Bungo Satangkai, kerajaan / Prov. Sumatera Barat

Kerajaan Bungo Satangkai adalah kerajaan Suku Minangkabau. Terletak di Sumatera, Kab. Tanah Datar, prov. Sumatera Barat.
Dulu merupakan pecahan dari Kerajaan Pasumayan Koto Batu, Sungai Tarab, kabupaten Tanah Datar.

The Kingdom of Bungo Satangkai was a kingdom of the Minangkabau people, Province of West Sumatera.
It was a part of the Kingdom of Pasumayan Koto Batu, River Tarab.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Tanah Datar

Kabupaten Tanah Datar

Provinsi Sumatera Barat (hijau)

Provinsi Sumatera Barat (hijau)


* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera: link
*
Foto Suku Minangkabau:
link


Sejarah kerajaan Bungo Satangkai

For english, click here

Kerajaan Bungo Satangkai adalah kerajaan yang sudah ada di Minangkabau sebelum berdirinya Kerajaan Pagaruyung dan merupakan pecahan dari Kerajaan Pasumayan Koto Batu yang terletak di Sungai Tarab, kabupaten Tanah Datar sekarang. Kerajaan Bungo Satangkai’ didirikan oleh Datuk Ketumanggungan dan sebagai Yang Dipertuan atau perdana menteri adalah Datuk Banadaro Putiah.

Maka urutan kerajaan di dalam Tambo Alam Minangkabau adalah:
1 Kerajaan Pasumayan Koto Batu,
2 Kerajaan Pariangan Padang Panjang
3 Kerajaan Dusun Tuo yang dibangun oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang
4 Kerajaan Bungo Satangkai
5 Kerajaan Bukit Batu Patah dan terakhir
6 Kerajaan Pagaruyung.

Setelah Kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir, Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang yang merupakan dua bersaudara se-ibu lain ayah mendirikan kerajaan baru.
Datuk Ketumanggungan mendirikan Kerajaan Bungo Setangkai di Sungai Tarab dan sebagai yang dipertuan (perdana menteri) adalah Datuk Bandaro Putiah.
Sedangkan Datuk Perpatih Nan Sebatang mendirikan Kerajaan Dusun Tuo di Lima Kaum dan sebagai yang dipertuan adalah Datuk Bandaro Kuniang.
Kerajaan Pasumayan Koto Batu tidak diteruskan karena terjadi perselisihan paham antara Datuk Ketumanggungan dengan Datuk Perpatih Nan Sebatang ketika berdebat mengenai Undang-undang Tarik Baleh yang mengatur “siapa yang membunuh akan dibunuh”. Walaupun demikian, perselisihan tersebut dapat didamaikan oleh Datuk Suri Nan Banego-nego yang ditandai dengan tikaman sebuah tongkat di sebuah batu yang disebut Batu Batikam.

Peta yang menunjukan wilayah penganut kebudayaan Minangkabau di pulau Sumatera.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Sejarah kerajaan Bungo Satangkai di Wiki: Wiki
Sejarah kerajaan Bungo Satangkai:  http://ariefortunazone.blogspot.co.id/2009/06/kerajaan-dusun-tuo-dan-bungo-satangkai.html
– Sejarah kerajaan Dusun Tuo dan Bungo Satangkai: http://ariefortunazone.blogspot.co.id/2009/06/kerajaan-dusun-tuo-dan-bungo-satangkai.html


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: