Bulukumba – sejarah dan daftar kerajaan2 di wilayah Bulukumba / Prov. Sulawesi Selatan

Wilayah Bulukumba terletak di prov. Sulawesi Selatan.

Kingdoms in the Bulukumba region, province of South Sulawesi.
For english, click here

Kab. Bulukumba, prov. Sulawesi Selatan


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


Daftar kerajaan-kerajaan di Bulukumba

Beberapa kerajaan kecil ada di Bulukumba yaitu:
* Kerajaan Tanete (Bulukumba),
* kerajaan Kindang,
* kerajaan Ujung Loe,
* kerajaan Tiro,
* kerajaan Herlang
* kerajaan Kajang,
* kerajaan Ara,
* kerajaan Bira,
* kerajaan Lemo Lemo,
* kerajaan Tanah Beru,
* kerajaan Batang,
* kerajaan Tangnga
* kerajaan Sudiang


Sejarah kerajaan-kerajaan di Bulukumba

Umum

Mitos penamaan Bulukumpa pertama kali muncul pada abad ke – 16 M ketika terjadi perang saudara antara dua kerajaan besar di Sulawesi yaitu kerajaan Gowa dan kerajaan Bone. Dan di batas Bukit yang bernama Karampuang.
Raja Bone masih mengklaim bahwa bukit Karampuang (wilayah ini didekat perbatasan Kab. Bulukumba dan Kab. Sinjai) mengklaim masih Bukitnya, yang merupakan barisan lereng bukit dari Gunung Lompo Battang, oleh pihak kerajaan Gowa sebagai batas wilayah kekuasaannya.
Namun pihak kerajaan Bone berkeras mempertahankan sebagai wilayah kekuasaannya mulai dari barat sampai ke selatan. Berawal dari peristiwa tersebut kemudian tercetuslah kalimat dalam bahasa Bugis “Bulukumupa”, yang kemudian pada tingkatan dialeg tertentu mengalami perubahan proses bunyi menjadi “Bulukumpa”

Pada awal abad ke-16 adalah awal berkembangnya sebuah kekuatan pada kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Bulukumba baik dari segi ekonomi, pertahanan, serta, dapat mejalankan kekuasaannya dengan begitu baik sebagai penguasa kerajaan. Hanya saja ancaman dan tantangan sering datang dan pergi.

Di abad ke-16-17 di masa itu kerajaan Bone dan kerajaan Gowa bertikai dalam perebutan wilayah kekuasaan yaitu daerah bangkeng buki’, yang berada di wilayah Bulukumba sekarang.
Akhirnya kedua kerajaan ini kembali berdamai serta mendukung para raja yang ada di Bulukumba tetap mempertahankan dan menjaga wilayah kekuasaan mereka.
Karena mereka sudah tau kelicikan Belanda dan para sekutunya, mereka mengadu domba semua raja-raja supaya saling bertikai. Karena Belanda berpikir jika semua kerajaan bersatu maka semakin sulit untuk di kuasai.
Ada beberapa kerajaan kecil yang ada di Bulukumba perlu kita tahu bahwa sebelum nama Bulukumba ada kerajaan kecil ini sudah ada terlebih dahulu, penamaan Bulukumba baru di bentuk setelah adanya pertentangan antara kerajaan Gowa dan kerajaan Bone.

Wilayah Bulukumba: paling selatan, Bantaeng. Tahun 1775 M.

Sulawesi Selatan

Suku Konjo dan kerajaannya

Suku Konjo adalah suku di Sulawesi Selatan terutama di kab. Bulukumba, yang terbagi dua, yaitu suku Konjo Pegunungan dan suku Konjo Pesisir. Masing-masing dari kedua suku; Konjo pegunungan dan pesisir memiliki adat dan budaya yang agak berbeda.

Secara historis kerajaan Konjo pesisir paling utara adalah kerajaan Kajang. Di jantung Kajang terdapat sebuah desa yang di sebut Tana Toa,”negeri tua“, terkenal sebagai sebuah tempat bercokolnya kekuatan mistik yang kuat. Desa ini di pimpin oleh “Amma Toa’’ “ayah tua“. Tokoh ini di kelilingi banyak kisah mistik, yang di percaya sebagai reinkarnasi Amma Toa sebelumnya. Kandidat yang berhasil menggatikan Amma Toa sebelumnya di pilih lewat proses panjang dan rumit. Serangkaian pertanda (seekor kerbau, ayam jantan, dan asap dupa) seluruhnya harus menunjuk pada kandidat yang sama, yang kemudian harus mampu menuturkan serangkaian mitos dan silsilah tanpa cacat dan tanpa perlu mempelajarinya.
Di selatan kerajaan Kajang, kerajaan kuno Hero dan Lange-lange telah di satukan dalam kerajaan Herlang. Keduanya dalam banyak hal masih berada di bawah pengaruh kerajaan Kajang yang jauh lebih besar, dan serta turut dalam pemujaan yang di pimpin oleh Amma Toa ( Usop, 1985).

Di selatan kerajaan Hero dan kerajaan Lange-lange terdapat kerajaan Tiro, kerajaan Batang dan kerajaan Tangnga yang merupakan kerajaan kuno pedalaman. Seluruhya di gabungkan dalam kecamatan Bonto Tiro pada tahun 1960-an.
Kerajaan Tiro jauh lebih besar di banding kedua tetangganya, dan terdiri dari tujuh bagian. Masing-masing bagian di pimpin oleh seorang pejabat dan gelar berbeda, merunut hierarkinya adalah sebagai berikut: Lompo, ’sang agung’ Erelebu, Gallarang yang bergelar Kalumpang; anrong tau, ibu rakyat, Caramming; kapala’kepala’ Hila-hila; Macoa “yang lebih tua” diperbatasan selatan Kalumpang, dan di tenggara Caramming, jadi ikatan terdekat Ara dengan Tiro adalah dua pemukiman ini.

Di selatan Bonto Tiro terdapat kecamatan Bontobahari ,”negeri laut “.
Bontobahari terdiri dari kerajaan lama kerajaan Ara, kerajaan Bira, kerajaan Lemo Lemo dan kerajaan Tanah Beru. Dekatnya ikatan kekerabatan dan pertukaran ekonomi mengaitkan empat wilayah kuno ini. Seluruhnya sangat bergantung pada laut mata pencaharian; Ara dan Lemo-Lemo mengandalkan nyaris hanya pada pembuatan perahu, sementara Bira dan Tanaberu pada perdagangan dan penangkapan ikan jarak jauh, dan kaum perempuan Bira juga memproduksi tekstil katun berkualitas tinggi.

Peta lokasi Bulukumba, tahun 1909


Sumber

– Sejarah kerajaan di Bulukumba: https://id.wikipedia.org/wiki/
– Sejarah kerajaan di Bulukumba: http://kerajaanbira.blogspot.co.id/
Sejarah kerajaan Konjo di Bulukumba: http://materiardhyansyah.blogspot.com/

Suku Konjo Pegunungan: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Konjo_Pegunungan
Suku Konjo Pesisir: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Konjo_Pesisir
Suku Konjo Pegunungan dan suku Konjo Pesisir: Suku Konjo


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: