Pardosi, dinasti / Prov. Sumatera Utara – Tanah Batak

Kesultanan Barus: abad ke-14 sampai abad ke 19. Ada kesultanan terletak di Sumatera, Kecamatan Barus, Kab. Tapanuli Tengah, prov. Sumatera Utara.
Tahun 1524, kawasan Barus juga dikuasai oleh Raja-raja dari dua dinasti, yaitu:
* Barus Hulu, Dinasti Pardosi yang berasal dari Toba.
* Barus Hilir, Dinasti Hatorusan yang berasal dari Tarusan, Minangkabau, keturunan Raja Pagaruyung.

Lokasi Barus, Kab. Tapanuli Tengah


Dinasti Batak

Sepanjang sejarah Suku Batak Kuno (Toba Tua) di Sumatera, pernah terdapat beberapa dinasti kerajaan yang menyatukan berbagai kelompok suk.

Dinasti ke-1 Sorimangaraja (marga Sagala), abad ke-7 hingga abad ke-12 M.

Ketiga dinasti itu yakni pertama dinasti Sori Mangaraja yang dipimpin oleh raja turun temurun dengan gelar Sori Mangaraja yang merupakan adapatasi bahasa dari gelar Sri Maharaja. Dinasti ini berdiri hampir kurang 300-500 tahun sejak abad ke-7 hingga abad ke-12 M. Pusat pemerintahan dan ibu kotanya terletak di Lobu Tua, Barus dan Pansur yang dijadikan kota pelabuhan dan pusat perdagangan. Akhir masa dinasti ini terjadi akibat serangan oleh kerajaan Chola yang berasal dari India dengan kerajaan Sriwijaya termasuk daerah kekuasaannya.
– Sejarah lengkap dinasti Sorimangaraja: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/batak-dinasti-sagala-sorimangaraja/

Dinasti ke-2 dinasti Hatorusan (marga Pasaribu), sampai abad ke-15.

Memerintah wilayah Barus Hilir, yaitu kerajaan Hatorusan.
Dinasti ini berusaha membangun kembali tatanan kota, tradisi dan kejayaan dinasti Sori Mangaraja. Dinasti Hatorusan dipimpin oleh raja yang bergelar Raja Hatorusan, raja pertamanya Uti Mutiaraja yang berasal dari keturunan Guru Tatea Bulan, Pusak Buhit. Wilayah kekuasaanya berada di Barus hinggal perbatasan wilayah Aceh. Pada awal abad ke-15, tampuk kekuasaannya diserahkan ke dinasti Sisingamangaraja dari Negeri Bakkara yang dikenal dengan kerajaan Bakkara yang sekarang bernama Balige.
– Sejarah lengkap kerajaan Hatorusan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/hatorusan-kerajaan/

Dinasti ke-3 dinasti Pardosi (marga Pardosi)

Memerintah wilayah Barus Hulu.
Dinasti yang memerintah di Barus Hulu yang mencakup beberapa daerah tanah Batak bagian barat termasuk Negeri Rambe (Pakkat). Didirikan oleh Raja Alang Pardosi dengan penahunan yang tidak jelas namun diyakini berdiri sejak awal-awal berdirinya kerajaan si Raja Batak di Tanah Batak, yakni lebih kurang tahun 1000 SM.
– Sejarah lengkap dinasti Pardosi: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/dinasti-batak-pardosi-pohan/

Dinasti ke-4 Sisingamangaraja, abad ke-16 hingga abad ke-19.

Dinasti Bakkara (kerajaan Bakkara) dipimpin oleh Raja Sisingamangaraja I-XII yang berdiri dari abad ke-16 hingga abad ke-19 atau hampir 400 tahun berdiri. Dalam sejarahnya, dinasti ini mengalami peperangan dengan Belanda selama 30 tahun. Raja Sisingamangaraja XII meninggal dalam pertempuran di Si Onom Hudon pada tahun 1907 sekaligus menandakan berakhirnya kerajaan dinasti Bakkara.
Di kota Balige-lah, Raja Sisingamangaraja XII dimakamkan.
– Sejarah lengkap kerajaan Bakkara: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/bakkara-negeri-3-dinasti-prov-sumatera-utara/


Sejarah dinasti Pardosi

– Sejarah lengkap dinasti Padosi: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/dinasti-batak-pardosi-pohan/sejarah-lengkap-dinasti-pardosi/

Tahun 1524, kawasan Barus juga dikuasai oleh Raja-raja dari dua dinasti, yaitu:

* Barus Hulu, Dinasti Pardosi yang berasal dari Toba.
* Barus Hilir, Dinasti Hatorusan yang berasal dari Tarusan, Minangkabau, keturunan Raja Pagaruyung.

Dinasti yang memerintah di Barus Hulu yang mencakup beberapa daerah tanah Batak bagian barat termasuk Negeri Rambe (Pakkat). Didirikan oleh Raja Alang Pardosi dengan penahunan yang tidak jelas namun diyakini berdiri sejak awal-awal berdirinya kerajaan si Raja Batak di Tanah Batak, yakni lebih kurang tahun 1000 SM.

  1. Raja Kesaktian (di Toba)
  2. Alang Pardosi pindah ke Rambe dan mendirikan istana di Gotting, Tukka
  3. Pucaro Duan Pardosi di Tukka
  4. Guru Marsakot Pardosi di Lobu Tua
  5. Raja Tutung Pardosi di Tukka, berselisih dengan Raja Rambe di Pakkat.
  6. Tuan Namora Raja Pardosi. Ada gap yang lama, beberapa raja difase ini tidak terdokumentasi
  7. Raja Tua Pardosi
  8. Raja Kadir Pardosi (Pertama masuk Islam)
  9. Raja Mualif Pardosi
  10. Sultan Marah Pangsu Pardosi (1300)
  11. Sultan Marah Sifat Pardosi
  12. Tuanku Maharaja Bongsu Pardosi (1644)
  13. Tuanku Raja Kecil Pardosi
  14. Sultan Daeng Pardosi
  15. Sultan Marah Tulang Pardosi
  16. Sultan Munawar Syah Pardosi
  17. Sultan Marah Pangkat Pardosi (1756)
  18. Sultan Baginda Raja Adil Pardosi (1798)
  19. Sultan Sailan Pardosi (1825)
  20. Sultan Limba Tua Pardosi
  21. Sultan Ma’in Intan Pardosi
  22. Sultan Agama yang bernama Sultan Subum Pardosi
  23. Sultan Marah Tulang yang bernama Sultan Nangu Pardosi (1853).

Sumber

– Sejarah dinasti Pardosi: http://batak-people.blogspot.com/2013/04/dinasti-dinasti-batak.html


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s