Laiwoi, kerajaan / Prov. Sulawesi Tenggara – Kota Kendari

Kerajaan Laiwoi terletak di Sulawesi, wilayah kota Kendari, provinsi Sulawesi Tenggara.

The kingdom of Laiwoi is located on Sulawesi, in the region of the city of Kendari, province of South East Sulawesi.
For english, click here

Lokasi kota Kendari

Kendari


* Foto kerajaan Laiwoi: link

* Foto foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto foto raja2 di Sulawesi dulu: link
* Foto foto situs kuno di Sulawesi: link


Tentang Raja / About the king

28 jan. 2015: H. Irawan Tekaka Saosao dinobatkan sebagai Raja Laiwoi. Ia diberi gelar Mokole Wulaa Lipuwutano Laiwoi” yang berarti raja emas di atas tanah Laiwoi.
Penobatan Raja Laiwoi (berselmpang kuning) kemarin setelah kerajaan ini fakum selama puluhan tahu.
– Penobatan Raja Mokole Laiwoi (jan. 2015): http://www.antaranews.com/foto/78481/penobatan-raja-mokole-laiwoi-ke-3

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan laiwoi

Putera mahkota

Endry Irwan Tekaka adalah putra mahkota Kerajaan Laiwoi dengan gelar Anakia Lipu Mokole Tambo i Losoano Oleo.
Beliau kini menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Kerajaan Laiwoi Kendari dan Panglima Pasukan Adat Nusantara Indonesia Wilayah Sultra.


Sejarah / history kerajaan Laiwoi

Kerajaan Konawe, sejak menjelang akhir abad ke-18 semakin mengalami kemunduran terutama setelah raja (Mokole) Lakidende meninggal dunia. Sesudah itu Raja Mokole/Konawe dapat dikatakan sudah tidak ada. Masing-masing raja bawahan yang terdiri dari 4 (empat) wilayah besar (Siwole Mbatohu) tinggal mengurus dirinya sendiri-sendiri, salah satu diantaranya yaitu Raja Ranomeeto muncul dengan nama baru “Laiwoi” yang mengaku sebagai pengganti Kerajaan Konawe. Demikian juga Kerajaan Mekongga, sejak meninggalnya raja (Bokeo) Mekongga I Teporambe pada akhir abad ke-17, maka kerajaan mekongga kemudian menjadi bagian  kerajaan Luwu.

Dalam kaitannya dengan berdirinya kerajaan Laiwoi berkaitan dengan adanya krisis kepemimpinan sehingga terjadi kevakuman kekuasaan, keadaan ini dimanfaatkan oleh Hindia Belanda untuk memperkuat kedudukan Sorumba (Sapati Ranomeeto) wilayah gerbang Timur kerajaan Konawe mengambil alih pemerintahan dengan mengawali berkembangnya kerajaan Laiwoi pada paruh pertama abad ke-19. Tampilnya La Mangu menggantikan ibunya (i Maho/Verstin Van Laiwoi) sebagai Raja Laiwoi semakin memperkuat posisinya sebagai suatu kerajaan yang telah melepaskan diri dari ikatan dengan bekas kerajaan Konawe.

Sejak ditetapkan sebagai raja Laiwoi, maka Sao-Sao membuat perjanjian kedua mewakili Hadat Kerajaan Laiwoi dengan.Hindia-Belanda yang diwakili Resident Bensbach pada hari senin tanggal 21 Desember 1885 di atas kapal pemerintah Hindia Belanda bernama “Borneo” yang sedang berlabuh di luar teluk Kendari. Perjanjian kedua yang ditandatangani raja Sao-Sao ini terdiri dari 18 pasal dan salah satu pasalnya adalah Hindia Belanda dan Laiwoi masuk dalam daerah Hindia Belanda.

– Sejarah lengkap Laiwoi:  http://junaidsultra.blogspot.co.id/2015/05/sejarah-dan-kebudayaan-konawe-zaman.html

Peta kerajaan Laiwoi akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

Luwu akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20


Kendari, Ibukota kerajaan Laiwoi

Pada awal abad ke -19 sampai dengan kunjungan Vosmaer (seorang Belanda) 1831, Kendari merupakan tempat penimbunan barang (pelabuhan transito). Kegiatan perdagangan kebanyakan dilakukan oleh orang Bajo dan Bugis yang menampung hasil bumi dari pedalaman dan dari sekitar Teluk Tolo (Sulawesi Tengah). Barang-barang tersebut selanjutnya dikirim Ke Makassar atau kawasan Barat Nusantara sampai ke Singapura.
Berita tertulis pertama Kota Kendari diperoleh dari tulisan Vosmaer (1839) yang mengunjungi Teluk Kendari untuk pertama kalinya pada tanggal 9 mei 1831 dan membuat peta Teluk Kendari. Sejak itu Teluk Kendari dikenal dengan nama Vosmaer’s Baai (Teluk Vosmaer). Vosmaer kemudian mendirikan lodge (loji = kantor dagang) di sisi utara Teluk Kendari. Pada Tahun 1832 Vosmaer mendirikan rumah untuk Raja Laiwoi bernama Tebau, yang sebelumnya bermukim di Lepo-lepo.
Mengacu pada informasi tersebut, maka Kota Kendari telah ada pada awal ke-19 dan secara resmi menjadi ibu kota Kerajaan Laiwoi pada tahun 1832, ditandai dengan pindahnya istana Kerajaan Laiwoi disekitar Teluk Kendari.


Daftar raja kerajaan Laiwoi

* Raja ke-1: Sorumba (Sangiansapati Ranomeeto), adalah saudara dari Raja Lakidende (Sangia Ngginoburu),
* Raja ke-2: Melamba,
* Raja ke-3: Balani (Sangia Ndebunggu),
* Raja ke-4: Ray,
* Raja ke-5: Tebau (Okapu, (LAKINO LAIWOI. (Vosmeer,1839 : 77),
* Raja ke-6: adalah seorang perempuan yaitu Ratu bernama Maho yang menikah dengan bangsawan dari Kerajaan Bone adalah anak dari raja Bone Arung Bakung),
* Raja ke-7: Lamangu dinobatkan pada tgl 13 April 1858 dan Mangkat pada 18 mei 1880.
Disinilah era/ masa kedatangan Bangsa Barat menjajah, dengan politik adudombanya. Dan untuk mempertahankan keutuhah kerajaan Laiwoi Konawe maka raja Lamanggu sepakat membuat kontrak dengan gubernur jendral yang dikenal ‘lang Contract’ ditandatangani pada 17 juli 1858 dan berakhir pada 1860.
* Raja ke-8: Kemudian “Sao – Sao” seorang Bangsawan keturunan “Tambo Ilosoano Oleo” diangkat menjadi Mokole (Raja) Laiwoi bergelar Van Laiwoi menggantikan Ayahandanya sebagai Raja ke 8 Saosao (SANGIA TAMBO LOSOANO OLEO) dimasa ini kekuatan penjajah begitu kuat sehingga memaksa Saosao kembali membuat contrack yang bertujuan untuk keberlangsungan kehidupan rakyat dan keutuhan kerajaan laiwoi . Contrack dibuat 8 kali dimulai 21 Desember 1885 – 30 agustus 1917 dan Atas usaha “Raja Sao – Sao” untuk mempersatukan Kerajaan Laiwoi Konawe, maka pada tahun 1908 sudah dapat menguasai kembali seluruh Daerah bekas “Tambo Ilosoano Oleo” (Pintu pertahanan di sebelah timur) dan di bagi dalam 6 (enam) District bawahan (Onder District).


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

– Sejarah lengkap kerajaan Laiwoi:  http://junaidsultra.blogspot.co.id/2015/05/sejarah-dan-kebudayaan-konawe-zaman.html
– Sejarah kerajaan Laiwoi: https://www.facebook.com/SyafrunSaranani/posts/2122914655645
– Sejarah kerajaan Laiwoi di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Laiwoi
– Penobatan Raja Mokole Laiwoi (jan. 2015): http://www.antaranews.com/foto/78481/penobatan-raja-mokole-laiwoi-ke-3
———————–

– Sejarah Teluk Kendari (dan Laiwoi): http://antro-unhalu.blogspot.co.id/2009/10/sejarah-teluk-kendari.html
– Suku Laiwoi: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-to-laiwoi-sulawesi.html
Sejarah Konawe (dan Laiwoi): https://www.facebook.com/SyafrunSaranani/posts/212291465564515


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s