Tomakaka / Katomakaan ( Katomakakaan) – pemimpin dan wilayah adat di Mandar / Prov. Sulawesi Selatan

Tomakaka / Katomakaan (Katomakakaan) di wilayah Mandar

Tomakaka dan Katomakaan adalah sebutan untuk pemimpin dan wilayah adat di Tanah Mandar.
Tomakaka: pemimpin.
Katomakaan: wilayah adat yang di pimpin Tomakaka.
Sebutan ini asli dari Suku Mandar. Suku Mandar menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah (Luwu Utara).

Suku Mandar menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah (Luwu Utara).
Peta: Prov. Sulawesi Barat

Prov. Sulawesi Barat


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


TENTANG TOMAKAKA

Umum

Sejarah perkembangan peradaban orang-orang Mandar diawali dari keberadaan kelompok-kelompok kecil manusia yang biasanya terikat dalam ikatatan darah sehingga membentuk rumpun keluarga besar dan hidup secara mandiri dalam bentuk perkampungan. Setiap anggota kelompok ini sejak awal telah memiliki kemerdekaan dan kebebasan dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari walaupun mereka tetap terikat dengan aturan-aturan dan kebiasaan khususnya dalam hubungan sosial. Kelompok-kelompok kecil ini dipimpin atau dikepalai oleh seorang kepala kampung (Tomakaka).

Tomakaka biasanya merupakan perwakilan masyarakat yang bernaung dalam perkampungan yang ditentukan berdasarkan kecakapan, kesaktian dan karakter kepemimpinan atau bisa juga adalah orang yang dituakan. Penting untuk diketahui bahwa Tomakaka merupakan representasi kekuasaan dari setiap perkampungan yang keberadaannya diakui dan diterima oleh setiap anggota kelompoknya.
Proses pembauran dan bergabungnya kelompok-kelompok kecil ini kemudian memunculkan kerajaan-kerajaan dengan skala kecil namun jumlahnya cukup banyak, tercatat sebanyak 41 perkampungan dengan tomakaka-nya masing-masing.

Di sekitar abad ke 13, sebagai periode awal kerjaan yang ada di Mandar telah dikenal kerajaan yang mula-mula mendiami wilayah Mandar yakni kerajaan Pasokkorang, kerajaan Pasokkorang dalam catatan sejarah seumur dengan kerajaan Bangkala dan kerajaan Binamu (daerah Jeneponto saat ini).

Tentang Tomakaka dan pengangkatan Tomakaka

Tomakaka adalah pemimpin adat suatu kelompok entitas sosial di tanah Mandar lama yang konon sudah ada sejak zaman prasejarah. Namun, beberapa daerah masih mempertahankan kelembagaan adat Tomakaka hingga saat ini.

Tomakaka merupakan pimpinan dari kelompok-kelompok yang ada di daerah Mandar. Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa ada 41 Tomakaka yang masing-masing memerintah di daerah domisilinya.

Alm. Tomakaka Pongtattu, Tomakaka Rongkong, berserta Almh. Istri dengan menggunakan pakaian adat Suku Rongkong

Rongkong - Alm. Tomakaka Pongtattu berserta Almh. Istri dengan menggunakan pakaian adat Suku Rongkong

Tomakaka yang menjadi pemimpin tradisional, menjadi simbol pemersatu yang dipatuhi oleh masyarakatnya. Walaupun Tomakaka adalah elit lokal yang berasal dari keturunan pemimpin tradisional sebelumnya, tetapi pengangkatannya dilakukan secara demokratis oleh masyarakat. Jabatan sebagai Tomakaka adalah jabatan tertinggi dalam komunitas sehingga kepadanyalah masyarakat mengharap atau memperoleh perlindungan, rasa aman dan keadilan dalam menjalani hidup keseharian. Karenanya, ada beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan dalam pengangkatan Tomakaka, yaitu:
1) Tomakaka harus berasal dari turunan Tomakaka atau kajajian,
2) Tomakaka harus mempunyai kamatuaan,
3) Tomakaka harus memiliki kekayaan atau kasugiran,
4) Tomakaka memiliki kebijakan dan kepintaran atau kakainawaan,
5) Tomakaka memiliki keberanian atau kabaranian,
6) Tomakaka serta memiliki rumpun keluarga yang besar (ma’rapun).

Pemerintahan Tomakaka

Karena semakin besar wilayah dan semakin kompleks pemasalahan, khususnya dalam hal penggunaan tanah, maka Tomakaka yang berkuasa menunjuk pejabat lain yang bisa membantunya.
Mula-mula ditunjuklah tomabubeng (orang yang dituakan) yang membantu Tomakaka menyelesaikan perselisihan tentang tanah. Perkembangan selainjutnya adalah dengan adanya jabatan-jabatan lain yang membantu Tomakaka dalam memerintah. Jabatan-jabatan tersebut adalah:
1) annangguru,
2) so’bo,
3) punggawa,
4) poambi, dan
5) Andogguru.

Peran Tomakaka adalah pengayom yang brekewajiban memberi perlindungan kepada warganya. Ia wajib menegakkan keadilan sosial dan memberi rasa aman serta menjamin  situasi dan kondisi masyarakat tetap harmonis. Untuk menjalankan pemerintahan tradisional tersebut, Tomakaka dibantu oleh aparatnya yaitu: Tomatua, Bungalalan, Tomateri, Tomewara, Pa’takin, dan Ana Tomakaka yang masing-masing memiliki funsi dan peranan yang harus dipertanggungjawabkan.

Pelantikan Tomakaka dilakukan oleh panitia adat yang dalam masyarakat Pattae disebut Ana’ Pattola Wali. Dihadiri Imang (Tokoh Agama), Kapala (Pemimpin Kampung) dan masyarakat adat. Barulah kemudian dilakukan pelantikan dengan mengucapkan ikrar/sumpah.

Tomakaka Botteng ke-7


Sumber Tomakaka / Katomakaan

https://simposiumjai.ui.ac.id
https://www.indonesiana.id/read/
https://galerikopicoqboq.blogspot.com/


DAFTAR KATOMAKAAN

Tomakaka Ulu Sa’dang
Tomakaka di Moting, Rantebulahan
Tomakaka Rantebulahan
Tomakaka Lembang Api (Allu)
Tomakaka Makula (Pambusuang)
Tomakaka Salimbo’bo Sambo’bo
Tomakaka Lenggo’ (Mapilli)
Tomakaka Batuwulawang
Tomakaka Garombang
Tomakaka di Tamaranu
Tomakaka di Pajosang
Tomakaka Saragian (Allu)
Tomakaka Ambo’ Padang (Tubbi)
Tomakaka Kelapa Dua
Tomakaka Passokkoran
Tomakaka Malandi (Campalagian)
Tomakaka Karamangang
Tomakaka Titie (Mapilli)
Tomakaka Lrang-Lerang
Tomakaka Napo
Tomakaka Pangale (Samasundu)
Tomakaka Sajoang (Allu)
Tomakaka Salirri (Limboro)
Tomakaka Leppong (Ranggean)

Tomakaka Puttanginor (Allu)
Tomakaka Patui (Tandassura)
Tomakaka Tande (Majene)
Tomakaka Buttupau (Pamboang)
Tomakaka Salabose (Majene)
Tomakaka Sonde (Tappalang)
Tomakaka Selumase (Tappalang)
Tomakaka Puttade (Cenrana)
Tomakaka Seppong (Ulumanda)
Tomakaka Tabbang
Tomakaka Balobang (Pamboang)
Tomakaka Paubang (Majene)
Tomakaka Binuang
Tomakaka Lebbani (Mamuju)
Tomakaka Kalukku (Mamuju)
Tomakaka Kalumpang
Tomakaka Lomo (Mamuju).


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: