Tembong Agung, kerajaan / Prov. Jawa Barat – kab. Sumedang

Kerajaan Tembong Agung adalah monarki yang pernah ada dalam sejarah kerajaan Tatar Pasundan di Nusantara sekitar abad 8 sampai 14 dan merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Sumedang Larang.
Kerajaan ini teletak di kabupaten Sumedang, prov. Jawa Barat.

Lokasi Kabupaten Sumedang


* Foto situs kuno di Jawa: link
* Foto Jawa dulu: link


Sejarah kerajaan Tembong Agung


Prabu Tajimalela (1479 – 1492) dan pendiri kerajaan Sumedang Larang

Prabu Tajimalela yang bergelar Batara Tuntang Buana atau Resi Cakrabuana, saat itu memiliki tiga orang putra, masing-masing Prabu Lembu Agung (Prabu Peteng Aji), Prabu Gajah Agung, dan Sunan Ulun. Untuk menyerahkan tahta kerajaan kepada salah seorang putranya, Prabu Tajimalela mengadakan sebuah ujian untuk Prabu Gajah Agung dan Prabu Lembu Agung, tapi kedua putranya itu ternyata tidak berkehendak menjadi raja.

Meski Prabu Gajah Agung menyarankan Prabu Lembu Agung yang menjadi raja, Prabu Lembu Agung malah menyerahkan agar adiknya yang menjadi raja. Akhirnya, Prabu Tajimalela memerintahkan kedua putranya itu menuju Gunung Sangkan Jaya dan menyuruh keduanya menunggui     “sebilah  pedang”  dan  sebuah  “kelapa  muda”.  Saat menjalankan amanat itu, Prabu Gajah Agung yang tak kuasa menahan dahaga, mengupas kelapa muda itu dan langsung meminumnya. Tindakan itu, sempat diketahui oleh ayahnya, sehingga  Prabu Tajimalela memutuskan Prabu Gajah Agung yang menjadi raja di Sumedanglarang, dengan syarat harus mencari ibukota sendiri, sedangkan Prabu Lembu Agung dan Sunan Ulun memilih menjadi seorang resi / petapa.


Situs Tembong Agung

Situs Tembong Agung merupakan sebuah lokasi yang berada di Kampung Muhara Desa Leuwihideung Kecamatan Darmaraja. Sesuai dengan namanya, situs ini merupakan bekas lokasi Kerajaan Tembong Agung. Namun kondisinya sudah sulit untuk dikenali. Di tempat ini hanya ditemukan sebaran keramik Cina dari masa Dinasti Ming.

Kawasan Situs Tembong Agung berada pada kawasan seluas dua hektar yang diapit oleh dua aliran sungai yaitu Sungai Cihonje dan Sungai Cimanuk. Sebaran keramik yang ditemukan di tempat ini ditemukan di dalam tanah dengan kedalaman sekitar dua meter dari permukaan tanah.


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber

– Sejarah kerajaan Tembong Agung: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tembong_Agung
– Sejarah kerajaan Tembong Agung: http://westjavakingdom.blogspot.com/2011/07/kerajaan-tembong-agung.html
– Sejarah kerajaan Tembong Agung: http://cipakudarmaraja.blogspot.com/2015/11/kerajaan-tembong-agung-cikal-bakal.html
– Sejarah kerajaan Tembong Agung dan Sumedang Larang: http://pesonasumedangrilis.blogspot.com/2015/11/sejarah-kerajaan-tembong-agung-dan.html


Foto

Situs bersejarah yang tersohor yaitu makam leluhur Prabu Aji Putih di Kampung Cipeueut, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja. Konon, Prabu Aji Putih ialah raja pertama Kerajaan Tembong Agung yang merupakan cikal bakal Kerajaan Sumedanglarang