Tallo, kesultanan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Gowa

Kerajaan Tallo, pertengahan abad 15 – 1856, terletak di Sulawesi, Kab. Gowa, prov. Sulawesi Selatan.
Pada akhir 1530-an atau awal 1540-an, kerajaan Gowa memenangkan perang melawan kerajaan Tallo dan sekutu-sekutunya. Kerajaan Gowa pun menjadi negeri paling dominan di tanah suku Makassar dan diakui sebagai saudara tua oleh kerajaan Tallo.

The kingdom of Tallo, 15th century – 1856, was located in south Sulawesi; in the district Gowa. South Sulawesi.
In the late 1530s or early 1540s, the kingdom of Gowa won the war against the kingdom of Tallo and its allies. The kingdom of Gowa became the most dominant kingdom and was recognized as an elder brother by the Tallo kingdom.
For english, click here

Lokasi kab. Gowa


* Foto kerajaan Tallo: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KESULTANAN TALLO

Tentang Raja

Sultan (2020): Raja Tallo ke-19, I Paricu Muhammad Akbar Amir Sultan Aliyah Dg Manaba Karaeng Tanete.


Sejarah kerajaan Tallo, pertengahan abad 15 – 1760

Kerajaan Tallo berawal dari pertengahan abad ke-15, yaitu setelah wafatnya Raja Gowa ke-6 Tonatangkalopi. Penerusnya sebagai Raja Gowa ke-7 adalah anak tertuanya Batara Gowa Tuminanga ri Paralakkenna, sementara adiknya Karaeng Loe ri Sero memerintah sebagian wilayah sebagai Raja Tallo pertama. Wilayah kerajaan Tallo meliputi Saumata, Pannampu, Moncong Loe, dan Parang Loe.

Kedua kerajaan Tallo dan Gowa kemudian terlibat pertempuran dan persaingan, hingga Tallo terkalahkan. Pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-10 Tonipalangga Ulaweng dan Raja Tallo ke-4 Daeng Padulu’ dicapailah kesepakatan Rua karaeng se’re ata (dua raja tetapi satu rakyat), yang mana dengan persetujuan tersebut, maka dalam persekutuan itu Raja Gowa menjadi Sombaya (raja tertinggi) sedangkan Raja Tallo menjadi Tuma’bicara Butta (perdana menterinya) dari persekutuan kedua kerajaan tersebut. Sejak saat itu kerajaan Tallo selalu terlibat dan mendukung ekspansi kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Di antara raja-raja Tallo yang menonjol adalah Karaeng Matoaya (1593-1623) dan anaknya Karaeng Pattingalloang (1641-1654), yang adalah para perdana menteri yang terpelajar dan andal, yang membawa kesultanan Makassar pada masa keemasannya.


Fakta sejarah

* bf.1500:  Tallo dibentuk.
* 13 May 1668:  Dutch protectorate.
* 1777 -1780:  Administrative chaos under Sankilang.
* 2 Aug 1780:  State interrupted by Netherlands colonial government.
* 1811:  Interruption continued under British colonial government.
* 23 Jun 1814:  Independence recovered.

Sebuah nisan di pemakaman Raja-raja Tallo


Berdirinya kesultanan Makassar

Kerajaan Makassar semula terdiri atas dua kerajaan, yakni kerajaan Gowa dan Tallo, yang berdiri pada abad ke-16 Masehi. Bersatunya kerajaan Gowa dan Tallo berbarengan dengan tersebarnya agama Islam di Sulawesi Selatan.

Pada 1650 akhirnya penguasa Gowa dan Tallo memeluk agama Islam. Sebelumnya, dua kerajaan bersaudara ini dilanda peperangan selama bertahun-tahun. Perang ini berakhir pada masa Gowa dipimpin Raja Gowa X. Kedua kerajaan itu pun dijadikan satu kerajaan dengan kesepakatan yang disebut Rua Karaeng se’re ata (dua raja, seorang hamba).

Kerajaan Gowa dan kerajaan Tallo menjadi satu kemudian dijadikan kesultanan Makassar yang berpusat di Sombaopu. Kesultanan Makassar kemudian dipimpin Raja Gowa Daeng Manrabba yang kemudian bergelar Sultan Alauddin. Sedangkan kerajaan Tallo di bawah kekuasaan Karaeng Matoaya yang bergelar Sultan Abdullah sekaligus dijadikan Mangkubumi kesultanan Makassar pertama.


Daftar Raja (Datuk) 

sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Tallo

  • Karaeng Loe ri Sero’ mid-15th century
  • Tunilabu ri Suriwa (putera) c. 1500
  • Tunipasuru’ (putera) ?-c. 1540/43
  • I Daeng Padulu (putera) 1540/43-1576
  • I Sambo (puterputerai) 1576-90
  • Tunipasulu’ (son) 1590-1593
  • Karaeng Matowaya, Abdullah (paman) 1593-1623
  • Karaeng Kanjilo, Muzaffar (putera) 1623-1641
  • Karaeng Patingalloang (saudara) 1641-1654
  • Harunarrasyid (putera Karaeng Kanjilo) 1654-1673
  • Abdul Qadir Mappajanji (putera) 1673-1709
  • Sirajuddin Mappaurangi (putera) 1709-1714
  • Najmuddin I Manrabia (putera) 1714-1729
  • Sirajuddin Mappaurangi (second time) 1729-1739
  • Safiuddin Karaeng Limpangang (putera) 1739-1760
  • Tu Timoka (cucu Najmuddin) 1760-1761
  • Abdul Qadir Karaeng Majannang (cucu Karaeng Patingalloang) 1761-67
  • Sitti Saleh I (Ratu dari Taeng) 1767-1777
  • interregnum 1777-1814
  • Sitti Saleh II (puteri Safiuddin) 1814-1824
  • Abdul Rauf Karaeng Limbangparang (saudara) 1824-1825
  • I Kumala Abdul Kadir (putera) 1825
  • La Odanriu Karaeng Katangka (paman) 1825-1845
  • Aisyah (sister) 1845-1850
  • La Makkarumpa Daeng Parani (cucu La Odanriu) 1850-1856

klik gambar untuk besar


Komplek makam raja-raja Tallo

Makam Raja-raja Tallo terletak di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, sekitar enam kilometer sebelah utara titik nol kilometer Kota Makassar, Lapangan Karebosi.

Makam-makam di kompleks itu umumnya berciri makam abad XVII yang menyerupai bangunan candi. Terbuat dari batu cadas dan batu bata dari tanah liat yang direkatkan satu sama lain. Total luas kompleks itu adalah 1 hektare. Tertata sebagai sebuah taman yang teduh karena banyak pohon besar dan rindang.

Terdapat 78 makam di kompleks tersebut. Berisi makam Raja Tallo pertama beserta anak cucunya. Makam-makam itu memiliki tiga tipe yang berbeda-beda. Tipe pertama adalah susun timbun, yaitu makam yang dibuat dari susunan balok balok batu persegi menyerupai candi. Terdiri atas kaki, tubuh, dan atap dengan bagian dalam yang berongga.
Tipe kedua adalah papan batu, yaitu makam yang dibuat menurut bangunan kayu yang terdiri dari empat bilah papan batu berbentuk empat persegi panjang. Tipe ketiga adalah bangunan kubah, yaitu makam dengan bangunan berongga dan berdiri di atas batu segi empat dengan atap kubah terdiri atas empat bidang lengkung.

Makam para raja ini memiliki beragam hiasan, antara lain hiasan tumbuh tumbuhan, medalion, tumpal, huruf arab, dan huruf lontara (tulisan khas Bugis-Makassar).


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Tallo Wiki: link
Sejarah kerajaan Tallo:  http://gowa-negeri1001cerita.blogspot.co.id/2014/04/sejarah-kerajaan-tallo.html
Sejarah Kesultanan Gowa di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Gowa
– Sejarah kesultanan Makasar di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Makassar

– Daftar Raja Tallo:  http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
Daftar Raja Tallo:  http://jejakcelebes.blogspot.co.id/2012/06/silsilah-raja-raja-tallo.html

Situs komplex makam raja Tallo: http://www.haeruddinsyams.com/2014/05/situs-sejarah-kompleks-makam-raja-tallo.html
Asal usul kerajaan Gowa Tallo: http://youchenkymayeli.blogspot.co.id/2012/10/asal-usul-kerajaan-gowa-tallo.html
————-
Facebook:  Kerajaan Tallo


Raja Tallo the 19th, Sultan Auliah Akbarsyah in 2014

Raja Tallo the 19th, Sultan Auliah Akbarsyah in 2014


Sulawesi Selatan tahun 1590

—————————–

Sulawesi Selatan, tahun 1909


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: