Bukit Batu Patah, kerajaan / Prov. Sumatera Barat – kab. Tanah Datar

Kerajaan Bukit Batu Patah adalah kerajaan Suku Minangkabau; terletak di Sumatera, kabupaten Tanah Datar, prov. Sumatera Barat. Kerajaan Bukit Batu merupakan kelanjutan dari kerajaan Pasumayan Koto Batu, yang berakhir abad ke-5.

The Kingdom of Bukit Batu Patah is a kingdom of the Minangkabau People. Prov. of West Sumatera.
For english, click here

Kab. Tanah Datar, prov. Sumatera Barat


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN BUKIT BATU PATAH

Sejarah kerajaan Bukit Batu Patah, abad ke-5

Kerajaan Bukit Batu Patah adalah kerajaan yang sudah ada di Minangkabau sebelum berdirinya kerajaan Pagaruyung dan merupakan kelanjutan dari kerajaan Pasumayan Koto Baru yang terletak di kabupaten Tanah Datar sekarang; kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir abad ke-5.
Kerajaan Bukit Batu Patah didirikan oleh Sutan Nun Alam yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Yang Dipertuan Kerajaan Bungo Setangkai, Datuk Bandaro Putiah.

Pada masa kerajaan Bukit Batu Patah dibentuklah Rajo Nan Duo Selo dan Basa Ampek Balai. Rajo Nan Duo Selo tersebut adalah Rajo Alam yang berkedudukan di Bukit Batu Patah dan Rajo Adat yang berkedudukan di Bungo Satangkai. Sedangkan Basa Ampek Balai adalah Bandaro yang berkedudukan di Sungai Tarab, Makhudum di Sumanik, Indomo di Sarauso, dan Tuan Gadang di Batipuh.

Kedudukan Sutan Nun Alam sebagai raja kemudian digantikan oleh Run Pitualo. Selanjutnya diganti lagi oleh Maharajo Indo. Semasa pemerintahannya pusat kerajaan Bukit Batu Patah dipindahkannya ke kaki Bukit Batu Patah atau di sekitar Nagari Pagaruyung sekarang. Pada masa pemerintahannya pula, agama Islam sudah masuk ke wilayah Minangkabau bagian Timur.

Maharajo Indo kemudian digantikan oleh Yang Dipertuan Sati. Semasa pemerintahannya Rajo Nan Duo Selo dilengkapi dengan Rajo Ibadat menjadi Rajo Nan Tigo Selo.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bukit_Batu_Patah


KERAJAAN-KERAJAAN KUNO MINANGKABAU

Sebelum kerajaan Pagaruyung di Minangkabau, sudah ada kerajaan-kerajaan lainnya secara silih berganti antara lain:

1. Kerajaan Pasumayan Koto Baru, yang berpusat di Pariangan, di kaki gunung Merapi, abad ke-1 dan berakhir abad ke-5. Raja yang terkenal adalah Sri Maharaja Di raja, yang menurut Tambo Alam Minangkabau adalah anak dari sultan Iskandar Zulkarnaen.
Pada masa pemerintahan Raja Sri Maharaja Diraja inilah dibentuk koto-koto dan nagari-nagari dan disetiap koto dan nagari dibentuk datuk-datuk sebagai pemimpin adat dan sekaligus sebagai wakil mutlak dari daulat yang dipertuan Sri Maharaja Diraja di Pariangan. Penyempurnaan susunan adat dan pemerintahan dilakukan oleh anaknya Datuk Ketumanggungan dan saudara tirinya Datuk perpatih Nan Sebatang dan mamak kandungnya Datuk Suri Dirajo.

Setelah kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir, Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang yang merupakan dua bersaudara se-ibu lain ayah mendirikan kerajaan baru.
Datuk Ketumanggungan mendirikan kerajaan Bungo Setangkai di Sungai Tarab dan sebagai yang dipertuan (perdana menteri) adalah Datuk Bandaro Putiah. Sedangkan Datuk Perpatih Nan Sebatang mendirikan kerajaan Dusun Tuo di Lima Kaum

2. Kerajaan Bunga Setangkai. Setelah kerajaan Lagundi Nan Baselo runtuh, maka muncullah kerajaan Bunga Setangkai yang berpusat di sungai Tarab, yang usianya dari pertengahan abad ke-5 M sampai pertengahan abad ke-14 M. Dipimpin oleh rajanya yang bergelar Datuk Ketumanggungan.

3. Kerajaan Dusun Tuo. Setelah Kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir (abad ke-5), Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang yang merupakan dua bersaudara se-ibu lain ayah mendirikan kerajaan baru.
Datuk Ketumanggungan mendirikan kerajaan Bungo Setangkai di Sungai Tarab dan sebagai yang dipertuan (perdana menteri) adalah Datuk Bandaro Putiah. Sedangkan Datuk Perpatih Nan Sebatang mendirikan kerajaan Dusun Tuo di Lima Kaum.

4. Kerajaan Lagundi Nan Baselo yang berpusat di Pariangan Padang Panjang, berusia dari pertengahan abad ke-2 M sampai pertengahan abad ke-5 M.

5. Kerajaan Bukit Batu Patah, lihat di atas.

6. Kerajaan Dharmasraya. Bersamaan dengan berdirinya kerajaan Bunga Setangkai, di sepanjang Batang Hari didirikan pula kerajaan Dharmasraya yang raja-rajanya pun berasal dari Pariangan Padang Panjang. Abad ke-5 M sampai pertengahan abad ke-14 M.

7. Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan ini pernah dipimpin oleh Adityawarman sejak tahun 1347. Dan sekitar tahun 1600-an, kerajaan ini menjadi kesultanan Islam.

Peta yang menunjukan wilayah penganut kebudayaan Minangkabau di pulau Sumatera.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber kerajaan Bukit Batu Patah

– Sejarah Kerajaan Bukit Batu Patah:  http://fortuna45.blogspot.co.id
Sejarah Kerajaan Bukit Batu Patah:  https://lubukgambir.wordpress.com/
Sejarah Kerajaan Bukit Batu Patah:  Wiki

————————————-

Sumber kerajaan-kerajaan kuno Minangkabau

– Sejarah kerajaan-kerajaan Minangkabau: https://jamberita.com 
Sejarah kerajaan-kerajaan Minangkabau: https://mozaikminang.wordpress.com
Sejarah kerajaan-kerajaan Minangkabau: https://id.wikipedia.org/wiki/
Sejarah kerajaan-kerajaan Minangkabau: http://baripesona.blogspot.com/


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: