Gowa, kesultanan / Sul. Selatan – Kab. Gowa

Kesultanan Gowa adalah kerajaan Suku Makasar, terletak di Sulawesi, Kab. Gowa, prov. Sulawesi Selatan.

The Sultanate of Gowa, a kingdom of the Makasar People, is situated in the district Gowa. South Sulawesi.

Klik foto untuk besar!

 Kab. Gowa.

Kabupaten Gowa

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)


* Foto Kerajaan / kingdom Gowa: link
*
Foto Balla Lompoa (Istana) kesultanan Gowa: link
* Foto penobatan raja Gowa ke-37, 29 mei 2016: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


1 Tentang Raja / About the King
2 Sejarah / History
3 Tata pemerintahan kerajaan Gowa

4 Daftar Raja / List of Kings
5 Skema silsilah para raja di Sulawesi Selatan

6 Istana / Palace
7 Sumber / Source


1) Tentang Karaeng / About the Karaeng

2 sept. 2014: I Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, Selasa dinobatkan sebagai Raja Gowa ke-37 oleh Dewan Hadat Bate Salapang (DHBS) dipimpin ketuanya, H Abd Razak Tate Dg Jarung dan delapan orang anggotanya.

– Sumber: http://sp.beritasatu.com/home/kumala-idjo-dinobatkan-jadi-raja-gowa/63647

29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II dilakukan Minggu di hotel Horison, kota Makassar.

Sumber: http://www.kompasiana.com/mahajinoesa/penobatan-raja-gowa-ke-37-di-hotel-horison-makassar_574b3103319773e60ad96498
– Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2016/05/29/penobatan-raja-gowa-dihadiri-raja-raja-nusantara
– Sumber: http://kabarmakassar.com/antusias-netizen-dalam-penobatan-raja-gowa-ke-37/

Foto penobatan raja Gowa ke-37, 29 mei 2016: link


2) Sejarah Gowa / History kesultanan Gowa

Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat Kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili.
Abad ke-16: Memerintah pada awal abad ke-16, di Kerajaan Gowa bertahta Karaeng (Penguasa) Gowa ke-9, bernama Tumapa’risi’ Kallonna. Pada masa itu salah seorang penjelajah Portugis berkomentar bahwa “daerah yang disebut Makassar sangatlah kecil”. Dengan melakukan perombakan besar-besaran di kerajaan, Tumapa’risi’ Kallonna mengubah daerah Makassar dari sebuah konfederasi antar-komunitas yang longgar menjadi sebuah negara kesatuan Gowa.
Dalam sejumlah penyerangan militer yang sukses penguasa Gowa ini mengalahkan negara tetangganya, termasuk Siang dan menciptakan sebuah pola ambisi imperial yang kemudian berusaha ditandingi oleh penguasa-penguasa setelahnya pada abadl ke-16 dan ke-17. Kerajaan-kerajaan yang ditaklukkan oleh Tumapa’risi’ Kallonna diantaranya adalah Kerajaan Siang, serta Kesultanan Bone, walaupun ada yang menyebutkan bahwa Bone ditaklukkan oleh Tunipalangga.
Abad ke-17: Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, VOC berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi, tetapi belum berhasil menundukkan Kesultanan Gowa. Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik tahta, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan VOC (Kompeni).
Pertempuran terus berlangsung, Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah sehingga pada tanggal 18 November 1667 bersedia mengadakan Perjanjian Bungaya di Bungaya. Gowa merasa dirugikan, karena itu Sultan Hasanuddin mengadakan perlawanan lagi. Akhirnya pihak Kompeni minta bantuan tentara ke Batavia. Pertempuran kembali pecah di berbagai tempat. Sultan Hasanuddin memberikan perlawanan sengit. Bantuan tentara dari luar menambah kekuatan pasukan VOC, hingga akhirnya Kompeni berhasil menerobos benteng terkuat milik Kesultanan Gowa yaitu Benteng Somba Opu pada tanggal 12 Juni 1669. Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari tahta kerajaan dan wafat pada tanggal 12 Juni 1670.
Abad ke-20: Kesultanan Gowa telah mengalami pasang surut dalam perkembangan sejak Raja Gowa ke-1, Tumanurung, hingga mencapai puncak keemasannya pada abad ke-17, hingga kemudian mengalami masa penjajahan dibawah kekuasaan Belanda. Dalam pada itu, sistem pemerintahan mengalami transisi pada masa Raja Gowa ke-36, Andi Idjo Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin, menyatakan Kesultanan Gowa bergabung menjadi bagian Republik Indonesia yang merdeka dan bersatu, dan berubah bentuk dari kerajaan menjadi Daerah Tingkat II Kabupaten Gowa. Sehingga dengan perubahan tersebut, Andi Idjo pun tercatat dalam sejarah sebagai Raja Gowa terakhir dan sekaligus Bupati Kabupaten Gowa pertama.

2 sept. 2014: Pelantikan Raja Gowa Ke-37 di Museum Balla Lompoa.

– Sumber: Wiki

Sejarah kerajaan Gowa, kerajaan Tallo dan kerajaan Makassar dihubung.

Wilayah kekuasaan Federasi Kesultanan Gowa-Tallo pada abad ke-16:

Kerajaan Gowa akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20:

Luwu akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20———————————————————————————————————————-

In South Sulawesi in the 16th century there were several Hindu kingdoms, among them Gowa, Tallo, Bone, Sopeng, Wajo and Sidenreng. Each kingdom formed alliances according to their choice.
The kingdom of Gowa and the kingdom of Tallo formed an alliance in 1528, giving birth to an empire that is better known as the kingdom of Makassar. Makasar was the name of the capital of the kingdom of Gowa.

During years the 2 kingdoms were hit by the war. Under the rule of king Gowa X, the Kingdom of Tallo was defeated. The twin kingdoms became one. The kingdoms of Gowa and Tallo were eventually merged into the Sultanate Macasar centered in Sombaopu. The unification of the two kingdoms into the Sultanate of Makassar happened when the kingdom of Gowa was led by the title o f Sultan Alaudin Daeng Manrabbia ruling from 1591 until 1638. While Tallo Kingdom was under the rule of Karaeng Matoaya with the title of Sultan Abdullah; he also became the first Mangkubumi of the sultanate of Makassar.

The most famous king of this kingdom was Sultan Hasanuddin, who fought the Makasar War (1666-1669) against the VOC, assisted by the kingdom of Bone, which was ruled by Arung Palakka. Makassar war was the biggest war ever done by the VOC in the 17th century. Eventually the Dutch conquered the royal capital of Makassar. And it forced Makasar to sign the 1667 Treaty of Bongaya in 1667.
Although the agreement has been held, the resistance of Makasar against the Dutch continued. Even after the replacement of Sultan Hasanuddin by Mapasomba (son Hasannudin) the resistance against the Dutch continued.
To deal with the resistance of the people of Makassar, the Dutch send a large army. Finally the Netherlands could take full control of the kingdom of Makasar.

– For more in english see: link

De history of Gowa, Tallo and Makasar are connected.

– Kerajaan Tallo:  link
Kerajaan Makassar: link


3) Tata pemerintahan kerajaan Gowa: klik di sini


4) Daftar Raja / List of Kings

1) 1300-an: Tumanurunga – Puteri Ratu
2) 1300-an: Tumassalangga Baraya
3) 1300-an: I Puang LoE Lembang
4) 1300-an: Tuniyatabanri
5) 1300-an: Karampang ri Gowa

6) 1300-an: Tunatangka’ Lopi
7) 1400-an: Batara Gowa Tumenanaga ri Parallakkenna
8) 1400-an: I Pakeretana Tunijallo ri Passukki
9) 1400-an: Tumaparisi’ Kallonna
10) 1546: I Manrimagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng

16) I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangeppe Sultan Hasanuddin Tumenanga ri Balla’ Pangkana (Pahlawan Nasional) lahir 12-6-1631, wafat : 12-6-1670). English
17) 1669-1970:
a*:I Mallawakkang Daeng Mattinri Karaeng Kanjilo Tumenanga ri Passiringanna. Beliau hanya bertugas sebagai penjabat raja,
b*: 1669-1674: I Mappasomba Daeng Nguraga Sultan Amir Hamzah Tumenanga ri
Allu (lahir : 31-3-1656, wafat 7-5-1674)
18) I Mappaosong Daeng Mangewai Karaeng Bisei Tumenanga ri Jakarta
(lahir : 29-11-1654, wafat : 15-3-1681) 1611-1677.
19) 1677-1709: I Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Jalil
Tumenanga ri Lakiung (lahir : 18-8-1652, wafat : 1711)
20) 1709-1711: La Pareppa Tussappewali Sultan Ismail Tumenanga ri Somba Opu.

21) 1711-1713: I Mappurangi Sultan Sirajuddin Tumenanga ri Pasi.
22) 1713: I Manrabbia Sultan Najamuddin.
23) 1735 (scnd time): I Mappaurangi Sultan Sirajuddin, Tumenanga ri Pasi.
24) 1735-1742: I Mallawagau Sultan Abdul Kadir
25) 1742-1753: I Mappababasa Sultan Abdul Kudus

26)  Anas Madina Batara Gowa (diasingkan oleh Belanda ke Ceylon) (lahir 1747 dan wafat 1795).
27) 1767-1769: I Manlisu Jawa Daeng Ri Boko Arung Mampu Tumenanga ri Tompo Balang
28) 1770-1778: I Temmasongeng Karaeng Katangka Sultan Zainuddin Tumenanga ri Malloanging
29) 1778-1810: I Mannawari Karaeng Bontolangkasa/Karaeng Mangngasa Sultan Abdul Hadi wafat pada : 7-5-1810
30) 1816-1825: I Mappatunru/I Manginyarang Karaeng LembangparangTumenanga ri Katangka

31) 1825-1826: La Oddang Riu Karaeng Katangka Tumenanga ri Suangga
32) 1826-1844: I Kumala Karaeng Lembangparang Sultan Abdul Kadir Muhammad Aidid Tumenaga ri Kakuasanna (Dilantik th. 1844 dan wafat : 30-1-1893). Karena ketika dipilih masih berusia enam tahun, (artinya belum dewasa), sehingga dia diwakili oleh ayahnya, Karaeng Beroanging.
33) 1893: I Malingkaang Daeng Nyonri Karaeng Katangka Sultan Idris Tumenanga ri Kalabbiranna wafat: 18-5-1895.
34) 1895: I Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembangparang Sultan Huzain, Tumenanga Ribunduna (wafat: Desember 1906 di Sidenreng).
35) I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bontonompo Sultan Muhammad Tahir Muhimuddin Tumenanga ri Sungguminasa (wafat : 1946).
36) 1946-1960: Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidid (Raja Gowa terakhir).

29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin I.

– Sumber / Source: link

5) Skema silsilah para Raja di Sulawesi Selatan
Untuk skema, klik di sini


6) Istana / Palace

.
Bangunan itu bernama Balla Lompoa yang dalam bahasa Makassar berarti rumah besar. Balla Lompoa adalah istana raja Gowa, meski sebenarnya bukan istana asli karena bangunan ini dibangun pada tahun 1936 di akhir masa kerajaan Gowa. Adalah raja Gowa ke  XXXV I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bonto Nompo Sultan Muhammad Tahur Muhibuddin Tuminanga ri Sungguminasa yang membangun istana itu di jantung kota Sungguminasa, sekitar 8 km sebelah Selatan kota Makassar.
– Tentang Istana: link
Tentang Istana: link

– About the palace: link

Foto Balla Lompoa (Istana) kesultanan Gowa: link

Saoraja Tamalate - Kesultanan Gowa

Saoraja Tamalate – Kesultanan Gowa


7) Sumber / Source

Sejarah kesultanan Gowa di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Gowa
– Sejarah kesultanan Gowa di melayuonline: http://melayuonline.com/ind/history/dig/209/kerajaan-gowa
– Sejarah terbentuknya kerajaan Gowa: http://www.dzargon.com/2016/01/sejarah-lengkap-kerajaan-gowa-disertai.html

– Sejarah kesultanan Makasar di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Makassar
– Sejarah kerajaan Tallo di Wiki: link

29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II: http://www.kompasiana.com/mahajinoesa/penobatan-raja-gowa-ke-37-di-hotel-horison-makassar_574b3103319773e60ad96498
– 29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II: http://www.tribunnews.com/regional/2016/05/29/penobatan-raja-gowa-dihadiri-raja-raja-nusantara
– 29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II : http://kabarmakassar.com/antusias-netizen-dalam-penobatan-raja-gowa-ke-37/

– Istana kesultanan Gowa: http://jejakvicky.com/2012/04/27/hari-ke-4-istana-balla-lompoa/
Istana kesultanan Gowa: http://www.catatannobi.com/2013/10/mengunjungi-kompleks-kerajaan-gowa.html


* Foto Kerajaan / kingdom Gowa: link

* Foto di bawah: 29 mei 2016: Penobatan Raja Gowa ke-37, I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II. Sumber: http://www.kompasiana.com/mahajinoesa/penobatan-raja-gowa-ke-37-di-hotel-horison-makassar_574b3103319773e60ad96498


 

1 Comment

One thought on “Gowa, kesultanan / Sul. Selatan – Kab. Gowa

  1. Pingback: Selamat datang / Welcome | Sultans and Raja's in Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: