Kaur, kerajaan / Sumatera – Prov. Bengkulu

Kerajaan Kaur: didirikan tahun 1697 terletak di Sumatera, Prov. Bengkulu, kab. Kaur.

The Kingdom of Kaur: founded in 1697; located in Prov. Bengkulu, Sumatera.
For english, click here

Kab. Kaur

kab. kaur


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


Sejarah kerajaan Kaur, abad ke-17

Kerajaan Kaur didirikan pada sekitar tahun 1697 oleh Pangeran Raja Luwih yang bergelar Sebrani Gunung Kaur, yang merupakan Putra dari Pasangan Dewa Sekanjang Hitam dan Dewa Sekanjang Putih, yang merupakan Saudara dari Ratu Darah Putih Penguasa kerajaan Banten pada masa lalu.

Puncak kejayaan kerajaan Kaur berada pada masa pemerintahan Raja Negara Muda atau Pangeran Cungkai dilangit VI pada sekitar tahun 1840. Kerajaan ini mengalami kemunduran akibat ke terlibatannya dalam perang yang sangat panjang dengan Kompeni Belanda.

Dimulai dari dukungan yang diberikan kerajaan kaur kepada kedatuan Pasemah yang berperang melawan kompeni Belanda dalam perang Jati tahun 1825. Sampai akhirnya raja Negara muda terpaksa melakukan evakuasi ketanjung cina pada tahun 1842, dan tahta kerajaan terpaksa diserahkan kepada putrinya, Ratu Dale, yang juga dengan terpaksa memindahkan pusat kerajaan kedaerah pedalaman, tepatnya kedaerah kedu, yang sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan luas, Kabupaten Kaur.

Sumber:  http://wargakaur.blogspot.co.id/2013/09/sejarah-kerajaan-kaur.html

Rumah Pangeran Cungkai di Kabupaten Kaur


Sejarah kerajaan-kerajaan di Bengkulu

Di Bengkulu dahulunya pernah berdiri kerajaan – kerajaan yang berdasarkan etnis/suku, seperti:

Kerajaan Anak Sungai
Kerajaan Sungai Serut,
Kerajaan Selebar,
Kerajaan Pat Petulai,
Kerajaan Balai Buntar,
Kerajaan Sungai Lemau,
Kerajaan Sekiris,
Kerajaan Gedung Agung,
Kerajaan Marau Riang.
Kerajaan Kaur
Kerajaan Muko Muko
Kerajaan Pepinau
Kerajaan Serawai
Kerajaan Sungai Hitam

Wilayah Bengkulu pernah menjadi sasaran kerajaan Budha Sriwijaya pada abad ke-8. Kerajaan Shailendra dan Kerajaan Singosari menggantikan Sriwijaya tetapi tidak jelas apakah mereka menyebarkan pengaruhnya atas Bengkulu. Majapahit juga memiliki sedikit pengaruh atas Bengkulu.

Sampai pada akhir abad ke-15 kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu berada di bawah pengaruh Kerajaan Majapahit yang mengalahkan Sriwijaya pada abad ke-13. Dalam periode ini kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu, khususnya di daerah Rejang Lebong, dipimpin oleh para biksu (pimpinan agama Budha) yang datang dari kerajaan Sriwijaya. Setelah kekuasaan Kerajaan Majapahit mundur pada pertengahan abad ke-16 kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu masuk ke dalam pengaruh Kesultanan Banten.

Di sebagian daerah Bengkulu ini, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17.
British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris “Cut Land” yang berarti tanah patah, karena daerah bengkulu ini merupakan daerah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu.

Pada waktu itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagnagn lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan pada tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Sejak 1714, dibangunlah sebuah benteng yang bernama Marlborough dan selesai dibangun pada tanun 1719 yang hingga sekarang masih berdiri. Namun, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak menghasilkan lada dalam jumlah yang mencukupi.

Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung. Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas didaerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Sekarang, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

– Sumber dan lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu

Benda peninggalan Pangeran Cungkai. Sumber: http://kupasbengkulu.com/kisah-kesaktian-pangeran-cungkai-di-kaur-bisa-terbang-dan-menghilang/


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber Kaur

Sejarah kerajaan Kaur: http://imrodili.blogspot.co.id/2011/01/sejarah-kaur-asal-mula-bintuhan.html
– Sejarah kerajaan Kaur:  http://wargakaur.blogspot.co.id/2013/09/sejarah-kerajaan-kaur.html

– Tentang Pangeran Cungkai: http://kupasbengkulu.com/kisah-kesaktian-pangeran-cungkai-di-kaur-bisa-terbang-dan-menghilang/

Sumber Bengkulu

– Sejarah Bengkulu: http://www.referensibebas.com/2017/09/sejarah-dan-profil-provinsi-bengkulu.html
– Sejarah Bengkulu: https://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu#Sejarah


Benda pusaka yang masih tersisa di rumah Pangeran Cungkai. Sumber: http://kupasbengkulu.com/kisah-kesaktian-pangeran-cungkai-di-kaur-bisa-terbang-dan-menghilang/


3 Comments

3 thoughts on “Kaur, kerajaan / Sumatera – Prov. Bengkulu

  1. mkzikizaki@gmail.com

    kenal si brani besar ?
    ulik dong sejarah bengkulu di padang panjang… pantai sekunyit… dulu disitu ada kerajaan

    • Sultans in Indonesia

      Apa nama kerajaan di sana ? Ada info tentang kerajaan itu ?
      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

  2. jarot mance

    Kalu salah sejarah kutini…raden tungkuk lah pegad tahun 1690an nye idup abad 15 tahun 1400 an kepucuk… manai gading cempake/putri itam manis. Anak brawijaya terakhir kelawai raden fattah lain mak /putri raje pasai.

    Salah satu bini puyang seberani ini nyilah gd cempake.
    U’ang jawe ngiciknye nyi ampel gading/candrawati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: