* FOTO kesultanan Dompu / P. Sumbawa

2020: Sultan kesultanan baru, Ama Ka’u Diwantara Aruzziqi, setelah Sultan Dompu, YM Ayahanda Kahrul Zaman, wafat 8 maret 2020

———————————

Sultan Dompu, YM Ayahanda Kahrul Zaman, wafat 8 maret 2020

Dae Ka'a, Putra Tertua Sultan Dompu Tutup Usia - LakeyNews.Com

———————————

Sultan Kahrul Zaman des. 2013,

———————————

Sultan Dompu the 4t Sultan Kahrul Zaman.M.Hum. Foto 2013

———————————

Sultan Dompu 2013

———————————

(di tengah) Sultan Kahrul Zaman 2013

———————————

Sultan Muhammad Salahuddin Sultan Dompu dan sultan Sumbawa menghadap presiden ri Soekarno di Yogyakarta

———————————

Sultan Dompu Muhammad Sirajudin, tahun 1924 di Dompu

———————————

Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin (berkuda) bersama ketua distrik dan Djeneli Kema depan Istana Dompu ca 1923. 

———————————

Sultan dari Dompoe tahun ca. 1927 dan 1931. Sumber donald tick, FB

———————————

Sang Kula istilah untuk seorang pembawa payung Sultan Dompu tahun 1953

———————————

Putra Mahkota (kiri -x) kesultanan Dompu dan disamping kiri kedua anak perempuan sultan tahun 1924. mungkin ini adalah Abdul Wahab. Sumber foto fahru rizki, FB

———————————

Parade pasukan kesultanan Dompu memasuki halaman istana tahun 1945 di Dompu.

———————————

Muhammad Tajul Arifin, Sultan Dompu, berkuasa 1947-1955, setelah diangkat oleh sultan Bima dari djeneli, untuk mengisi kekosongan dari tahun 1934 hingga 1942. Sumber Fahru Rizki FB

———————————

Kiri: sultan of Dompu in ca 1925 with government officials.

———————————

Muhammad Siradjudin yang sekaligus raja Dompu ke 29.

———————————

Kesultanan Sumbawa, kesultanan Bima dan kesultanan Dompu

———————————

Foto, saat sultan Dompu berbincang dengan Gerhard Heberer dan tim ekpedisi tahun 1927 saat ekpedisi zoology Expedition Rensch 1927, Heberer menceritakan kesederhanaan Sultan Dompu Muhammad Sirajuddin II saat menemani mereka berkeliling di wilayah2 Dompu, orang yang sangat sederhana dan pintar, betul2 seorang bangsawan yang ramah, katanya.

———————————

Istana Kesultanan Dompu ca 1933.

 

———————————

Istana sultan, 1953

———————————

Pusaka Kesultanan Dompu, Lencana Groget Kalung Perak pemberian VOC untuk Sultan Dompu

———————————

Pusaka Kesultanan Dompu, Keris kebesaran Sultan, dari Sultan Abdul Rahman hingga Sultan M Sirajuddin.

———————————

Pusaka Kesultanan Dompu, Gunti Rante dan pedang Sultan Dompu

———————————

Sebuah sandaran kursi dari pertengahan abad 18, sandaran ini berasal dari Dompu. Pada sandaran bertuliskan huruf Jawi (Arab Melayu) yang mengisahkan ketika Sultan Abdul Wahab pergi berperang membantu Sumbawa melawan kerajaan Bali. Sultan Abdul Wahab dikukuhkan pada tahun 1787 setelah melengserkan kakaknya, dan beliau meninggal tahun 1793. Dokumentasi P&K tahun 70’s

—————————————-

1 cap dari Sultan Abdul Rasul (1809-1857) dari surat kontraknya dengan Belanda 24 September 1825, dalam cap tertulis Al Sultan Abdul Rasul Bin Sultan Abdul Wahab.
2 Cap Sultan Abdul Kahar (1732-1749) dari surat kontraknya dengan Belanda 13 Desember 1748, dalam cap tertulis Sultan Abdul Kahar.
3 Cap dari Sultan Ahmad Alaudin Djohansyah (1749-1765) dari surat kontraknya dengan Belanda awal suksesinya sebagai sultan 22 Januari 1749. Dalam cap tertera nama Al- Sultan Ahmad Alaudin Syah.

———————————

Doro Bata terletak di kandai 1 Dompu di sini ditemukan beberapa nisan, jika merujuk pada temuan nisan, bahwa kuburan suci para Raja dulu. Dalam sejarah Bima ada nama anak dari Raja Dompu yang bernama Manuru Bata. Manuru Bata tahun 1640 pulang ke Dompu menjadi Raja Dompu ke 12 hingga tahun 1667. Manuru Bata di kenal dengan nama Sirajuddin I. Sumber fahru rizki, FB

———————————

Makam Yang Mulia Sultan Dompu ke-14 Muhammad Sirajudin (manuru kupa).

———————————

Makam Sultan Pertama Dompu, Sultan Syamsuddin, di Bukit Doro Mpana

———————————

Makam Sultan Muhammad Sirajuddin, raja kedua terakhir yang diasingkan ke Kupang, NTT


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: