Selaparang, kerajaan / P. Lombok – prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Selaparang adalah salah satu kerajaan yang pernah ada di Pulau Lombok, kecamatan Swela, Kab. Lombok Timur.
Kerajaan Selaparang muncul pada dua periode yakni pada abad ke-13 dan abad ke-16.

The kingdom of Selaparang was located on the island of Lombok, prov. West Nusa Tenggara.
This kingdom existed in 2 periodes: in the 13th century and in the 16th century.
For english, click here

Lokasi kecamatan Swela, pulau Lombok

———————-

Lokasi pulau Lombok


* Foto kerajaan Selaparang: di bawah


* Garis kerajaan-kerajaan di Lombok: link


* Video sejarah kerajaan2 di Lombok dan NTB, 40.000 SM-sekarang: link


* Foto Suku Sasak dulu: link
* Foto Suku Sasak sekarang: link

* Foto foto intervensi belanda di Lombok, 1894: link
* Foto foto situs kuno di pulau Lombok: link


KERAJAAN SELAPARANG

Tentang pewaris Selaparang
.
Pewarisnya / Chief Dinasty (2015): Lalu Takdir dan Baiq Ratna Mulhimmah.
Info dari:
Pangeran Maspanji Lalu Satria Wangsa, Pewaris /Chief Dinasty dari kerajaan Pejanggik.

Menteri besar Selaparang, Lombok, 1865


Sejarah kerajaan Selaparang, muncul pada dua periode, abad ke-13 dan abad ke-16

Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/05/141017579/kerajaan-selaparang-sejarah-masa-kejayaan-dan-keruntuhan?page=all

Umum

Kerajaan Selaparang terbagi dalam dua periode:
– pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357;
– kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.

Kerajaan Selaparang adalah salah satu kerajaan Islam yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pendiri kerajaan Selaparang adalah Sayyid Zulqarnain atau disebut juga Syaikh ‘Abdurrahman. Kerajaan Selaparang terkenal tangguh, baik di darat maupun di laut. Kerajaan ini semakin mengalami kemajuan pesat setelah dipindahkan ke Desa Selaparang yang saat ini berada di Lombok Timur.
Selaparang menjadi pusat kerajaan Islam di Lombok di bawah pemerintahan Prabu Rangkesari. Pada masa inilah Selaparang mengalami masa keemasan dan menguasai seluruh Lombok.

Sejarah berdirinya kerajaan Selaparang

Sumber-sumber tentang sejarah berdirinya kerajaan Selaparang sangat sedikit. Namun, para ahli meyakini bahwa kerajaan Selaparang mengalami dua periode. Yaitu kerajaan Selaparang Hindu yang berdiri antara abad ke-13 hingga ke-14 di bawah kerajaan Majapahit dan kerajaan Selaparang Islam yang berdiri pada abad ke-16.
Dinasti Selaparang kemudian menjadi yang pertama kali menerima Islam di Lombok. Upaya mengislamkan raja-raja di Lombok tidak sulit, karena mereka memiliki pertalian darah dengan raja-raja di Jawa yang lebih dulu memeluk Islam.

Masuknya agama Islam ke Lombok pertama kali disebarkan oleh mubaligh dari Kota Baghdad bernama Ghaus Abdurrazzaq. Selain sebagai penyebar Islam, Ghaus Abdurrazzaq juga diyakini menurunkan Sultan dari kerajaan-kerajaan di Lombok. Ghaus Abdurrazzaq menikah dengan seorang putri dari kerajaan Sasak dan melahirkan dua anak, yaitu Sayyid Zulqarnain atau dikenal Syaikh Abdurrahman dan seorang putri bernama Syarifah Lathifah yang dijuluki Denda Rabi’ah. Sayyid Zulqarnain inilah yang mendirikan kerajaan Selaparang sekaligus menjadi raja pertama dengan gelar Datu Selaparang atau Sultan Rinjani.

Masa kejayaan kerajaan Selaparang

Kerajaan Selaparang tergolong tangguh, bahkan laskar lautnya mampu mengusir Belanda yang hendak memasuki wilayahnya pada 1667-1668. Selain itu, laskar lautnya juga pernah memukul mundur kerajaan Gelgel (Bali) yang menyerang sebanyak dua kali. Kerajaan ini semakin mengalami kemajuan pesat setelah dipindahkan ke Desa Selaparang sekarang ini. Selaparang menjadi pusat kerajaan Islam di Lombok di bawah pemerintahan Prabu Rangkesari. Pada masa inilah Selaparang mengalami masa keemasan dan memegang hegemoni di seluruh Lombok.

Keruntuhan kerajaan Selaparang

Pada awal abad ke-15, para imigran petani liar dari Karang Asem (Bali) secara bergelombang mendirikan koloni di kawasan Kota Mataram saat ini. Secara berangsur-angsur, koloni ini berkembang hingga menjadi kerajaan kecil, yaitu kerajaan Pagutan dan Pagesangan yang mengancam keberadaan kerajaan Selaparang. Selain itu, ketika menghadapi kerajaan Gelgel dan kerajaan Mataram Karang Asem, terjadi perselisihan antara Arya Banjar Getas dengan raja Selaparang. Arya Banjar Getas beserta pengikutnya kemudian meninggalkan Selaparang untuk bergabung dengan kerajaan Mataram Karang Asem. Pada akhirnya, kerajaan Selaparang berhasil ditaklukkan kerajaan Mataram Karang Asem atas bantuan taktik Arya Banjar Getas. Sejak 1672, kerajaan Karang Asem menjadi penguasa tunggal di Lombok.

Jejak Kerajaan Selaparang kembali ditemukan warga.

Keruntuhan Kerajaan Selaparang

Kerajaan Pagutan dan Kerajaan Pagesangan yang muncul sekitar tahun 1622 Masehi, perlahan namun pasti mulai mengancam hegemoni kerajaan Selaparang.

Kerajaan Mataram Karang Asem bahkan telah menjadi pesaing utama mereka selain kerajaan Gelgel. Belum lagi kekuatan asing, yakni Belanda dan Portugis, yang sewaktu-waktu dapat melakukan ekspansi militer ke kawasan mereka.

Selaprang tidak tinggal diam, mereka melakukan antisipasi untuk mengatasi masalah yang tumbuh dari bagian barat; yakni Kerajaan Gelgel, Kerajaan Mataram Karang Asem, serta gangguan keamana dari bangsa asing, terutama Belanda. Namun ternyata bahaya yang tak diduga muncul dari dalam, dari wilayah Kerajaan Selaparang sendiri.

Dikabarkan telah terjadi perselisihan dalam Kerajaan Selaparang dengan salah satu wilayahnya berkenaan dengan perbatasan wilayah kekuasaan. Akibat perselisihan itu, beberapa tokoh penting kerajaan memutuskan untuk meninggalkan Selaparang dan bergabung dengan Kerajaan Mataram Karang Asem (Bali).

Sejak kedatangan VOC ke Lombok hingga tahun 1691, akhirnya kerajaan Selaparang mengalami kemunduran. Karangasem Bali bersama Arya Banjar Getas berperang melawan raja-raja di Lombok. Pada tahun 1740 terjadi peperangan di Tanaq Beaq yang dimenangkan oleh pihak Karangasem. Sejak saat itu maka tamatlah riwayat kerajaan Selaparang.

Kerajaan Mataram Karang Asem kemudian berhasil mendarat di Lombok Barat dan menggempur Selaparang. Pada akhirnya, Kerajaan Selaparang dapat ditaklukan dan Pulau Lombok sepenuhnya berada dibawah kekuasaan kerajaan dari Bali.
– Sejarah lengkap kedatuan Selaparang: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/lombok/raja-of-selaparang/sejarah-lengkap-kedatuan-selaparang/

Gedeng Datu / Gedeng Ketangan, salah satu Kedaton Selaparang yang kondisi relatif utuh. Sumber: Maspanji Satria Wangsa, FB.


Daftar raja Selaparang

Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/11/141114779/raja-raja-kerajaan-selaparang?page=1

Sayyid Zulqarnain/Syaikh Abdurrahman
Masuknya agama Islam ke Lombok pertama kali disebarkan oleh mubaligh dari Kota Baghdad bernama Ghaus Abdurrazzaq.
Selain sebagai penyebar Islam, Ghaus Abdurrazzaq juga diyakini menurunkan Sultan dari kerajaan-kerajaan di Lombok. Ghaus Abdurrazzaq menikah dengan seorang putri dari kerajaan Sasak dan melahirkan dua anak, yaitu Sayyid Zulqarnain atau dikenal Syaikh Abdurrahman dan seorang putri bernama Syarifah Lathifah yang dijuluki Denda Rabi’ah. Sayyid Zulqarnain inilah yang mendirikan kerajaan Selaparang sekaligus menjadi raja pertama dengan gelar Datu Selaparang atau Sultan Rinjani.

Prabu Rangkesari
Kerajaan Selaparang menjadi pusat kerajaan Islam di Lombok di bawah pemerintahan Prabu Rangkesari. Pada masa inilah kerajaan ini mengalami masa keemasan dan menguasai seluruh Lombok. Selain menjadi pusat penyebaran Islam di Lombok, Kerajaan Selaparang terkenal tangguh, baik di darat maupun laut.
Laskar lautnya juga pernah memukul mundur kerajaan Gelgel (Bali) yang menyerang sebanyak dua kali, yaitu pada 1616 dan 1624 masehi. Berdasarkan beberapa pertimbangan, Prabu Rangkesari kemudian memindahkan ibu kota yang semula terletak di Teluk Lombok ke agak pedalaman di sebuah dataran perbukitan, tepatnya di Desa Selaparang sekarang ini. Dengan begitu, semua gerakan mencurigakan di laut akan diketahui. Setelah dipindahkan kerajaan Selaparang semakin mengalami kemajuan pesat, bahkan kekuasaannya mencapai Sumbawa Barat.

Sri Dadelanatha
Pada 1630 masehi, disebutkan bahwa Sri Dadelanatha dilantik menjadi raja dengan gelar Dewa Meraja di Sumbawa Barat, yang kala itu termasuk wilayah kekuasaan Kerajaan Selaparang.

Pemban Aji Komala
Pemban Aji Komala menggantikan Sri Dadelanatha menjadi raja dan naik takhta pada 1648 masehi. Pemban Aji Komala adalah gelar Pangeran Pemayaman setelah menjadi Sultan Selaparang yang memerintah seluruh wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa.

Makam yang ditemukan warga di Lendang Nangka yang diduga makam putera mahkota Kerajaan Selaparang.
Foto Syamsurrija / Lomboktoday.co.id.

Makam yang ditemukan warga di Lendang Nangka yang diduga makam putera mahkota Kerajaan Selaparang. Foto Syamsurrija / Lomboktoday.co.id Link


Daftar kerajaan-kerajaan di Lombok

Untuk daftar dan garis kerajaan-kerajaan di Lombok, klik di sini


Sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

Cerita di bawah dari beberapa sumber sejarah.

Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di pulau Lombok bernama kerajaan Laeq. Tapi, sumber lain, yaitu Babad Suwung menyatakan bahwa kerajaan tertua di Lombok adalah kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh Raja Betara Indera. Setelah kerajaan Suwung ini surut, baru muncul kerajaan Lombok.

Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu.

Pada awalnya, kerajaan yang berdiri adalah kerajaan Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan, di Aikmel, desa Sembalun sekarang.
Suatu ketika, Gunung Rinjani meletus (abad ke-13), menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.

Setelah Pamatan berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera. Lokasi kerajaan ini terletak di daerah Perigi saat ini. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul kerajaan Lombok. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan Lombok kemudian mengalami kehancuran akibat serangan tentara Majapahit pada tahun 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok melarikan diri ke dalam hutan. Ketika tentara Majapahit kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang. Dalam perkembangannya, kerajaan ini kemudian lebih dikenal dengan nama kerajaan Selaparang.

Menurut Djelenga, ekspedisi Majapahit ini meninggalkan jejak kerajaan Gel Gel di Bali. Sedangkan di Lombok, berdiri empat kerajaan utama yang saling bersaudara, yaitu: kerajaan Bayan di barat, kerajaan Selaparang di Timur, kerajaan Langko di tengah, dan kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat beberapa kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong Samarkaton serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini takluk di bawah Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, kerajaan dan desa-desa ini kemudian menjadi wilayah yang merdeka.

Kerajaan Selaparang terbagi dalam dua periode:
– pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13 M, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357 M;
– dan kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740 M), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.

Pada awal abad ke-18 M, Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Muncul kerajaan Karangasem Lombok (1740-1838) dan kerajaan Mataram (1838-1894). Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat. Lombok berhasil bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan kerajaan Selapang (Lombok Timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.

Intervensi Belanda di Lombok (kerajaan Mataram, 1838-1894) terjadi pada tahun 1894, dan merupakan bagian dari serangkaian intervensi Belanda di Bali dan sekitarnya, yang pada akhirnya menjadikan di Bali dan Lombok terkolonisasi secara penuh sebagai bagian dari Hindia Belanda pada awal abad ke-20.


Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok: klik di sini

Lombok sebelum perang 1891

merah = bali
biru = sasak

LOMBOK sebelum perang 1891


Peta kuno Lombok

Untuk peta kuno lokasi pulau Lombok, abad ke-15, 1660, 1683, 1683, 1725, 1800-an, klik di sini

Lokasi Lombok, tahun 1660


Sumber kerajaan Selaparang

– Sejarah kerajaan Selaparang:  http://www.lombokwisata.com/sejarah_pulau_lombok.htm
Sejarah kerajaan Selaparang di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Selaparang
Asal usul kerajaan Selaparang: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/asal-usul-kerajaan-selaparang.html
Kedatuan Selaparang:  http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-selaparang.html
Sumber silsilah penguasa  Selaparang:  https://pkbmdaruttaklim.wordpress.com/2013/02/02/kerajaan-selaparang/

Sumber kedatuan / kerajaan kuno di Lombok

– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://suparmanol.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-kedatuan-sasak.html
– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html
– Sejarah kerajaan di Lombok: https://oediku.wordpress.com/2010/12/29/sejarah-dan-asal-usul-lombok/
– Sejarah kerajaan di Lombok: http://www.lomboksociety.web.id/2018/02/sejarah-lombok.html


* Foto Foto

Photo ketika proses pengukuhan Wali Datu Selaparang oleh Ketua adat Majelis Dewan Pengelingsir (TGH. Lalu Ahmad Suparlan). Sumber foto: lalu achmad nofi yandi, fb

Photo ketika proses pengukuhan Wali Datu Selaparang oleh Ketua adat Majelis Dewan Pengelingsir (TGH. Lalu Ahmad Suparlan) lalu achmad nofi yandi, fb

———————————–
Makam Selaparang. Link

http://karinadwiputri.blogspot.com/2012/03/makam-selaparang.html

————————————–
Kedaton Selaparang-Ketangge, Lombok Timur 2017

—————————————
Gedeng Datu / Gedeng Ketangan, salah satu Kedaton Selaparang yang kondisi relatif utuh. Sumber: Maspanji Satria Wangsa, FB.

—————————————
Makam Raja Selaparang adalah salah satu cagar budaya yang dilindungi oleh Negara. Makam Raja Selaparang sendiri terletak di kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Selaparang, Kecamatan Suela. Sumber: http://speakerkampung.blogspot.co.id/2015/04/makam-selaparang-dikeramatkan-peziarah.html


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: