Linge, kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh, kab. Aceh Tengah

Kerajaan Linge terletak di Sumatera, provinsi Aceh.
Kerajaan Linge berlokasi di Buntul Linge Kampung Linge Kecamatan Linge, kab. Aceh Tengah.
Kerajaan ini terbentuk pada tahun 1025.
Saat kesultanan Aceh kerajaan kerajaan kecil merupakan vasal atau bawahan sultan Aceh dan dipimpin oleh raja yang bergelar Uleebalang.
Setelah berakhirnya Perang Aceh, tahun 1914, Linge (Linggo) masuk Onderafdeling Takengon, sebagai “swapraja”.

The kingdom of Linge  was located in Sumatra, Aceh province.
Linge Kingdom is located in Buntul Linge Kampung Linge Linge Subdistrict, Central Aceh.
The Kingdom was formed in 1025 AD
During the sultanate of Aceh the small kingdoms in Aceh were the vassal or subordinate sultan of Aceh and led by a king who holds Uleebalang.
After the end of the Aceh War, in 1914, Linge (Linggo) entered Onderafdeling Takengon, as “swapraja”.

For english, click here

Lokasi Kab. Aceh Tengah


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link


Tentang Raja / About the king

Januari 2013: Tengku Iklil Ilyas Leube, putra keempat Tengku Ilyas Leube dinobatkan menjadi pemangku Reje Linge XX, Senin (28/1/2013) di Buntul Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Juli 2015: Tengku Iklil Ilyas Leube, Reje Linge XX, wafat 31 july 2015.
–  Sumber: http://www.acehbaru.com/reje-linge-xx-meninggal-dunia/

Menurut Ibrahim, Reje Linge terakhir adalah Abdul Muthaleb yang dinobatkan sebagai Reje Linge ke-20. Berarti yang berikutnya adalah Reje Linge ke-21, katanya.

Saat prosesi pengukuhan Reje Linge XX, Juru Kunci Buntul Linge Tgk. Aman Jalil memberikan sambutan. (Lintas Gayo | Alaska)


Sejarah / History kerajaan Linge

Sejarah lengkap kerajaan Linge: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/sultan-of-linge/61095-2/

Kerajaan Linge adalah sebuah Kerjaaan kuno di Aceh. Kerajaan ini terbentuk pada tahun 1025 dengan raja pertamanya adalah Adi Genali. Adi Genali (Kik Betul) mempunyai empat orang anak yaitu: Empu Beru, Sibayak Linge, Merah Johan, Reje Linge I mewariskan kepada keturunannya sebilah pedang dan sebentuk cincin permata yang berasal dari sultan Peureulak Makhdum Berdaulat Mahmud.
Syah (1012-1038).

Kerajaan Lingë berdiri pada abad ke 10, sedangkan masa kejatuhannya pada abad 12 atau 13. Kerajaan Lingë berasal dari Kerajaan Rum atau Turki, asal kata Lingë berasal dari bahasa Gayô yang berarti Léng Ngé yang artinya suara yang terdengar. Raja Lingë I ini beragama Islam bernama Réjé Genali atau Tengku Kawe Tepat .
Raja Lingë mempunyai 4 anak, 3 laki-laki dan satu perempuan. Seorang perempuan bernama Datu Beru, dan ketiga anak laki-lakinya bernama Djohan Syah, Ali Syah dan Malam Syah.

Pada masa kolonial Belanda kerajaan Linge menjadi sebuah keujreun yang di pimpin oleh seorang keujreun bergelar Reje. Tahun 1919 keujrun Linge di jabat oleh Aman Cahyamani sepeninggal Beliau di ganti kan okeh Sasa Aman talib.

Pada masa kolonial Belanda kerajaan Linge menjadi sebuah keujreun yang di pimpin oleh seorang keujreun bergelar Reje. Tahun 1919 keujrun Linge di jabat oleh Aman Cahyamani sepeninggal Beliau di ganti kan oleh Sasa Aman Talib. Sumber foto: Donald Tick, Facebook


Daftar Raja / List of kings

Silsilah keturunan Kerajaan Linge dari Suku Gayo
Kute Reje sekarang namanya Provinsi Aceh.

1. Reje Linge Ke I Ahmad Syarief
2. Raja Linge Ke II Meurah Ishaqsyah
3. Raja Linge Ke III Meurah Jernang
4. Raja Linge Ke IV Adi Genali
5. Reje Linge Ke V Johansyah
6. Raja Linge Ke VI Bujang Lano
7. Raja Linge Ke VII Kejurun Jagong
8. Raja Linge Ke VIII Uyub
9. Raja Linge Ke IX Hud
10.Raja Linge Ke X Mahmud
11.Raja Linge Ke XI M.Saleh
12.Raja Linge Ke XII Lhut
13.Raja Linge Ke XIII Bukit
14.Raja Linge Ke XIV Alisyah
15.Raja Linge Ke XV Aman Nyak
16.Raja Linge Ke XVI Cut
17.Raja Linge Ke XVII Sasa
18.Raja Linge Ke XVIII Abdul Muthalib

– Sumber / Source:  https://www.facebook.com/SejarahAceh/posts/10151350825291791


Tentang kerajaan-kerajaan kecil di bawah Sultan Aceh

Topik penting:

* Struktur pemerintahan kerajaan kecil di Aceh (Mukim, Sagi, Nangroe, Uleebalang), lengkap: link
* Daftar Uleebalang, 1914: link
* Daftar Uleebalang, 1940: link
* Gelar orang  kesultanan Aceh: link

Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun 1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu : Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara’ Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Seunagan; Tripa; Seuneu’am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.

Struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan Aceh

Untuk lengkap: Struktur pemerintahan kerajaan kecil di Aceh (Mukim, Sagi, Nangroe, Uleebalang): link

1) Gampong, pimpinan disebut Geucik atau Keuchik. Teritorial yang terkecil dari susunan pemerintahan di Aceh adalah yang disebut dalam istilah Aceh Gampong. Sebuah Gampong terdiri atas kelompok-kelompok rumah yang letaknya berdekatan satu dengan yang lain.
Pimpinan gampong disebut Geucik atau Keuchik, yang dibantu oleh seorang yang mahir dalam masalah keagamaan, dengan sebutan Teungku Meunasah
2) Mukim, pimpinan disebut Imum Mukim. Bentuk teritorial yang lebih besar lagi dari gampong yaitu Mukim. Mukim ini merupakan gabungan dari beberapa buah gampong, yang letaknya berdekatan dan para penduduknya.
Pimpinan Mukim disebut sebagai Imum Mukim. Dialah yang mengkoordinir kepala-kepala kampung atau Keuchik-Keuchik.
3) Sago atau Sagoe, pimpinan disebut Panglima Sagoe atau Panglima Sagi. Di wilayah Aceh Rayeuk (Kabupaten Aceh Besar sekarang), terdapat suatu bentuk pemerintahan yang disebut dengan nama Sagoe atau Sagi. Keseluruhan wilayah Aceh Rayeuk tergabung ke dalam tiga buah Sagi ini, yang dapat dikatakan sebagai tiga buah federasi. Ketiga buah Sagoe atau Sagi tersebut masing-masing dinamakan:
1. Sagi XXII Mukim, dibentuk dari 22 mukim,
2. Sagi XXV Mukim, dibentuk dari 25 mukim,
3. Sagi XXVI Mukim, dibentuk dari 26 mukim.
Pemimpin disebut dengan Panglima Sagoe atau Panglima Sagi, secara turun-temurun, juga diberi gelar Uleebalang.
Mereka pengangkatannya sebagai Panglima Sagi disyahkan oleh Sultan Aceh dengan pemberian suatu sarakata yang dibubuhi cap stempel Kerajaan Aceh yang dikenal dengan nama Cap Sikureung.
4) Nangroe, pimpinan disebut Uleebalang. Bentuk wilayah kerajaan lainnya yang terdapat di Aceh yaitu yang disebut Nangroe atau Negeri. Nangroe ini sebenarnya merupakan daerah takluk Kerajaan Aceh dan berlokasi di luar Aceh Inti atau Aceh Rayeuk.
Pimpinan Nangroe disebut Uleebalang, yang ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka harus disyahkan pengangkatannya oleh Sultan Aceh. Surat Pengangkatan ini dinamakan Sarakata yang dibubuhi stempel Kerajaan Aceh, Cap Sikureung.
5) Sultan. Tingkat tertinggi dalam struktur pemerintahan Kerajaan Aceh adalah pemerintah pusat yang berkedudukan di ibukota kerajaan, yang dahulunya bernama Bandar Aceh Dar as Salam.  Kepala pemerintahan pusat adalah Sultan yang para kelompoknya bergelar Tuanku.

Peta Uleebalang Aceh 1917

Peta Uleebalang Aceh 1917


Peta Aceh dulu

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

———————————–

Peta Aceh 1873.


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Linge di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Linge
Kerajaan Linge didirikan pada tahun 986 ?: http://lintasgayo.co/2014/07/21/kerajaan-linge-didirikan-pada-tahun-986-m
– Kerajaan Linge di Gayo: http://www.lintasgayo.com/20483/kerajaan-linge-gayo-di-panggung-internasional.html
Misteri kerajaan Linge:  http://www.kompasiana.com/winbathin/misteri-kerajaan-linge-mulai-terungkap_5519c3ce813311917a9de0fc
Daftar Raja:  https://www.facebook.com/SejarahAceh/posts/10151350825291791


Foto foto

Fragmen tembikar berpola hias. Lintas Gayo Khalissuddin. Link

Fragmen tembikar berpola hias. Lintas Gayo Khalissuddin

———————-
Bendera kerajaan Linge

——————————
Makam Raja Linge

Makam Raja Linge

———————————
Tempat bersirih terbuat dari Kuningan dan Emas, Pusaka Raja Leube Cut, (Raja Linge XVI) , Koleksi -Kassah Hakim

Tempat bersirih terbuat dari Kuningan dan Emas, Pusaka Raja Leube Cut, Koleksi -Kassah Hakim

——————————
Pusaka Keris berbalut cincin Emas bergagang ukiran khas Batak Nias bersarung Perak, Pusaka Raja Leube Cut, (Raja Linge XVI), Koleksi – Kassah Hakim

Pusaka Keris berbalut cincin Emas bergagang ukiran khas Batak Nias bersarung Perak, Pusaka Raja Leube Cut, (Raja Linge XVI), Koleksi - Kassah Hakim

——————————
Cap Reje (raja) Linge

Cap Reje (raja) Linge

——————————–
Umah Pintu Ruang Raje Linge. Rumah adat pitu ruang (tujuh ruang) adalah tempat tinggal Kerajaan Linge dari Raja Linge I-XIII

UMAH PINTU RUANG RAJE LINGE. Rumah adat pitu ruang (tujuh ruang) adalah tempat tinggal Kerajaan Linge dari Raja Linge I-XIII


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s