Pajajaran, kerajaan / Prov. Jawa Barat – wilayah Bogor

Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat.
Awal berdirinya Pajajaran dihitung pada tahun Sri Baduga Maharaha berkuasa, yakni tahun 1482.

Lokasi Bogor


* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link

* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link

* Foto situs kuno di Jawa: link


Sejarah kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda). Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang berarti kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam Prasasti Sanghyang Tapak (1030 M) di kampung Pangcalikan dan Bantarmuncang, tepi Sungai Cicatih, Cibadak, Suka Bumi.

Kehancuran Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran akhirnya hancur di tahun 1579 karena serangan Kerajaan Sunda lain yakni Kesultanan Banten. Kerajaan Pajajaran berakhir dengan dibawanya Palangka Sriman Sriwacana dari Pakuan Pajajaran menuju Keraton Surosowan yang berada di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. Batu sebesar 200 x 160 x 20 cm tersebut dibawa menuju Banten sebab tradisi politik membuat Pakuan Pajajaran tidak bisa menobatkan Raja yang baru dan menjadi pertanda jika Maulana Yusuf merupakan penerus dari Kerajaan Sunda yang sah sebab buyut perempuannya adalah Putri Sri Baduga Maharaja. Palangka Sriman Sriwacana ini bisa dilihat di depan bekas Keraton Surosowan di daerah Banten dan masyarakat Banten menyebutnya dengan Watu Gilang yang berarti mengkilap dan memiliki arti yang sama dengan Sriman.

Prasasti Batu Tulis


Daftar raja Pajajaran

•1482 – 1521: Sri Baduga Maharaja (Jayadewata), bertahta di Pakuan (Bogor sekarang)
• 1521 – 1535: Surawisesa, bertahta di Pakuan
• 1535 – 1543: Ratu Dewata, bertahta di Pakuan
• 1543 – 1551: Ratu Sakti, bertahta di Pakuan
• 1551-1567: Ratu Nilakendra, meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan anaknya, Maulana Yusuf
• 1567 – 1579: Raga Mulya, dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari Pandeglang.

Prasasti Huludayeuh


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber

– Sejarah kerajaan Pajajaran: https://linduaji.com/kerajaan-pajajaran-kuno/
– Sejarah kerajaan Pajajaran: http://wikiap.blogspot.com/2015/09/sejarah-kerajaan-pajajaran-asal-muasal.html
– Sejarah kerajaan Pajajaran: http://www.historyofcirebon.id/2017/12/kerajaan-pajajaran-masa-pendirian.html
– Sejarah kerajaan Pajajaran: https://baabun.com/kerajaan-pajajaran/
– Sejarah kerajaan Pajajaran: https://id.wikipedia.org/wiki/Pakuan_Pajajaran
– Sri Baduga Maharaja (Jayadewata) (1482 – 1521): https://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Baduga_Maharaja


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: