Sanggau, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

كرجاان سڠاو

.
Kerajaan Sanggau: 1310 – 1960.
Terletak di Kalimantan, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat.
Kerajaan ini adalah sebuah kerajaan melayu yang berdiri sejak abad ke-4 M yang terletak di kabupaten Sanggau, Kalimantan barat. Penyebutan “Sanggau” sendiri berasal dari nama tanaman yang tumbuh di tepi sungai daerah tempat berdirinya kerajaan itu, yakni Sungai Sekayam.
Gelar raja Sanggau: Pangeran Ratu.

The Kingdom of Sanggau: 1310 – 1960. Located in the district of Sanggau, West Kalimantan.
Thhe title of the king: Pangeran Ratu.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Sanggau

 


Foto kerajaan Sanggau

* Foto kerajaan Sanggau: link
* Foto keraton Sanggau, Surya Negara:  link
* Video paradje kerajaan Sanggau: link


Garis kerajaan-kerajaan di Kalimantan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Kalimantan

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan

– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan, 45.000 SM – 2017: link
Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Barat, 45.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Tengah / Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Timur / Utara, 1M – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Banjar: link


KERAJAAN SANGGAU

1 Terbentuk kembali kerajaan, 2009
2 Sejarah kerajaan Sanggau
3 Daftar raja
4 Istana
5 Singgasana kerajaan Sanggau
6 Makam raja Sanggau
7 Peta peta Kalimantan dulu

8 Sumber / Source


1) Terbentuk kembali kerajaan, 2009

26-7-2009
Pangeran Ratu H. Gusti Arman Surya Negara, setelah vacuum 49 tahun, dinobatkan sebagai Raja Sanggau.
– Sumber / Source: Wiki

Pangeran Ratu H. Gusti Arman Surya Negara


2) Sejarah kerajaan Sanggau, 1310 – 1960

Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/31/080000279/kerajaan-sanggau–sejarah-raja-raja-dan-peninggalan?page=all

Pendiri kerajaan Sanggau adalah Dara Nante, seorang perempuan bangsawan dari Kerajaan Sukadana, yang juga berada di Kalimantan Barat. Keturunan Kerajaan Sanggau meyakini bahwa kerajaan ini didirikan pada 7 April 1310. Sedangkan masa kekuasaannya berakhir pada 1949, setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Sejarah berdirinya

Sejarah berdirinya kerajaan Sanggau bermula saat Dara Nante pergi mencari suaminya, Babai Cinga, yang telah lama berpisah. Setelah menempuh perjalanan menyusuri sungai dan menghadapi beberapa rintangan, Dara Nante beserta rombongannya akhirnya bertemu dengan Babai Cinga di muara Sungai Entabai.

Setelah melepas rindu, Dara Nante meninggalkan suaminya dan pulang kembali ke Sukadana. Namun, dalam perjalanannya, ia berhenti di Kampung Labai Lawai dan mendirikan kerajaan.
Penduduk setempat meyakini bahwa kerajaan Sanggau didirikan pada 7 April 1310, saat Dara Nante dinobatkan sebagai penguasa pertama di kerajaan itu. Suatu ketika, Dara Nante menitipkan kekuasaan Sanggau kepada Dakkudak. Namun, karena dianggap gagal setelah terbukti kurang cakap dalam mengambil kebijakan dan tidak mengenal adat istiadat setempat, Dakkudak memilih pergi. Setelah itu, sejarah kerajaan Sanggau tidak diketahui secara pasti, barulah pada 1521, keturunan Dara Nante yang bernama Dayang Mas Ratna menjadi pemimpin di Sanggau. Dayang Mas Ratna inilah yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Labai Lawai ke Mengkiang.

Bercorak Islam

Pada 1658, Abang Bungsu dinobatkan sebagai Raja Sanggau dengan gelar Sultan Mohammad Jamaluddin Kusumanegara. Menilik nama raja, dipastikan bahwa kerajaan Sanggau pada masa ini telah bercorak Islam.
Sultan Mohammad Jamaluddin kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Mengkiang ke tempat yang sekarang menjadi Kota Sanggau. Setelah itu, pembangunan mulai dilakukan untuk menunjang pemerintahan kerajaan.
Pada 1778, hubungan kerajaan Sanggau dengan kesultanan Pontianak mulai retak akibat politik ekspansi yang dilakukan. Bahkan Pontianak berhasil mencaplok beberapa wilayah kerajaan Sanggau dan menguasai jalur perdagangan Sungai Kapuas. Di sisi lain, pada masa Panembahan Usman Paku Negara (1785-1812), Sanggau menjalin hubungan kekerabatan dengan kerajaan Sekadau melalui ikatan perkawinan.

Kedatangan Belanda

Pada masa pemerintahan Panembahan Mohammad Thahir II (1860-1876), Belanda datang ke Sanggau dan meminta Raja Thahir untuk diberikan tempat bagi wakilnya. Pada awalnya, kedatangan mereka disambut baik. Namun, Belanda segera memanfaatkan kebaikan itu untuk menanamkan pengaruhnya di Kerajaan Sanggau.
Terlebih lagi ketika Panembahan Mohammad Thahir II wafat dan digantikan oleh Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara, kekuasaan Belanda semakin kuat. Hal ini ditandai dengan campur tangan Belanda dalam hal mengangkat, memecat, dan menggantikan kedudukan seorang sultan. Selain itu, Belanda juga telah memaksakan perjanjian dengan kerajaan Sanggau.

Runtuhnya Kerajaan Sanggau

Penyerahan kekuasaan dari Belanda ke Jepang terjadi saat Kerajaan Sanggau diperintah oleh Gusti Muhammad Arif. Selama memerintah, Gusti Muhammad Arif selalu dicurigai akan melakukan perlawanan terhadap pemerintahan militer Jepang.
Akibatnya, Gusti Muhammad Arif ditangkap dan dibunuh Jepang beserta tokoh-tokoh masyarakat Kalimantan Barat. Setelah itu, takhta jatuh ke tangan Panembahan Gusti Ali Akbar, yang memimpin Sanggau hingga kemerdekaan Indonesia. Namun, Belanda kembali datang untuk menguasai.
Mereka lantas mengirim utusan ke Sanggau untuk mengganti Panembahan Gusti Ali Akbar dengan Panembahan Gusti Muhammad Taufik. Pemerintahan Panembahan Gusti Mohammad Taufik bertahan hingga Sanggau diubah menjadi daerah swapraja.

Pada 2 Mei 1960, pemerintah Indonesia menghapuskan daerah swapraja dan terjadi serah terima kekuasaan kepada Bupati Sanggau pertama, M. Th. Djaman. Peristiwa ini mengakhiri riwayat Kerajaan Sanggau karena statusnya berubah menjadi ibu kota Kabupaten Sanggau di Provinsi Kalimantan Barat.
Setelah mati suri selama kurang lebih 49 tahun, pada 26 Juli 2009 Pangeran Ratu H. Gusti Arman Surya Negara dinobatkan sebagai Raja Senggau.

Kerajaan Sanggau setelah kemerdekaan (1945)

Setelah mati suri selama kurang lebih 49 tahun lamanya, akhimya pada tanggal 26 Juli 2009, dimulailah kebangkitan Kesultanan Sanggau, meski tidak lagi memiliki kewenangan dalam hal politik dan bersifat adat semata Pada tanggal tersebut, Pangeran Ratu H. Gusti Arman Surya Negara dinobatkan sebagai Sultan Sanggau Acara agung itu dihadiri oleh beberapa tokoh, seperti Sultan Iskandar Machmud Badarudin dari Kesultanan Palembang Darussalam, Pangeran Ratu Gusti Suryansyah dariIstana Ismayana, dan Bupati Sanggau Ir. H. Setiman H. Sudin.

Terbentuk kembali kerajaan Sanggau, 2009: 26-7-2009: H. Gusti Arman, setelah vacuum 49 tahun, dinobatkan H. Gusti Arman sebagai Raja Sanggau.

Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/31/080000279/kerajaan-sanggau–sejarah-raja-raja-dan-peninggalan?page=all

Istana Kuta Kesultanan Sanggau


3) Daftar Raja

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sanggau

1310: Dara Nante.
Dakkudak.
1485-1528: Dayang Mas Ratna.
1528-1569: Dayang Puasa atau Nyai Sura.
1569-1614: Abang Gani Pangeran Adipati bergelar Sultan Gani Kusumanegara.
1614-1658: Abang Basun Pangeran Mangkubumi Sultan Basun Pakunegara.

1658-1690: Abang Bungsu (Uju) bergelar Sultan Mohammad Jamaluddin Kusumanegara Al-Haj.
1690-1722: Pangeran Ratu Abang Mohammad Zainuddin bergelar Sultan Zainuddin Surya Negara Al-Haj.
1722-1741: Pangeran Adipati Abang Kamaruddin bergelar Sultan Akhmad Kamaruddin.
1741-1762: Abang Tabrani bergelar Pangeran Ratu Surya Negara.
1762-1785: Gusti Mohammad Thahir bergelar Sultan Thahir I Surya Negara Al-Haj.

1785-1812: Abang Usman bergelar Sultan Usman Paku Negara.
1812-1823: Gusti Mohammad Ali bergelar Sultan Mohammad Ali I Surya Negara Al-Haj.
1812-1828: Abang Mohammad Ayub bergelar Sultan Ayub Paku Negara.
1828-1860: Abang Angkan bergelar Sultan Mohammad Kusuma Negara.
1860-1876: Gusti Mohammad Thahir bergelar Sultan Thahir II Al-Haj.

1876-1908: Ade Sulaiman bergelar Sri Paduka Yang Mulia Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara.
1908-1915: Gusti Mohammad Ali bergelar Sri Paduka Yang Mulia Panembahan Mohammad Ali II Surya Negara Al-Haj.
1915-1921: Ade Mohammad Said bergelar Panembahan Mohammad Said Paku Negara.
1921-1941: Gusti Mohammad Thahir bergelar Sri Paduka Yang Mulia Gusti Mohammad Thahir III Surya Negara Al-Haj.
1941-1942: Gusti Mohammad Arif.

1942-1944: Ade Marhaban Saleh.
1945-………: Panembahan Gusti Ali Akbar.
1945-1960: Gusti Mohammad Taufik bergelar Paduka Yang Mulia Gusti Thaufik Surya Negara Al-Haj.

26-7-2009: Sri Paduka Yang Mulia Pangeran Ratu Gusti Arman Surya Negara Al-Haj.


4) Istana

Nama Istana: Istana Surya Negara.
Dari catatan sejarah, Kerajaan Sanggau didirikan oleh Daradante, pendatang dari Ketapang yang menikah dengan Babai Cingak dari suku Dayak Sanggau. Pusat pemerintahan berada di Desa Mengkiang (ke arah hulu sungai  Sekayam). Kemudian pada tahun 1826 Sultan Ayub sebagai panembahan kala itu, memindahkan pusat kerajaan Sanggau ke Desa Kantuk. Keraton Surya Negara menjadi saksi bisu kebesaran masyarakat Sanggau kala itu.
Foto Istana Kerajaan Sanggau, Surya Negara: link
– Tentang keraton Suryanegara: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/keraton-sanggau/

Istana Surya Negara

———————-

Singgasana


5) Makam raja Sanggau

Makam Raja Sanggau berada di Dusun Mengkiang, Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas.

PEMKAB SANGGAU GELAR KERJA BAKTI DI DESA MENGKIANG DALAM RANGKA ...


6) Peta Kalimantan kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


8) Sumber / Source

– Sejarah Kerajaan Sanggau di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sanggau
– Sejarah Kerajaan Sanggau: https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/31/080000279/kerajaan-sanggau–sejarah-raja-raja-dan-peninggalan?page=all
– Sejarah kerajaan Sanggau: https://sanggau.go.id/laman/view/sejarah-sanggau
Daftar raja dan sejarah Sanggau: link
– Keraton Suryanegara Sanggau: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/keraton-sanggau/


Kerajaan2 di Kalimantan Barat, 1800

——————–

Peta kerajaan2 di Kalimantan barat, abad ke-19 dan awal abad ke-20


2 Comments

2 thoughts on “Sanggau, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

  1. ARISA SALSABILA .

    Makna dari bendera kerajaan sanggau apa ya ?

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Maaf, tidak ada info tentang makna dari bendera kerajaan Sanggau. Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: