Caruban, nagari / Prov. Jawa Barat – kab. Cirebon

Kerajaan Caruban Nagari Cirebon adalah cikal bakal kesultanan Cirebon, terletak di Kab. Cirebon, prov. Jawa Barat.
Kerajaan Caruban Nagari dibangun sejak tahun 1479.

Kingdom of Caruban
Nagari Cirebon is the forerunner of the sultanate of Cirebon, located in Kab.
Cirebon, prov. West Java.

The Kingdom of Caruban Nagari was built in 1479.
For english, click here
.
Kab. Cirebon, prov. Jawa Barat

* Foto foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link

Sejarah Kerajaan Caruban Nagari Cirebon

Kerajaan Caruban Nagari Cirebon sejak tahun 1452 M. dimasa pemerintahan Raja Caruban Nagari Ke-1 yang bernama Pangeran Cakrabuana dengan gelar Raja Sri Mangana (Prabu Anom) dan dimasa pemerintahan Raja Caruban Nagari Ke-2 yang bernama Syeh Syarif Hidayatullah dengan gelar Raja Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) sampai pada masa pemerintahan Raja Caruban Nagari Ke-7 yang bernama Pangearan Abdul Karim dengan gelar Raja Panembahan Ratu 2 (Panembahan Girilaya) pusat pemerintahannya berkedudukan di Keraton Pakungwati.
Namun sejak tahun 1667 M. dimasa penjajahan Belanda kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) dipecah menjadi 3 (tiga) bagian yaitu Kesultanan Kasepuhan, Kesultanan Kanoman dan Kesultanan Kacirbonan, maka sejak saat lambat laun kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) mulai dilupakan dan tidak dikenal lagi oleh masyarakat Cirebon dibawah kekuasaan penjajah Belanda, karena sejak saat itu juga Keraton Pakungwati dikuasai oleh Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan diganti namanya menjadi Keraton Kasepuhan.
———————————-

Setelah Ki Gedeng Alang-Alang meninggal, Raden Walangsungsang melanjutkan sebagai kuwu yang kedua bergelar Pangeran Cakrabuana. Ketika Ki Gedeng Tapa meninggal, Pangeran Cakrabuana tidak meneruskan jabatan itu, melainkan mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan Cirebon.

Pada tahun 1479 ia meninggal dunia dan kedudukannya digantikan oleh keponakannya yang bernama Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah yang juga dikenal sebagai Sunan Gunung Jati adalah putera dari Nyai Rara Santang dengan Syarif Abdullah dari Mesir. Kesultanan Cirebon banyak berkembang pada masa ini. Saat Syarif Hidayatullah meninggal, yang diangkat menjadi pengganti adalah Fatahillah, menantunya. Ini karena putranya yang masih hidup telah memerintah di Banten.

Setelah Fatahillah meninggal, ia digantikan oleh cucu Sunan Gunung Jati, yang bergelar Panembahan Ratu I. Panembahan Ratu I kemudian diganti oleh Pangeran Karim yang bergelar Panembahan Ratu II atau Panembahan Girilaya.
Pada masa Panembahan Girilaya, Cirebon berada diantara kekuatan Banten dan Mataram yang sama-sama menaruh curiga. Selain masih mempunyai ikatan darah dengan Banten, Panembahan Girilaya adalah menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma Mataram. Puncaknya, Panembahan Girilaya meninggal saat berkunjung ke Surakarta. Selain itu, kedua putranya yang bernama Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya juga ditahan.

Kekosongan kekuasaan di Cirebon membuat sultan Banten menobatkan Wangsakerta, putera ketiga Panembahan Girilaya, sebagai pengganti. Sultan Banten juga membantu memulangkan dua pangeran yang ditahan Mataram.

Pada tahun 1677, kesultanan Cirebon pecah menjadi tiga:

  1. Pangeran Martawijaya atau sultan Kraton Kasepuhan, dengan gelar Sepuh Abi Makarimi Muhammad Samsudin (1677 – 1703)
  2. Pangeran Kartawijaya atau Sultan Kraton Kanoman, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677 – 1723)
  3. Pangeran Wangsakerta atau Panembahan Cirebon, dengan gelar pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677 – 1713).

Setelah perpecahan tersebut masih ada perpecahan lagi pada tahun 1807. Saat itu putra Sultan Anom IV ingin membangun kesultanan sendiri. Keinginan itu didukung pemerintah belanda. Akhirnya muncul kesultanan baru yang bernama kesultanan Kacirebonan. (PDS)

– Sumber:http://buletinmadubranta.blogspot.co.id/2012/09/kesultanan-cirebon.htm

Lokasi Cirebon di Jawa tahun 1700
.
Lokasi Cirebon———————–

Peta pembagian Kesultanan Cirebon


Bangkitkannya kembali Kerajaan Caruban Nagari Cirebon pada tahun 2013

Dibangkitkan kembali Kerajaan Caruban Nagari Cirebon pada tahun 2013 M. oleh Sri Raksabuana Kusuma (Kiageng Macan Putih) Drs. H. PC. Muhammad Muslim MP (Raja Caruban Nagari Ke-8), maka membangun kembali Keratonnya yang disebut Keraton Pakungwati Caruban Nagari Cirebon Trah Padjadjaran berdasarkan SK. Pendirian Keraton Nomer: 220/603/Bangdem tahun 2014 dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (KESBANGLINMAS) Kabupaten Cirebon yang tertera dibawah ini.
– Sumber: https://rajacarubannagari.wordpress.com/2018/03/26/keraton-caruban-nagari-dibangun-sebagai-pengganti-keraton-pakungwati/


Keraton Pakungwati

Keraton Kasepuhan berisi dua komplek bangunan bersejarah yaitu Dalem Agung Pakungwati yang didirikan pada tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana dan komplek keraton Pakungwati (sekarang disebut keraton Kasepuhan) yang didirikan oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada tahun 1529.
* Foto Keraton Pakungwati di bawah.

Reruntuhan bekas Keraton Pakungwati./Foto: Alwi

Reruntuhan bekas Keraton Pakungwati./Foto: Alwi


Bendera Perang Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon

Menurut sejarah bahwa Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran sejak jaman Pemerintahan Syeh Syarif Hidayatullah Raja Caruban Nagari Ke-2 dengan Gelar Raja Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) memiliki 2 (dua) buah bendera: 1. Bendera Kerajaan (berlambang Macan Ali), 2. Bendera Perang (berlambang seperti yang tertera dibawah ini), bendera perang ini kurang begitu dikenal oleh kalangan masyarakat di Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran, karena bendera perang ini hanya sewaktu waktu saja dikeluarkannya disaat apabila sedang menghadapi situasi perang.

Bendera Perang Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran ini berbentuk segi lima panjang dan ujungnya berbentuk sudut, dengan warna dasar hitam dan warna tulisan putih, bendera Perang ini berisi kumpulan ilmu- ilmu Ghaib berbentuk ASMA, RAJAH dan AUFAQ yang diambil dari kitab suci Al- Qur’an dan dari kitab Aufaq karya Ulama besar islam Imam Ghozali dan AUFAQ yang berbentuk SINGA GURUN (Gelar Prajurit Perang yang disandang oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib) dan PEDANG DZULFIKAR milik Sayyidina Ali bin Abi Tholib.

Bendera Perang Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran ini adalah Duplikat yang telah dibuat dan dirilis kembali pada tahun 2014 M. hasil Karya, Cipta, Rasa dan Kersa dari Sri Raksabuana Kusuma (Kiageng Macan Putih) Drs. H. PC. Muhammad Muslim MP (Raja Caruban Nagari Ke-8), karena menurut sejarah bahwa bendera perang Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran yang aslinya adalah yang dibuat langsung dari hasil karya Cipta, Rasa, dan Kersa Sunan Gunung Jati, namun sejak dimasa penjajahan Belanda bendera perang yang aslinya telah diambil dan dibawah ke Kerajaan (Negara) Belanda.
 Sumber: https://rajacarubannagari.wordpress.com/2018/03/08/bendera-perang-kerajaan-caruban-nagari-pakungwati-cirebon/


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber

– Sejarah Nagari Caruban:http://buletinmadubranta.blogspot.co.id/2012/09/kesultanan-cirebon.html
– Sejarah Nagari Caruban:http://www.republika.co.id/berita/koran/islam-digest-koran/14/10/12/ndbu18-caruban-potret-kejayaan-islam-nusantara
– Sejarah Nagari Caruban:http://cirebonmasalalu.blogspot.co.id/2013/01/pangeran-walang-sungsang-sang-pendiri.html
– Caruban, cikal bakal Cirebon: http://urusandunia.com/kerajaan-cirebon/

– Keraton Pakungwati: http://www.eviindrawanto.com/2012/05/sisa-keraton-pakungwati-kasepuhan-cirebon/
– Reruntuhan Keraton Pakungwati: http://www.eviindrawanto.com/2012/05/sisa-keraton-pakungwati-kasepuhan-cirebon/
– Keraton Kasepuhan:https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kasepuhan


Foto foto keraton Pakungwati

Pintu keluar keraton Pakungwati

———————————–
Petilasan Pangeran Cakrabuwana dan Sunan Gunung Jati. Sumber: http://www.eviindrawanto.com/2012/05/sisa-keraton-pakungwati-kasepuhan-cirebon/

Petilasan Pangeran Cakrabuwana dan Sunan Gunung Jati

————————————-
Paseban puteri. Sumber: http://www.eviindrawanto.com/2012/05/sisa-keraton-pakungwati-kasepuhan-cirebon/

Paseban puteri

————————————
Situs taman kaputren Dalem Agung Keraton Pakungwati yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana sekitar tahun 1430 M di Cirebon

situs taman kaputren Dalem Agung Keraton Pakungwati yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana sekitar tahun 1430 M di Cirebon

——————————–
Lambang