Sebamban, kerajaan / Prov. Kalimantan Selatan

Kerajaan Sebamban terletak di Kalimantan, wilayah Kab. Tanah Bumbu, prov. Kalimantan Selatan.
Kerajaan Sebamban dibangun oleh Pangeran Syarif Ali Al-Iderus pada sekitar awal abad ke 18.
Kerajaan ini adalah suatu daerah pemerintahan swapraja yang dikepalai seorang bumiputera bagian dari Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dalam pemerintahan kolonial Hindia Belanda di bawah kekuasaan Asisten Residen GH Dahmen yang berkedudukan di Samarinda.

The kingdom of Sebamban was located in the region of Tanah Bumbu, South Kalimantan.
For english text, klik here

Lokasi Kabupaten Tanah Bumbu


Garis kerajaan-kerajaan di Kalimantan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Kalimantan

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan

– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan, 45.000 SM – 2017: link
Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Barat, 45.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Tengah / Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Timur / Utara, 1M – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Banjar: link


KERAJAAN SEBAMBAN

Tentang raja sekarang (2021)

24 juni 2018
H Sayid Umar Al-Iderus dinobatkan menjadi Pangeran Muda kerajaan Sebamban dalam sebuah upacara agung.
Acara tersebut ditandai dengan penobatan dari Raja Banjar Sultan H Khairul Saleh Al Mu’Tasim Billah melalui Menteri Luar Negeri dan Kebudayaan Pangeran Nur Yakin. Kemudian disaksikan Raja Kubu dari Kalimantan Barat Habib Zulfi bin Ismail Al-Iderus.
Tak hanya itu, Pangeran Muda H Sayid Umar turut mendapatkan keris pusaka kerajaan Banjar beserta darjah kebesaran kerajaan tersebut.


Sejarah kerajaan Sebamban, awal abad ke-18

Kerajaan Sebamban dibangun oleh Pangeran Syarif Ali Al-Iderus pada sekitar awal abad ke-18, ayah Pangeran Syarif Ali bernama Syarif Abdurrahman Al-Iderus seorang ulama keturunan Arab yang datang ke Nusantara untuk menyebarkan agama Islam.

Pada sekitar abad ke-16 terjadi perpindahan masyarakat Banjar dari sekitar wilayah Kerajaan Banjar ke wilayah lain, baik lewat darat (melintasi pegunungan meratus) maupun lewat sungai dan lautan dengan menggunakan perahu. Peristiwa ini terjadi karena adanya kericuhan di kalangan keluarga Kerajaan Banjar yang saling memperebutkan tahta dan dimana akhirnya rakyat yang mendapat imbas buruk dari semuanya.

Dari mereka yang pergi menggunakan perahu, sebagian besar keluar Muara Barito menuju ke arah selatan sepanjang pesisir laut Kalimantan Selatan lalu mampir di setiap muara sungai di sepanjang pesisir bahkan ada yang masuk hingga ke Hulu Sungai, dan hal ini juga terjadi pada sungai-sungai di daerah Kecamatan Sungai Loban, seperti Sebamban dan Sungai Dua Laut serta Sungai Cuka.
Nama Desa Sebamban diambil dari nama sungai yang mengaliri daerah tersebut (berdasarkan keterangan tokoh masyarakat setempat), yaitu Sungai Bamban yang kemudian oleh masyarakat setempat disebut Sei Bamban dan selanjutnya berubah menjadi Sebamban yang akhirnya menjadi nama bagi sekitar kawasan tersebut.

Adanya sistem pemerintahan di kawasan Sebamban belum diketahui sejak kapan dimulai, namun dalam tatanan masyarakat Banjar di sepanjang pesisir dan alur sungai kawasan ini terus berkembang seiring dengan datangnya pengembara dari Sulawesi, serta ulama-ulama Banjar dan Matan (Kalimantan Barat).

Syarif Abdurrahman Al-Iderus menyebarluaskan agama Islam, hingga tiba di Kerajaan Banjar, Syarif Abdurrahman Al-Iderus diterima dengan baik oleh Raja Banjar, kemudian menikah dengan saudara perempuan Sultan Adam Al Wasyiku Billah yang bernama Putri Saribanon, kemudian memiliki seorang putra bernama Syarif Ali Al-Iderus. Setelah dewasanya Syarif Ali Al-Iderus dinikahkan dengan saudara perempuan Sultan Syarif Abdurrahman Al-Kaderi di Pontianak. Pulang dari Pontianak, Syarif Ali meneruskan perjuangan ayahandanya untuk menyebarluaskan agama Islam, hingga akhirnya tiba di sebuah muara sungai yang bercabang dan kemudian berlabuh di sana, Syarif Ali yang merasa tertarik terhadap wilayah tersebut kemudian berjalan menyusuri pesisir sungai tersebut hingga akhirnya tiba di Lok Basar (dalam Basar). Selanjutnya membangun tempat tinggal di daerah tersebut. Suburnya daerah tersebut dengan bumi dan hutan belantara yang sangat banyak menyimpan kekayaan alam yang melimpah ruah, hingga akhirnya mengundang para pendatang dan perantau untuk menetap.

Banyak pendatang dan perantau yang datang, menetap dan terus berkembang membuat daerah tersebut menjadi ramai. Syarif Ali sebagai pembuka daerah tersebut akhirnya diangkat sebagai pemimpin atau penguasa daerah.

Pangeran Syarif Ali Alaydrus; Pangeran dari Kubu dan raja pertama Sebamban-SE Kalimantan (wafat 1859). Habib Pangeran Syarif Ali

Habib Pangeran Syarif Ali


Daftar penguasa

Raja Sabamban Penguasa swapraja Sabamban bergelar Pangeran Syarif (bukan Sultan), yaitu:

* Pangeran Syarif Ali Al-Idrus bin Syarif Abdurrahman Al-Idrus
* Pangeran Syarif Hasan, memerintah mulai 25 Juni 1860,
* Pangeran Syarif Qasim Al-Idrus bin Syarif Hasan Al-Idrus.


Kerajaan-kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Banjar.

Dalam Kesultanan Bandarmasih sebenarnya juga terdapat kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar diwilyahah kekusaan Kesultanan Bandar, seperti diwilyah Tanah Bumbu dan Pulau Laut. Namun kedudukan Kerajaan-kerjaan tersebut secara politik berdaulat dalam wilayah kekusaan Kesultanan Bandar. Hanya karena pelayan pemerintahan tidak terjangkau oleh pelayanan Kesultanan maka ada beberapa kerjaan-kerajaan kecil tersebut diberikan wewenang untuk mengatur pemerintahan sendiri dalam kelompok komunitasnya, kemudian juga ada yang dengan sengaja berdiri karena adanya latar belakang perebutan kekusaan dari Kesultanan Banjar sendiri.
Adapun kerajaan-kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Bandarmasih yang ada di Wilyah Tanah Bumbu dan Pulau Laut adalah:

1. Kerajaan Pagatan,
2. Kerajaan Kusan,
3. Kerajaan Cengal Manunggal dan Bangkalaan,
4. Kerajaan Cantung dan Sampanahan,
5. Kerjaan Sebamban,
6. Kerajaan Batulicin,
7. Kerajaan Pasir,
8. Kerajaan Kotabaru.
Adapun kerajaan-kerajan tersebut diatas yang pernah berdiri diwilayah Tanah Bumbu dan Pulau Laut mempunyai pertalian yang erat dalam menjalin hubungan. Dalam kesempatan ini yang dapat diuraikan hanya Kerajaan Pagatan, Kerajaan Kusan dan Pulau Laut karena mempunyai latar belakang dan saling keterkaitan dalam sejarahnya. Sementara yang lainnya belum dapat diuraikan dengan baik mengingat minimnya informasi dan data yang diperlukan dalam penulisan.
– Sumber: http://faisalbatennie.blogspot.com/2010/07/kerajaan-di-tanah-bumbu.html


Peta Kalimantan kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Sebamban:  http://julakbungsu.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sebamban.html
Sejarah kerajaan Sebamban: Wiki
– Pangeran Sjarif Ali Al Aidroes, kepala pemerintahan Sebamban: https://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Sjarif_Ali_Al_Aidroes

– Kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Banjar: link

————————————–

– Kerajaan Tanah Bumbu: link
Kerajaan Batu Licin: link
Kerajaan Cantung: link
Kerajaan Kusan: link
Kerajaan Pagatan: link
Kerajaan Bangkalaan: link
Kerajaan Sampanahan: link


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: