Paperu, negeri / P. Saparua – prov. Maluku

Negeri Paperu berteung Tounusa Amalatu terletak di pulau Saparua, kecamatan Saparua, Kab. Maluku Tengah, prov. Maluku.
Paperu beragama Kristen.

Lokasi pulau Saparua


* Video Paperu panas pela 7 negeri: link
*
Video Negeri Paperu: link
* Video pelantikan raja Paperu:link
* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Nederlands (bah. belanda)

* Klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga’s en negeri’s,
– zoekmachine voor marga’s,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


Tentang Raja sekarang

23 febr. 2018: Pelantikan Upu Latu (Raja) negeri Paperu: Samuel Lawalatta.
Video pelantikan: link

Kiri: raja negeri Paperu saat pelantikan


Daftar raja negeri Paperu

Dari keturunan ada 13 orang yang berkuasa berturut-turut. Kekuasaan raja-raja tersebut sbb.:
Raja 1: Hitirissa/Lawalata: Ia memupnyai 3 orang anak yaitu: Malapon, Mairissa dan Khayela (anak perempuan). Sesudah Hitirissa turun takhta, ia digant oleh anaknya.
Raja 2: Malapon. Sesudah itu ial diganti oleh saudarnya.
Raja 3: Mairissa. Pada waktu pemerintah raja Mairssa, agama Kristen masuk di Lease, yang dibawah oleh orang Porutis tahun 546. Negeri yang pertama menerima agama Kristen ialah negeri Ulath. Seminggu kemudian Portugis ke Paperu dan mereka diterima oleh raja Mairissa. Raja Mairissa kemudian dibaptiskan dengan nama kristennya ialah Matheos, karena Mairissa adalah nama Hindu. Berhubungan dengan keturunan Mairissa semuanya merantau, maka tak ada orang yang menggantikannya. Akhirnya turunan Malapon yang memerintah selanjutnya sampai pada pemerintahan yang 13. Kemudian Mairissa diganti oleh raja keempat.
Raja 4: Johannis Pieter Anakotta/Lawalata. Raja inilah yang diutus oleh raja Latusalisa dalam perang Iha. Dialah yang menyerahkan tanah Iha kepada rakyat, akibat perang melawan Hatibe Patti (Kapitan Iha)
Raja 5: Marcus Nusa
Raja 6: Baztian Tarupia
Raja 7: Pieter Pattiheu: Raja inilah yang menjual tanah Iha yaitu tanah Mahuputty (diperbatasan Noloth) kepada Haulussy dari Ihamah. Raja ini kemudian diganti oleh raja-raja berikutnya sampai pada raja ynag ke 12.
Raja 12: Frans Marawael. Pada waktu pemerintahan raja Frans ini, terjadi suatu peristewa lagi yaitu seorang anak yang dipeliharanya membuat uang palsu bertempat di Leang Erwa. Didalam Leang ini banyak sekali terdapat alat-alat pencetak uang, baik batu maupun perak. Hal ini diketahui oleh Belanda. Setelah diadakan penyelidikan, raja Frans dituduh dan ditangkap kemudian dijatuhi hukuman. Juga ditetapkan bahwa keturunan Hitirissa/Lawalata tidak boleh lagi memerintah selanjutnya. Oleh sebab itu ia kemudian digant oleh seorang raja dari lain keturunan. Lebih jelas lagi turunan Malapon tak boleh lagi memerintah.

Lokasi negeri Paperu di P. Saparua


Baileo negeri Paperu

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.
– Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo
* https://kangapip.com/rumah-adat-maluku/

Baileo Negeri Paperu

Sejarah negeri Paperu

Info di bawah di ambil dari: http://petra-putrafajar.blogspot.com/2014/11/sejarah-negeri-paperu-saparua.html

Orang yang mula-mula tiba di negeri Paperu ialah LATUNUSA yang artinya Raja Pulau. Dengan menggunakan sebuah perahu kora-kora, Latunusa datang dari Seram Barat dan mengelilingi pulau-pulau untuk dijadikan tempat tinggal. Setelah Latunusa melihat negeri Paperu yang cocok dihatinya, lalu ia mengatakan setengah berteriak TOUNUSA jang artinya Lihat Pulau atau Tengok Pulau. Dan dia (Latunusa) memetuskan untuk turun dan menetap disitu.
Latunusa turun dan mencari tanah yang baik serta aman untuk dijadikan tempat tinggalnya. Kemudian dipilihnya bagian tanah dipuncak gunung agar dari tempat itu ia dapat melihat keadaan sekitarnya, teristimewa letaknya jauh dari pesisir pantai, jang berarti ia bebas dari serangan musuh. Setibanya digunung, ia lalu menukar namannya menjadi LATUSALISA atau Raja Gunung. Dan kemudian oleh rakyatnya ia disebut Luhukay jang artinya Jang masuk/tiba pagi-pagi/mula-mula, dan keturunannya sampai sekarang memakai nama Luhukay sebagai nama marganya.

Bendera negeri Paperu


Dan Latusalisa/Luhukay ini, berkuasa di darat maupun di laut, sebab pada waktu itu semua tanah masih kosong. Jadi daerah kekuasaannya sangat besar, mulai dari jembatan Booi sampai ke Tiouw (gereja Saparua sekarang) dan terus ke labuhan negeri Haria. Tak lama kemudian tiba pula beberapa orang dari pulau Seram dengan tujuan yang sama pula, yaitu untuk mencari daerah baru. Mereka lain lalu datang dan menetap di Paperu, dan kemudian mereka bergabung dengan raja Latusalisa di gunung.
Mereka membentuk suatu persekutuan hidup yang kecil dan mengangkat Latusalisa sebagai raja Latusalisa mereka. Meskipun mereka baru beberapa orang saja, tapi mereka sudah dapat membentuk sebuah negeri dengan nama: “NUSA KUMBANG SIRI HALIMBANG PATTY” Sebenarnya nama negeri tersebut Nusa Kumbang, tetapi karena raja Latusalisa kawin dengan putri dari raja Tial jang bernama Siri Halimbang Patty, maka untuk menghormati istrinya Radja Latusalisa menambah nama istrinya dibelakang nama Nusa Kumbang, menjadi Nusa Kumbang Siri Halimbang Patty. Inilah nama Negeri Paperu yang mula-mula, dan oleh penduduk negeri Paperu lazim mereka sebut Negeri Lama.


Tentang pemerintahan negeri Paperu

Pemerintahan Negeri Paperu dipegang oleh Raja Lawalat Negeri diperintahi oleh raja Lawalata.

Hutan dan negeri digabai atas 2 bagian yaitu:
1. Untuk daerah hutan disebut: – Hutan bagian muka – Hutan bagian belakang
2. Untuk daerah negeri disebut: – Titila – Upalatul.
Sebagai penjaga batasan kedua bagian hutan ini ditunjuk 3 orang yang, berdiam di Batu Meja Sebilan dekat Hatulo (Hatul). Ketiga organg itu adalah:
Takakumu,
Takakia,
Takakora.

Didalam pemerintahan, raja memilih pembantu-pembantunya, antara lain:
1. Tenuhua: Dia adalah merupakan orang pintar yang diplih menjadi tangan kanan raja dan bertugas sebagai protokol. Tenuhua yang dipilih ialah Pattipawaey, mereka terkenal dengan nama Tenuhuan Puputol. Anak buah mereka ialah: Mayat, Tuhepary dan Toisuta.
2. Soa: Ada 9 buah soa yang dipilih yaitu:
1. Soa Lawalata atau Soa Raja,
2. Soa Luhukay,
3. Soa Sopamena,
4. Soa Kepil,
5. Soa Siahanenia,
6. Soa Tentua,
7. Soa Simalopte.

Catatan: Sebenarnya ada 9 buah soa menurut adat Pata Siwa, tetapi soa yang 4 sampai 7 telah hilang keturunannya kemudian pada saat ini sudah ada soa Parinussa, Maelissa, Mayaut. Masing-masing soa dengan tugasnya tersendiri-sendiri. Sebelum soa Kepil hilang, ia mendapat tihul-tihul atau tempat-tempat yang khusus untuk membuat Sero. Sedangkan batasan tanjung Paperu sampai di Hauhola dijaga oleh kepala-kepala soa yang lain.

3. Marinyo: Marinyo biasanya dapat dipilih susuka raja, jadi tidak menurut keeturunan. Karena itu, seorang manrinyo harus setia dan rajin. Marinyo disuruh menjaga Walo termasuk labuhan Raja. Dalam melayani keperluan raja sehari-hari, raja biasanya memili 4 orang Hakaki dan 4 orang Kuarto.

4. Hakiki: Yaitu orang perempuan yang dipilih dan ditugaskan untuk mencuci pakaian dan membuat makanan raja dan untuk keluarga raja.
5. Kuarto: Yaitu orang laki-lai yang bertugas membantu dan menolong raja membuat sero dan lain-lain keperluan raja, misalnya: memoton kayu, membuat ekbun dan lain.
6. Kewang negeri dll. Selain pembantu-pembantu raja diatas maka kedudukan kewang adalah sangat besar artinya dalam negeri, karena tugas-tugas kewang adalah berhubungan dengan persoalan Kapitan Tua digunung. Negeri Paperu juga terikat pada adat didalam menjalankan adat ini dibagi atas 2 bahagian yaitu.

7. Raja: Raja adalah orang yang dipilih dan dinobatkan untuk memerintah dan bertanggung jawab atas sebuah negeri. Dalam hal ini raja bukan dimaksudkan untuk suatu kerajaan, tetapi untuk sebuah negeri. Yang mula-mula memerintah di negerie ialah raja Hitirissa/Lawalata.
Tradisi cuci air di negeri Paperu. Video: https://www.youtube.com/watch?v=fw-SQLYzIWw
Afbeeldingsresultaat voor negeri paperu

Marga, SOA dan Pela / Gandong negeri Paperu

1) Nama Marga

Bernard
Hukom
Joseph
Kaitjilij
Keppy
Latumaelissa
Latumaerissa
Latumahina
Lawalata
Luhukay
Mailisa
Mayaut
Parinussa
Pattipawaej
Pattiselanno
Ruhupatty
Siahainenia
Snell
Sopamena
Soukotta
Toisuta
Tuhepary
Tuhumena
– Sumber: Atlas Maluku

2) SOA

Ada 9 buah soa yang dipilih yaitu:
1. Soa Lawalata atau Soa Raja,
2. Soa Luhukay,
3. Soa Sopamena,
4. Soa Kepil,
5. Soa Siahanenia,
6. Soa Tentua,
7. Soa Simalopte.

Catatan: Sebenarnya ada 9 buah soa menurut adat Pata Siwa, tetapi soa yang 4 sampai 7 telah hilang keturunannya kemudian pada saat ini sudah ada soa Parinussa, Maelissa, Mayaut. Masing-masing soa dengan tugasnya tersendiri-sendiri. Sebelum soa Kepil hilang, ia mendapat tihul-tihul atau tempat-tempat yang khusus untuk membuat Sero. Sedangkan batasan tanjung Paperu sampai di Hauhola dijaga oleh kepala-kepala soa yang lain.

3) Cari nama marga dan negeri

Daftar nama marga di Maluku, dan Negeri: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan marga: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan marga: Atlas Maluku

4) Pela dan Gandong

Negeri Paperu pela dengan negeri Tial Islam, Tulehu, Hulaliu, Tiouw, Sila, Lekloor, Asilulu.

Sumber daftar Pela dan Gandong:
Atlas Maluku
Kumpulan Pela dan Gandong
Nunusaku.com


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Marga, Matarumah dan SOA
2) Penjelasan Pela dan Gandong
3) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri negeri di Maluku
4) Baileo negeri maluku
5) Tarian Cakalele
6) lain

Untuk subjek penting, klik di sini


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640


Sumber

– Sumber daftar Pela dan Gandong: Atlas Maluku
– Sumber daftar Pela dan Gandong: Kumpulan Pela dan Gandong
– Sumber daftar Pela dan Gandong: Nunusaku.com

– Daftar nama matarumah dan negeri di Maluku: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan Matarumah: nunusaku.com/pdfs

– Penjelasan Pela dan Gandong: http://pelagandong.blogspot.com/2013/05/pengertian-pela-dan-gandong-sebagai.html
– Penjelasan Pela dan Gandong: https://id.wikipedia.org/wiki/Pela
– Penjelasan Pela dan Gandong: http://historymaluku.blogspot.com/2016/06/pela-gandong-hanya-di-maluku.html