Gunung Tabur, kesultanan / Prov. Kalimantan Timur

Kesultanan Gunung Tabur, 1810-1953. Terletak di Kalimantan, dalam wilayah kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur. Kesultanan Gunung Tabur adalah kerajaan yang merupakan hasil pemecahan dari Kesultanan Berau, di mana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur pada sekitar tahun 1810-an.

The Sultanate of Gunung Tabur 1810-1953; was established in 1810, when the Kingdom of Berau was split into Gunung Tabur and Sambaliung. Located in the district of Berau.
Title of the king of Gunung Tabur: Sultan.
For english, click here

Lokasi kab. Berau


Foto kesultanan Gunung Tabur

* Foto kesultanan Gunung Tabur: link
* Foto Istana “Batiwakkal” kesultanan Gunung Tabur: link


Garis kerajaan-kerajaan di Kalimantan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Kalimantan

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan

– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan, 45.000 SM – 2017: link
Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Barat, 45.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Tengah / Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Timur / Utara, 1M – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Banjar: link


KESULTANAN  GUNUNG  TABUR

1 Tentang Sultan sekarang
2 Sejarah kesultanan
3 Sejarah perpecahan dua kerajaan di Berau
4 Daftar Sultan 
5 Museum Batiwakkal
6 Peta Kalimantan (Borneo) kuno

7 Sumber 
8 Foto


1) Tentang Sultan sekarang (2020)

Gelar raja Gunung Tabur: Sultan.

Sultan sekarang (2019):  H Aji Bachrul Hadie, Sultan Kesultanan Gunung Tabur.
Dikukuhkan sebagai Sultan kesultanan Gunung Tabur pada tanggal 28 des. 2016.
Foto-foto pengukuhan: link


2) Sejarah kerajaan Gunung Tabur, 1800-1953

Kesultanan Berau adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kabupaten Berau (Kalimantan Timur) sekarang ini. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-14 dengan raja pertama yang memerintah bernama Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Suryanata Kesuma dan istrinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri. Pusat pemerintahannya berada di Sungai Lati, Kecamatan Gunung Tabur.

Sejarahnya kemudian pada keturunan ke-13 (1810-an), kesultanan Berau terpisah menjadi dua yaitu Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Sebelumnya daerah-daerah milik Berau yang telah memisahkan diri dan berdiri sendiri adalah Bulungan.
Jadi 3 kerajaan berasal dari kerajaan Berau:
* Sambaliung,
* Gunung Tabur,
* Bulungan.

– Sumber: link.

Sultan Khalifatullah Jalaluddin aka Sultan Ahmad Maulana, 1921 –  1951


3) Sejarah perpecahan dua kerajaan Berau

Sumber: https://defkeratonsambaliung.wordpress.com/2016/02/11/sejarah-perpecahan-dua-kerajaan-di-berau/

Kerajaan Berau merupakan institusi pemerintahan yang pernah berdiri di Kalimantan pada abad ke-15. Kemudian terpecah dua pada awal abad ke-19, menjadi Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

Kerjaan Berau lahir dari penggabungan lima “nagari” (disebut juga “banuwa”) dan dua “kampung”, yakni wilayah-wilayah administratif yang berlaku pada zaman itu.
Nagari-nagari dan kampung-kampung tersebut adalah Nagari Marancang, Nagari Kuran, Nagari Bulalung, Nagari Sawakung, Nagari Pantai, Kampung Bunyut, serta Kampung Lati.
Pada pemerintahan Sultan Muhammad Hasanuddin (1731-1767) dan Sultan Zainal Abidin (1779-1800), Islam menjadi agama mayoritas penduduk Berau. Gelar “Sultan” yang disandang raja (sebagai pengganti “Aji”) merupakan penanda bahwa Islam menjadi agama resmi kerajaan.
Bibit perpecahan dalam lingkungan keluarga kerajaan sejatinya sudah dimulai setelah era kekuasaan Aji Dilayas, raja Berau ke-9. Ketika itu, sang Raja yang beristri banyak memiliki banyak keturunan. Kemudian dua di antaranya sama kuat sebagai kandidat pengganti raja, yakni Pangeran Tua dan Pangeran Dipati. Dalam memutuskan siapa yang berhak mengantikan ayah mereka, terjadi sejumlah perdebatan besar di kalangan keluarga kerajaan. Khawatir konflik akan semakin membesar, diambillah keputusan bersama, bahwa Kerajaan Berau akan dipimpin secara bergantian oleh keduanya dan oleh keturunan keduanya.
Sebagai putra sulung, Pangeran Tua mendapat kesempatan memerintah sejak 1673 hingga 1700. Sementara adiknya, Pangeran Dipati memerintah sejak 1700 hingga 1731.
C. 1810: Sementara keturunan Aji Pangeran Tua, dengan pewaris tahta Raja Alam bergelar Sultan Alimuddin, mendapat wilayah di sebelah selatan Sungai Berau, serta di wilayah kiri dan kanan Sungai Kelay. Sultan Gazi Mahyudi kemudian mendirikan Kesultanan Gunung Tabur. Sementara Raja Alam mendirikan Kesultanan Sambaliung. Sebelumnya daerah-daerah milik Berau yang telah memisahkan diri dan berdiri sendiri adalah Bulungan.

Aji Suryanata Kusuma yang nama lainnya adalah BADDIT DIPATTUNG. Beliau ini adalah raja Berau yang pertama.

Konon ini adalah gambar dari Aji Suryanata Kusuma yang nama lainnya adalah BADDIT DIPATTUNG. Beliau ini adalah raja Berau yang pertama. Menurut mitos sejarah kelahirannya yang berasal dari sebuah bambu besar dekat kebunnya nini Barituk di Rantau Pattung Sungai Ulak. Sepintas memang sulit untuk diterima secara akal sehat proses kelahirannya akan tetapi karena ini cerita dari mulut ke mulut hingga saat ini masih menjadi sebuah misteri namun nama beliau tertulis dalam lembar sejarah kerajaan Berau. #keraton #keratonsambaliung #keratonsambaliung_berau #kesultanansambaliung #heritage #worldheritage #beraubangetinfo #beraubangethistory #banua #banuabarrau #jejak_budaya #kampanyebudaya #keratonsambaliung_beraukaltim


4) Daftar Sultan

  • 1820 – 1834 – Zainul Abidin II bin Badruddin
  • 1834 – 1850 – Ayi Kuning II bin Zainul Abidin
  • 1850 – 1876 – Amiruddin Maharaja Dendah I
  • 1876 – 1882 – Hasanuddin II Maharaja Dendah II bin Amiruddin
  • 1882 – …        . Sultan Siranuddin
  • … – 1921         Maulana Ahmad (bupati)
  • 1921 –  1951 – Muhammad Khalifatullah Jalaluddin
    1951 – 1960    Aji Raden Muhammad Ayub

– Sumber / Source: Wiki

Silsilah raja-raja Berau: klik di sini

gunung tabur


5) Museum Batiwakkal

Keraton Gunung Tabur tahun 1945 dalam sekali bom sudah hancur dan terbakar. Yang sekarang berdiri di atas tanah bekas keratonnya adalah bangunan Pemda Berau, Museum Batiwakkal. Sultan terakhir Gunung Tabur tidak pernah tinggal di Museum Batiwakkal.

* Foto Museum Batiwakkal (Istana): link

Museum Batiwakal Gunung Tabur


6) Peta Kalimantan (Borneo) kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


7) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Gunung Tabur di Wiki: link
Sejarah kesultanan Gunung Tabur di Melayuonline: link
– Sejarah kesultanan Gunung Tabur abad ke-17: http://www.bimbie.com/sejarah-kesultanan-gunung-tabur.htm
– Sejarah kerajaan Gunung Tabur dan Sambaliung: http://www.wisatapedia.net/index.php/telusur/kalimantan-timur/obyek-wisata/kesultanan-gunung-tabur-dan-sambaliung/
Daftar Raja: Wiki

Facebook

– Gunung Tabur on Facebook: link


Peta kerajaan-kerajaan di Kalimantan timur


1 Comment

One thought on “Gunung Tabur, kesultanan / Prov. Kalimantan Timur

  1. Datu Edy sambaliung

    Kesultanan Gunung Tabur sudah tidak mempunyai istana/keraton karena sejak terjadi pengeboman olehi sekutu thn 1945 keratonnya dalam sekali bom sudah hancur dan terbakar. Yang sekarang berdiri di atas tanah bekas keratonnya adalah bangunan Pemda Berau yg bentuknya menyerupai keratonnya yg dulu hancur dan terbakar. Banyak saksi yg mengetahui kejadian waktu itu karena mereka sudah lahir sebelum thn 1945. Hanya saja ada pihak-pihak yang sengaja ingin membuat sejarah baru dengan menyebutkan museum Pemda itu peninggalan kerajaan Gunung Tabur. Sultan terakhirnya (Sultan Achmad Maulana)pun tidak pernah menempati Museum Batiwakkal tsb. Peristiwa pengeboman saat hancur dan terbakar nya keraton Gunung Tabur sangat mereka tutupi sejarahnya bahkan tidak pernah ada publikasi soal tahun pembangunan museum yg mereka sebut keraton tsb. Hal ini akan menjadi kebohongan sepanjang masa sampai kepada generasi yg akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: