Balusu, Kerajaan / Sul. Selatan – Kab. Barru

Kerajaan Balusu terletak di Sulawesi, Kabupaten Barru, kecamatan Balusu, prov. Sulawesi Selatan.

The Kingdom of Balusu is located in Kabupaten Barru, south Sulawesi.

Klik foto untuk besar !

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)

balusu

Lokasi Balusu


* Foto kerajaan Balusu: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


1 Tentang Raja / About the king
2 Sejarah / History
3 Daftar Raja / List of kings
4 Istana / Palace
5 Peta peta kerajaan di Sulawesi masa dulu

6 Sumber / Source


1) Tentang Raja / About the king

Dari  link:  (2012) Kandidat gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin dinobatkan sebagai keluarga sekaligus kakak tertua keluarga besar kerajaan Balusu, Barru.
Penobatan ditandai dengan penggunaan syal dan songkok pamiri dari keluarga besar kerajaan Balusu di Saoraja Lapinceng, Kecamatan Balusu, Barru Senin lalu. Tempat ini khusus digunakan melantik Raja Balusu dan sudah tujuh raja ditunjuk di tempat ini.
——————-
2012: South Sulawesi governor candidate, Ilham Arief Sirajuddin, has been installed as member of the extended family, together with the oldest son of the extended family of the kingdom of Balusu.
The coronation was marked by the use of scarves and skull cap of the extended family of the kingdom of Balusu in Saoraja Lapinceng, District Balusu, Barru, last Monday. This is a special place, used for the installation of the king of Balusu; already seven kings have been installed at this place.


2) Sejarah / History kerajaan Balusu

Awal mula kerajaan Balusu diperintah keturunan raja-raja Gowa.
Namun ketika rakyat Balusu sudah tidak sudi lagi diperintah keturunan raja-raja Gowa, maka ketua adat kerajaan Balusu memohon kepada kerajaan Soppeng (Datu Soppeng), Permohonan ini untuk memberikan atau memperkenankan keturunan Datu Soppeng untuk menjadi raja Balusu. Namun semua anak laki-laki Datu Soppeng sudah memangku jabatan, maka diutuslah anak perempuannya, Tenri Kaware untuk menjadi Ratu Balusu.
Setelah Tenri Kaware memerintah kerajaan Balusu beberapa tahun, kemudian digantikan oleh puteranya, Andi Muhammad Saleh. Dalam masa pemerintahan Andi Muhammad Saleh, kerajaan Balusu dalam keadaan aman dan sentosa. Selain itu, kehidupan rakyat penuh kesehjahteraan dan hasil pertanian melimpah ruah. Raja ini terkenal sangat saleh dan berani, sehingga kemudian digelar dengan nama Andi Muhammad Saleh Daeng Parani Arung Balusu.
Atas jasa-jasanya dalam mempertahankan kerajaan Soppeng dari kehancuran atas serangan yang dilancarkan gabungan kerajaan Wajo dan Sidenreng (Musu Belo atau Perang Belo), sehingga dia diberi gelar ‘Petta Sulle Datue’. Gelar ini juga memberikan kesempatan kepada Andi Muhammad Saleh untuk menggantikan Datu Soppeng jika berhalangan dan diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai panglima perang di bagian barat kerajaan Soppeng. Dalam masa pemerintahannya, Andi Muhammad Saleh memindahkan pusat kerajaan dari Balusu ke Lapasu dan markas pertahanannya di Bulu Dua. Di Bulu Dua ini didirikan Saoraja Lamacan yang terkenal penuh dengan ukiran.

Sumber: https://www.facebook.com/k4bBarru/photos/pb.142666519178107.-2207520000.1457384323./495181497259939/?type=3&theater 

Peta Sulawesi selatan (incl. Barru) tahun 1909

klik peta untuk besar

—————-
Balusu is an area north of the town of Rantepao. Ne Matandung is the name of a man, who had been a local leader of this area. In fact he had together with the surrounding community to fight against the Dutch.


3) Daftar Raja / List of kings

1906  Soppengriaja bentuk / formed with Balusu , Kiru and Kamiri

1) Balusu (Datuk)

* sampai / until 1906:    Baso Patta Bau Lampoko

2) Kiru (Aru)

* sampai / until 1906:    La Tobo Patta Lenrang

3)  1906  Soppengriaja bentuk / formed

* 1906 – 19 aug. 1920:                  La Tobo Patta Lenrang
* 19 aug. 1920 – 18 febr. 1932:     La Maddiawe
* 18 febr. 1932 – 1950:                  Yusuf

– Sumber / Source: link


4) Istana / Palace: Saoraja La Pinceng

Lapinceng kediaman raja di Kerajaan Balusu. Kerajaan ini, palili atau di bawah pengaruh kerajaan Soppeng. Dibangun 1836. Pengadaan dan perlengkapan sejak 1814. Adalah Andi Saleha yang membangun. Rumah ini, diperkirakan hadiah untuk anaknya, Andi Muhammad Saleh yang menggantikan sebagai raja.

Saoraja La Pinceng sendiri dibuat pada tahun 1895 terletak di Dusun Lapasu atau Bulu Dua Kabupaten Barru. Ukuran Ale Bola atau bangunan rumah induk berukuran kurang lebih 23,50 x 11 meter. Jumlah tiang Saoraja La Pinceng sebanyak 35 buah dengan panjang sekitar 6,50 meter, dan lebar sekitar 5,50 meter. Selain itu, juga terdapat sembilan buah tiang dengan ukuran 3 x 3 meter. Bangunan rumah dapur memiliki panjang sekitar 11 meter dan lebar sekitar 8 meter, dengan jumlah tiang 20 buah (5 x 4), ditambah dua buah tiang antara Ale Bola dengan rumah dapur yang berfungsi sebagai penyambung dan tempat penyanggah tangga belakang. Selain itu, di dalam lokasi Saoraja La Pinceng terdapat pula beberapa bangunan antara lain, rumah jaga dengan ukuran sekitar 7,50 x 4 meter, bangunan panggung pementasan dengan ukuran sekitar 9,50 x 5 meter. Juga terdapat bangunan kamar mandi dan sumur dengan ukuran sekitar 8,50 x 6,20 meter. Luas lokasi secara keseluruhan sekitar 4.000 meter persegi.

– Sumber: https://www.facebook.com/k4bBarru/photos/pb.142666519178107.-2207520000.1457384323./495181497259939/?type=3&theater


5) Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


6) Sumber / Source

Daftar Raja Balusu:  http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
Tentang Istana:  https://barrunews.wordpress.com/2010/11/26/saoraja-la-pinceng-berdiri-balusu-meninggalkan-kerajaan-gowa/
Kandidat gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin dinobatkan sebagai keluarga sekaligus kakak tertua keluarga besar kerajaan Balusu, Barru (2012): link


* Foto kerajaan Balusu: link

Puang Ne’ Matandung adalah penguasa Lokal di Balusu. Disinyalir beliau adalah penggagas rencana pembunuhan pada tahun 1917 terhadap kontrolir boruwer pimpinan Belanda di Rantepao. Ketika tertangkap beliau diasingkan ke Bogor dan wafat disana. Keluarganya mengambil jasadnya dan kembali kebalusu. Sumber: http://selembarkardus.blogspot.co.id/2012/11/sekilas-sejarah-puang-balusu-ne.html


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: