Tallo, kesultanan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Gowa

Kerajaan Tallo, pertengahan abad 15 – 1856, terletak di Sulawesi, Kab. Gowa, prov. Sulawesi Selatan.

The kingdom of Tallo, 15th century – 1856, was located in south Sulawesi; in the district Gowa. South Sulawesi.
For english, click here

Lokasi kab. Gowa


* Foto kerajaan Tallo: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Tentang Raja

Sultan (2020): Raja Tallo ke-19, I Paricu Muhammad Akbar Amir Sultan Aliyah Dg Manaba Karaeng Tanete.


Sejarah kerajaan Tallo, pertengahan abad 15 – 1760

Di Sulawesi Selatan pada abad ke-16 terdapat beberapa kerajaan bercorak Hindu di antaranya Gowa, Tallo, Bone, Sopeng, Wajo dan Sidenreng. Masing-masing kerajaan tersebut membentuk persekutuan sesuai dengan pilihan masing-masing.
Salah satunya adalah kerajaan Gowa dan Tallo membentuk persekutuan pada tahun 1528, sehingga melahirkan suatu kerajaan yang lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Makasar. Nama Makasar sebenarnya adalah ibukota dari kerajaan Gowa.
Pada tahun 1650, Penguasa Gowa dan Tallo memeluk agama Islam. Dalam perjalanannya kerajaan masing-masing, dua kerajaan bersaudara ini dilanda peperangan bertahun-tahun. Hingga kemudian pada masa Gowa dipimpin Raja Gowa X, Kerajaan Tallo mengalami kekalahan. Kedua kerajaan kembar itu pun menjadi satu kerajaan dengan kesepakatan “Rua Karaeng se’re ata” (dua raja, seorang hamba). Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo ini akhirnya meleburkan kedua wilayah menjadi Kesultanan makassar yang berpusat di Sombaopu. Meleburnya kedua kerajaan tersebut menjadi Kesultanan Makassar disaat Kerajaan Gowa sedang dipimpin oleh  bergelar Sultan Alaudin Daeng Manrabbia yang berkuasa dari tahun 1591 hingga 1638.
Sedangkan Kerajaan Tallo dibawah kekuasaan Karaeng Matoaya yang bergelar Sultan Abdullah sekaligus menjadi Mangkubumi Kesultanan Makassar pertama.
Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makasar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka. Perang Makassar bukanlah perang antarsuku karena pihak Gowa memiliki sekutu dari kalangan Bugis; demikian pula pihak Belanda-Bone memiliki sekutu orang Makassar. Perang Makassar adalah perang terbesar VOC yang pernah dilakukannya pada abad ke-17
Akibat persekutuan akhirnya Belanda dapat menguasai ibukota kerajaan Makasar. Dan secara terpaksa kerajaan Makasar harus mengakui kekalahannya dan menandatangai Perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya tentu sangat merugikan kerajaan Makasar.
Walaupun perjanjian telah diadakan, tetapi perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung. Bahkan pengganti dari Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan melawan Belanda.
Untuk menghadapi perlawanan rakyat Makasar, Belanda mengerahkan pasukannya secara besar-besaran. Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya kerajaan Makasar, dan Makasar mengalami kehancurannya.

– Sumber: Wiki

Sejarah kerajaan Gowa, kerajaan Tallo dan kerajaan Makassar dihubung.


Fakta sejarah

* bf.1500:  Tallo dibentuk.
* 13 May 1668:  Dutch protectorate.
* 1777 -1780:  Administrative chaos under Sankilang.
* 2 Aug 1780:  State interrupted by Netherlands colonial government.
* 1811:  Interruption continued under British colonial government.
* 23 Jun 1814:  Independence recovered.

Sebuah nisan di pemakaman Raja-raja Tallo


Daftar Raja (Datuk) 

sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Tallo

  • Karaeng Loe ri Sero’ mid-15th century
  • Tunilabu ri Suriwa (putera) c. 1500
  • Tunipasuru’ (putera) ?-c. 1540/43
  • I Daeng Padulu (putera) 1540/43-1576
  • I Sambo (puterputerai) 1576-90
  • Tunipasulu’ (son) 1590-1593
  • Karaeng Matowaya, Abdullah (paman) 1593-1623
  • Karaeng Kanjilo, Muzaffar (putera) 1623-1641
  • Karaeng Patingalloang (saudara) 1641-1654
  • Harunarrasyid (putera Karaeng Kanjilo) 1654-1673
  • Abdul Qadir Mappajanji (putera) 1673-1709
  • Sirajuddin Mappaurangi (putera) 1709-1714
  • Najmuddin I Manrabia (putera) 1714-1729
  • Sirajuddin Mappaurangi (second time) 1729-1739
  • Safiuddin Karaeng Limpangang (putera) 1739-1760
  • Tu Timoka (cucu Najmuddin) 1760-1761
  • Abdul Qadir Karaeng Majannang (cucu Karaeng Patingalloang) 1761-67
  • Sitti Saleh I (Ratu dari Taeng) 1767-1777
  • interregnum 1777-1814
  • Sitti Saleh II (puteri Safiuddin) 1814-1824
  • Abdul Rauf Karaeng Limbangparang (saudara) 1824-1825
  • I Kumala Abdul Kadir (putera) 1825
  • La Odanriu Karaeng Katangka (paman) 1825-1845
  • Aisyah (sister) 1845-1850
  • La Makkarumpa Daeng Parani (cucu La Odanriu) 1850-1856

klik gambar untuk besar


Komplek makam raja-raja Tallo

Makam Raja-raja Tallo terletak di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, sekitar enam kilometer sebelah utara titik nol kilometer Kota Makassar, Lapangan Karebosi.

Makam-makam di kompleks itu umumnya berciri makam abad XVII yang menyerupai bangunan candi. Terbuat dari batu cadas dan batu bata dari tanah liat yang direkatkan satu sama lain. Total luas kompleks itu adalah 1 hektare. Tertata sebagai sebuah taman yang teduh karena banyak pohon besar dan rindang.

Terdapat 78 makam di kompleks tersebut. Berisi makam Raja Tallo pertama beserta anak cucunya. Makam-makam itu memiliki tiga tipe yang berbeda-beda. Tipe pertama adalah susun timbun, yaitu makam yang dibuat dari susunan balok balok batu persegi menyerupai candi. Terdiri atas kaki, tubuh, dan atap dengan bagian dalam yang berongga.
Tipe kedua adalah papan batu, yaitu makam yang dibuat menurut bangunan kayu yang terdiri dari empat bilah papan batu berbentuk empat persegi panjang. Tipe ketiga adalah bangunan kubah, yaitu makam dengan bangunan berongga dan berdiri di atas batu segi empat dengan atap kubah terdiri atas empat bidang lengkung.

Makam para raja ini memiliki beragam hiasan, antara lain hiasan tumbuh tumbuhan, medalion, tumpal, huruf arab, dan huruf lontara (tulisan khas Bugis-Makassar).


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Tallo Wiki: link
Sejarah kerajaan Tallo:  http://gowa-negeri1001cerita.blogspot.co.id/2014/04/sejarah-kerajaan-tallo.html
Sejarah Kesultanan Gowa di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Gowa
– Sejarah kesultanan Makasar di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Makassar

– Daftar Raja Tallo:  http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
Daftar Raja Tallo:  http://jejakcelebes.blogspot.co.id/2012/06/silsilah-raja-raja-tallo.html

Situs komplex makam raja Tallo: http://www.haeruddinsyams.com/2014/05/situs-sejarah-kompleks-makam-raja-tallo.html
Asal usul kerajaan Gowa Tallo: http://youchenkymayeli.blogspot.co.id/2012/10/asal-usul-kerajaan-gowa-tallo.html
————-
Facebook:  Kerajaan Tallo


Raja Tallo the 19th, Sultan Auliah Akbarsyah in 2014

Raja Tallo the 19th, Sultan Auliah Akbarsyah in 2014


Sulawesi Selatan tahun 1590

—————————–

Sulawesi Selatan, tahun 1909


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: