Caruban Nagari Cirebon, kerajaan / Prov. Jawa Barat – kab. Cirebon

Caruban Nagari Cirebon adalah cikal bakal kesultanan Cirebon, terletak di Kab. Cirebon, prov. Jawa Barat.
Kerajaan Caruban Nagari dibangun sejak tahun 1430.

Caruban
Nagari Cirebon is the forerunner of the sultanate of Cirebon, located in Kab.
Cirebon, prov. West Java.

The Kingdom of Caruban Nagari was built in 1430.
For english, click here
.
Kab. Cirebon, prov. Jawa Barat

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link

* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link

* Foto situs kuno di Jawa: link


Sejarah Caruban Nagari Cirebon

Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 Masehi, dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau.

Ki Gedeng Tapa membangun Caruban, embrio Kota Cirebon. Pangeran Cakrabuana (Muslim), putra pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi sekaligus cucu Kigedeng Tapa mendirikan Istana Pakungwati yang berasaskan Islam. Ia disebut pendiri Kesultanan Cirebon.

Pangeran Cakrabuana (Walangsungsang) lalu membuat sebuah pedukuhan di Kebon Pesisir, membangun Kuta Kosod (susunan tembok bata merah tanpa spasi) mendirikan Dalem Agung Pakungwati serta dan membentuk pemerintahan di Cirebon pada tahun 1430.
Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman, tampil sebagai “raja” Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon.
Pangeran Walangsungsang wafat pada tahun 1529.

1552: Kesultanan Islam Cirebon resmi berdiri di bawah kepemimpian Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati, 1448 – 1568). Ia memerintah hingga 1568. Kesultanan ini berjaya di bawah kepemimpinannya.


Keraton Dalem Agung Pakungwati

Keraton Dalem Agung Pakungwati yang terletak di Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon.
Bangunan Keraton Dalem Agung Pakungwati berdiri pada 1430 dan bergaya arsitektur Majapahit didirikan oleh Pangeran Cakrabuana.

Pangeran Cakrabuana memberikan nama keraton yang pertama di Cirebon ini dengan nama Pakungwati.

Di Komplek Keraton Dalem Agung Pakung Wati terdapat tiga bangunan, yakni Petilasan Pangeran Cakrabuana, Petilasan Sunan Gunung Jati dan rumah Pengeran Cakrabuana. Petilasan ini pada masanya digunakan untuk perundingan tingkat tinggi para wali serta untuk mengatur strategi perang.

– Foto lain di bawah

Keraton Dalem Agung Pakungwati


Bendera Perang Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon

Menurut sejarah bahwa Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran sejak jaman Pemerintahan Syeh Syarif Hidayatullah Raja Caruban Nagari Ke-2 dengan Gelar Raja Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) memiliki 2 (dua) buah bendera: 1. Bendera Kerajaan (berlambang Macan Ali), 2. Bendera Perang (berlambang seperti yang tertera dibawah ini), bendera perang ini kurang begitu dikenal oleh kalangan masyarakat di Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran, karena bendera perang ini hanya sewaktu waktu saja dikeluarkannya disaat apabila sedang menghadapi situasi perang.

Bendera Perang Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran ini berbentuk segi lima panjang dan ujungnya berbentuk sudut, dengan warna dasar hitam dan warna tulisan putih, bendera Perang ini berisi kumpulan ilmu- ilmu Ghaib berbentuk ASMA, RAJAH dan AUFAQ yang diambil dari kitab suci Al- Qur’an dan dari kitab Aufaq karya Ulama besar islam Imam Ghozali dan AUFAQ yang berbentuk SINGA GURUN (Gelar Prajurit Perang yang disandang oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib) dan PEDANG DZULFIKAR milik Sayyidina Ali bin Abi Tholib.

Bendera Perang Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran ini adalah Duplikat yang telah dibuat dan dirilis kembali pada tahun 2014 M. hasil Karya, Cipta, Rasa dan Kersa dari Sri Raksabuana Kusuma (Kiageng Macan Putih) Drs. H. PC. Muhammad Muslim MP (Raja Caruban Nagari Ke-8), karena menurut sejarah bahwa bendera perang Kerajaan Caruban Nagari (Keraton Pakungwati) Cirebon Trah Padjadjaran yang aslinya adalah yang dibuat langsung dari hasil karya Cipta, Rasa, dan Kersa Sunan Gunung Jati, namun sejak dimasa penjajahan Belanda bendera perang yang aslinya telah diambil dan dibawah ke Kerajaan (Negara) Belanda.
– Sumber: https://rajacarubannagari.wordpress.com/2018/03/08/bendera-perang-kerajaan-caruban-nagari-pakungwati-cirebon/


Sumber

https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/cirebon-kesultanan-1522-1677/
https://www.cirebonkota.go.id/profil/sejarah/sejarah-keraton/


Foto Keraton Dalem Agung Pakungwati

Petilasan Pangeran Cakrabuana

————————

Bangunan Siti Hinggil keraton Pakungwati dibangun oleh Cakrabuana, 1430

————————

Abdi dalem di balai pertemuan raja dengan Wali Songo, dibangun oleh Cakrabuana 1430


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: