Leinitu, negeri / P. Nusa Laut – prov. Maluku

Negeri Leinitu adalah sebuah negeri adat yang terdapat di pulau Nusalaut, prov. Maluku.

Lokasi pulau Nusa Laut


* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Nederlands (bah. belanda)

* Nusa Laut: Stichting Amaone zet zich in voor bevordering welzijn en zelfredzaaamheid van de bewoners van Nusa Laut.

* Algemeen: klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga’s en negeri’s,
– zoekmachine voor marga’s,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


Hubungan dengan belanda

Yayasan Amaone berkomitmen untuk mempromosikan kesejahteraan dan kemandirian penduduk pulau Nusa Laut.


Raja negeri Leinitu

Raja negeri Leinitu: Decky Tanasale.

Raja dan Saniri negeri Leinitu, 2018

Afbeeldingsresultaat voor raja Negeri leinitu


Baileo negeri Leinitu

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.
– Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo
* https://kangapip.com/rumah-adat-maluku/

Tidak ada foto baileo negeri Leinitu; sebagai contoh, di bawah foto Baileo negeri Aboru


Tentang negeri Leinitu

Info di bawah di ambil dari: https://negerileinitu.com/sejarah-negeri/

Penduduk Leinitu sama seperti sama pada masyarakat di Maluku umumnya semula bermukim di daerah pegunungan. Mereka hidup dengan berkelompok, yang mempertahankan hidupnya dengan mengelola lokasi pemukimannya. Kelompok-kelompok ini lebih lebih dikenal dengan istilah Hena. Mata pencaharian masyarakat saat itu didominasi oleh kegiatan berburu, sehingga dalam melaksanakan aktifitas mereka tidak jarang timbul perselisihan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain akibat melaksanakan aktifitas perburuan mereka, sehingga terkadang menyebabkan kematian dan korban jiwa.

Pulau Nusa Laut

Peperangan antara Kelompok (Hena) biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin yang disebut Kapitan. Dimana masing-masing Hena memiliki Kapitan sendiri-sendiri. Masing – masing kelompok yang tergabung dalam Hena hidup berpencar, terutama didaerah pegunungan, tetapi ada juga yang hidup didaerah pesisir. Hena – Hena yang hidup berpencar ini kemudian bersatu dalam kelompok Henasiwa yang membentuk negeri Leinitu sampai sekarang ini. Dikatakan Henasiwa karena ada Sembilan kelompok (Hena) yang tergabung didalamnya, sesuai dengan arti Hena berarti Negeri, dan Siwa yang berarti Sembilan. Namun selain itu ada juga yang mengartikan hena sebagai Soa, sehingga Henasiwa diartikan sebagai sebagai penggabungan Sembilan soa. Sembilan soa atau kelompok yang masih tinggal di daerah pegungungan itu terdiri dari :

  • Soa Amanupunyo, merupakan orang yang pertama kali tinggal di Henasiwa (Leinitu) sehingga mereka juga disebut sebagai Tuan Negeri sekaligus kapitan Besar.
  • Hennariri, Di soa ini tinggal seorang kapitan yang bernama Lesitunnjo yang berarti lebih dari seratus, kata lesitinnjo sendiri berasal dari kata Lessi yang artinya lebih dan tinnjo yang berarti seratus. Soa hennariri mendiami daerah gunung. Hennariri adalah duduk ditempat atau di gunung tepat dipusat jalan sehingga dapat melihat dengan jelas segala arah baik ke kiri, kanan, muka, maupun belakang.
  • Soa Wassu, soa ini tinggal ditempat yang berdekatan dengan sumber air yang biasa digunakan orang untuk minum maupun mandi. Wassu berarti dekat dengan air yang digunakan untuk minum dan mandi. Soa ini dikepalai oleh Kakiai yang sering berjalan untuk menyampaikan kabar dan berita kepada masyarakat. Kakiai artinya orang yang berjalan cepat.
  • Soa Tanurulju, mendiami daerah gunung dimana ada seorang kapitan yang bernama Mairissa, yang bila ada perkelahian atau peperangan sering memenggal kepala lawannya kemudian ditanam didaerah tersebut. Nama Tanurulju sendiri diartikan sebagai Tanu artinya tanam dan Rulju artinya kepala.
  • Soa Suhuhannjo, soa ini mendiami sebuah tempat digunung yang dekat dengan jalan dan dibawahnya terdapat air sehingga Suhuhannjo berarti diatas air mandi, karena suhu artinya air mandi dan hani artinya diatas. Di soa ini ada seorang yang bernama Ricumahu yang sering menjaga serta mengawasi bila terjadi sesuatu dengan orang-orang yang pergi mandi atau mengambil air ia akan memukul tifa untuk memberi kabar. Ricumahu ini kemudian memukul tifa dan bernyanyi agar semua orang ikut menanggulangi masalah yang terjadi.
  • Henarale, mendiami pegunungan yakni daerah pegunungan yang rata sehingga bagus untuk dijadikan tempat tinggal. Kondisi daerah yang rata tersebut lebih bagus dari tempat lainya sehingga disebut Henarale. Hena berarti negeri atau soa dan Rale yang berarti bagus sehingga Henarale artinya negeri yang bagus. Soa Henarale ini dipimpin oleh seorang kepala soa yang bernama Kallo. Kallo ini sering memungut buah kenari yang jatuh ketanah sehabis dibawah oleh burung kakatua. Sehingga Kallo diartikan sebagai pemungut kenari Kakatua.
  • Soa Mala Aru, Soa ini mendiami suatu tempat diatas gunung yang berhadapan dengan laut sehingga sering melihat perahu atau kapal yang berlayar datang maupun pergi. Kepala dari soa ini bernama Risakama, dimana Risa artinya pergi perang dan kama yang berarti damar. Ini disebabkan karena bila akan pergi perang sering membawa damar yang digunakan untuk menerangi jalan.
  • Soa Amanowony, yang berarti pohon negeri, berasal dari kata amano yang berarti negeri dan wony yang berarti pohon. Soa ini tinggal yang dekat dengan negeri Henasiwa dimana pemimpin kelompok ini bernama Manopa yang juga merupakan Maweng besar.
  • Soa Upujo, soa ini menempati tempat yang dekat dengan negeri Henasiwa, yakni didataran tinggi (gunung) yang dapat melihat kearah laut sehingga ada orang yang pergi kelaut untuk beraktifitas maka akan kelihatan. Di soa ini tinggal seorang kepala yang bernama Tapisama. Tapisama ini bila melihat orang pergi di meti ia akan memberitahukan kepada kapitan Mairissa untuk membunuh orang tersebut. Tapisama juga biasanya bila ada pekerjaan maka ia yang sering membagi bekal atau makanan. Karena itu arti Tapisama yakni dari kata tapis atai periksa dan sama dalam berbagi.

Raja raja yang mengepalai negeri Leinitu

Info di bawah di ambil dari: https://negerileinitu.com/sejarah-negeri/


Struktur Adat negeri Leinitu

Info di bawah di ambil dari: https://negerileinitu.com/sejarah-negeri/

Tugas utama pemerintah negeri (raja) yakni memimpin acara-acara adat, menjalankan roda pemerintahan, memimpin pertemuan-pertemuan dan melaksanakan sidang-sidang dengan tokoh adat dan tokoh-tokoh masyarakat menyangkut permasalahan yang dihadapi oleh negeri maupun masyarakat, serta menyusun program-program pembangunan yang akan dilaksanakan oleh negeri. Raja berasal dari mata rumah Tanasale.

Tuan Negeri leinitu berasal dari mata rumah Amanupunnjo, karena dianggap sebagai orang asli yang pertama ada dan memimpin di negeri Leinitu. Tuan negeri berkewajiban mempersiapkan segala sesuatu menjelang pelaksaan acara-acara adat yang akan dilaksanakan di negeri. Biasanya tuan negeri didampingi oleh pembantu-pembantunya yang bertindak sebagai maweng. Mereka berasal dari mata rumah Porsisa, Tenlima dan pakel.

Saniri negeri merupakan dewan negeri yang bertugas memberikan masukan-masukan, pertimbangan-pertimbagnan, nasehat-nasehat, juga memberi teguran kepada pemerintah negeri bila pemnerintah negeri melaksanakan kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan program atau kepentingan negeri. Disamping itu, saniri negri juga berusaha menyelsaikan masalah-masalah atau sengketa yang terjadi dalam negeri, dan bila dalam negeri terjadi suatu masalah yangmenyangkut kepentingan bersama, maka saniri negeri akan mengadakan rapat saniri besar untuk membuat peraturan-peraturan , keputusan-keputusan atau kebijakan yang sesuai dengan kepentingan negeri. Untuk negeri Leinitu jumlah keanggotaan disaniri negeri sebanyak enam orang yang merupakan keterwakilan dari masing-masing soa. Soa merupakan kumpulan dari beberapa mata rumah atau rumah tau yang keanggotaannya ditetapkan oleh keturunan dan dikepalai oleh seorang kepala soa. Kepala soa bertugas sebagai kepala pemerintahan di soa mewakili pemeintah didalam soa masing-masing. Kepala soa dapat menjalankan tugas pemerintahan bila raja tidak berada di tempat, dan menyelesaikan atau mendamaikan pihak-pihak yang sedang berperkara, mengenai dan menjalankan acara adat sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Selain itu ada juga institusi negeri yang telah ada sejak dahulu dan masing-masing berfungsi sampai saat ini. Institusi tersebut juga memberikan peran yang tidak sedikit, seperti kewang yang disebut juga Polisi Negeri. Kewang memiliki tugas menjaga dan memelihara perbatasan negeri, hutan-hutan, kebun-kebun, dan hasil laut supaya semuanya dirawat, ditanami, dan dipanen secara teratur dan dilakukan pada waktu atau musim yang paling menguntungkan. Tugas lain adalah memungut pajak tanah dari orang yang tinggal didalam petuanan negeri, sbagai bagian dari pendapatan negeri. Di negeri leinitu terdapat dua orang kewang dimana seorang bertugas diwilayah darat atau kewang darat yang kini dijabat oleh H. Tomasoa, dan yang bertugas mengawasi wilayah laut atau kewang laut yang sekarang dijabat oleh H. Selanno.

Selain itu juga terdapat juga marinyo yang bertugas menyampaikan perintah-perintah atau pemberitahuan dari pemerintah negeri kepada masyarakat. Cara penyampaian atau pengumumannya adalah dengan berjalan kaki keliling negeri sambil memukul tifa dan ditempat tertentu berteriak kepada rakyat untuk memberitahukan pengumuman atau pemberitahuan. Yang bertindak sebagai marinyo di negei Leinitu adalah marga Tenlima.


Marga, SOA dan Pela / Gandong negeri Leinitu

1) Nama Marga

Amanupunnjo
Haurissa
Latuputty
Leiwakabessy
Pakel/Pakkel
Porsisa
Samallo
Soselisa
Talakua
Tanasale
Tenlima
Titiheru
Wattimena
– Sumber: Atlas Maluku

2) SOA

Untuk SOA, klik: http://www.nunusaku.com/pdfs/LastNamesbyVillage05_28_07.pdf

3) Cari nama marga dan negeri

Untuk daftar semua nama marga di Maluku, dan Negeri: nunusaku.com/pdfs
– Untuk daftar semua Negeri di Maluku, dan marga: nunusaku.com/pdfs

4) Pela dan Gandong

Negeri Leinitu pela dengan negeri Liang dan Sirisori Islam.

Sumber daftar Pela dan Gandong:
Atlas Maluku
Kumpulan Pela dan Gandong
Nunusaku.com


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Marga, Matarumah dan SOA
2) Penjelasan Pela dan Gandong
3) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri negeri di Maluku
4) Baileo negeri maluku
5) Tarian Cakalele
6) lain

Untuk subjek penting, klik di sini


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640


Sumber

– Sumber daftar Pela dan Gandong: Atlas Maluku
– Sumber daftar Pela dan Gandong: Kumpulan Pela dan Gandong
– Sumber daftar Pela dan Gandong: Nunusaku.com

– Daftar nama matarumah dan negeri di Maluku: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan Matarumah: nunusaku.com/pdfs

– Penjelasan Pela dan Gandong: http://pelagandong.blogspot.com/2013/05/pengertian-pela-dan-gandong-sebagai.html
– Penjelasan Pela dan Gandong: https://id.wikipedia.org/wiki/Pela
– Penjelasan Pela dan Gandong: http://historymaluku.blogspot.com/2016/06/pela-gandong-hanya-di-maluku.html

– Struktur pemerintahan dan masyarakat Negeri di Maluku: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/
Sejarah Maluku: http://pelangimaluku.blogspot.co.id/2008/05/sejarah-maluku.html
– Sejarah Maluku: http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2011/03/maluku-merupakan-salah-satu-propinsi.html
Sejarah Maluku: https://singalodaya.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-maluku/comment-page-1/

– Suku di Maluku: http://www.lasamahu.com/2011/06/mengenal-suku-maluku-dari-dekat.html
– Asal usul penduduk Maluku:
http://www.angelfire.com/home/SiAPAPorto/asal_usul_mal.htm