Naitimu, kerajaan / P. Timor – Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Naitimu terletak di pulau Timor, kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Belu

Kabupaten Belu

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur


* Foto kerajaan-kerajaan Timor: link
* Foto situs kuno / megalitik di Timor: link


Present Raja:  H.H. Raja Vincentius R. Manek of Naitimu (dilantik / installed june 2007)


Tentang kerajaan Naitimu

For english, click here
.
Salah satu kerajaan di wilayah Belu ada Naitimu.
Karena beberapa fakta politik pemilihan raja Belu tertunda selama beberapa tahun.
Yang masih terjadi, ketika pada tahun 1878 Raja Taek Mauk dari Naitimu di utara Belu meninggal dan garis kerajaan totok tidak bisa dilanjutkan lagi. Di selatan terletak federasi Fialarang masih ada berdarah penuh, sehingga permintaan dibuat untuk Loro Atok Lulin dari Fialarang untuk dapat mengadopsi putranya Pangeran Fahi Mauk sebagai raja baru mereka.
Raja ini meninggal pada tahun 1890 dan lagi seorang pangeran harus diminta dari sebuah dinasti. Kemudian putra  Raja Lidak (dekat Naitimu) diizinkan untuk diadopsi sebagai raja baru.
Raja Don Basenti da Costa memerintah sampai kematiannya pada tahun 1914.
Salah satu kerajaan adalah
Naitimu. Sekarang terletak di kecamatan Nanaet Dubesi.
Sumber:
kerajaan indonesia

Peta kerajaan-kerajaan di Timor tahun 1900

klik peta untuk besar


Raja raja kerajaan Naitimu 

  • Romorok (fl. 1761)
  • Nai Mau (fl. 1832)
  • Taik Mauk (1847-1878)
  • Fahik (1879-1890)
  • Kau Atok and Kau Besi (1890-1894) [sons]
  • Don Basenti (1894-1914) [son of Mariana da Costa of Jenilu]
  • Naitimu merged with Kakuluk Mesak 1914, then with Belu Tasi Feto 1916

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rulers_of_Timor#Kings_of_Naitimu.5B77.5D

Raja Don Basenti da Costa ruled until his death in 1914.
Because he was in 1890 only 7 years old a son of Raja Fahi Mauk was installed as one of the regent-rajas of Naitimu with name Fettor (ruler’s title) Yoseph Atok.
He ruled until 1894, when the new raja was installed.
Regent-Raja Yoseph Atok was accepted by all as the new raja: Raja, or Nai Frans Manek.
But Raja Frans Manek died in 1953 and was succeeded by Raja Balthasar Th. Siri.
Raja Balthasar Th. Siri died 4 july 2001; being 88 years old.

After a selection time the royalty, with the consent of the people of Naitimu, decided to ask the grandson of the very popular Prince Vicentius Mauk Atok to be their new raja. This Prince Vicentius Rodriques Manek (born in 1969) already was then known as a prince with the same dedication and love for his people as his grandfather.
In june 2007 Raja Vicentius Rodriques Manek was installed as the new Raja,or Ama Nai Nanaet Dubesi by Raja Hendrik Tefa of nearby brother area of Mandeu.
The new crownprincess is their oldest daughter Ratu Muda Elisabeth Oktaviani Manek.

This raja also comes from a long line of very important rajas from the principality of Fialarang.The first ruler of his dynastic clan: his greatgrandfather Raja Fahi Mauk (ruled 1878-1890) was the dasi ran son of the 11th loro of Fialarang: Loro Don Anthony Atok Lulin
(already known as crownprince of Fialarang in 1818).


Sejarah Timor

Menurut mitos rakyat setempat, pulau Timor dulunya adalah seekor buaya raksasa. Mitos ini sangat kuat hidup di bagian timur. Orang Timor Leste sendiri menamakan daerahnya secara tak resmi dengan “The Sleeping Crocodille” sang buaya tidur.

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah.  Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.


Peta-peta kuno Timor

Untuk peta kuno Timor tahun 1521, 1550, 1600, 1650, 1733, 1700-an, 1762, 1900: klik di sini

Timor tahun 1521


Sumber

– Sejarah kerajaan Naitimu: http://kerajaan-indonesia.blogspot.co.id/2010/06/also-in-middle-timor-rajas-come-back.html
– History of Naitimu: http://kerajaan-indonesia.blogspot.co.id/2010/06/also-in-middle-timor-rajas-come-back.html


Raja Vicentius R. Manek of Naitimu and staff

Raja Vicentius R. Manek of Naitimu and staff

Fransiskus Manek, raja Naitimu

Fransiskus Manek, raja Naitimu


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: