Kaidipang, kerajaan / Prov. Sulawesi Utara – kab. Bolaang Mongondow Utara

Kerajaan Kaidipang terletak di Sulawesi, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, prov. Sulawesi Utara. Didirikan tahun 1630. Kerajaan Kaidipang dan Bolang Itang dipersatukan tahun 1912 dengan nama Kerajaan Kaidipang Besar

The Kingdom of Kaidipang was located in Sulawesi, district North Bolaang Mongondow, prov. of north Sulawesi. Founded in 1630. The kingdoms of Kaidipang and Bolang Itang were united in 1912 under the name Kerajaan Kaidipang Besar.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN KAIDIPANG

Sejarah kerajaan Kaidipang

Sejak abad ke-16, wilayah kabupaten Bolaang Mongondow telah berada dalam wilayah kekuasaan kerajaan. Beberapa kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah ini antara lain: kerajaan Bolaang Mongondow yang berkedudukan di Bolaang, dan empat kerajaan lainnya di wilayah Pantai Utara Bolaang Mongondow, yakni;
1) Kerajaan Bolango, kemudian menjadi  Kerajaan Bolaang Uki berkedudukan di Walugu,
2) Kerajaan Bintauna dengan beberapa kali berpindah ibu kota, antara lain : Panayo, Minanga, dan Pimpi,
3) Kerajaan Bolaang Itang yang berkedudukan di Bolaang Itang dan
4) Kerajaan Kaidipang dengan Ibu kotanya Buroko.

Sejarah kerajaan Kaidipang berlatar belakang dari terbentuknya Negeri Keidupa yang di pimpin oleh seorang Kepala Suku bernama Pugu-Pugu.
Di awal abad ke-16 masuk lagi penjajah kedua yakni bangsa belanda. Masuknya orang-orang belanda ini menyebabkan bangsa portugis terusir dan mereka tinggal mendiami daerah timor-timor hingga ke Philipina.
±1630 seorang Gubernur Belanda Piether Van De Broeke dalam lawatan misi perjalanan dari Ternate menuju Goa Makassar kepalanya singgah berlabu di Keidupa dan bertemu dengan Maoeritz Datoe Binangkal sebagai Kepala Suku.

Dalam pertemuan ini mereka menggunakan bahasa isyarat, melihat kondisi Geografis Negeri Keidupa sangat strategis untuk kegiatan perniagaan dan berpotensi di Sektor pertanian di dukung kepemimpinan Maoeritz Datoe Binangkal yang penuh kewibawaan membuat Gubernur Belanda ini terinspirasi menawarkan kepada Maoeritz Datoe Binangkal untuk diminta kesediaanya berangkat bersama-sama ke Goa Makassar diperhadapkan pada Raja Goa untuk dinobatkan menjadi Raja Di Keidupa (Kaidipang). Penawaran Piether Van Den Broeke ini langsung di musyawarahkan oleh Maoeritz Datoe Binangkal dengan masyarakatnya dan masyarakat sangat manyambut dengan gembira serta penuh antusias.

Berangkatlah rombongan menuju Gowa Makassar dan setibanya di Gowa Makassar Maoeritz Datoe Binangkal langsung diperhadapkan pada Raja Goa sekaligus dimintakan persetujuan untuk penobatan menjadi Raja di Kaidipang.
Resmilah MAOERITZ DATOE BINANGKAL menjadi Raja kerajaan Kaidipang yang di lantik pada 1630.

Raja Mahmud dari kerajaan Kaidipang memerintah 1908 – 1912, namun beliau meningal 07 februari 1910, beliau wafat selang dua tahun kerajaan Kaidipang mengalami kevakuman yang menjalankan roda pemerintahan adalah Jogugu Mbuingo Papeo.
Dalam fase wapatnya raja Mahmud empat calon Raja yang dipersiapkan yakni:
1) Abo Lancong Korompot
2) Husain Korompot
3) Abo Dadoali. L. Korompot
4) Ram Suit Pontoh

Masyarakat kerajaan Kaidipang memusyawarakan dari Empat Calon yang pantas menjadi Raja, masyarakat memilih Ram Suit Pontoh untuk menduduki posisi Raja di kerajaan Kaidipang yang diterbitkan SK oleh Residen Belanda Di Manado dengan kontrak pendek atau Korte Verklareng. Setelah suda berkuasa nama kerajaan menjadi kerajaan Kaidipang Besar. Kerajaan Kaidipang dan Bolang Itang dipersatukan tahun 1912 dengan nama Kerajaan Kaidipang Besar dengan ibu negerinya Boroko.

KOMALIG, merupakan istana sekaligus kantor yang digunakan Paduka Raja RS Pontoh untuk mengendalikan kerajaan Kaidipang Besar.


Daftar raja raja Kaidipang

1) 1630-1677: Raja Mauritz Datoe Binangkal Korompot dengan permaisuri Tohomiong, puteri Raja Limboto. Raja dan permaisuri masih memeluk agama Kristen Katolik.
2) 1677-1699: Raja Tiaha Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
3) 1699-1703: Raja Dodoali Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
4) 1709-1735: Raja Philip Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
5) 1710-1735: Raja Piantai Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
6) 1735-1745: Raja Antogia Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
7) 1745-1770: Raja Gongala Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik. Permaisuri bernama Bua Kaeba Manopo Mamonto dari Dumoga.

8) 1770-1817: Raja Wellem David Korompot, memeluk agama Islam dengan nama Waladin Korompot.
9) 1817-1835: Raja Toruru Korompot, telah memeluk agama Islam. Memiliki 2 permaisuri, Ladio dan Mow.
10) 1835-1863: Raja Tiaha Korompot, memiliki 2 permaisuri: Mamongo dan Telehulawa. Permaisuri kedua memiliki seorang Putera bernama Husain Korompot yang menjadi  Jogugu di kerajaan Buol.
11) 1863-1866: Raja Moh. Nurdin Korompot; memiliki 2 permaisuri: Telehaji dan Lauko. Raja ini sangat menentang kolonialis belanda dan diasingkan ke pulau Ambon, Batu Merah. Makam raja terbaring di kompleks Masjid Al’Hilal, Ambon, Batu Merah. Keturunannya membawa nama Kaidupa.
12) 1866-1898: Raja Gongala Korompot II, yang mendapat gelar Raja Bintang. Memiliki 4 permaisuri: Sinir, Salimburung, Miihing dan Hembeso.
13) 1898-1908: Raja Lui Korompot. Raja membangun Masjid Jami di desa Kuala.
14) 1908-1910: Raja Mahmud Manopo Antogia Korompot.
Raja ke-14 adalah raja terakhir di kerajaan Kaidipang, yang wafat pada tanggal 7 febr. 1910, sehingga kerajaan Kaidipang mengalami  kevakuman selama kurang lebih 2 tahun (1910-1912). Atas musyawarah dewan Raja, tokoh adat dan persetujuan keluarga Korompot, disepakati sebagai pelaksana tugas adalah Jogugu kerajaan Kaidipang Mbuingo Papeo.
15) 1910-1912: Mbuingo Rapeo, pejabat sementara karena raja Mahmud Manoppo Korompot tidak setuju penggabungan kerajaan Kaidipang dan Bolaang-Itang.
Akibat kekosongan ini, berdasarkan usul Lancong Korompot saudara kandung Mahmud Manoppo Korompot dan dengan persetujuan Residen Manado Van Marle pada tanggal 12 Agustus 1912 berdirilah kerajaan Kaidipang besar dengan raja pertama Ram Suit Pontoh (1912-1950). Raja Ram Suit Pontoh ini merupakan raja pertama sekaligus terakhir dari kerajaan Kaidipang Besar karena dengan berdirinya Republik Indonesia, maka sistem kerajaan di Bolaang Mongondow menjadi hilang/dihapus.

Info dari Taufik Kaidupa Korompot:
Makam raja Muhammad Nurdin Korompot (Vandis) berada di Negeri Adat Batu Merah Ambon dan terbaring di dalam Kompleks Mesjid Agung An Nur Batu Merah, (salah satu mesjid tertua di kota Ambon). Karena tekanan daripada Belanda Sang Raja Vandis mengubah Marga Korompot menjadi Kaidupa untuk melindungi keluarga dan keturunannya dari kejaran Belanda.

Penambahan dan kommen tentang sejarah raja-raja Kaidipang: klik di sini

Raja kerajaan Kaidipang ke-XIV: Mahmud Antogia Manoppo Korompot. Memerintah 1903-1910


Persengketaan wilayah Imana oleh kerajaan Atinggola dan Kerajaan Kaidipang

Sumber: Buku Limo Lo Pahalaa, Sejarah Kerajaan Gorontalo
Oleh: Harto Juwono

Sekitar tahun 1856 terjadi persengketaan wilayah IMANA oleh kerajaan Atinggola dan Kerajaan Kaidipang. Untuk menghindari terjadinya peperangan nanti, Raja Bolango Humanggilu dan Kapiten Laut Limboto Rahmola mengajak perundingan tentang masalah ini secara kekeluargaan. Namun pihak dari Kerajaan Atinggola dan Kerajaan Kaidipang sama-sama mengklaim kepemilikan wilayah Imana, maka persoalan sengketa wilayah ini diserahkan kepada Asisten Residen Gorontalo mengingat bahwa Atinggola masuk wilayah Afdeling Gorontalo dan Kaidipang masuk wilayah Afdeling Bolaang Mongondow. Berkenaan dengan masalah sengketa wilayah IMANA yang diperebutkan kedua kerajaan ini, Asisten Residen Gorontalo pergi menghadap Residen Manado.

Pada bulan Agustus 1858 Residen Manado berangkat ke Atinggola untuk membicarakan masalah ini dengan penguasa setempat, terutama mereka yang terlibat dalam perkara ini. Dari hasil perundingan ini, diputuskan bahwa:
1) Sungai Andegile dijadikan sebagai pembatas kedua daerah yaitu Atinggola dan Kaidipang, namun imana tetap menjadi hak Kaidipang.
2) Daerah perbatasan harus dipasang tanda pembatas untuk mencegah orang Atinggola masuk ke wilayah Imana.
3) Atas keterlibatan Kerajaan Limboto pada perundingan tersebut, daerah Gentuma diserahkan pada Kerajaan Limboto.

Hasil keputusan ini membuat pihak bangsawan di Kerajaan Atinggola merasa tidak puas, mereka menyalahkan Raja Ba-ito yang ikut dalam perundingan gagal mempertahankan wilayah IMANA menjadi wilayah kerajaan Atinggola. Puncak dari ketiakpuasan ini, para bangsawan menuntut Ba-ito segera turun tahta sebagai raja Atinggola. Sebagai penggantinya, Mopangga menjadi Raja Atinggola.

Raja Manoppo David Antogia dari Kaidipang. 1903-1910.


Daftar kerajaan-kerajaan di Gorontalo / Sulawesi Utara

Kerajaan Bolango, menjadi kerajaan Bolaang Uki: abad ke-15 sampai abad ke-19,
Kerajaan Bolaang Uki, 1886 – 1950,
Kerajaan Bolaang Itang, 1793 – 1912, 1912 menjadi kerajaan Kaidipang Besar,
Kerajaan Bolaang Mongondow, 1400 – 1950,
Kerajaan Kaidipang, 1630 – 1912, 1912 menjadi kerajaan Kaidipang Besar,
Kerajaan Kaidipang Besar, 1912 – 1950,
Kerajaan Bintauna, abad ke16 – 1950,
Kerajaan Pinohu, abad ke-15,
Kerajaan Suwawa, abad ke-8 sampai abad ke-20 (?),
Kerajaan Limboto, abad ke14 – ?,
Kerajaan Hulontalangi, abad ke-14, menjadi kerajaan Gorontalo,
Kerajaan Bubohu, 1750-1902,
Kerajaan Atinggola: 1500—1866,
Kerajaan Manado, 1500 – 1678,
Kerajaan Boalemo, 1607 sampai awal abad ke-20,
Kerajaan Kwandang, berdirinya ?,
Kerajaan Gorontalo, abad ke-14 sampai terakhir abad ke-19.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Kerajaan Kaidipang Besar pada masa raja Ram Siut Pontoh, 1912-1950: http://sulutpos.com/2015/11/kerajaan-kaidipang-besar-pada-masa-raja.html
– Peninggalan Rumah Raja Kaidipang: http://manado.tribunnews.com/2015/02/27/peninggalan-rumah-raja-kaidipang-besar-jadi-lokasi-wisata-di-bolmut
– Terbentuknya kerajaan Kaidipang:  http://mokapogcentre.blogspot.co.id/2012/10/terbentuknya-kerajaan-kaidipang.html
Daftar Raja:  http://kpmibmcabangmanado.blogspot.co.id/2011/12/raja-raja-kerajaan-kaidipang.html
– Daftar Raja:  https://bolmutpost.com/5986/2012/10/22/sekilas-sejarah-kaidipang-dan-kaidipang-besar/

– Kerajaan Mokapoghttps://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/mokapog-kerajaan/


Peta Bolaang Uki, Bolaang Itang, Bolaang Mongondow dan Kaidipang, 1894

———————

Peta Kaidipang dan Atinggola tahun 1898


10 Comments

10 thoughts on “Kaidipang, kerajaan / Prov. Sulawesi Utara – kab. Bolaang Mongondow Utara

  1. Taufik Kaidupa Korompot

    Makam raja muhammad Nurdin Korompot (Vandis) berada di Negeri Adat Batu Merah Ambon dan terbaring di dalam Kompleks Mesjid Agung An Nur Batu Merah, (salah satu mesjid tertua di kota Ambon)
    Karena tekanan daripada Belanda Sang Raja Vandis mengubah Marga Korompot menjadi Kaidupa untuk melindungi keluarga dan keturunannya dari kejaran Belanda

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas kirim info ini. Sudah dipublikasikan di website. Paul

  2. Whatis nameof present raja of Kaidipang .Thankyou.

    • Sultans in Indonesia

      Mr. Tick,

      I searched internet long time, but I did not find the name of the present raja. Thank you, Paul

  3. Raja pertama kaidipang mmg asli suku kaidipang dn itu adalah raja korompot rja pertama d indonesia dn d akui itu oleh bangsa belanda.
    Dan yg lain itu hanyalah penghianat yg mngaku raja.
    Nene saya itu adalah baik kaimah yg skrg ini d makamkan d pontodon kotamobagu

    • Sultans in Indonesia

      KYT,

      Terima kasih atas mail anda.
      Kommen anda kami akan pasang di halaman Kaidipang.

      Dengan hormat,
      Paul

  4. Pada sejarah sbnr nya korompot lah raja prtma d kaidipang

    Krna yg menolak penjaja Belanda adalah raja Korompot dn pembuktian bahwa raja korompot lah raja prtma d kaidipang krna ada nya Sejarah yg membuktikan dn itu smua d muat dlm satu museum yg berada d belanda

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas komen anda. Kami sudah masukkan komen ini di halaman di website.
      Dengan hormat. Paul

  5. kerajaan bolangitang kaidipang bukn suku mongondow tp suku bulangita keydupa….

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas kommen Anda. Kami sudah perbaiki website !

      Dengan hormat,
      Paul Kijlstra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: