Tabanan, kerajaan / Bali – kab. Tabanan

Kerajaan Tabanan: 1343 – 1906. Terletak di Bali, Kab. Tabanan, prov. Bali.

The kingdom of Tabanan: 1343 – 1906. Located in the district of Tabanan, province of Bali.
For english, click here

 Lokasi kab. Tabanan

——————–
Lokasi pulau Bali


* Foto kerajaan / kingdom Tabanan: link
* Foto Puri Agung Kerambitan: link

* Foto Puri Anom: link

* Foto foto Bali dulu: link
* Foto foto situs kuno di Bali: link
* Foto foto puputan Denpasar, 1906: link
* Foto foto puputan Klungkung, 1908: link


Tentang Raja kerajaan Tabanan

2019
Raja sekarang Cokorda Anglurah Tabanan ke-24.

21 Maret 2008
I Gusti Ngurah Rupawan putera Cokorda Ngurah Gede Mabiseka Ratu, bergelar Ida Cokorda Anglurah Tabanan, merupakan urutan Raja Tabanan ke-24, berpuri di Puri Agung Tabanan.
– Sumber / Source: link

Ida Cokorda Anglurah Tabanan


Sejarah / History kerajaan Tabanan, 1343 – 1906

Di Bali, rumah jabatan tempat tinggal raja disebut “Puri Agung”. Keberadaan Puri Agung Tabanan berkaitan dengan tokoh Arya Kenceng, yang dipercaya ikut datang bersama Gajah Mada ketika Majapahit menaklukkan Kerajaan Bedulu di Bali pada tahun 1343.
Setelah dapat menaklukkan, Dalem Sri Kresna Kepakisan yang menjadi Raja Bali dengan kedudukan di Samprangan kemudian memberikan kekuasaan kepada Arya Kenceng untuk memerintah Tabanan, dengan pusat kerajaan atau Puri Agung, yang terletak di Pucangan (Buahan), Tabanan.
Tanggal 29 September 1906 putra dan saudara-saudaranya di Puri Dangin Tabanan, Puri Pemecutan Tabanan dan Puri Denpasar Tabanan diselong / diasingkan ke Sasak Lombok: Puputan Bali.
Sekarang yang berada di Puri Agung Tabanan adalah kelanjutan keturunan Cokorda Ngurah Ketut dan Saudaranya, yang merupakan putera I Gusti Ngurah Putu ( Putera Sirarya Ngurah Agung Tabanan, Raja Tabanan ke XX ) yang berasal dari Puri Pemecutan Tabanan.

Lihat pula:
hari2 terakhir kerajaan Tabanan: http://cakepane.blogspot.com/2012/07/hari-hari-terakhir-kerajaan-tabanan.html

Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Raja Tabanan ke-XXIV

Ida Cokorda Anglurah Tabanan


Puri (Istana – Palace) di Tabanan

Ada 3 Puri di Tabanan.

1) Puri Agung Tabanan

Puri Agung Tabanan adalah sebutan untuk tempat kediaman (Bahasa Bali: puri) Raja Tabanan, yang merupakan salah satu puri di Bali, berlokasi di Jalan Srigunting No. 3 Tabanan.
pada zaman kerajaan, rumah jabatan tempat tinggal raja disebut “Puri Agung”. Keberadaan Puri Agung Tabanan berkaitan dengan tokoh Arya Kenceng, yang dipercaya ikut datang bersama Gajah Mada ketika Majapahit menaklukkan Kerajaan Bedulu di Bali pada tahun 1343.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Puri_Agung_Tabanan

Puri Agung Tabanan———————————-

2) Puri Agung Kerambitan 

Puri Agung(Gede) Kerambitan dulunya menjadi  keraton dari kerajaan Tabanan. Dari puri ini akan lahir puri baru yang disebut Puri Anyar Kerambitan pada abad ke 17.
* Sumber: http://trihartadi.blogspot.co.id/2012/12/puri-agung-kerambitan.html
* Foto Puri Agung Kerambitan: link

Puri Kerambitan———————————-

3) Puri Anom Tabanan

Puri Anom Tabanan didirikan pada masa pemerintahan Ida I Gusti Ngurah Ngurah Agung Tabanan, raja yang ke-19, yang berkuasa pada tahun 1810 – 1843. Ia memerintahkan putranya yang masih muda (Anom) untuk membangun istana baru tepat di sebelah utara puri kerajaan (di bekas lokasi Puri Mas, Puri Raja pemade I Gusti Ngurah Anom) sehingga itu mungkin yang menyebabkan istana itu kemudian disebut sebagai Puri Anom yang dapat diartikan sebagai Puri Muda atau juga Puri yang baru. Sejak saat itu sampai sekarang puri ini dipakai untuk tempat tinggal dan kegiatan keluarga Raja-Raja Tabanan.
* Foto Puri Anom: link
* Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Puri_Anom_Tabanan

Puri Anom Tabanan


Daftar raja / list of kings

Untuk silsilah raja Tabanan lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Babad_Arya_Tabanan

* c. 1434: Shri Arya Kenceng
* Shri Magada Nata, anak Arya Kenceng
* Arya Nangun Graha (Prabhu Singasana), anak Magada Nata
* Gusti Ngurah Tabanan (Prabhu Winalwan), anak Arya Nangun Graha
* ..?..-1647: Gusti Wayahan Pamedekan, anak Gusti Ngurah Tabanan
* 1647-1650: Gusti Made Pamedekan, saudara Gusti Made Pamedekan
* c. 1650-..?..: Gusti Ngurah Tabanan (Prabhu Winalwanan), memerintah 2 kali
* ..?..-1654: Prabhu Nisweng Panida, anak Gusti Made Pamedekan
* 1654-..?..: Gusti Made Dalang, saudara Prabhu Nisweng Panida
* Gusti Nengah Malkangin, anak Gusti Wayahan Pamedekan
* Gusti Bolo di Malkangin, anak Prabhu Winalwanan
* Abad ke-17: Gusti Agung Badeng (wali negara), menantu Gusti Made Pamedekan
* c. 1700: Prabhu Magada Śakti, anak Prabhu Nisweng Panida
* Anglurah Mur Pamade, anak Prabhu Magada Śakti
* 1734: Gusti Ngurah Sekar, anak Anglurah Mur Pamade
* Gusti Ngurah Gede, anak Gusti Ngurah Sekar
* ..?..-1793: Gusti Ngurah Made Rai, saudara Gusti Ngurah Made Gede
* 1793-1820: Gusti Ngurah Rai Penebel, saudara Gusti Ngurah Made Rai
* c. 1820: Gusti Ngurah Ubung, anak Gusti Ngurah Rai Penebel
* c.1820-1844: Gusti Ngurah Agung I, kemenakan Gusti Ngurah Made Rai

Cokorda Ngurah Gede

Di bawah perlindungan Belanda 1843-1906

* 1844-1903: Gusti Ngurah Agung II, anak Gusti Ngurah Agung I
* 1903-1906: Gusti Ngurah Rai Perang (Gusti Ngurah Agung III), anak Gusti Ngurah Agung II

Penaklukan Belanda 1906

* 1929-1939: Cokorda Ngurah Ketut, kemenakan Gusti Ngurah Agung
* 1939-1944: Regen, Gusti Ngurah Wayan (Puri Kompyang Tabanan)
* 1944-1987: Cokorda Ngurah Gede (wafat 1987), anak Cokorda Ngurah Ketut

Tabanan bergabung dengan Republik Indonesia tahun 1950.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Bali#Raja-raja_Tabanan


Puri di Bali

Puri di pulau Bali adalah nama sebutan untuk tempat tinggal bangsawan Bali, khususnya mereka yang masih merupakan keluarga dekat dari raja-raja Bali. Berdasarkan sistem pembagian triwangsa atau kasta, maka puri ditempati oleh bangsawan berwangsa ksatria.

Puri-puri di Bali dipimpin oleh seorang keturunan raja, yang umumnya dipilih oleh lembaga kekerabatan puri. Pemimpin puri yang umumnya sekaligus pemimpin lembaga kekerabatan puri, biasanya disebut sebagai Penglingsir atau Pemucuk. Para keturunan raja tersebut dapat dikenali melalui gelar yang ada pada nama mereka, misalnya Ida I Dewa Agung, I Gusti Ngurah Agung, Cokorda, Anak Agung Ngurah, Ratu Agung, Ratu Bagus dan lain-lain untuk pria; serta Ida I Dewa Agung Istri, Dewa Ayu, Cokorda Istri, Anak Agung Istri, dan lain-lain untuk wanita.

Puri Agung Kerambitan

Kerajaan Tabanan, Bali - Puri Agung Kerambitan - a photo on Flickriver

Daerah atau wilayah kekuasaan puri-puri di Bali zaman dahulu, tidak berbeda jauh dengan wilayah administratif pemerintahan kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Setelah Kerajaan Gelgel mulai terpecah pada pertengahan abad ke-18, terdapat beberapa kerajaan, yaitu Badung (termasuk Denpasar), Mengwi, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng, Bangli dan Jembrana. Persaingan antardinasti dan antaranggota dinasti pada akhirnya menyebabkan Belanda dapat menguasai Bali dengan tuntas pada awal abad ke-20.

Setelah masa kolonial Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan Indonesia, kekuasaan puri berubah menjadi lebih bersifat simbolis. Peranan berbagai puri di Bali umumnya masih tinggi sebagai panutan terhadap berbagai pelaksanaan aktivitas adat dan ritual Agama Hindu Dharma oleh masyarakat banyak.


Sejarah singkat kerajaan-kerajaan di Bali

Kerajaan Bali merupakan istilah untuk serangkaian kerajaan Hindu-Budha yang pernah memerintah di Bali, di Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia. Adapun kerajaan-kerajaan tersebut terbagi dalam beberapa masa sesuai dinasti yang memerintah saat itu. Dengan sejarah kerajaan asli Bali yang terbentang dari awal abad ke-10 hingga awal abad ke-20, kerajaan Bali menunjukkan budaya istana Bali yang canggih di mana unsur-unsur roh dan penghormatan leluhur dikombinasikan dengan pengaruh Hindu, yang diadopsi dari India melalui perantara Jawa kuno, berkembang, memperkaya, dan membentuk budaya Bali.

Kerajaan di Bali, sekitar tahun 1900.

Karena kedekatan dan hubungan budaya yang erat dengan pulau Jawa yang berdekatan selama periode Hindu-Budha Indonesia, sejarah Kerajaan Bali sering terjalin dan sangat dipengaruhi oleh kerajaan di Jawa, dari kerajaan Medang pada abad ke-9 sampai ke kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga 15. Budaya, bahasa, seni, dan arsitektur di pulau Bali dipengaruhi oleh Jawa. Pengaruh dan kehadiran orang Jawa semakin kuat dengan jatuhnya kerajaan Majapahit pada akhir abad ke-15.
Setelah kekaisaran jatuh di bawah Kesultanan Muslim Demak, sejumlah abdi dalem Hindu, bangsawan, pendeta, dan pengrajin, menemukan tempat perlindungan di pulau Bali. Akibatnya, Bali menjadi apa yang digambarkan oleh sejarawan Ramesh Chandra Majumdar sebagai benteng terakhir budaya dan peradaban Indo-Jawa.
Kerajaan Bali pada abad-abad berikutnya memperluas pengaruhnya ke pulau-pulau tetangga. Kerajaan Gelgel Bali misalnya memperluas pengaruh mereka ke wilayah Blambangan di ujung timur Jawa, pulau tetangga Lombok, hingga bagian barat pulau Sumbawa, sementara Karangasem mendirikan kekuasaan mereka di Lombok Barat pada periode selanjutnya.

Sejak pertengahan abad ke-19, negara kolonial Hindia Belanda mulai terlibat di Bali, ketika mereka meluncurkan kampanye mereka melawan kerajaan kecil Bali satu per satu. Pada awal abad ke-20, Belanda telah menaklukkan Bali karena kerajaan-kerajaan kecil ini jatuh di bawah kendali mereka, baik dengan kekerasan atau dengan pertempuran, diikuti dengan ritual massal bunuh diri, atau menyerah dengan damai kepada Belanda. Dengan kata lain, meskipun beberapa penerus kerajaan Bali masih hidup, peristiwa-peristiwa ini mengakhiri masa kerajaan independen asli Bali, karena pemerintah daerah berubah menjadi pemerintahan kolonial Belanda, dan kemudian pemerintah Bali di dalam Republik Indonesia.


Peta kuno Bali

Klik di sini untuk peta kuno Bali 1618, 1683, 1700-an, 1750, 1800-an, 1856, abad ke-19.

 Bali abad ke-16 ?


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Tabanan: link
– Sejarah kerajaan Tabanan: http://kedai-oonk.blogspot.co.id/2015/07/asal-usul-tabanan.html
Hari2 terakhir kerajaan Tabanan: http://cakepane.blogspot.com/2012/07/hari-hari-terakhir-kerajaan-tabanan.html
– Daftar raja Tabanan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Bali#Raja-raja_Tabanan
– Puri Agung Tabanan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Puri_Agung_Tabanan
– Puri Agung Kerambitan:
http://trihartadi.blogspot.co.id/2012/12/puri-agung-kerambitan.html
– Puri Anom Tabanan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Puri_Anom_Tabanan

Puputan Bali 1906: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-bali-1906/
————————————-

Intervensi Belanda di Bali

– 1846: Perang Bali I: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-i-1846/
– 1848: Perang Bali II: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-ii-1848/
– 1849: Perang Bali III: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-iii-1849/
– 1906: Intervensi belanda di Bali / Puputan 1906: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-bali-1906/
– 1908: Intervensi Belanda di Bali / Puputan 1908: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-klungkung-1908/


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s