Loloda, kesultanan / P. Halmahera – prov. Maluku Utara

Kesultanan Loloda, 1200-1662. Terletak di P. Halmahera, Kab. Halmahera Barat, prov. Maluku Utara.

The Sultanate of Loloda, 1200-1662, is located on the island of Halmahera.
For english, click here

Lokasi P. Halmahera

Lokasi Loloda di P. Halmahera


* Foto kesultanan / Sultanate Loloda: link
* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Tentang Sultan sekarang

* 1999-2004
Pada tahun 1999
Jogugu Bayan Bin Syamsuddin dilantik. Dia meninggal pada tahun 2004.

* 30 oktober 2008
Ia digantikan oleh anaknya (lahir 1959) Jogugu Kaicil Lutfi Muhammad Syamsuddin, yang secara resmi dilantik sebagai raja Loloda di istana Sultan Ternate 30-8-2009.

* 19 Maret 2016
Penobatan Sultan Loloda baru: Sultan Suaib Samsudin Sjah.
Penobatan Sultan Suaib Samsuddin Sjah: Kerajaan Kesultanan Loloda setelah menggelar prosesi selama 9 hari 9 malam mencari sultan akhirnya mencapai titik puncak. Proses menetapkan sultan melalui kekuatan gaib akhirnya menetapkan dan menobatkan Suaib Samsudin Sjah sebagai Sultan Loloda. Ritual yang dikenal dengan adat kolano Madadi menjadi Sultan sabtu (19/3) menetapkan 1 dari lima nama yang diritualkan menjadi raja atau kolano Loloda.
Sumber: http://kabarpulau.com/2015-06-30-17-12-58/kabar-malut/item/277-suaib-samsudin-sjah-dinobatkan-sebagai-sultan-loloda

6 desember 2019: Pengukuhan Pemangku Adat Kerajaan Loloda oleh Raja Moloku

Pengukuhan Pemangku Adat Kerajaan Moloku Loloda oleh Jo’Ou Kolano/Raja Moloku Loloda “YM. Suaib Syamsudin Sjah” dihadiri Bupati dan sejumlah pejabat eselen II Kabupaten Halmahera Barat, Muspika Kecamatan Loloda, para kepala UPTD se-Kecamatan Loloda, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan sejumlah undangan lainnya.

Adapun Pemangku/Bobato yang dikukuhkan adalah: Jogugu, Kapita Lau, Kapita Kie, Jo Hukum Soa-Sio, Kapita Juanga, Sowohi, dan sejumlah pemangku Soa dalam wilayah Loloda bagian selatan. Adapun pemangku Soa pada wilayah Loloda Tengah, Loloda Utara, dan Loloda Kepulauan akan dikukuhkan dalam waktu dekat. Kordinasi dan persiapan tengah dilakukan.

18 jan. 2020: Pengukuhan perangkat kerajaan Loloda

18 jan. 2020: Kolano Loloda atau Raja Loloda, Suaib Syamsudin Sjah resmi mengukuhkan perangkatnya di Kecamatan Loloda Kepulauan. Pengukuhan Hukum Doy dan Perangkat Adat di Tingkat soa se-wilayah Kecamatan Loloda Kepulauan di Halmahera Utara oleh Raja Loloda  dilaksankakan di Desa Dama Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.
Raja Loloda, Suaib Syamsudin Sjah dalam Sambutannya mengatakan bahwa kita sangat bersyukur karena acara pengukuhan hari ini berjalan baik dan lancar untuk pamangku-pemangku adat yang baru saja dikukuhkan agar menjalankan tugas sesuai dengan aturan kerajaan dan dalam sistem kerajaan ini.
– Sumber: https://liputanmalut.com/2020/01/21/raja-loloda-kukuhkan-perangkat-adat-hukum-doi-di-wilayah-loloda-kepulauan/

Pengukuhan Pemangku Adat Kerajaan Loloda

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri dan dalam ruangan


Kesultanan Loloda hidup lagi (2016)

Lembaga Adat Kerajaan Moloku Loloda dengan kepemimpinan Jogugu ini senantiasa eksis di zamannya hingga Jogugu tersebut wafat pada tahun 1977. Sejak saat itu Lembaga ini dan baru pada tahun 1999 dibangkitkan kembali atas insiatif Kesultanan Ternate dengan mengangkat Kaicil (Pangeran) Bayan A. Syamsuddin sebagai Jogugu Kerajaan Moloku Loloda beserta perangkat Bobatonya. Pada 2004 lalu, Jogugu Bayan A. Syamsuddin ini pun tutup usia, dan kelembagaan Adat Kerajaan Moloku Loloda dengan perangkat Bobato seperti Kapita Lau dan Hukum Soasio terkesan berjalan di tempat karena pengaruh usia yang telah lanjut. Untuk mengisi kekosongan kedudukan Jogugu Kerajaan Moloku tersebut, maka sesuai Adat Se-Atorang, telah diorbitkan Kaicil (Pangeran) Lutfi M. Syamsuddin. A.Ptnh sebagai pengganti Jogugu Kerajaan Moloku Loloda. Penobatannya telah dilaksanakan 30 Oktober 2008 dalam suatu Upacara Kebesaran Adat Loloda di Pendopo Kesultanan Ternate.
– Sumber: http://kabarpulau.com/2015-06-30-17-12-58/kabar-kampung/item/276-kesultanan-loloda-hidup-lagi

Raja Loloda bersama istri

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri dan luar ruangan


Sejarah kesultanan Loloda, 1200-1662

Ada 5 kesultanan di Maluku Utara : Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo dan Loloda.

Kerajaan-kerajaan di Maluku termasuk Kesultanan Loloda dan Kesultanan Moro berdiri pada abad ke-13.
Ketika kedatangan bangsa Eropa (Portugis) awal abad 16, Kesultanan Loloda sudah tidak berperan dan tidak berpengaruh lagi karena dianekasasi oleh Kesultanan Ternate.

Pada abad ke 18, Kesultanan Loloda statusnya disetarakan dengan distrik, seperti yang telah terjadi pada Kesultanan Jailolo. Sedangkan Kesultanan di Maluku Utara lainnya seperti Ternate, Tidore, dan Bacan tetap menjadi sebuah Kesultanan karena mempunyai hubungan dengan VOC yang menguasai monopoli rempah-rempah. Meskipun tingkatnya disetarakan dengan distrik seperti Galalea, Tobelo, dan Kau, penguasa daerah Loloda tidak disebut dengan Sangaji, namun tetap disebut dengan sebutan untuk penguasa sebuah negara, yaitu Kolano Loloda.

Dalam Surat Gezaghebber Ternate tertanggal 8 September 1808, disebutkan bahwa kepala distrik Loloda yang selama ini dianggap sebagai distrik ternyata memiliki struktur pemerintahan sebagaimana kerajaan-kerajaan lain seperti Ternate. Penguasa Loloda tetap memakai nama Kolano Loloda dan mempunyai Bobato Madopolo yang lengkap yang terdiri dari Jogugu, Kapita Laut, Hakim sampai pada Sowohi dan Jabatan-jabatan dibawah lainya.

Kolano Syamsuddin diminta untuk mempertanggungjawabakan aksi warganya. Ia kemudian dibawa ke Ternate bersama permaisurinya Joboki Habiba dan anak-anaknya.

Kolano Syamsuddin pun kemudian tidak diperkenankan kembali ke Loloda. Ia sempat dibawa ke Jawa dan baru diperkenankan kembali ke Ternate pada tahun 1915. Sementara Permaisurinya dan anak-anaknya tetap berada di Ternate. Joboki Habiba wafat pada tahun 1912 dan Kolano Syamsuddin wafat pada tahun 1915. Keadaan ini menggambarkan bahwa Kolano Syamsuddin wafat setelah dikembalikan oleh Belanda dari pengasingan di Pulau Jawa. Setelah Kolano Syamsuddin diansingkan, secara otomatis kekuasaan Kerajaan Loloda pun berakhir dan Kerajaan Loloda berada di bawah kekuasaan Kerajaan Ternate.

Sejarah lain:

– 1) Sejarah lengkap kesultanan Loloda: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/raja-van-loloda/sejarah-lengkap-kesultanan-loloda/
– 2) Sejarah lengkap kesultanan Loloda: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/raja-van-loloda/sejarah-kerajaan-loloda/

Halmahera (Gilolo) tahun 1740

Status Kerajaan Loloda setelah Reformasi 1998

Lembaga Adat Kerajaan Moloku Loloda dengan kepemimpinan Jogugu ini senantiasa eksis dizamannya hingga Jogugu tersebut wafat pada tahun 1977. Sejak saat itu Lembaga ini mulai vakum selama 31 tahun, dan baru pada tahun 1999 dibangkitkan kembali atas insiatif Kesultanan Ternate dengan mengangkat Kaicil (Pangeran) Bayan A. Syamsuddin sebagai Jogugu Kerajaan Moloku Loloda beserta perangkat Bobatonya. Akan tetapi pada tahun 2004 lalu, Jogugu Bayan A. Syamsuddin ini pun tutup usia, dan kelembagaan Adat Kerajaan Moloku Loloda dengan perangkat Bobato seperti Kapita Lau dan Hukum Soasio terkesan berjalan ditempat karena pengaruh usia yang telah lanjut.
Untuk mengisi kekosongan kedudukan Jogugu Kerajaan Moloku tersebut, maka sesuai Adat Se-Atorang (hukum adat Loloda), telah dinobatkan Kaicil (Pangeran) Lutfi M. Syamsuddin. A.Ptnh sebagai Jogugu Kerajaan Moloku Loloda. Penobatannya dilaksanakan dalam suatu Upacara Kebesaran Adat Loloda pada tanggal 30 Oktober 2008 di Keraton Kesultanan Ternate.
Status dan keberadaan Jogugu Loloda bersama Bobatonya di atas pada prinsipnya memiliki ciri yang tidak berbedah jauh pada Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo.
Sumber: https://sejarawanmuda.wordpress.com/2011/09/15/kesultanan-loloda-gerbang-utara-kepulauan-rempah-rempah/#more-192

– Sejarah lengkap kesultanan Loloda: klik di sini


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640


Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Loloda: https://merahputih.com/post/read/loloda-kerajaan-di-maluku-utara-yang-nyaris-terlupakan
– Sejarah kesultanan Loloda: http://juliansoplanit.blogspot.com/2011/12/kesultanan-loloda-gerbang-utara.html
– Sejarah kesultanan Loloda:  https://sejarawanmuda.wordpress.com/2011/09/15/kesultanan-loloda-gerbang-utara-kepulauan-rempah-rempah/#more-192
Sejarah kesultanan Loloda: http://malukukieraha.blogspot.co.id/2014/01/kerajaan-kerajaan-kecil-maluku.html
Sejarah Loloda dan latar belakang lahirnya: http://ipm-loloda.blogspot.co.id/2012/03/latar-belakang-lahirnya-kerajaan-loloda.html
– Bukti-bukti kerajaan kuno Loloda sudah ada pada kisaran abad 15 Masehi: https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/07/31/otyobu284-arkeolog-sebut-kerajaan-loloda-ada-sejak-abad-15

Penobatan Sultan baru (19 maret 2016): http://kabarpulau.com/2015-06-30-17-12-58/kabar-malut/item/277-suaib-samsudin-sjah-dinobatkan-sebagai-sultan-loloda
Penobatan Sultan baru: http://portal.malutpost.co.id/en/daerah/halbar/item/13734-kerajaan-loloda-hidup-lagi

– Loloda Facebook: https://www.facebook.com/loloda.kerajaan?hc_ref=ARQGMgZmZBndR3gR38mPvFAqbv2kbQXsU0TOg0MHP_7H9j6tRMZrHbXgtz07ESPI-UQ


* Foto kesultanan / Sultanate Loloda: link


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s