Lampung, Kedatun Keagungan / Sumatera – prov. Lampung

Kedatun Keagungan terletak di Kota Bandar Lampung, prov. Lampung, Sumatera.

Lokasi Kota Bandar Lampung


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KEDATUN KEAGUNGAN LAMPUNG

Tentang raja sekarang (2022)

Suttan Seghayo Dipuncak Nur – pewaris generasi ke-18 Rumah Adat Kedatun Keagungan. 


Sejarah Kedatun Keagungan Lampung

Letaknya bersebelahan dengan Kesultanan Banten, namun kebesaran Kesultanan Lampung tak banyak diketahui. Akibatnya, kebudayaan Lampung tak berkembang dan malah semakin pudar. Dalam kondisi ini, Istana Kedatun Keagungan Lampung menjadi gugus terdepan dalam pelestarian budaya Lampung.

Lampung berbeda dengan Banten, meski keduanya memiliki hubungan darah. Hubungan itu berasal dari pendiri Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon yang merupakan penyebar agama Islam, Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah memiliki dua orang suadara yang menjadi penguasa Lampung kala itu, yaitu Ratu Saksi atau lebih dikenal Ratu Daerah Putih dan Ratu Simaringgai.

Saat Maulana Hasanuddin, putera Syarif Hidayatullah menaklukkan Banten, dia meminta bantuan Ratu Daerah Putih. Setelah berhasil menaklukkan dan mengislamkan Banten, sebagian pasukan asal Lampung menetap di Anyer Selatan. Daerah ini dikenal sebagai sebuah enclave suku bangsa Lampung di Banten, yaitu Lampung Cikoneng atau desa Cikoneng.

Namun itu cerita sejarah. Kedatun Keagungan Lampung yang dipimpin Suttan Seghayo Mawardi memilih menatap masa depan. Baginya, itu lebih mengkhawatirkan karena mengancam eksistensi budaya Lampung.

“Budaya bisa mengangkat Lampung menjadi lebih maju dan makmur. Budaya Sakai Sembayan misalnya, mendorong masyarakat Lampung senantiasa menjaga sikap kebersamaan dan tolong menolong dalam kebaikan,” kata Suttan Seghayo Mawardi, keturunan Kesultanan Lampung.


Tentang istana

Kedatun Keagungan Lampung dibangun pada 1995. Bangunan seluas 6 ribu hektare di Jalan Sultan Haji Bandar Lampung ini penuh dengan benda-benda budaya Lampung. Kentalnya filosofi budaya Lampung juga tercermin dalam desain bangunan yang memerlukan waktu 5 tahun pembangunannya ini.

Bangunan Kedatun Keagungan tersusun dari kayu jenis tembesu, unglen, dan kayu lainnya. Agar awet tidak dimakan rayap, kayu berkualitas tinggi ini sebelumnya sudah diawetkan dengan cara dibenamkan dalam lumpur selama bertahun-tahun.

“Memang Kedatung Keagungan dibangun untuk mengingatkan tingginya budaya Lampung yang penuh nilai-nilai luhur, semoga generasi penerus Lampung mampu mengambil nilai-nilai luhur budaya nenek moyang kita,” kata Suttan Seghayo Mawardi.

Tingginya budaya ditunjukkan dengan Lampung yang memiliki aksara dan bahasa sendiri. Sayangnya aksara dan bahasa baru sekedar menjadi muatan lokal dalam kurikulum sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Namun upaya mengangkat Bahasa Lampung ke tingkat yang lebih tinggi belum dilakukan, apalagi menjadi bahasa pergaulan sehari-hari.


Sumber

https://kabare.id/berita/paduan-dua-budaya
https://tribunlampungwiki.tribunnews.com/


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: