Kalimantan, pemberontakan 1854-1855

Pemberontokan Kalimantan Barat 1854-1855: Antara tahun 1854-1855, Belanda melancarkan ekspedisi balasan terhadap orang Tionghoa di Monterado, Kalimantan Barat.

Kalimantan barat 1848


Foto perang belanda di Kalimantan abad ke-19: link


Tentang pemberontakan, 1854-1855

Keadaan setelah ekspedisi sebelumnya (1850-1854) tidak terlalu memuaskan. Pada bulan Mei 1854, sebuah ekspedisi dikirimkan ke Kalimantan Barat (berkekuatan 2.200 prajurit) dipimpin Augustus Johannes Andresen, yang harus maju ke Monterado. Kapal uap Celebes, Borneo dan Onrust, kici Banda serta skuner Haai dan Doris membawa 1.700 orang dan artileri yang diperlukan mendarat di Sambas dan Pontianak. Serangan akan dilancarkan dari 3 penjuru, sehingga Singkawang-lah yang pertama kali harus dikuasai.

Batalion XIII dan separuh Batalion VII mendarat di Bentunai, dan tidak dijumpai musuh di sini, sementara angkatan laut ditempatkan di sungai Singkawang, dan berjaga-jaga di muaranya. Perjalanan dari Bentunai ke Singkawang amat sulit karena serbuan dari musuh yang diterima pasukan dan berbagai pertempuran menggunakan bayonet, meskipun akhirnya musuh dapat dihalau.
Setelah perjalanan yang melelahkan karena harus menembus hujan lebat, akhirnya tentara Belanda tiba di Singkawang dan musuh dari kedua sisi dihantam dan akhirnya kocar-kacir. Hanya kongsi-kongsinya yang belum tunduk; pasukan ke-18 di bawah pimpinan May. De Brabant menyerbu benteng-benteng orang Tionghoa dan Singkawang dijadikan basis operasi selanjutnya. A.J. Andresen sekarang mengeluarkan pernyataan di mana penduduk diminta kembali ke tempat tinggalnya, namun 3 kongsi Tionghoa di sana menolak mematuhinya. Kemudian, May.

Serangan KNIL ke markas Sam Cam Fui yang dipimpin Gustave Marie Verspijck.

De Brabant dikirim ke Lohabang (terletak di antara Singkawang dan Monterado) bersama 2 kompi; orang-orang Tionghoa dilibas dari benteng pertahanannya dan Benteng Kulor jatuh pada tanggal 26 Mei. Beberapa hari kemudian, para tetua tokoh Tionghoa dari Monterado datang meminta pengampunan. Kemudian, digantunglah plakat berbahasa Tionghoa, Melayu dan Belanda yang berisikan pernyataan bahwa perlawanan telah dipadamkan dan perdamaian telah dimintakan. Dewan kongsi dinyatakan bubar dan digantikan oleh Belanda; mereka yang ketahuan memiliki senjata atau amunisi akan dihukum mati. Andresen meninggalkan Monterado pada tanggal 1 Juli 1854 dan menuju Pontianak.
– Sumber dan lengkap: Wiki

Serangan KNIL ke markas Sam Cam Fui yang dipimpin Gustave Marie Verspijck.


May. De Brabant dekat Singkawang.


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s