Balusu, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Barru

Kerajaan Balusu terletak di Sulawesi, Kabupaten Barru, kecamatan Balusu, prov. Sulawesi Selatan.

The Kingdom of Balusu is located in Kabupaten Barru, south Sulawesi.
For english, click here

Lokasi kabupaten Barru


* Foto foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto foto raja2 di Sulawesi dulu: link
* Foto foto situs kuno di Sulawesi: link


1 Tentang Raja / About the king
2 Sejarah / History
3 Istana / Palace
4 Peta peta kerajaan di Sulawesi masa dulu

5 Sumber / Source


1) Tentang Raja / About the king

Dari  link:  (2012) Kandidat gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin dinobatkan sebagai keluarga sekaligus kakak tertua keluarga besar kerajaan Balusu, Barru.
Penobatan ditandai dengan penggunaan syal dan songkok pamiri dari keluarga besar kerajaan Balusu di Saoraja Lapinceng, Kecamatan Balusu, Barru Senin lalu. Tempat ini khusus digunakan melantik Raja Balusu dan sudah tujuh raja ditunjuk di tempat ini.


2) Sejarah / History kerajaan Balusu

Kerajaan Soppeng Riaja merupakan salah satu dari empat kerajaan yang pernah berdiri dan kini membetuk Kabupaten Barru (Tanete, Barru, Nepo/Mallusetasi, dan Balusu/Soppeng Riaja).
Pada permulaan Belanda berkuasa di Sulawesi Selatan, sekitar tahun 1905, setelah perlawanan rakyat dari kerajaan-kerajaan ini dikalahkan, beberapa kerajaan lili ini dilebur menjadi satu kerajaan atau Zelfbestuur dengan nama Soppeng Riaja oleh Belanda.

Diantara kerajaan-kerajaan lili yang tergabung kedalam Zelfbestuur Soppeng Riaja, hanya kerajaan Balusu yang sering mengalami peperangan, baik peperangannya melawan sesama kerajaan seperti kerajaan Mandar, kerajaan Tanete, maupun peperangannya membantu Kerajaan Soppeng, dan terakhir melawan serta menentang masuknya penjajah Belanda.

Pada awalnya kerajaan Balusu ini merupakan lili dari kerajaan Ajatappareng yang rajanya silih berganti dan merupakan turunan dari kerajaan Bone, Soppeng, Wajo, dan Gowa. Asal usul nama kerajaan Balusu sendiri berasal dari nama sejenis bekicot yang banyak terdapat di perairan laut Balusu.

Pada awal abad ke-17 atau sekitar tahun 1619 setelah agama Islam mulai masuk di kerajaan Balusu dan sekitarnya, kerajaan Balusu kemudian memisahkan diri dari kerajaan Ajatappareng.

Pada abad ke-19, ketika kerajaan Soppeng berperang melawan Kerajaan Sidenreng. Dalam peperangan itu, pasukan Soppeng berhasil dipukul mundur sampai ke wilayah Maccile oleh pasukan Sidenreng. Disaat itu lah pasukan Balusu di bawah pimpinan Andi Muhammad Baso Balusus datang membantu pasukan Soppeng.

Pada pertempuran di Maccile itu akhirnya pasukan Soppeng dapat memenangkan peperangan atas bantuan pasukan Balusu. Oleh karena atas bantuan pasukan Balusu itu, raja Soppeng ke-35 yang saat itu dijabat oleh Andi Zainab memberikan penghargaan kepada Andi Muhammad Baso dan mengangkatnya menjadi Sulle Datue atau yang bertugas sementara menjalankan pemerintahan apabila sang raja berhalangan. Selain jabatan Sulle Datue, ia juga diangkat menjadi pemimpin pasukan kerajaan Soppeng.

Petta Sulle Datue kemudian mendirikan tiga buah Istana. Yang pertama mendirikan istana di Lapasu dengan nama Saoraja Mattanru (sekarang istana ini sudah tidak ada). Yang kedua mendirikan istana di Buludua dengan nama Saoraja Lapinceng (sampai sekarang istana ini masih berdiri di Balusus). Dan terakhir mendirikan istana yang bernama Saoraja Lamacang, juga berada di Buludua (istana ini juga sudah tidak ada lagi).

Pada tahun 1905, Belanda kemudian menyerang kerajaan Soppeng. Atas serangan itu, secara tidak langsung kerajaan Balusu juga turut terlibat karena merupakan sekutu terdekat kerajaan Soppeng. Hanya dalam beberapa hari saja kerajaan Soppeng dapat dikuasai oleh Belanda. Melihat situasi itu, Petta Sulle Datue mengadakan pertemuan dengan kerajaan lili lainnya seperti Siddo, Kiru-Kiru, dan Ajjakkang, untuk menentukan sikapa dalam menghadapi Belanda. Dalam pertemuan itu, semua kerajaan sepakat akan melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Peta Sulawesi selatan (incl. Barru) tahun 1909



3) Istana / Palace: Saoraja La Pinceng

Lapinceng kediaman raja di Kerajaan Balusu. Kerajaan ini, palili atau di bawah pengaruh kerajaan Soppeng. Dibangun 1836. Pengadaan dan perlengkapan sejak 1814. Adalah Andi Saleha yang membangun. Rumah ini, diperkirakan hadiah untuk anaknya, Andi Muhammad Saleh yang menggantikan sebagai raja.

Saoraja La Pinceng sendiri dibuat pada tahun 1895 terletak di Dusun Lapasu atau Bulu Dua Kabupaten Barru. Ukuran Ale Bola atau bangunan rumah induk berukuran kurang lebih 23,50 x 11 meter. Jumlah tiang Saoraja La Pinceng sebanyak 35 buah dengan panjang sekitar 6,50 meter, dan lebar sekitar 5,50 meter. Selain itu, juga terdapat sembilan buah tiang dengan ukuran 3 x 3 meter. Bangunan rumah dapur memiliki panjang sekitar 11 meter dan lebar sekitar 8 meter, dengan jumlah tiang 20 buah (5 x 4), ditambah dua buah tiang antara Ale Bola dengan rumah dapur yang berfungsi sebagai penyambung dan tempat penyanggah tangga belakang. Selain itu, di dalam lokasi Saoraja La Pinceng terdapat pula beberapa bangunan antara lain, rumah jaga dengan ukuran sekitar 7,50 x 4 meter, bangunan panggung pementasan dengan ukuran sekitar 9,50 x 5 meter. Juga terdapat bangunan kamar mandi dan sumur dengan ukuran sekitar 8,50 x 6,20 meter. Luas lokasi secara keseluruhan sekitar 4.000 meter persegi.

Sejarah Kerajaan Balusu (Soppeng Riaja) dan Perlawanannya Terhadap Imperialisme


4) Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


5) Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Balusu: https://www.attoriolong.com/2018/07/sejarah-kerajaan-balusu-soppeng-riaja.
Tentang Istana:  https://barrunews.wordpress.com/2010/11/26/saoraja-la-pinceng-berdiri-balusu-meninggalkan-kerajaan-gowa/
Kandidat gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin dinobatkan sebagai keluarga sekaligus kakak tertua keluarga besar kerajaan Balusu, Barru (2012): link


Andi Ibrahim, penjaga dan ahli waris rumah adat Lapinceng. Foto: Eko Rusdianto. Sumber: http://www.mongabay.co.id/2014/12/19/merawat-masa-lalu-menjaga-rumah-adat-lapinceng/


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s