Porto (Sama Suru Amalatu Poru Amarima), Negeri / Maluku – Saparua

Negeri Porto adalah desa di pulau Saparua, kecamatan Saparua, Kab. Maluku Tengah, prov. Maluku. Terletak di tidak jauh dari pintu masuk pelabuhan feri negeri Haria yang berada di selat Saparua.
Nama asli Negeri Porto adalah Sama Suru Amalatu Poru Amarima
Negeri Porto memiliki teung yaitu Samasuru Amalatu Poru Amarima.

Klik foto untuk besar  !

Saparua

Prov. Maluku (hijau)

Prov. Maluku (hijau)


* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Sejarah Negeri Porto

Negeri Porto adalah yang sudah amat tua dan terdaftar pada peta Marcopolo pada tahun 1237.

Pada abad ke 19 pelabuhan laut Negeri Porto berada didekat benteng Belanda yang bernama “DELF”, posisi benteng pada lokasi gedung gereja GPM Porto “Irene” dan Sekolah Dasar Negeri 1 Porto, yang dihancurkan pada tanggal 15 Mei 1817 pada pagi hari meletusnya perang pattimura dengan ditawannya Residen Saparua “Van Den Berg” di dalam baeleo Negeri Porto, yang perangnya dilanjutkan di dusun Porto “Hitaupu” pada siang hari dengan menghancurkan bala tantara Belanda yang datang untuk menyelamatkan Residen tersebut, dan pagi buta tanggal 16 Mei 1817 ke Saparua serangan ke benteng Duurstede yang menelan banyak korban di pihak Belanda. Jadi perang awal adalah pembuka jalan tentang perlawanan melawan penjajah di Nusantara berawal di Porto Saparua. Pada awal perang di Porto pada tanggal 15 Mei 1817 inilah yang diangkat sebagai hari Pahlawan Pattimura. Dengan adanya peristiwa itu maka pelabuhan Negeri Porto hancur dan baru di bangun darurat pada tahun 2008 lalu untuk menjelang acara Natal sedunia orang Porto.

– Sumber dan lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Porto,_Saparua,_Maluku_Tengah

klik peta untuk besar

Dari atas ke bawah: Nusa Laut, Saparua (Oma), Haruku, tahun 1631

Dari kiri ke kanan: Haruku (Honimoa), Saparua (Oma), Nusa Laut, tahun 1660

Saparua 1724


Soa Negeri Porto

Negeri Porto terdiri dari delapan Soa atau Uku, menurut istilah Maluku Tengah. Kedelapan Uku ini dikelompokan dalam dua kelompok, masing – masing Uku Toru (Kelompok Tiga) dan Uku Rima (Kelompok Lima).

Kedelapan Soa tersebut masing – masing mempunyai Kepala Soa dengan status tertentu. Soa Nanlohy disebut Soa Raja karena pimpinannya diangkat juga menjadi Raja Negeri. Soa Sahertian, Soa Tetelepta, Soa Polnaya, Soa Wattimury, Soa Latuihamallo, dan Soa Aponno.
Kepala Soa-nya disebut Kepala Akteng karena mereka diangkat dengan Surat Keputusan atau Akte dari Residen. Dengan Surat Keputusan dimaksud, maka dia diberikan wewenang dan tugas mengurus sebuah Wijk di samping tugasnya di bidang adat. Selain itu ada pula Kepala Soa Tana yaitu Kepala Soa Berhitu yang tidak mengurus Wijk hanya menangani urusan adat anak Soa-nya, bahkan Kepala Soa Berhitu ini adalah Tuan Tana, sekaligus Tuan Negeri atau Amanupunyo.

Asal muasal Soa – soa yang membentuk Negeri ini sebanyak delapan Soa masing – masing

1. Lesiruhu: Berasal dari pulau Bacan dan membentuk marga Nanlohy dengan teun Nikirisiya dan Negeri lama di Opal.

2. Muarea: Mereka datang dari Seram Barat dari daerah Huamual.

3. Namasina: Sebernanya mereka berasal dari Banda lalu pergi mencari tempat kediaman lain.

4. Latarisa: Dua orang bersaudara datang dari negeri Tulang di Tanah Hitu (jazirah leihitu di pulau Ambon) telah mempergunakan nama Sahertian yang kemudian menjadi nama Soa-nya.

5. Ulalesi: Berasal dari Onim di Irian Barat sudah memakai nama marga Polnaya sejak masih di sana. Sewaktu di Onim pernah menenggelamkan satu buah jungku ( Perahu layar besar ) karenanya mereka memakai nama marga Polnaya. Polo berarti tenggelam dan Naya berarti naik. Teunnya adalah Rumah Peihitu yang berarti tunggu atau nanti tujuh kali. Di Porto mereka menempati negeri lama di Sawahil.

6. Beinusa: Mereka datang dari Seram dana dalah yang pertama mendiami petuanan Porto.

7. Muahatalea: Datang dari Seram Barat di Huamual, sudah memakai marga Tetelepta karena telah membuat atua memahat batu menjadi Cap.

8. Lohinusa: Berasal dari kepulauan Banda, sudah membentuk marga Aponno yang berate bersumpah untuk menjaga nama baik keluarga.

– Sumber dan lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Porto,_Saparua,_Maluku_Tengah


Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri-negeri di Maluku

Negeri negeri Maluku memiliki sistem pemerintahan sendiri. Susunan pemerintahan berdiri atas:
– Raja,
– Saniri,
– Soa,
– Kewang,
– Fam,
– Matinyo.

Untuk penjelasan susunan pemerintahan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/


klik peta untuk besar

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)

Peta Maluku / Sulawesi 1683

Peta Maluku / Sulawesi 1740


Sumber

Sejarah Negeri Porto: http://stefenfamily.blogspot.co.id/2011/09/sejarah-negeri-porto-saparua.html
– Tentang Negeri Porto: https://id.wikipedia.org/wiki/Porto,_Saparua,_Maluku_Tengah
– Tentang negeri Porto: http://olof-itop.blogspot.co.id/2010/10/negeri-porto.html
Asal usul negeri Negeri Porto: http://sopamahu-tuhusula.blogspot.co.id/2010/08/asal-usul-negeri-porto-dan-nenek-moyang.html
——————–

– Struktur pemerintahan dan masyarakat Negeri di Maluku: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/
Sejarah Maluku: http://pelangimaluku.blogspot.co.id/2008/05/sejarah-maluku.html
– Sejarah Maluku: http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2011/03/maluku-merupakan-salah-satu-propinsi.html
Sejarah Maluku: https://singalodaya.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-maluku/comment-page-1/
.
Suku di Maluku: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/08/suku-di-maluku.html
– Suku di Maluku: http://www.lasamahu.com/2011/06/mengenal-suku-maluku-dari-dekat.html
– Asal usul penduduk Maluku:
http://www.angelfire.com/home/SiAPAPorto/asal_usul_mal.htm


Foto

Para pemuda Negeri Porto dan Negeri Tuhaha mengarak obor Kapitan Pattimura melewati beberapa negeri di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Selasa (14/5) sore. Api dari obor Kapitan Pattimura ini, selanjutnya akan disulut ke obor induk pahlawan nasional asal Maluku saat peringatan hari wafatnya Kapitan Pattimura di Lapangan Merdeka Saparua, Rabu (15/5). (ANTARA FOTO/Embong Salampessy)

Para pemuda Negeri Porto dan Negeri Tuhaha mengarak obor Kapitan Pattimura melewati beberapa negeri di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Selasa (14/5) sore. Api dari obor Kapitan Pattimura ini, selanjutnya akan disulut ke obor induk pahlawan nasional asal Maluku saat peringatan hari wafatnya Kapitan Pattimura di Lapangan Merdeka Saparua, Rabu (mei 2013). (ANTARA FOTO/Embong Salampessy). Sumber: http://www.antaranews.com/foto/45048/arakan-obor-pattimura


 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: