Singingi (Rantau Singingi), kerajaan / Sumatera – Prov. Riau, Kab. Kuantan Singingi

Kerajaan Singingi (Rantau Singingi) adalah salah satu kerajaan di Sumatera, di Provinsi Riau. Kabupaten Kuantan Singingi.

The kingdom of Singingi was a kingdom on Sumatera, Prov. Riau, District Kuantan Singingi.
For english, click here

Kabupaten Kuantan Singingi

Kabupaten Kuantan Singingi

Provinsi Riau (hijau)

Provinsi Riau (hijau)


Tentang raja Singingi

Datuk (2014): H. ZALIS – Datuk Bandaro ke-15 (Urang Godang Datuk Nan Baduo Antau Singingi)
Menjabat dari tahun 1973 sampai sekarang. Suku Piliang Bawah.


Sejarah kerajaan Singingi

Info diambil dari: http://aretatatanugraha.blogspot.co.id/2016/10/kerajaan-singingi-bukan-dongeng.html

Negeri Rantau Kuantan dan Rantau Singingi yang merupakan wilayah Kabupaten Kuantan Singingi sekarang, walaupun sedikit terdapat perbedaan latar belakang sejarah karena terdiri dari Laras dan Rantau yang berbeda, namun dalam bentuk karakteristik adat banyak memiliki persamaan. Begitu pula dengan struktur Kenegrian atau susunan Koto-Koto serta sumber adat dan asal kedatangan dan nama Datuk-Datuk.

Negeri Rantau Kuantan pada awalnya adalah wilayah suatu kerajaan yang dikenal sebagai Kerajaan Kandis. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad 8 M. Negeri ini waktu itu dikenal sebagai Nagori Duo Puluh Kurang Oso atau negeri terdiri dari 19 Koto yang dipimpin oleh 19 Datuk dengan berkedudukan di Koto-Koto.

Negeri-negeri di Kuantan itu membentuk federasi, masing-masingnya dipimpin oleh “Urang Godang” (Orang Besar). Pada masanya menjadi konfederasi dipimpin oleh salah seorang Urang Godang, yaitu Datuk Bisai yang berkedudukan di Taluk Kuantan.

Sementara di Singingi ada 2 Datuk yang dibedakan atas Raja Adat dari Pagaruyung dan Rajo Ibadat dari semenanjung Malaya, serta dibantu oleh 7 Datuk sehingga jumlahnya menjadi 9 Datuk yang disebut dengan Datuk Yang Sembilan.
Rantau Kuantan dan Singingi, berjalan secara otonom dan masyarakatnya mengalami kondisi kesejahteraan relatif sangat baik.

Kerajaan Singingi adalah kerajaan islam di Kabupaten Kuantan Singingi tepatnya di Desa Muaralembu Kecamatan Singingi. Kerajaan ini dibentuk yaitu atas persetujuan petinggi kerajaan yang ada di daerah Gunung Sahilan. Kerajaan Singingi awalnya di perintah oleh seorang Ratu yang bernama ” Ratu Dipertuan Gadis” kerajaan Singingi ini mempunyai kekuasaan wilayah sebanyak 9 (Sembilan) nagori(negeri);

  1. Desa Tanjung Pauh
  2. Desa Sungai paku
  3. Desa Koto baru
  4. Desa Petai
  5. Desa Kebun lado
  6. Desa Muaralembu
  7. Desa Pulau Padang
  8. Desa Pangkalan Indarung, dan
  9. Desa Logas.

Karena kerajaan Singingi berdiri di Desa Muaralembu, sehingga Desa Muaralembu dijadikan Induk dari 9 (Sembilan) desa tersebut. Pada tahun 1923 Kerajaan Gunung Sahilan mempercayai seorang Putra Daerah Muaralembu untuk dijadikan Raja untuk Kerajaan Singingi. Moh. Sirih adalah seorang putra daerah yang dilahirkan pada tahun 1884 memiliki darah melayu yang diberikan tanggung jawab menjadi seorang pemimpin kerajaan untuk mensejahterakan rakyatya.
Moh. Sirih dikenal sebagai raja yang berhati bersih, bertanggung jawab dan tegas. Masyarakat lebih mengenal beliau dengan sebutan Datuk Bandaro, semua masyarakat hormat karena keteladanannya bahkan penjajah yang ada pada masa itu hormat pada beliau.
Belanda yang tersisa pada saat itu memberikan sebuah gelar kehormatan untuk beliau, mereka menyebutnya “ZELFBESTUUR VAN SINGINGI “ tidak hanya itu pemerintah jepang yang ada di Singingi juga memberikan gelar kehormatan yang pada masa itu disebut “Sonco”. Pada masa pemerintahan beliau setiap orang yang yang menyalahi aturan dan bertentangan dengan norma-norma akan diberikan hukuman sesuai dengan aturan, untuk yang melakukan tindakan yang diluar batas akan diserahkan ke Gunung Sahilan untuk diberikan hukuman, dengan begitu masyarakat akan saling menjaga kerukunan dalam hidup bermasyarakat.

Moh. Sirih menikah dengan seorang perempuan asli Singingi berdarah melayu yang bernama HAPINA dan dikaruniai 8 (delapan) orang anak:

  1.   Amarullah (alm)
  2.   Siti Rustia (almh)
  3.   Nazarudin (alm)
  4.   Ilyas Syahrudin (alm)
  5.   Hasim (alm)
  6.   Putri Bungsu (almh)
  7.   Zainur Abidin (alm)
  8.   Abdul Kadir

Tahun  1936 kerajaan Singingi dilanda kedukaan, pasalnya sang permaisuri telah wafat.  Untuk  melanjutkan keturunan Kerajaan Moh. Sirih meminang seorang perempuan yang berasal dari Desa Sungai Paku, pernikahan kedua ini beliau dikaruniai 5 (lima) orang anak:

  1. Zakaria (alm)
  2. Abdul Aziz Tahir
  3. Khairumi (almh)
  4. Nurbaiti (almh)
  5. Bachlis (alm)

Setelah indonesia merdeka, sistem pemerintahan kerajaan pun di hilangkan dan pemerintah Indonesia langsung mempercayai Moh. Sirih untuk menjadi Camat di kecamatan Singingi, setelah 2 tahun pemerintahannya beliau pun wafat pada tahun 1947.
Semenjak beliau diangkat menjadi Raja Singingi pada tahun 1923 sampai beliau wafat pada tahun 1947 beliau diberikan keturunan sebanyak 13 orang anak tumbuh menjadi pilar-pilar tangguh sebagai contoh dan suri tauladan bagi keturunannya.


Sumber

Sejarah kerajaan Singingi: http://yandrasingingi.blogspot.co.id/2014/01/nama-dan-fhoto-pemangku-adat-rantau.html?spref=fb
Sejarah kerajaan Singingi: http://aretatatanugraha.blogspot.co.id/2016/10/kerajaan-singingi-bukan-dongeng.html

– Sejarah Singingi / Rantau Kuantan: http://sejarah.ghobro.com/2017/03/pembagian-indragiri-sebelum-pendudukan.html
– Sejarah Singingi / Rantau Kuantan: http://mynewblogaprinda.blogspot.co.id/2016/04/sejarah-kuantan-singingi.html
– Sejarah Singingi / Rantau Kuantan: http://wartasejarah.blogspot.co.id/2013/10/pemekaran-daerah-kabupaten-kuantan.html


Foto

Datuk-Datuk Para Pemangku Adat Rantau Singingi bersama Tim dari JIKALAHARI duduk bersama dalam acara pemetaan Tanah Ulayat / Tanah Adat Rantau Singingi, di gedung Balai Adat Kel. Muaralembu 04 Februari 2014

Cap Pertama Kerajaan Pemerintahan Adat Rantau Singingi, dibawah kekuasaan Datuk Bandaro.

Cap Kedua Kerajaan Pemerintahan Adat Rantau Singingi, dibawah kekuasaan Datuk Bandaro.

Makam Mhd. Ali Datuk Jalo Sutan ke – 1.


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s