Marusu (Maros), kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Maros

Kerajaan Marusu adalah kerajaan di prov. Sulawesi Selatan, Kabupaten Maros, di utara Makasar. Kerajaan Marusu adalah kerajaan yang pernah didirikan di wilayah Kabupaten Maros. Pendiri kerajaan ini adalah Karaeng Loe Ripakere pada abad ke-15.

The kingdom of Marusu is a kingdom in prov. South Sulawesi, Maros Regency, north of Makassar.
The Marusu Kingdom is a kingdom that was once established in the Maros Regency area. The founder of this kingdom was Karaeng Loe Ripakere in the 15th century.
For english, click here

Lokasi kabupaten Maros


* Foto kerajaan Marusu: link
* Foto Balla Lompoa (istana) Marusu: link
* Video Kunjungan raja Lampung di kerajaan Marusu (2014)link


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN MARUSU

Tentang Raja

Raja sekarang (2022): Raja Adat Marusu ke-24: Andi Waris Tajuddin, Karaeng Sioja.

Pemangku Adat Kerajaan Marusu A. Abd. Waris Tajuddin Karaeng Sioja, 2015


Sejarah kerajaan Marusu

Berdiri pada sekitar abad ke-15 oleh seorang raja yang diyakini sebagai seorang Tumanurung bergelar ” Karaeng Loe Ri Pakere “.
Berdasarkan lontara Patturioloanna Tu Marusuka, beliau ini tidak mempunyai keturunan dan nama isterinya juga tidak diketahui, namun dalam lontara tersebut menyebutkan, bahwa beliau mempunyai seorang putri angkat, yang juga merupakan seorang Tumanurung bergelar Tumanurunga ri Pasandang. Yang lalu dikawinkan dengan seoarang Tumanurung dari daerah Luwu bergelar ”Tumanurung Ri Asa’ang” dan melahirkan seorang putra yang bernama I Sangaji Ga’dong yang setelah dewasa naik tahta menjadi karaeng Marusu II menggantikan karaeng Loe ri Pakere.
Kerajaan Marusu’ pada waktu itu, hidup berdampingan dengan damai dengan kerajaan-kerajaan tetangga, seperti Gowa, Bone, Luwu dan lain-lain. Keadaan tersebut berlangsung terus-menerus hingga masuknya intervensi Kompeni Belanda. Seiring kekalahan kerajaan Gowa/Tallo di bawah pemerintahan I Mallombassi Dg Mattawang Karaeng Bonto Mangngape atau yang lebih dikenal dengan nama Sultan Hasanuddin oleh Kompeni Belanda di bawah pimpinan Admiral Speelman.
Dimana, atas kekalahannya tersebut Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani suatu perjanjian perdamaian pada tanggal 18 november 1667 yang dinamakan “Cappaya ri Bungaya” atau “Perjanjian Bungaya”. Yang terdiri atas beberapa pasal, dan salah satunya mengatakan “bahwa negeri negeri yang telah ditaklukkan oleh kompeni dan sekutunya, harus menjadi tanah milik kompeni sebagai hak penaklukkan”.
Oleh karena itu, kerajaan Marusu’ yang merupakan sekutu dari Gowa yang berhasil ditaklukkan oleh kerajaan Bone di bawah pimpinan Arung Bakke, Arung Appanang, dan Arung Bila atas nama Arung Palakka yang merupakan sekutu dari kompeni, lambat laun mulai dikuasai oleh Kompeni Belanda.
Puncaknya terjadi pada awal tahun 1700, tepatnya pada masa pemerintahan Kare Yunusu sultan Muhammad Yunus (Karaeng Marusu’ VII). Dimana pada masa pemerintahan beliau, Marusu’ tidak lagi menjadi suatu kerajaan yang besar, sebab oleh Kompeni Belanda, Marusu’ menjadi daerah jajahan dalam bentuk regentschap dimana Raja Marusu’ hanyalah merupakan raja tanpa mahkota (onttrondevorsteen).
Artinya walaupun raja-raja Marusu’ berhak mengatur pemerintahannya sendiri dan diangkat sesuai garis keturunan dan secara adat Marusu’, namun pengangkatan raja-raja itu harus mendapat persetujuan dari pihak Kompeni Belanda. Selain itu, kerajaan Marusu’ yang tadinya cukup luas kini menjadi kerajaan kecil dengan tersisa 36 kampung yang menjadi kekuasaannya.
Dan pada bekas-bekas wilayahnya itu berdiri beberapa kerajaan kecil, seperti:
* Kerajaan Simbang,
* Kerajaan Tanralili,
* Kerajaan Marusu,
* Kerajaan Bontoa,
* Kerajaan Lau,
* Kerajaan Turikale,
* Kerajaan Raya.

Mappalewa Daeng Mattayang (Karaeng Marusu’ ke-13


Daftar Raja Marusu

Karaeng ke-1: Karaeng Loe Ri Pakere
Karaeng ke-4: Karaengta Barasa Sultan Muhammad Ali
1700, Karaeng ke-7: Kare Yunusu Sultan Muhammad Yunus
1723-1779, Karaeng ke-8: La Mamma Daeng Marewa Matinroe Ri Samangki
1779-1827, Karaeng ke-9: Andi Abdul Latifu Daeng Mattana Matinroe

1827-1854, Karaeng ke-10: La Mappalewa Daeng Mattayang
1855, Karaeng ke-11: Andi Mannyandari Daeng Paranreng Matinroe ri Campagae
1856-1886, Karaeng ke-12: Andi Mallawakkang Daeng Pawello Matinroe Ri Kuri
1886-1889, Karaeng ke-13: Andi Surulla Petta Lopo Matinroe Ri Bundu’na
1889-1892, Kaaraeng ke-14: I Mappasossong Daeng Pabundu

1892-1923, Karaeng ke-15: I Pake Daeng Masiga
1923-1944, Karaeng ke-16: Abdul Hafid Daeng Ma’ronrong
1944-1963, Karaeng ke-17: Andi Muhammad Tajuddin Daeng Masiga

2022: Raja Adat Marusu ke-24: Andi Waris Tajuddin, Karaeng Sioja.

– Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Kabupaten_Maros

Daerah-daerah yang menjadi wilayah hukum Marusu adalah melingkupi 34 kampung, yaitu Taipa, Baru-baru, Kaemba, Pampangan, Kanjitongang, Jawi-jawi, Kampala, Barambang, Allu, Kaluku, Manrimisi Marusu, Kuri Lompo, Kassikebo, Betang, Bentang, Marusu, Data, Palisi, Bontobiraeng, Bontomanai, Patte’ne, Pangkaje’ne, Lekoala, Tekolabbua, Matana, Bulu-bulu, Kalli-kalli, Mannuruki, Mambue, Bontokappong, Batiling, Leppakkomai, Mannaungi dan Satanggi.

Abdul Hafid Daeng Maronrong, regent Marusu (Maros) 1923 – 1944.


Karaeng Loe ri Pakere, Karaeng pertama di Maros

Karaeng Loe ri Pakere adalah Karaeng pertama di Maros. Beliau disebut juga sebagai Tumanurung, karena asal-usulnya tidak diketahui, nama pribadinya pun tidak diketahui. Beliau turun di Pakere ketika masa sikanre Bale di Maros (Naia manurung ri Pakere ri wattuna tauwa ri Marusuq sikanre balei). Masa, yang mana tidak ada lagi Karaeng (Pemimpin) yang di dengar perkataannya/ perintahnya. Masa dimana tanaman tak membuahkan hasil, hujan turun terus menerus di iringi guntur yang terjadi dalam tujuh hari tujuh malam. Cuaca baik tak pernah datang ketika itu, tiba-tiba muncul istana (Saoraja) yang berdiri di tengah-tengah bidang tanah (parang) di Pakere, bersamaan dengan itu terlihat pula seseorang yang duduk di depan tangga istana. Mendengar akan hal ini [tentang dia] maka datanglah orang-orang memberi penghormatan, selanjutnya mengangkat Tumanurunga menjadi Karaeng mereka. Dari situlah beliau disebut Karaeng Loe ri Pakere.

– Sejarah lengkap: http://andirimayadillah.blogspot.nl/2015/03/sejarah-maros-karaeng-loe-ri-pakere.html


Istana Balla Lompoa Marusu

Desember 2016: Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama pihak kerajaan Marusu, Wakil Bupati Maros Harmil Mattotorang meresmikan rumah adat Balla Lompoa, setelah direnovasi.
Balla Lompoa Maros merupakan Istana dari kerajaan Marusu yang juga menjadi kediaman Karaeng Marusu beserta keluarganya. Rumah yang sudah berusia ratusan tahun ini merupakan salah satu cagar budaya yang perlu dilestarikan di Kabupaten Maros.

– Sumber: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/2015/05/06/istana-balla-lompoa-marusu-kabupaten-maros-sulawesi-selatan/

* Foto Balla Lompoa (istana) Marusu: link


Sejarah kerajaan-kerajaan wilayah Maros

Perjanjian Bungaya 1667/1669 yang dilakukan antara Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI dengan Admiral Cornelis Spelman ternyata memberi dampak besar tidak saja bagi Kerajaan Gowa sebagai fihak yang dirugikan tetapi juga membiaskan pengaruh ke kerajaan lain termasuk kerajaan yang berada di sekitar Gowa antara lain Maros.

Dalam Perjanjian Bungaya, Maros ditetapkan sebagai daerah yang dikuasai langsung oleh Belanda (direct rule) sehingga bentuk-bentuk pemerintahan kerajaan-kerajaan yang berada di Maros diformulasikan dalam bentuk Regentschaap yang dipimpin oleh penguasa bangsawan lokal yang bergelar Regent (Bupati).

Pada akhirnya sekitar abad XVII di Wilayah Maros dan sekitarnya telah berdiri sekitar 8 buah kerajaan yang berotonom. Kerajaan-kerajaan itu adalah:

* Kerajaan Simbang,
* Kerajaan Tanralili,
* Kerajaan Marusu,
* Kerajaan Bontoa,
* Kerajaan Lau,
* Kerajaan Turikale.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Marusu:  http://gmzware.blogspot.co.id/2013/03/sejarah-kabupaten-maros.html
Sejarah kerajaan Marusu:  http://vhazollee.blogspot.nl/2012/02/kerajaan-kerajaan-di-maros-bagian-ii.html
– Sejarah kerajaan Marusu: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Kabupaten_Maros
Daftar raja Marusu:  http://hasri2jujursejarah.blogspot.co.id/2014/03/kerajaan-kerajaan-di-maros.html

Kerajaan-kerajaan di Maros: http://hasri2jujursejarah.blogspot.co.id/2014/03/kerajaan-kerajaan-di-maros.html
– Kerajaan-kerajaan di Maros: http://sokpintarsoktahu.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-kabupaten-maros.html
– Kerajaan-kerajaan di Maros: http://gustinifal.blogspot.co.id/2015/10/sejarah-maros-sulawesi-selatan.html

Perjanjian Bungaya: https://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Bungaya


Peta Sulawesi selatan (incl. Maros) tahun 1909


5 Comments

5 thoughts on “Marusu (Maros), kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Maros

  1. Salam.. ada yg mengetahui beliau yg bernama Puang le’bbang atau karaeng labbang.. yg disekitar bantimurung… sy keturunannya, mhon infonya jika ada yg mengetahui… mksh banyak sebelumnya..

  2. Afdal

    letak makam karaeng loe ri pakere dimana yah ?

    • Sultans in Indonesia

      Maaf, kami belum dapat info dimana makam karaeng loe ri pakere.

      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

  3. Dit zijn prinsessen en later datu’s v Tanette.Niet v Marusu/Maros.Maros is een semi-onafhankelijk gebied.Niet echt een vorstendom

    • Sultans in Indonesia

      De foto hebben we inmiddels weggehaald bij Marusu en geplaats bij Tanete. Dank voor de informatie. Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: