Tallo, kesultanan / Prov. Sulawesi Selatan, Kab. Gowa

Kerajaan Tallo terletak di Sulawesi, Kab. Gowa, prov. Sulawesi Selatan.

The kingdom of Tallo was located in south Sulawesi; in the district Gowa. South Sulawesi.

 Kab. Gowa.

Kab. Gowa.

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)


* Foto kerajaan / kingdom Tallo: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Tentang Raja / About the king

Present Sultan (2014): Raja Tallo the 19th, I Paricu Muhammad Akbar Amir Sultan Aliyah Dg Manaba Karaeng Tanete.


Sejarah / History kerajaan Tallo

Di Sulawesi Selatan pada abad 16 terdapat beberapa kerajaan bercorak Hindu di antaranya Gowa, Tallo, Bone, Sopeng, Wajo dan Sidenreng. Masing-masing kerajaan tersebut membentuk persekutuan sesuai dengan pilihan masing-masing.
Salah satunya adalah kerajaan Gowa dan Tallo membentuk persekutuan pada tahun 1528, sehingga melahirkan suatu kerajaan yang lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Makasar. Nama Makasar sebenarnya adalah ibukota dari kerajaan Gowa.
Pada tahun 1650, Penguasa Gowa dan Tallo memeluk agama Islam. Dalam perjalanannya kerajaan masing-masing, dua kerajaan bersaudara ini dilanda peperangan bertahun-tahun. Hingga kemudian pada masa Gowa dipimpin Raja Gowa X, Kerajaan Tallo mengalami kekalahan. Kedua kerajaan kembar itu pun menjadi satu kerajaan dengan kesepakatan “Rua Karaeng se’re ata” (dua raja, seorang hamba). Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo ini akhirnya meleburkan kedua wilayah menjadi Kesultanan makassar yang berpusat di Sombaopu. Meleburnya kedua kerajaan tersebut menjadi Kesultanan Makassar disaat Kerajaan Gowa sedang dipimpin oleh  bergelar Sultan Alaudin Daeng Manrabbia yang berkuasa dari tahun 1591 hingga 1638. Sedangkan Kerajaan Tallo dibawah kekuasaan Karaeng Matoaya yang bergelar Sultan Abdullah sekaligus menjadi Mangkubumi Kesultanan Makassar pertama.
Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makasar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka. Perang Makassar bukanlah perang antarsuku karena pihak Gowa memiliki sekutu dari kalangan Bugis; demikian pula pihak Belanda-Bone memiliki sekutu orang Makassar. Perang Makassar adalah perang terbesar VOC yang pernah dilakukannya pada abad ke-17
Akibat persekutuan akhirnya Belanda dapat menguasai ibukota kerajaan Makasar. Dan secara terpaksa kerajaan Makasar harus mengakui kekalahannya dan menandatangai Perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya tentu sangat merugikan kerajaan Makasar.
Walaupun perjanjian telah diadakan, tetapi perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung. Bahkan pengganti dari Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan melawan Belanda.
Untuk menghadapi perlawanan rakyat Makasar, Belanda mengerahkan pasukannya secara besar-besaran. Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya kerajaan Makasar, dan Makasar mengalami kehancurannya.

– Sumber: Wiki

Sejarah kerajaan Gowa, kerajaan Tallo dan kerajaan Makassar dihubung.

Peta Sulawesi selatan (incl. Gowa-Tallo) tahun 1909
klik peta untuk besar

—————————————————————-

In South Sulawesi in the 16th century there were several Hindu kingdoms, among them Gowa, Tallo, Bone, Sopeng, Wajo and Sidenreng. Each kingdom formed alliances according to their choice.
The kingdoms of Gowa and Tallo formed an alliance in 1528, giving birth to an empire that is better known as the kingdom of Makassar. Makasar was the name of the capital of the kingdom of Gowa.
After the alliance of Gowa Tallo, the king of Gowa, Daeng Manrabia, became King of Gowa Tallo, and Karaeng Matoaya became prime minister (governor) with the title of Sultan Abdullah.
The most famous king of this kingdom was Sultan Hasanuddin, who fought the Makasar War (1666-1669) against the VOC, assisted by the kingdom of Bone, which was ruled by Arung Palakka. Makassar war was the biggest war ever done by the VOC in the 17th century. Eventually the Dutch conquered the royal capital of Makassar. And it forced Makasar to sign the 1667 Treaty of Bongaya in 1667.
Although the agreement has been held, the resistance of Makasar against the Dutch continued. Even after the replacement of Sultan Hasanuddin by Mapasomba (son Hasannudin) the resistance against the Dutch continued.
To deal with the resistance of the people of Makassar, the Dutch send a large army. Finally the Netherlands could take full control of the kingdom of Makasar.

For more in english see: link

The history of the kingdoms of Gowa, Tallo and Makasar are connected.

– Kerajaan Tallo:  link
Kerajaan Makassar: link


Fakta sejarah / Facts of history

* bf.1500:  Tallo state founded.
* 13 May 1668:  Dutch protectorate.
* 1777 -1780:  Administrative chaos under Sankilang.
* 2 Aug 1780:  State interrupted by Netherlands colonial government.
* 1811:  Interruption continued under British colonial government.
* 23 Jun 1814:  Independence recovered.


Daftar Raja / list of kings (Datuk)

Untuk daftar Raja Tallo, klik di sini


Komplek makam raja-raja Tallo

Makam Raja-Raja Tallo. Makam Raja Tallo berada di kelurahan Tallo, kecamatan Tallo, sekitar 7 kilometer dari disebelah utara kota Makassar.
Kompleks makam ini dibangun sekitar abad ke-17 dan merupakan tempat pemakaman Raja-raja Tallo abad ke-17 hingga abad ke-19.

– Sumber: http://panduanwisata.id/2013/02/27/peninggalan-sejarah-kompleks-makam-raja-raja-tallo/


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Tallo Wiki: link
Sejarah kerajaan Tallo:  http://gowa-negeri1001cerita.blogspot.co.id/2014/04/sejarah-kerajaan-tallo.html
Sejarah Kesultanan Gowa di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Gowa
– Sejarah kesultanan Makasar di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Makassar

– Daftar Raja Tallo:  http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
Daftar Raja Tallo:  http://jejakcelebes.blogspot.co.id/2012/06/silsilah-raja-raja-tallo.html

Situs komplex makam raja Tallo: http://www.haeruddinsyams.com/2014/05/situs-sejarah-kompleks-makam-raja-tallo.html
Asal usul kerajaan Gowa Tallo: http://youchenkymayeli.blogspot.co.id/2012/10/asal-usul-kerajaan-gowa-tallo.html
————-
Facebook

Kerajaan Tallo


* Foto kerajaan / kingdom Tallo: link

Raja Tallo the 19th, Sultan Auliah Akbarsyah in 2014

Raja Tallo the 19th, Sultan Auliah Akbarsyah in 2014


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: