Cibal, dalu / P. Flores – prov. Nusa Tenggara Timur

Dalu (kerajaan) Cibal terletak di barat pulau Flores, prov. Nusa Tenggara Timur. Kerajaan ini adalah kerajaan Manggarai. Abad ke-16.

Dalu (kingdom) of Cibal was located on the island of Flores, prov. Nusa Tenggara Timur. Cibal was a kingdom of the Manggarai People. 16th Century.
For english, click here

Lokasi P. Flores

———————
Kerajaan-kerajaan di Flores abad ke-17/18, incl. Cibal


Foto kerajaan-kerajaan di P. Flores

* Foto raja-raja yang ada sekarang di Flores: link
* Foto raja-raja yang dulu ada di Flores: link

* Foto pulau Flores dulu: link
* Foto situs kuno di pulau Flores: link
* Foto wilayah Manggarai: link


DALU (KERAJAAN) CIBAL

Sejarah Dalu Cibal

Cibal adalah Dalu (kerajaan) di wilayah Manggarai di P. Flores.

Pada tahun 1700-an atau mungkin sebelumnya, di Manggarai telah ada suatu sistem pemerintahan dari tiga kelompok masyarakat yang cukup besar, yaitu Todo, Cibal dan Bajo (Daeng 1995). Pada tahun 1727, seorang putra Sultan Bima mempersunting seorang Putri dari Kesultanan Makassar, Puteri Daeng Tamima. Kawasan Manggarai kemudian diserahkan sebagai hadiah perkawinan dan Puteri Daeng Tamima mendirikan Kerajaan Islam di Reo.

Maka, pada tahun 1732 dibentuklah persekutuan dengan Bajo untuk menyerang Reo dari laut dan mengusir orang Makassar di Reo. Akan tetapi, serangan ini gagal sehingga disusun kekuatan baru dengan bantuan Todo dari arah selatan (Daeng 1995).
Todo menggunakan kesempatan ini untuk memperoleh hegemoni dan pengaruh atas pedalaman Manggarai dengan menaklukkan penguasa-penguasa lokal di pedalaman.
Naiknya hegemoni Dalu Todo rupanya tidak disukai oleh Dalu Cibal yang menganggap Dalu Todo bukanlah Manggarai asli melainkan keturunan Minangkabau. Rivalitas diantara kedua Dalu ini kemudian menghasilkan beberapa peperangan terbuka yang kemudian dimenangkan oleh Dalu Todo. Peperangan ini adalah:
* perang Weol I, kemangan masih ada pada pihak Cibal,
* perang Weol II dimenangkan oleh Todo sehingga batas kerajaan adak Todo bukan lagi sampai di Wae Ras dekat Cancar, tetapi sampai jauh ke dekat Beo Kina (Rahong Utara),
* perang Bea Loli di Cibal. Pada perang Bea Loli, Cibal kembali kalah.
* perang Adak Tana Dena. Akibat perang Adak Tanah Dena ini, batas Todo-Pongkor meluas hingga Watu Jaji.

Kerajaan-kerajaan di P. Flores, 1315 M

Flores - NTT, 1300 M

Pada saat Todo-Pongkor konsentrasi mengikuti perang Adak Tanah Dena, pasukan Nggaeng Cibal melancarkan serangan ke pusat kekuasaan Todo-Pongkor. Saat itu, terjadi pembakaran rumah adat Todo, yang disebut tapa niang dangka,poka niang wowang.

Konon, niang dangka saat itu tak bisa dibakar. Pasukan dari Nggaeng Cibal kemudian memperdayai seorang perempuan tua yang namanya Kembang Emas saudari dari Kraeng Mashur Nera Beang Lehang Tana Bombang Palapa untuk mengetahui mengapa niang dangka tidak bisa dibakar.
Perempuan tersebut kemudian memberti tahu niang dangka bisa dibakar bila bisa mengambil jimat yang ada dibubungannya. Pasukan dari Cibal pun mengambil jimat di atas bubungan.

Lalu, kemudian baru bisa membakar niang dangka tersebut. Sayangnya, mereka juga membakar perempuan yang memberitahu keberadaan jimat itu. Pasukan Cibal berusaha mengembalikan Watu Cibal yang dicaplok pada perang Weol II, namun tak bisa diangkat. Sampai sekarang Watu Todo dan Watu Cibal tertancap bersanding di kampung Todo.
Tahun 1907 Belanda masuk ke Manggarai dan hendak mendirikan pusat kekuasaan sipil di Todo. Namun, karena topografinya yang kurang baik, lalu pindah ke Puni, Ruteng. Secara resmi Belanda menaklukan Manggarai pada 1908.

1914-1924: Ketika Belanda mulai menguasai Manggarai, Raja Todo yaitu Kraeng Tamur dipindahkan ke Puni.

Dalam perjalanan sejarahnya, Belanda melihat Manggarai yang meliputi Wae Mokel awon (batas timur) dan Selat Sape salen (batas barat) adalah satu kesatuan yang utuh. Tidak ada lagi Cibal, tidak ada lagi Todo, tidak ada lagi Bajo, maka disebutlah Manggarai.

Pada tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda, Manggarai menjadi suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo-Pongkor menjadi raja pertama yaitu Raja Bagung dari Pongkor.

Suku Manggarai

Sejarah dan Budaya Suku Manggarai di Pulau Flores - Coretanzone


Sejarah wilayah Manggarai dan Dalu

Tanah Manggarai yang berada di bagian barat pulau Flores adalah sebagai hadiah dari sultan Goa kepada kesultanan Bima pada tahun 1658 M. Setelah perjanjian dengan Belanda pada tahun 1660, Manggarai berada di bawah pemerintahan Bima.

Pada tahun 1700-an atau mungkin sebelumnya, di Manggarai telah ada suatu sistem pemerintahan dari tiga kelompok masyarakat yang cukup besar, yaitu Todo, Cibal dan Bajo.
Persaingan antara Bima dan Goa untuk mendapatkan kekuasaan atas Manggarai berlangsung hingga abad ke-19. Kerajaan- kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur termasuk kerajaan yang ada di Flores pada masa sesudah tahun 1900 pada umumnya telah berubah status menjadi swapraja. Pada waktu itu kerajaan-kerajaan tersebut telah kehilangan kedaulatannya sehingga nasibnya seluruhnya ditentukan oleh pemerintah Kolonial Belanda. Pada tahun 1929, Manggarai dipisahkan dari daerah Bima dan menjadi bagian dari Flores.

Dalu sebagai bawahan kerajaan dipimpin oleh seorang kraeng, yang biasanya dipanggil Kraeng Adak. Kraeng yang dianggap berjasa ini berhak memperoleh gelar Sangaji dari raja. Sementara itu adanya wau yang dominan itu maka dalam masyarakat Manggarai terdapat pelapisan sosial yang cukup jelas. Pertama adalah golongan yang menganggap dirinya bangsawan, yang biasanya memakai gelar kraeng. Kedua adalah golongan rakyat biasa yang disebut ata lahe. Golongan ketiga adalah hamba sahaya atau mendi. Tentu saja pada zaman sekarang pelapisan sosial ini sudah semakin kabur.

Tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda, Manggarai menjadi suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo-Pongkor menjadi raja pertama kerajaan Manggarai, yaitu Raja Bagung dari Pongkor.

Sistem pemerintahan Dalu

Pada tahun 1732, situasi struktur pemerintahan di Manggarai adalah perwakilan Sultan Bima di Reo, Pota, Bari dan Labuan Bajo. Dan ada tiga dalu besar yang tidak mempunyai hubungan koordinatif dengan Naib di Reo:
Todo,
Cibal,
Bajo.

Dalu Todo juga membawahi tiga belas kedaluan yang lebih kecil yaitu Kolang, Lelak, Wontong, Welak, Ndoso, Ndeles, Rahong, Ruteng, Poco Leok, Torok Golo, Sita, Riwu dan Manus, namun tetap membayar upeti kepada Naib di Reo.

Dalu Cibal dan Dalu Bajo tidak membawahi dalu-dalu kecil lainnya namun juga membayar upeti kepada Naib di Reo.

Kedaluan yang mempunyai hubungan koordinatif dengan Naib di Reo adalah Ruis, Pasat, Nggalak, Rego, Pacar, Boleng, Kempo, Nggorang, Mburak, Lo’ok dan Lambaleda.
Sementara itu, kedaluan yang berada dalam garis koordinatif dengan Naib di Pota adalah Congkar, Biting dan Rembong.
Pada perkembangannya, daerah Manggarai terbagi dalam 38 kedaluan.

Raja Naib: merupakan wakil Sultan Bima yang bertempat di Reo dan Pota, Manggarai Utara.
Dalu: Dalu merupakan sistem pemerintahan terapan Kesultanan Bima yang terkait dengan penarikan pajak berupa budak (pajak taki mendi). Ada 3 Dalu besar, yang berada di Barat Manggarai, yang langsung berada di bawah kontrol ‘raja naib’ yakni: Cibal, Todo dan Bajo.
Kraeng Adak: Dalu sebagai bawahan kerajaan Bima dipimpin oleh seorang Kraeng, yang biasanya dipanggil Kraeng Adak.
Gelarang: Di bawah Dalu ditempatkan gelarang yang menguasai satu atau lebih wilayah tuan tanah (tu’a teno). Dalu maupun gelarang kebanyakan dipilih di antara tokoh adat. Kemudian, dalam perkembangannya menjadi gelar turun temurun.
Untuk sejarah lengkap wilayah Manggarai, klik di sini

121212goed


DAFTAR KERAJAAN-KERAJAAN DI P. FLORES DAN SEJARAH P. FLORES

Untuk daftar kerajaan-kerajaan di P. Flores dan sejaah P. Flores, klik di sini

Kerajaan-kerajaan di P. Flores, 1920 M

Flores - NTT, 1920 M


Peta kuno pulau Flores

Klik di sini untuk peta kuno pulau Flores, 1493, 1653, abad ke-17, 1725, 1756, 1700-an.

Flores, tahun 1653


Sumber sejarah dalu Cibal

https://floresa.co

Sumber sejarah pulau Flores

– Sejarah P. Flores: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Flores
– Sejarah P. Flores: https://www.tourfloreskomodo.com/
– Sejarah P. Flores: http://sastra-indonesia.com/
– Sejarah Flores memeluk Katolik: https://m.tempo.co/read/
– Sejarah P. Flores: http://pulau-flores.blogspot.com/

Sumber sejarah wilayah Manggarai

– Sejarah wilayah Manggarai: https://floresa.co/
– Sejarah wilayah Manggarai: http s://floresku.com/
– Sejarah wilayah Manggarai: http://kraengadhy.blogspot.com/

 

 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: