Gowa, kesultanan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Gowa

Kesultanan Gowa, 1300–1946 adalah kerajaan Suku Makasar, terletak di Sulawesi, Kab. Gowa, prov. Sulawesi Selatan.
Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat Kerajaan Gowa. Cerita dari para pendahulu di Gowa mengatakan bahwa Tumanurung merupakan pendiri Kerajaan Gowa pada awal abad ke-14.

The Sultanate of Gowa, 1300–1946, is a kingdom of the Makasar People, situated in the district Gowa. South Sulawesi. It was one of the great kingdoms and the most successful kingdom in the South Sulawesi region.
For english,
click here

Lokasi kabupaten Gowa


* Foto Kerajaan / kingdom Gowa: link
*
Foto Balla Lompoa (Istana) kesultanan Gowa: link
* Foto penobatan raja Gowa ke-37, 29 mei 2016: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


1 Tentang Raja / About the King
2 Sejarah / History
3 Gowa dan Siau, musuh yang jadi sahabat menggempur Arung Palakka, 1660
4 Tata pemerintahan kerajaan Gowa

5 Daftar Raja / List of Kings
6 Accera Kalompoang, tradisi sakral bagi masyarakat kesultanan Gowa
7 Skema silsilah para raja di Sulawesi Selatan

8 Istana / Palace
9 Sumber / Source


1) Tentang Karaeng / About the Karaeng

2 sept. 2014: I Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, Selasa dinobatkan sebagai Raja Gowa ke-37 oleh Dewan Hadat Bate Salapang (DHBS) dipimpin ketuanya, H Abd Razak Tate Dg Jarung dan delapan orang anggotanya.
– Sumber: http://sp.beritasatu.com/home/kumala-idjo-dinobatkan-jadi-raja-gowa/63647

29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II dilakukan Minggu di hotel Horison, kota Makassar.
Sumber: http://www.kompasiana.com/mahajinoesa/penobatan-raja-gowa-ke-37-di-hotel-horison-makassar_574b3103319773e60ad96498
– Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2016/05/29/penobatan-raja-gowa-dihadiri-raja-raja-nusantara
– Sumber: http://kabarmakassar.com/antusias-netizen-dalam-penobatan-raja-gowa-ke-37/

10 juni 2018: Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Patta Nyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II, tutup usia pada Minggu, di RS Bahagia Makassar (10/6/2018), pukul 16.45 Wita.
Sumber:
https://www.jawapos.com/jpg-today/10/06/2018/rakyat-gowa-berduka-raja-gowa-meninggal-dunia-di-usia-70
http://makassar.tribunnews.com/2018/06/10/innalillah-raja-gowa-ke-37-andi-maddusila-meninggal-dunia

12 juni 2018: Keluarga Besar Datu Leworeng Datu MalompoE Dari Garis Datu Siga mengucapkan selamat kepada YMM Sri Paduka Sombangta Andi Kumalaandi Idjo Daeng Serang KaraEnta Lembang Parang sebagai (Pattola) Raja Gowa ke-38.

18 juni 2019: Dewan Adat Kerajaan Gowa, memutuskan mencabut status pelaksana tugas (Plt) Raja Gowa dari Andi Kumala Andi Idjo.
Keputusan tersebut disampaikan usai rapat pertemuan seluruh Dewan Pemangku Adat, bersama Perangkat Adat Kerajaan Gowa, Sabtu (15/6/2019) malam. “Pelaksana tugas Raja Gowa dicabut. Surat pelaksana tugasnya tercatat mulai malam hari ini,” kata Juru Bicara Kerajaan H Andi Hasanuddin Karaengta Tumailalang.
* Sumber:
https://makassar.tribunnews.com/2019/06/16/dewan-adat-cabut-plt-raja-gowa-andi-kumala-idjo
http://news.rakyatku.com/read/154528/2019/06/16/andi-kumala-idjo-dipecat-sebagai-raja-gowa

7 juli 2019: Andi Ichsan Daeng Mattawang resmi ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Raja Gowa.
Andi Ichsan Daeng Mattawang resmi ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Raja Gowa menggantikan Andi Kumala Idjo.
Penunjukan Andi Ichsan Daeng Mattawang sebagai Plt Raja Gowa dilakukan melalui rapat pleno dewan hadat tinggi kerajaan Gowa di kediaman Gallarrang Tombolo, Sabtu, (29/6/2019) lalu.
Pada momentum ini, delapan Gallarrang Kerajaan Gowa, yakni Gallarrang Tombolo, Gallarrang Mangasa, Gallarrang Borisallo, Gallarrang Moncongloe, Gallarrang Paccellekang, Gallarrang Borongloe, Gallarrang Saumata, dan Gallarrang Pattallassang sepakat mengangkat Andi Ichsan Daeng Mattayang sebagai Plt. Raja Gowa.
– Sumber: tribunnews.com/
– Sumber: makassar.tribunnews.com/

Andi Ichsan Daeng Mattawang, ditunjuk sebagai Plt Raja Gowa ke-37 yang baru. (Ari Maryadi Tribun Gowa)

11 Augustus 2019: Accera Kalompoang, tradisi sakral bagi masyarakat

Untuk penjelasan Accera Kalompoang, tradisi pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa klik di sini.


2) Sejarah / history kesultanan Gowa, 1300–1946

Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat Kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili.
Abad ke-16: Memerintah pada awal abad ke-16, di Kerajaan Gowa bertahta Karaeng (Penguasa) Gowa ke-9, bernama Tumapa’risi’ Kallonna. Pada masa itu salah seorang penjelajah Portugis berkomentar bahwa “daerah yang disebut Makassar sangatlah kecil”. Dengan melakukan perombakan besar-besaran di kerajaan, Tumapa’risi’ Kallonna mengubah daerah Makassar dari sebuah konfederasi antar-komunitas yang longgar menjadi sebuah negara kesatuan Gowa.
Dalam sejumlah penyerangan militer yang sukses penguasa Gowa ini mengalahkan negara tetangganya, termasuk Siang dan menciptakan sebuah pola ambisi imperial yang kemudian berusaha ditandingi oleh penguasa-penguasa setelahnya pada abadl ke-16 dan ke-17. Kerajaan-kerajaan yang ditaklukkan oleh Tumapa’risi’ Kallonna diantaranya adalah Kerajaan Siang, serta Kesultanan Bone, walaupun ada yang menyebutkan bahwa Bone ditaklukkan oleh Tunipalangga.
Abad ke-17: Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, VOC berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi, tetapi belum berhasil menundukkan Kesultanan Gowa. Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik tahta, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan VOC (Kompeni).
Pertempuran terus berlangsung, Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah sehingga pada tanggal 18 November 1667 bersedia mengadakan Perjanjian Bungaya di Bungaya. Gowa merasa dirugikan, karena itu Sultan Hasanuddin mengadakan perlawanan lagi. Akhirnya pihak Kompeni minta bantuan tentara ke Batavia. Pertempuran kembali pecah di berbagai tempat. Sultan Hasanuddin memberikan perlawanan sengit. Bantuan tentara dari luar menambah kekuatan pasukan VOC, hingga akhirnya Kompeni berhasil menerobos benteng terkuat milik Kesultanan Gowa yaitu Benteng Somba Opu pada tanggal 12 Juni 1669. Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari tahta kerajaan dan wafat pada tanggal 12 Juni 1670.
Abad ke-20: Kesultanan Gowa telah mengalami pasang surut dalam perkembangan sejak Raja Gowa ke-1, Tumanurung, hingga mencapai puncak keemasannya pada abad ke-17, hingga kemudian mengalami masa penjajahan dibawah kekuasaan Belanda. Dalam pada itu, sistem pemerintahan mengalami transisi pada masa Raja Gowa ke-36, Andi Idjo Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin, menyatakan Kesultanan Gowa bergabung menjadi bagian Republik Indonesia yang merdeka dan bersatu, dan berubah bentuk dari kerajaan menjadi Daerah Tingkat II Kabupaten Gowa. Sehingga dengan perubahan tersebut, Andi Idjo pun tercatat dalam sejarah sebagai Raja Gowa terakhir dan sekaligus Bupati Kabupaten Gowa pertama.

2 sept. 2014: Pelantikan Raja Gowa Ke-37 di Museum Balla Lompoa.

– Sumber: Wiki

Sejarah kerajaan Gowa, kerajaan Tallo dan kerajaan Makassar dihubung.

Sulawesi Selatan tahun 1590

A geopolitical map of South Sulawesi around 1590, depicting the division of the peninsula between Gowa-Talloq and the Tellumpocco alliance

————————————

Peta wilayah kekuasaan Federasi Kesultanan Gowa-Tallo pada abad ke-16

————————————

Peta Kerajaan Gowa akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

Luwu akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20


3) Gowa dan Siau, musuh yang jadi sahabat menggempur Arung Palakka, 1660

Untuk Siau dan Gowa, musuh yang jadi sahabat, klik di sini


4) Tata pemerintahan kerajaan Gowa: klik di sini


5) Daftar Raja / List of Kings

1) 1300-an: Tumanurunga – Puteri Ratu
2) 1300-an: Tumassalangga Baraya
3) 1300-an: I Puang LoE Lembang
4) 1300-an: Tuniyatabanri
5) 1300-an: Karampang ri Gowa

6) 1300-an: Tunatangka’ Lopi
7) 1400-an: Batara Gowa Tumenanaga ri Parallakkenna
8) 1400-an: I Pakeretana Tunijallo ri Passukki
9) 1400-an: Tumaparisi’ Kallonna
10) 1546: I Manrimagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng

16) I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangeppe Sultan Hasanuddin Tumenanga ri Balla’ Pangkana (Pahlawan Nasional) lahir 12-6-1631, wafat : 12-6-1670). English
17) 1669-1970:
a*:I Mallawakkang Daeng Mattinri Karaeng Kanjilo Tumenanga ri Passiringanna. Beliau hanya bertugas sebagai penjabat raja,
b*: 1669-1674: I Mappasomba Daeng Nguraga Sultan Amir Hamzah Tumenanga ri
Allu (lahir : 31-3-1656, wafat 7-5-1674)
18) I Mappaosong Daeng Mangewai Karaeng Bisei Tumenanga ri Jakarta
(lahir : 29-11-1654, wafat : 15-3-1681) 1611-1677.
19) 1677-1709: I Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Jalil
Tumenanga ri Lakiung (lahir : 18-8-1652, wafat : 1711)
20) 1709-1711: La Pareppa Tussappewali Sultan Ismail Tumenanga ri Somba Opu.

Sultan Malikussaid; 11-12-1605 (lahir)-6-11-1635 (wafat). Sultan ke-15

21) 1711-1713: I Mappurangi Sultan Sirajuddin Tumenanga ri Pasi.
22) 1713: I Manrabbia Sultan Najamuddin.
23) 1735 (scnd time): I Mappaurangi Sultan Sirajuddin, Tumenanga ri Pasi.
24) 1735-1742: I Mallawagau Sultan Abdul Kadir
25) 1742-1753: I Mappababasa Sultan Abdul Kudus

26)  Anas Madina Batara Gowa (diasingkan oleh Belanda ke Ceylon) (lahir 1747 dan wafat 1795).
27) 1767-1769: I Manlisu Jawa Daeng Ri Boko Arung Mampu Tumenanga ri Tompo Balang
28) 1770-1778: I Temmasongeng Karaeng Katangka Sultan Zainuddin Tumenanga ri Malloanging
29) 1778-1810: I Mannawari Karaeng Bontolangkasa/Karaeng Mangngasa Sultan Abdul Hadi wafat pada : 7-5-1810
30) 1816-1825: I Mappatunru/I Manginyarang Karaeng LembangparangTumenanga ri Katangka

31) 1825-1826: La Oddang Riu Karaeng Katangka Tumenanga ri Suangga
32) 1826-1844: I Kumala Karaeng Lembangparang Sultan Abdul Kadir Muhammad Aidid Tumenaga ri Kakuasanna (Dilantik th. 1844 dan wafat : 30-1-1893). Karena ketika dipilih masih berusia enam tahun, (artinya belum dewasa), sehingga dia diwakili oleh ayahnya, Karaeng Beroanging.
33) 1893: I Malingkaang Daeng Nyonri Karaeng Katangka Sultan Idris Tumenanga ri Kalabbiranna wafat: 18-5-1895.
34) 1895: I Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembangparang Sultan Huzain, Tumenanga Ribunduna (wafat: Desember 1906 di Sidenreng).
35) I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bontonompo Sultan Muhammad Tahir Muhimuddin Tumenanga ri Sungguminasa (wafat : 1946).
36) 1946-1960: Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidid (Raja Gowa terakhir).

29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin I.

– Sumber / Source: link

 6) Accera Kalompoang, tradisi sakral bagi masyarakat

Untuk penjelasan Accera Kalompoang, tradisi pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa, klik di sini.


7) Skema silsilah para Raja di Sulawesi Selatan
Untuk skema, klik di sini
Mahkota kesultanan Gowa

8) Istana / Palace

Bangunan itu bernama Balla Lompoa yang dalam bahasa Makassar berarti rumah besar. Balla Lompoa adalah istana raja Gowa, meski sebenarnya bukan istana asli karena bangunan ini dibangun pada tahun 1936 di akhir masa kerajaan Gowa. Adalah raja Gowa ke  XXXV I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bonto Nompo Sultan Muhammad Tahur Muhibuddin Tuminanga ri Sungguminasa yang membangun istana itu di jantung kota Sungguminasa, sekitar 8 km sebelah Selatan kota Makassar.
* Foto Balla Lompoa (Istana) kesultanan Gowa: link

– Tentang Istana: link
Tentang Istana: link

Istana Balla Lompoa kesultanan Gowa


9) Sumber / Source

Sejarah kesultanan Gowa di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Gowa
– Sejarah kesultanan Gowa di melayuonline: http://melayuonline.com/ind/history/dig/209/kerajaan-gowa
– Sejarah terbentuknya kerajaan Gowa: http://www.dzargon.com/2016/01/sejarah-lengkap-kerajaan-gowa-disertai.html

– Sejarah kesultanan Makasar di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Makassar
– Sejarah kerajaan Tallo di Wiki: link

29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II: http://www.kompasiana.com/mahajinoesa/penobatan-raja-gowa-ke-37-di-hotel-horison-makassar_574b3103319773e60ad96498
– 29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II: http://www.tribunnews.com/regional/2016/05/29/penobatan-raja-gowa-dihadiri-raja-raja-nusantara
– 29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II : http://kabarmakassar.com/antusias-netizen-dalam-penobatan-raja-gowa-ke-37/

– Istana kesultanan Gowa: http://jejakvicky.com/2012/04/27/hari-ke-4-istana-balla-lompoa/
Istana kesultanan Gowa: http://www.catatannobi.com/2013/10/mengunjungi-kompleks-kerajaan-gowa.html


* Foto Kerajaan / kingdom Gowa: link

Foto di bawah: 29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II. Sumber: http://www.kompasiana.com/mahajinoesa/penobatan-raja-gowa-ke-37-di-hotel-horison-makassar_574b3103319773e60ad96498


 

1 Comment

One thought on “Gowa, kesultanan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Gowa

  1. Pingback: Selamat datang / Welcome | Sultans and Raja's in Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s