Fatagar, kerajaan / Prov. Papua Barat – kab. Fak Fak

Kerajaan Fartagar adalah kerajaan marga Uswanas. Terletak di Merapi, di sebelah timur kota Fakfak, Kabupaten Fakfak, prov. Papua Barat.

The kingdom of Fatagar is a kingdom of the Uswanas clan. Located on the district of Fakfak, prov. of West Papua.
For english, click here

Lokasi prov. Papua Barat

————————-

Lokasi kota Fak Fak, kab. Fak Fak


* Foto raja-raja di Papua yang masih ada: link
* Foto kerajaan Papua dulu: link
* Foto situs kuno di Papua: link
* Foto suku suku Papua: link


Tentang Raja

31 des. 2009
Raja Taufiq Heru Uswanas. Dilantik pada tanggal 31-12-2009 habis 7 hari berkabung. Beliau putera Raja Said Arobi Uswanas, yang meninggal 26-12-2009.

26 des. 2009
Raja Said Arobi Uswanas, yang meninggal 26-12-2009.

Raja Taufiq Heru Uswanas, dilantik 31-12-2009

———————-

Raja Said Arobi Uswanas dari Kerajaan Fatagar, meninggal 26-12-2009


Sejarah kerajaan Fatagar

Kerajaan Fartagar terletak di Merapi, di sebelah timur kota Fakfak, Kabupaten Fakfak.

– Sejarah lengkap kerajaan Fatagar: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/, p. 39

Awalnya kerajaan Fatagar berada di Onin, namun akibat konflik dengan kerajaan Rumbati, kerajaan ini berpindah ke pulau Ega. Selanjutnya berpindah kembali ke Merapi hingga sekarang. Raja pertama bernama Maraitat. Dalam masa kekuasaan Tidore, raja merupakan agen dagang bagi kepentingan Tidore, dan tunduk kepada Tidore. Setelah Belanda berkuasa, para raja dikukuhkan oleh Belanda dan diberi gaji. Mereka menjadi mitra bagi pemerintah Belanda, walaupun hampir dalam segala aspek Belanda turut campur tangan.

Pada tahun 1880-an adalah salah satu kerajaan yang paling penting di daerah Fak Fak. Pada saat itu orang papua berhak pergi untuk tinggal di pulau Seram, di mana mereka juga mempunyai keluarga disana. Kemudian nenek moyang dari raja Fatagar kembali dan dinobatkan sebagai raja. Semua raja-raja yang berkuasa Fatagar dikenal sebagai raja yang cukup baik dan bijaksana. Kini dia adalah politisi penting di kabupaten Fak Fak, yaitu Raja Said Arobi Uswanas dari kerajaan Fatagar.
Sebagian besar kerajaan di sini diperintah oleh dinasti keturunan dari dinasti Rumbati, atau dibuat secara lokal semi-kerajaan (kemudian independen) oleh Rumbati. Fatagar adalah salah satu akar kerajaan dan dinasti turunan dari dinasti Rumbati.

– Sumber: https://menujubermartabat.wordpress.com/2012/08/10/sekilas-tentang-papua/#more-1888

Dari kiri ke kanan: the raja of Fatagar, raja Rumbati,a former raja of Sekar, the raja of Arguni, a raja-muda (son of the ruler) of Kaimana and the Rat Umis of Kaimana. 2010

From left to right:the raja of Fatagar, the raja of Rumbati,a former raja of Sekar, the raja of Arguni, a raja-muda (son of the ruler) of Kaimana and the Rat Umis of Kaimana.


Daftar raja (Kapitan, dari 1899 Raja)

* 18.. – c.1880: Kanumbas (d. c.1880)
* 1880 – 1899:  Kurkur (d. 1899)
* 1899 – Feb 1942:  Mafa (b. 1872 – d. 1942)
* 1942 – 1943: Kamarudin (d. 1943)
* 1943 – 1956:  ….
* 1956 – 26 Dec 2009: Said Arobi Uswanas
* 31 Dec 2009 – : Taufiq Heru Uswanas

Sumber / Source: http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html


Kerajaan kerajaan di Papua Barat

1) Kabupaten Kaimana

Kerajaan Aiduma
Kerajaan Kaimana
Kerajaan Kowiai/kerajaan Namatota

2) Kabupaten Fak Fak

Kerajaan Fatagar (marga Uswanas)
Kerajaan Rumbati (marga Bauw)
Kerajaan Atiati (marga Kerewaindżai)
Kerajaan Patipi
Kerajaan Sekar (marga Rumgesan)
Kerajaan Wertuar (marga Heremba)
Kerajaan Arguni

3) Kabupaten Raja Empat

Kerajaan Waigeo
Kerajaan Misool/Lilinta (marga Dekamboe)
Kerajaan Salawati (marga Arfan)
Kerajaan Sailolof/Waigama (marga Tafalas)
Kerajaan Waigama


Sejarah kerajaan-kerajaan di Fak Fak, Papua Barat

Di Fakfak, Papua Barat berdiri 7 kerajaan Islam yang dalam bahasa setempat disebut dengan pertuanan. Masing-masing pertuanan (kerajaan) ini dipimpin oleh seorang raja.
Tujuh pertuanan ini yaitu:
Pertuanan Atiati di Werpigan,
Pertuanan Fatagar di Fakfak,
Pertuanan Arguni di Arguni,
Pertuanan Sekar di Kokas,
Pertuanan Wertuar di Kokas,
Pertuanan Rumbati di Rumbati dan
Pertuanan Patipi di Patipi Pasir.
Tujuh pertuanan ini terdiri dari beberapa suku yaitu Suku Mbaham, Suku Ma’ta, Suku Mor, Suku Onim, Suku Irarrutu dan Suku Arguni yang masing-masih memiliki bahasa sendiri.

Wilayah masing-masing pertuanan sangat erat kaitannya dengan adat istiadat pertuanan. Pertuanan Ati-Ati wilayah adatnya di Distrik Fakfak Barat, Distrik Wartutin, Distrik Fakfak Timur, Distrik Karas dan Distrik Fakfak Timur Tengah.
Pertuanan Fatagar wilayah adatnya di Distrik Fakfak dan Distrik Pariwari, Pertuanan Arguni wilayah adatnya mulai dari pesisir Pantai Arguni hingga kawasan Distrik Bomberay.
Pertuanan Sekar dan Wertuar dengan wilayah adatnya di Distrik Kokas, Distrik Kayauni dan Distrik Kramongmongga. Pertuanan Patipi dan Rumbati dengan wilayah adat di Distrik Teluk Patipi dan Distrik Furwage.

Sejarah pertuanan ini terbentuk pada abad ke-16, saat itu tokoh-tokoh penting Semenanjung Onin, di kawasan Teluk Berau mengunjungi Kerajaan Bacan, di Maluku Utara. Dari kunjungan itu terbentuklah kerajaan-kerajaan atau pertuanan di Fakfak.
Pada awalnya, letak pusat-pusat pertuanan tersebut saling berdampingan di ujung barat Semenanjung Onin. Namun, pada tahun 1878, pertuanan Fatagar dan Atiati bergeser ke Pulau Ega.

Dalam perkembangannya selanjutnya, Raja Atiati memindahkan pusat pertuanan ke suatu tempat di Semenanjung Onin, berdekatan dengan Pulau Ega. Pusat pertuanan yang baru ini kemudian disebut dengan Atiati sesuai nama raja. Sedangkan Raja Fatagar memindahkan pusat pertuanannya ke Merapi, sebelah timur Distrik Fakfak sekarang.

– Sejarah lengkap kerajaan di Papua: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/sites/17/2015/03/Kerajaan-Fatagar-Dalam-Sejarah-Kerajaan-Kerajaan-Di-Fakfak-Papua-Barat.pdf


Sejarah kerajaan-kerajaan di Raja Empat, Papua Barat

Asal usul Raja Ampat tak bisa dilepaskan dari suku asli yang mendiami pulau terbesar di Raja Ampat, Waigeu, yakni suku Maya. Hingga saat ini suku asli Raja Ampat ini masih berdiam di pulau Waigeu.  Namun mereka tidak tinggal di Waisei yang merupakan Ibukota Kabupaten Raja Ampat, suku Maya memilih tetap tinggal di pedalaman. Menurut Yohanes yang kini menjabat sekretaris dewan adat suku Maya, kisah asal usul Raja Ampat tak bisa dipisahkan dari cerita munculnya raja-raja dari suku Maya.
Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul nama Raja Ampat yang diwariskan turun-temurun dari didalam kehidupan masyarakat asli kepulauan Raja Ampat.
Salah satu versi dari cerita ini adalah sebagai berikut. Raja Ampat ditinjau dari sisi sejarah ditinjau dari sisi sejarah, Kepulauan Raja Ampat di abad ke-15 merupakan bagian dari kekuasaan kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku.
Untuk menjalankan pemerintahannya, kesultanan Tidore ini menunjuk 4 orang Raja lokal untuk berkuasa di pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool yang merupakan 4 pulau terbesar dalam jajaran kepulauan Raja Ampat sampai sekarang ini. Istilah 4 orang Raja dalam yang memerintah di gugusan kepulauan itulah yang menjadi awal dari nama Raja Ampat.

Berdasarkan sejarah, di Kepulauan Raja Ampat terdapat empat kerajaan tradisional, masing-masing yaitu:
* Kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo; penguasa kerajaan Waigeo (sejak zaman ke-16 bawahan kesultanan Ternate):
– Gandżun (1900-1918)
* Kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara; penguasa kerajaan Salawati (sejak zaman ke-16 bawahan kesultanan Ternate):
– Abd al-Kasim (1873-1890)
– Muhammad Amin (1900-1918)
– Bahar ad-Din Arfan (1918-1935)
– Abu’l-Kasim Arfan (1935-?)
* kerajaan Waigama/Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan; penguasa kerajaan Waigama (sejak zaman ke-16 bawahan kerajaan Bacan):
– Abd ar-Rahman (1872-1891)
– Hasan (1891/1900-1916)
– Syams ad-Din Tafalas (1916-1953)
* kerajaan Misool/Lilinta, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol; penguasa kerajaan Lilinta/Misol (sejak zaman ke-16 bawahan kerajaan Bacan):
– Abd al-Majid {1872-1904)
– Jamal ad-Din (1904-1945)
– Bahar ad-Din Dekamboe (1945 – )

– Sejarah lengkap kerajaan di Papua: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/sites/17/2015/03/Kerajaan-Fatagar-Dalam-Sejarah-Kerajaan-Kerajaan-Di-Fakfak-Papua-Barat.pdf

Fort Belanda, du Bus tahun 1828


Peta-peta kuno Papua

Untuk peta-peta kuno Papua tahun 1493, 1600, 1699, 1700-an, 1740, 1857 1857 , klik di sini

Peta tahun 1493


Sumber / Source

Sejarah kerajaan Fatagar: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Fatagar
Sejarah kerajaan Fatagar lengkap: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/sites/17/2015/03/Kerajaan-Fatagar-Dalam-Sejarah-Kerajaan-Kerajaan-Di-Fakfak-Papua-Barat.pdf
Daftar raja Fatagar:  http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
– Raja Fatagar meninggal (26 dec. 2009): link

———————-

Sejarah kerajaan2 Papua Barat: https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_%28wilayah%29
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat lengkap: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/
– Sejarah kerajaan2 di Semenanjung Onin: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Onin
– Sistem kerajaan2 tradisional di Papua: http://papuaweb.org/dlib/s123/mansoben/05.pdf
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html
– Kerajaan2 di Semenanjung Bomberai: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Bomberai
Kerajaan2 di kepulauan Raja empat: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Raja_Ampat


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: