikan oleh anaknya (lahir 1959) Jogugu Kaicil Lutfi Muhammad Syamsuddin, yang secara resmi dilantik sebagai raja Loloda di istana Sultan Ternate 30-8-2009.
* 19 Maret 2016: Penobatan Sultan Loloda baru: Sultan Suaib Samsudin Sjah.
Penobatan Sultan Suaib Samsuddin Sjah: Kerajaan Kesultanan Loloda setelah menggelar prosesi selama 9 hari 9 malam mencari sultan akhirnya mencapai titik puncak. Proses menetapkan sultan melalui kekuatan gaib akhirnya menetapkan dan menobatkan Suaib Samsudin Sjah sebagai Sultan Loloda. Ritual yang dikenal dengan adat kolano Madadi menjadi Sultan sabtu (19/3) menetapkan 1 dari lima nama yang diritualkan menjadi raja atau kolano Loloda.
Sumber: http://kabarpulau.com/2015-06-30-17-12-58/kabar-malut/item/277-suaib-samsudin-sjah-dinobatkan-sebagai-sultan-loloda


2) Kesultanan Loloda hidup lagi (2016)

Lembaga Adat Kerajaan Moloku Loloda dengan kepemimpinan Jogugu ini senantiasa eksis di zamannya hingga Jogugu tersebut wafat pada tahun 1977. Sejak saat itu Lembaga ini dan baru pada tahun 1999 dibangkitkan kembali atas insiatif Kesultanan Ternate dengan mengangkat Kaicil (Pangeran) Bayan A. Syamsuddin sebagai Jogugu Kerajaan Moloku Loloda beserta perangkat Bobatonya. Pada 2004 lalu, Jogugu Bayan A. Syamsuddin ini pun tutup usia, dan kelembagaan Adat Kerajaan Moloku Loloda dengan perangkat Bobato seperti Kapita Lau dan Hukum Soasio terkesan berjalan di tempat karena pengaruh usia yang telah lanjut. Untuk mengisi kekosongan kedudukan Jogugu Kerajaan Moloku tersebut, maka sesuai Adat Se-Atorang, telah diorbitkan Kaicil (Pangeran) Lutfi M. Syamsuddin. A.Ptnh sebagai pengganti Jogugu Kerajaan Moloku Loloda. Penobatannya telah dilaksanakan 30 Oktober 2008 dalam suatu Upacara Kebesaran Adat Loloda di Pendopo Kesultanan Ternate.

– Sumber: http://kabarpulau.com/2015-06-30-17-12-58/kabar-kampung/item/276-kesultanan-loloda-hidup-lagi


3) Sejarah / History kesultanan Loloda

For english, click here

Ada 5 kesultanan di Maluku Utara : Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo dan Loloda.

Kerajaan-kerajaan di Maluku termasuk Kesultanan Loloda dan Kesultanan Moro berdiri pada abad ke-13.
Ketika kedatangan bangsa Eropa (Portugis) awal abad 16, Kesultanan Loloda sudah tidak berperan dan tidak berpengaruh lagi karena dianekasasi oleh Kesultanan Ternate.

Pada abad ke 18, Kesultanan Loloda statusnya disetarakan dengan distrik, seperti yang telah terjadi pada Kesultanan Jailolo. Sedangkan Kesultanan di Maluku Utara lainnya seperti Ternate, Tidore, dan Bacan tetap menjadi sebuah Kesultanan karena mempunyai hubungan dengan VOC yang menguasai monopoli rempah-rempah. Meskipun tingkatnya disetarakan dengan distrik seperti Galalea, Tobelo, dan Kau, penguasa daerah Loloda tidak disebut dengan Sangaji, namun tetap disebut dengan sebutan untuk penguasa sebuah negara, yaitu Kolano Loloda.

Dalam Surat Gezaghebber Ternate tertanggal 8 September 1808, disebutkan bahwa kepala distrik Loloda yang selama ini dianggap sebagai distrik ternyata memiliki struktur pemerintahan sebagaimana kerajaan-kerajaan lain seperti Ternate. Penguasa Loloda tetap memakai nama Kolano Loloda dan mempunyai Bobato Madopolo yang lengkap yang terdiri dari Jogugu, Kapita Laut, Hakim sampai pada Sowohi dan Jabatan-jabatan dibawah lainya.

Kolano Syamsuddin diminta untuk mempertanggungjawabakan aksi warganya. Ia kemudian dibawa ke Ternate bersama permaisurinya Joboki Habiba dan anak-anaknya.

Kolano Syamsuddin pun kemudian tidak diperkenankan kembali ke Loloda. Ia sempat dibawa ke Jawa dan baru diperkenankan kembali ke Ternate pada tahun 1915. Sementara Permaisurinya dan anak-anaknya tetap berada di Ternate. Joboki Habiba wafat pada tahun 1912 dan Kolano Syamsuddin wafat pada tahun 1915. Keadaan ini menggambarkan bahwa Kolano Syamsuddin wafat setelah dikembalikan oleh Belanda dari pengasingan di Pulau Jawa. Setelah Kolano Syamsuddin diansingkan, secara otomatis kekuasaan Kerajaan Loloda pun berakhir dan Kerajaan Loloda berada di bawah kekuasaan Kerajaan Ternate.

Status Kerajaan Loloda setelah Reformasi 1998

Lembaga Adat Kerajaan Moloku Loloda dengan kepemimpinan Jogugu ini senantiasa eksis dizamannya hingga Jogugu tersebut wafat pada tahun 1977. Sejak saat itu Lembaga ini mulai vakum selama 31 tahun, dan baru pada tahun 1999 dibangkitkan kembali atas insiatif Kesultanan Ternate dengan mengangkat Kaicil (Pangeran) Bayan A. Syamsuddin sebagai Jogugu Kerajaan Moloku Loloda beserta perangkat Bobatonya. Akan tetapi pada tahun 2004 lalu, Jogugu Bayan A. Syamsuddin ini pun tutup usia, dan kelembagaan Adat Kerajaan Moloku Loloda dengan perangkat Bobato seperti Kapita Lau dan Hukum Soasio terkesan berjalan ditempat karena pengaruh usia yang telah lanjut.
Untuk mengisi kekosongan kedudukan Jogugu Kerajaan Moloku tersebut, maka sesuai Adat Se-Atorang (hukum adat Loloda), telah dinobatkan Kaicil (Pangeran) Lutfi M. Syamsuddin. A.Ptnh sebagai Jogugu Kerajaan Moloku Loloda. Penobatannya dilaksanakan dalam suatu Upacara Kebesaran Adat Loloda pada tanggal 30 Oktober 2008 di Keraton Kesultanan Ternate.
Status dan keberadaan Jogugu Loloda bersama Bobatonya di atas pada prinsipnya memiliki ciri yang tidak berbedah jauh pada Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo.

Sumber: link

Sejarah lengkap kesultanan Loloda: klik di sini


Peta peta kuno Halmahera (Gilolo)

klik peta-peta untuk besar

Halmahera (Gilolo) tahun 1740

——————–

Halmahera tahun 1640

——————–

Halmahera tahun 1707

——————–

Halmahera tahun 1740


4) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Loloda:  https://sejarawanmuda.wordpress.com/2011/09/15/kesultanan-loloda-gerbang-utara-kepulauan-rempah-rempah/#more-192
Sejarah kesultanan Loloda: http://malukukieraha.blogspot.co.id/2014/01/kerajaan-kerajaan-kecil-maluku.html
Sejarah Loloda dan latar belakang: http://ipm-loloda.blogspot.co.id/2012/03/latar-belakang-lahirnya-kerajaan-loloda.html
– Kesultanan Loloda hidup lagi (2016): http://kabarpulau.com/2015-06-30-17-12-58/kabar-kampung/item/276-kesultanan-loloda-hidup-lagi

Penobatan Sultan baru (19 maret 2016): http://kabarpulau.com/2015-06-30-17-12-58/kabar-malut/item/277-suaib-samsudin-sjah-dinobatkan-sebagai-sultan-loloda
Penobatan Sultan baru: http://portal.malutpost.co.id/en/daerah/halbar/item/13734-kerajaan-loloda-hidup-lagi

Facebook

Kerajaan Loloda


* Foto kesultanan / Sultanate Loloda: link


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: