Sebamban, kepangeranan / Kal. Selatan – Kab. Tanah Bumbu

Kepangeranan Sebamban. Terletak di Kalimantan, wilayah Kab. Tanah Bumbu, prov. Kalimantan Selatan.
Kerajaan Sebamban dibangun oleh Pangeran Syarif Ali Al-Iderus pada sekitar awal abad ke 18.

The principality of Sebamban. Located in the region of Tanah Bumbu, South Kalimantan.
The principality of Sebamban was founded by Pangeran Syarif Ali Al-Iderus,  in the 18th century.

Klik foto untuk besar !

Kerajaan Tanah Bumbu

Kerajaan Tanah Bumbu

Kabupaten Tanah Bumbu

Kabupaten Tanah Bumbu

Provinsi Kalimantan Selatan

Provinsi Kalimantan Selatan


* Foto foto kerajaan2, situs kuno dan suku di Kalimantan:  link


Sejarah / History  kerajaan Sebamban

Kerajaan Sebamban dibangun oleh Pangeran Syarif Ali Al-Iderus pada sekitar awal abad ke 18, ayah Pangeran Syarif Ali bernama Syarif Abdurrahman Al-Iderus seorang ulama keturunan Arab yang datang ke Nusantara untuk menyebarkan agama Islam.

Kerajaan Sebamban adalah suatu daerah pemerintahan swapraja yang dikepalai seorang bumiputera bagian dari Afdeling Pasir en de Tanah Boemboe dalam pemerintahan kolonial Hindia Belanda di bawah kekuasaan Asisten Residen GH Dahmen yang berkedudukan di Samarinda, Kalimantan Selatan. Pemerintah swapraja daerah tersebut dikuasakan kepada seorang kepala bumiputera yaitu Pangeran Syarif Ali, putera dari Syarif Abdurahman Alaydrus Yang Dipertuan Kerajaan Kubu. Sekarang wilayah swapraja ini menjadi kecamatan Angsana, Sungai Loban dan sebagian Kuranji.

Pada saat Belanda mulai masuk di wilayah ini dengan akal liciknya kemudian berhasil membuat kalangan keluarga Kerajaan tidak betah berada di tempat atau kediamannya sendiri. Satu persatu keluarga kerajaan meninggalkan istana hingga akhirnya Istana atau Soraja tidak lagi ditempati dan terabaikan dan sekarang yang tertinggal hanya puing-puing tiang bangunan, peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1850.

– Sumber: Wiki

Kerajaan-kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Banjar.

Dalam Kesultanan Bandarmasih sebenarnya juga terdapat kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar diwilyahah kekusaan Kesultanan Bandar, seperti diwilyah Tanah Bumbu dan Pulau Laut. Namun kedudukan Kerajaan-kerjaan tersebut secara politik berdaulat dalam wilayah kekusaan Kesultanan Bandar. Hanya karena pelayan pemerintahan tidak terjangkau oleh pelayanan Kesultanan maka ada beberapa kerjaan-kerajaan kecil tersebut diberikan wewenang untuk mengatur pemerintahan sendiri dalam kelompok komunitasnya, kemudian juga ada yang dengan sengaja berdiri karena adanya latar belakang perebutan kekusaan dari Kesultanan Banjar sendiri.
Adapun kerajaan-kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Bandarmasih yang ada di Wilyah Tanah Bumbu dan Pulau Laut adalah:

1. Kerajaan Pagatan,
2. Kerajaan Kusan,
3. Kerajaan Cengal Manunggal dan Bangkalaan,
4. Kerajaan Cantung dan Sampanahan,
5. Kerjaan Sebamban,
6. Kerajaan Batulicin,
7. Kerajaan Pasir,
8. Kerajaan Kotabaru.
Adapun kerajaan-kerajan tersebut diatas yang pernah berdiri diwilayah Tanah Bumbu dan Pulau Laut mempunyai pertalian yang erat dalam menjalin hubungan. Dalam kesempatan ini yang dapat diuraikan hanya Kerajaan Pagatan, Kerajaan Kusan dan Pulau Laut karena mempunyai latar belakang dan saling keterkaitan dalam sejarahnya. Sementara yang lainnya belum dapat diuraikan dengan baik mengingat minimnya informasi dan data yang diperlukan dalam penulisan.

– Sumber: http://faisalbatennie.blogspot.com/2010/07/kerajaan-di-tanah-bumbu.html
————-
Sebamban kingdom was founded by Prince Sharif Ali Al-Iderus in the early 18th century, the Prince’s father, named Sharif Sharif Ali Abdurrahman Al-Iderus, was a scholar of Arab descent, who came to the archipelago to spread Islam.
Sebamban kingdom was an autonomous region, headed by a bumiputera, part of the Afdeeling Pasir dan Tanah Boemboe, under the authority of the Assistant Resident GH Dahmen based in Samarinda, South Kalimantan. The regional autonomous government was delegated to a chief bumiputera, namely Prince Sharif Ali, son of Sharif Abdurahman Alaydrus, Yang Dipertuan of Kubu kingdom.
During the dutch time one by one the royal families left their palaces; finally they were no longer occupied and now what remains are the ruins of a pole building, this happened around 1850.

Small kingdoms under the Sultanate of Banjar.

Under the Sultanate of Banjar there were several small kingdoms in the region of Tanah Bumbu and Pulau Laut. They were semi-independent. Because government services were not covered by the Sultanate, these kingdoms kingdoms were given authority to rule within their region.
Small kingdoms under the rule of the Sultanate Bandar in Tanah Bumbu and Pulau Laut are:

1. The kingdom of Pagatan,
2. The Kingdom of Kusan,
3. The Kingdoms of Cengal Manunggal and Bangkalaan,
4. The Kingdoms of Cantung and Sampanahan,
5. The kingdom of Sebamban,
6. The kingdom of Batulicin,
7. The Kingdom of Pasir,
8. The Kingdom of Kotabaru.


Daftar penguasa / list of rulers

Raja Sabamban Penguasa swapraja Sabamban bergelar Pangeran Syarif (bukan Sultan), yaitu:
The king of Sabamban was titled Pangeran Sharif (not Sultan).

* Pangeran Syarif Ali Al-Idrus bin Syarif Abdurrahman Al-Idrus
* Pangeran Syarif Hasan, memerintah mulai 25 Juni 1860,
* Pangeran Syarif Qasim Al-Idrus bin Syarif Hasan Al-Idrus.


Peta Kalimantan kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Sebamban:  http://julakbungsu.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sebamban.html
Sejarah kerajaan Sebamban: Wiki
– Pangeran Sjarif Ali Al Aidroes, kepala pemerintahan Sebamban: https://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Sjarif_Ali_Al_Aidroes

– Kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Banjar: link

————————————–

– Kerajaan Tanah Bumbu: link
Kerajaan Batu Licin: link
Kerajaan Cantung: link
Kerajaan Kusan: link
Kerajaan Pagatan: link
Kerajaan Bangkalaan: link
Kerajaan Sampanahan: link


* Foto foto kerajaan2, situs kuno dan suku di Kalimantan:  link

Habib Pangeran Syarif Ali

Pangeran Syarif Ali Alaydrus; prince of Kubu and 1st raja of Sebamban-SE Kalimantan (died 1859). Habib Pangeran Syarif Ali

—————————————————————————————————————-

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: